Berdasarkan hasil pengolahan data mengenai Psychological Well-Being pada waria di Bandung Timur, diperoleh simpulan sebagai berikut:
1. Sebagian besar waria di Bandung Timur memiliki Psychological Well-
Being yang tinggi.
2. Pada waria di Bandung Timur yang memiliki Psychological Well-Being yang tinggi, dimensi-dimensi yang tinggi antara lain dimensi Self-
Acceptance, Autonomy, Environmental Mastery, Purpose in Life, dan
Personal Growth. Psychological Well-Being yang rendah pada waria di
Bandung Timur, dimensi-dimensi yang rendah yaitu, dimensi Positive
Relation With Others, Environmental Mastery, Purpose in Life, dan
Personal Growth.
3. Pada waria di Bandung Timur yang memiliki Psychological Well-Being yang tinggi, menununjukkan persentase yang lebih rendah pada dimensi
78
memiliki Psychological Well-Being rendah, menunjukkan persentase yang lebih tinggi pada dimensi Self-Acceptance dan Autonomy.
4. Faktor status sosio-ekonomi, pendidikan, dan budaya pada penelitian ini tidak terkait dengan Psychological Well-Being pada waria di Bandung Timur.
5. Terdapat indikasi bahwa faktor social support memengaruhi Psychological
Well-Being pada waria di Bandung Timur.
5.2. Saran
5.2.1. Saran Teoretis
1. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak mengenai Psychological Well-Being pada waria agar mendapat hasil penelitian yang lebih komprehensif.
2. Melakukan penelitian kualitatif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi
Psychological Well-Being pada waria, sehingga mendapatkan gambaran
yang mendalam.
3. Menentukan kriteria terhadap penghayatan faktor sosio-ekonomi dan budaya pada waria, sehingga mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor yang memengaruhi Psychological Well-Being pada waria. 4. Melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor social support dalam
79
5.2.2. Saran Praktis
1. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh para pengurus Yayasan Srikandi Pasundan untuk dapat menyusun rancangan program pendampingan waria di Bandung Timur berupa kegiatan diskusi, sehingga para waria di Bandung Timur dapat berbagi pengalaman dan menjadi dukungan bagi para waria untuk meningkatkan PWB-nya.
DAFTAR PUSTAKA
Atmojo, K. 1986. Kami Bukan Lelaki - Sebuah Sketsa Kehidupan Kaum Waria. Jakarta: PT. Temprin.
Carr, A. 2004. Positive Psychology: The Science of Happiness and Human
Strengths. Hove & NewYork : Brunner – Routledge Taylor & Francis
Group.
Diener, E. 2000. Subjective Well-Being: The science of happiness and proposal for national index. American Psychologist, 55 (1), 34-43.
Davison, G.C., Neale, J.M., & Kring, A.M. 2010. Psikologi Abnormal. (Alih bahasa: Fajar, N). Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
DSM IV, 1994. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Fourth Edition. American Psychiatric Association.
Friedenberg, Lisa. 1995. Psychological Testing: Design, Analysis and Use. Boston: Allyn & Bacon.
Guilford, J.P. 1956. Fundamental Statistics in Psychology and Education. New York: McGraw-Hill Book Company, Inc.
Gulo, W. 2002. Metolodogi Penelitian. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana.
Halim, Magdalena & Atmoko. 2005. Hubungan antara Kecemasan akan HIV/ AIDS dan Psycological Well-Being pada Waria yang Menjadi Pekerja Seks Komersial. Jurnal Psikologi. Vol. 15 : 17-31.
Kartono, K. 1989. Psikologi Abnormal & Abnormalitas Seksual. Bandung: CV. Mandar Maju.
Keyes, C. Ryff, C., & Shmotkin, D. 2002. Optimizing Well-Being: The Empirical Encounter of Two Traditions. Journal of Personality and Social
82
Koeswinarno. 2005. Hidup Sebagai Waria. Yogyakarta: Kanisius.
__________. 1996. Waria dan Penyakit Menular Seksual: Kasus Dua Kota di Jawa. Yogykarta: Pusat Penelitian Kependudukan, Universitas Gadjah Mada.
Kumar, Ranjit. 1996. Research Methodology: A Step-by-Step Guide for
Begginers. London: Sage Publications
Maslim, R. 2002. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Monks, F.J. Knoers, A.M..P & Haditono, S.R. 1999. Psikologi Perkembangan Yogyakarta: Gajah Mada University Perss.
Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Puspitosari, H dan Pujileksono, S. 2005. Waria dan Tekanan Sosial. Malang: Universitas Muhammadiah Malang.
Ryff, C. D. 1989. Happiness is Everything, or is it? Explorations on the Meaning of Psychological Well-Being. “Journal of Personality and Social
Psychology”, 6, 1069-1081.
Ryff, C. D. 1994. Psychological Well-Being in Adult Life. “Current Directions in
Psychological Science”.
Ryff, C. D. 1995. Psychological Well-Being in Adult Life. Current Directions In
Psychological Science, vol 4:99-104
Ryff, C. D. & Essex, M. J. 1992. The Interpretation of Life Experience and Well- Being: The Sample Case of Relocations Psychological and Aging, 7: 507- 517.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. 1995. The Structure of Psychological Well-Being Revisited. “Journal of Personality and Social Psychology”, 69, 719-727.
83
Ryff, C. D., & Singer, B. 1996. Psychological Well-Being: Meaning of Measurement, and Implications for Psychoteraphy Reseacrh.
Psychoterapy and Psychosomatics, 65, 14-23.
_______. 2006. Know Thsyself and become What You Are: A Eudaimonic Approach Psychological Well-Being. “Journal of Happiness Studies”.
Santrock. J. W. 2002. Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup.(edisi kelima) Jakarta: Erlangga
Sarafino, E. P. 1990. Health Psychology. Biopsychological Interaction. New York: John Wiley & Sons.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sue, D. 1986. Understanding Abnormal Behavior. Edisi III. Boston: Houghton Miffin Company.
Supangat, And. 2008. Statistika dalam Kajian Deskriptif, Inferensiasi, dan Non
Parametrik. Jakarta: Kencana.
Wells, I. 2010. Psychology of Emotions, Motivations and Actions. New York: Nova Science Publishers, Inc.
DAFTAR RUJUKAN
Andy. 2009. Gender Identity Disorder. (Online),
(www.andy.zat.su/ceritaO9/gender_identity_disorder.html, diakses 20 Maret 2013).
Ari, W. T. 2011. Eksistensi Komunitas Lesbian yang Terpinggirkan di Kelurahan Kuta. (Online), (http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud-163- 1970273389-tesis%20bab%20i-viii%20ari%20trisna%20handayani.pdf, diakses 5 Desember 2013).
Kurniawati, M. 2010. Latar Belakang Kehidupan Laki-Laki yang Menjadi Waria: Sebuah Kegagalan Dalam Proses Pendidikan Pembentukkan Identitas
Gender. (Online), (http://s2psikologi.tarumanagara.ac.id/wp-
content/uploads/2010/09/07-latar-belakang-kehidupan-laki-laki-yang- menjadi-waria-sebuah-kegagalan-dalam-proses-pendidikan-pembentukan- identitas-gender-meike-kurniawati.pdf, diakses 1 Mei 2013).
Mashuri. 2008. Etiologi dan Kondisi Transeksual. (Online), (http://eprints.umm.ac.id/5295/1/ETIOLOGI_DAN_KONDISI_PSIKOLO GIS_TRAN_SEKSUAL.pdf, diakses 1 Mei 2013).
Rahayuningsih, R. 2008. Konsep Diri Waria Dewasa Madya yang Sukses
Mencapai Tugas Perkembangan. (Online),
(http://gunadarma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2008/Artikel_ 10599253.pdf, diakses 13 April 2013).
Supriyadi, O. 2009. Stigma dan Diskriminasi Pada Waria. (Online), (http://satudunia.net/content/stigma-dan-diskriminasi-pada-waria, diakses 13 April 2013).
Susanti, Yuliani. 2009. Komunikasi di Kalangan Waria. (Online), (http://elibrary.unisba.ac.id/files/09-1616_Fulltext.pdf, diakses 25 Januari 2014).
Vertika, T. 2010. Pandangan Masyarakat Terhadap Waria dalam Segi Sosial. (Online). (http://tyalolitavertika.blogspot.com/2010/12/pandangan-waria- dalam-masyarakat-dalam.html, diakses 20 Juli 2014).
86
Widyasari dan Retnowari. Waria-Perjalanan Hidup dan Penyesuaian Diri. (Online), (http://psychology.uii.ac.id/images/stories/jadwal_kuliah/naskah- publikasi-98320104.pdf, diakses 25 Januari 2014).