BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Penelitian ini telah melakukan analisis terhadap pengaruh belanja modal pemerintah pusat dan produk domestik bruto dari tahun 2005 s.d. 2011 menggunakan analisis regresi linear sederhana. Data belanja modal pemerintah pusat diperoleh dari laporan keuangan pemerintah pusat yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Pemerintah Republik Indonesia dan data produk domestik bruto diperoleh dari berita statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statstik. Data ini telah lulus uji asumsi klasik normalitas, heteroskedastisitas, otokorelasi dan linearitas. Uji asumsi klasik multikolinearitas tidak dilakukan karena penelitian ini hanya memiliki satu variabel bebas. Maka, model persamaan regresi linear yang disusun telah memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator) sehingga analisis regresi linear sederhana dapat dilakukan.
Dari analisis hubungan antara dua variabel menggunakan metode regresi linear sederhana, diperoleh simpulan sebagai berikut:
1. Hasil uji F menunjukkan bahwa belanja modal pemerintah pusat memiliki pengaruh terhadap produk domestik bruto.
2. Hasil uji t menunjukkan bahwa belanja modal pemerintah pusat mempengaruhi produk domestik bruto secara signifikan.
3. R2 menunjukkan 90,4% variasi pada produk domestik bruto dapat dijelaskan oleh variasi pada belanja modal pemerintah pusat.
4. Tiap 1 triliun rupiah belanja modal pemerintah pusat dapat mendorong pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 9,271 triliun rupiah. Ini juga menunjukkan bahwa belanja modal pemerintah pusat memberikan pengaruh positif terhadap produk domestik bruto.
B. Saran
Kecenderungan peningkatan belanja modal pemerintah pusat dalam enam tahun terakhir terbukti secara statistik memiliki pengaruh positif yang signifikan bagi pertumbuhan produk domestik bruto di Indonesia. Kita patut menyambut baik rencana pemerintah yang termuat dalam MP3EI yang akan membangun infrastruktur secara besar-besaran di Indonesia.
Namun, pemerintah saat ini memiliki keterbatasan anggaran dalam melakukan belanja modal. Untuk mengatasi keterbatasan anggaran namun tetap menghindari penggunaan hutang, pemerintah dapat menggunakan mekanisme Public Private Partnership (PPP) untuk proyek-proyek belanja modal yang dirasa perlu tapi tidak tersedia anggaran untuk melaksanakannya. Mekanisme PPP memang memiliki keterbatasan karena tidak semua masyarakat dapat mengakses barang publik yang dihasilkan, tapi setidaknya ada kelompok masyarakat yang terlayani daripada tidak ada yang terlayani sama sekali.
efektif dan efisien dalam mendorong pertumbuhan produk domestik bruto. Ketidakmampuan ini terjadi karena memang ruang lingkup penelitian yang hanya melihat dari segi belanja modal secara keseluruhan.
Untuk pengembangan penelitian berikutnya, sebaiknya dilakukan penelitian mengenai pengaruh unsur-unsur belanja modal Pemerintah Pusat Republik Indonesia terhadap produk domestik bruto di Indonesia. Pengetahuan akan pengaruh unsur-unsur belanja modal ini akan membantu untuk mengetahui unsur-unsur belanja modal pemerintah pusat yang mana yang paling efisien dalam mendorong pertumbuhan produk domestik bruto. Pengetahuan akan efisiensi ini akan membantu pemerintah dalam memprioritaskan bentuk belanja modalnya.
Penelitian akan pengaruh unsur-unsur belanja modal pemerintah pusat terhadap produk domestik bruto tidak dilakukan dalam penelitian ini karena belanja modal pemerintah baru memiliki standar akuntansi yang jelas pada LKPP 2005 dan baru dirinci unsur-unsur belanja modalnya pada LKPP 2006. Dengan keterbatasan jumlah sampel, maka pendekatan terbaik yang saat ini dapat dilakukan baru sebatas belanja modal secara total. Namun, semakin panjang periode waktu yang digunakan pada penelitian, jumlah sampel yang dapat diambil akan bertambah banyak dan akan memberikan hasil analisis regresi yang lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku, Jurnal Ilmiah, dan Sumber Lainnya
Abel, Andrew B., Ben S. Bernanke, dan Dean Croushore. 2008. Macroeconomics. Edisi ke-6. Boston: Pearson Education, Inc.
Afia, Elvany Noor. 2010. Pengaruh Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negeri, dan Belanja Modal Terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Tengah. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Badan Pusat Statistik. 2006. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2005. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
---. 2007. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2006. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
---. 2008. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2007. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
---. 2009. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2008. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
---. 2010. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik. ---. 2011. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik. ---. 2012. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik. Departemen Keuangan Republik Indonesia. 2006. Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat Tahun 2005. Jakarta: Departemen Keuangan Republik Indonesia.
Departemen Keuangan Republik Indonesia.
---. 2008. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2007. Jakarta: Departemen Keuangan Republik Indonesia.
---. 2009. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2008. Jakarta: Departemen Keuangan Republik Indonesia.
Greene, William H. 2003. Econometric Analysis. Edisi ke-5. Upper Saddle River: Pearson Education, Inc.
Gujarati, Damodar N. 2002. Basic Econometric. Edisi ke-4. New York: McGraw-Hill, Inc.
Harianto, David dan Priyo Hari Adi. 2007. Hubungan antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan per Kapita. Salatiga: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Hindriks, Jean dan Gareth D. Myles. 2006. Intermediate Public Economics.
Cambridge: The MIT Press.
Hubbard, R. Glenn dan Anthony Patrick O’Brien. 2010. Macroeconomics. Edisi ke-3. Boston: Prentice Hall.
Hyman, David N. 2011. Public Finance: A Contemporary Application of Theory to Policy. Edisi ke-10. Mason: South-Western Cengage Learning.
Indrasari, Viki. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. 2010. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2009. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
---. 2011. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 20010. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
---. 2012. Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2011. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Mankiw, N. Gregory. 2012. Economics. Edisi ke-6. Mason: South-Western, Cengage Learning.
Omey, Edward. 2010. Econometrics: an Introduction. Brussel: http://www.edwardomey.com/nonsave/BBA3Econometrics.pdf (diakses 20 Juni 2012)
Parkin, Michael. 2012. Macroeconomics. Edisi ke-10. Upper Saddle River: Pearson Education Inc.
Rosen, Harvey S. dan Ted Gayer. 2008.Public Finance. Edisi ke-8. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Saptomo, Tjahjanto. 2008. Pengaruh Pertumbuhan Investasi Publik, Pertumbuhan Investasi Swasta, dan Pertumbuhan Penduduk terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang Periode 1992-2006. Semarang: Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Sloman, John. 2006. Economics. Edisi ke-6. Harlow: Pearson Education Limited Suliyanto. 2011. Ekonometrika Terapan: Teori dan Aplikasi dengan SPSS.
Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Swaramarinda, Darma Rika dan Susi Indriani. 2011. Pengaruh Pengeluaran Konsumsi dan Investasi Pemerintah terhadap pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Econosains Volume IX, Nomor 2: 95-105.
White, Simon. 2005. Enhancing Private Investment for Development: Policy Guidance for Development Agencies. www.oecd.org/dataoecd/13/12/ 36751869.pdf (diakses pada 21 Juni 2012)
B. Peraturan Perundang-undangan
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Peraturan Pemerintah Republik IndonesiaNomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Lampiran 1 DATA PRODUK DOMESTIK BRUTO INDONESIA DAN BELANJA MODAL
PEMERINTAH PUSAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2005 S.D. 2011 (DALAM TRILIUN RUPIAH)
Tahun Belanja Modal Produk Domestik Bruto
2005 32,9 1.749,5 2006 55,0 1.846,7 2007 64,3 1.964,0 2008 72,8 2.082,1 2009 75,9 2.177,0 2010 80,3 2.310,7 2011 117,9 2.463,2
Lampiran 2 HASIL LENGKAP UJI HIPOTESIS DAN PERSAMAAN REGRESI LINEAR Variables Entered/Removedb
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Belanja Modal . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Produk Domestik Bruto Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,951a ,904 ,885 86,0492
a. Predictors: (Constant), Belanja Modal ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 349413,471 1 349413,471 47,190 ,001a
Residual 37022,346 5 7404,469 Total 386435,817 6
a. Predictors: (Constant), Belanja Modal
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1423,719 101,574 14,017 ,000 Belanja Modal 9,271 1,350 ,951 6,869 ,001 a. Dependent Variable: Produk Domestik Bruto
Lampiran 3 HASIL LENGKAP UJI ASUMSI KLASIK HETEROSKEDASTISITAS
DENGAN METODE GLEJSER Variables Entered/Removedb
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 Belanja Modal . Enter
a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: ABRESID Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,212a ,045 -,146 46,09196
a. Predictors: (Constant), Belanja Modal ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 500,930 1 500,930 ,236 ,648a
Residual 10622,345 5 2124,469 Total 11123,275 6
a. Predictors: (Constant), Belanja Modal b. Dependent Variable: ABRESID
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 35,798 54,408 ,658 ,540 Belanja Modal ,351 ,723 ,212 ,486 ,648 a. Dependent Variable: ABRESID
Lampiran 4 HASIL LENGKAP UJI ASUMSI KLASIK LINEARITAS
DENGAN METODE LAGRANGE MULTIPLIER Variables Entered/Removedb
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 XSqra . Enter
a. All requested variables entered.
b. Dependent Variable: Unstandardized Residual Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 ,052a ,003 -,197 85,93398676
a. Predictors: (Constant), XSqr ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 99,096 1 99,096 ,013 ,912a
Residual 36923,250 5 7384,650 Total 37022,346 6
a. Predictors: (Constant), XSqr
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5,670 58,745 ,097 ,927 XSqr -,001 ,009 -,052 -,116 ,912
RIWAYAT HIDUP PENULIS
Nama : Habibie Nugroho Wicaksono
Tempat, Tanggal Lahir : Semarang, 28 Mei 1986 Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Nama Ayah : Drs. Kurniyanto Sukirman, M.Pd Nama Ibu : Dra. Dharmaningsih Daud Nama Istri : Nila Novrita Hanam, S.Pd
Alamat : Villa Rizki Ilhami, Blok C4 No. 24, Kelurahan Bojongnangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang
Nomor Telepon Seluler : 08568708564 Nomor Telepon : 021-5918613
E-mail : [email protected]
Riwayat Pendidikan : 1990 – 1992 TK Pertiwi IV Semarang 1992 – 1998 SD Negeri Ngalian 2 Semarang 1998 – 2001 SMP Negeri 1 Semarang 2001 – 2004 SMA Negeri 1 Semarang
2004 – 2007 Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
2009 – Sekarang Program Sarjana (S1) Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Terbuka
2011 – Sekarang Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
Riwayat Pekerjaan : 2008 – 2010 Auditor Pelaksana pada Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur
2010 – Sekarang Pegawai Tugas Belajar BPKP Pada Program Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara