• Tidak ada hasil yang ditemukan

Singkatan

Dalam dokumen RAFITA F11114503 (Halaman 44-54)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Landasan Teori

2.3.1 Sosiolingustik

2.3.3.5 Singkatan

Singkatan ialah kependekan berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan dengan mengikuti bentuk lengkapnya (Sugihastuti, 2000: 35). Gejala penyingkatan dapat dilihat pada contoh berikut ini;

jomblo ngenes menjadi JONES

pemberi harapan palsu menjadi PHP

gue menjadi GW

2.3.3.6 Fungsi Bahasa

Pada dasarnya bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, berkomunikasi, mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Keraf 2001:3). Adapun Roman Jakobson (dalam Nazhira 2012) membagi enam fungsi yaitu;

1) Fungsi Emotif

Bahasa digunakan dalam mengungkapkan perasaan manusia misalnya, rasa sedih, gembira, kecewa, dan puas. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan (ekspresi diri) tujuan manusia dalam mengungkapkan perasaan bermacam-macam antara lain agar terbebas dari semua tekanan emosi keadaan hatinya, suka dukanya diungkapkan dengan bahasa agar tekanan jiwanya dapat tersalur.

Sebagai contoh, ketika Anda merasa sedih ditinggalkan seseorang, Anda bercerita kepada teman Anda betapa hancurnya perasaan Anda saat ditinggalkan begitu saja.

2) Fungsi Referensial

Fungsi referensial merupakan fungsi bahasa yang digunakan sekelompok masyarakat untuk membicarakan suatu permasalahan dengan topik tertentu. Seseorang belajar mengenal segala sesuatu

dalam lingkungannya, baik agama, moral, kebudayaan, adat istiadat, teknologi dan ilmu pengetahuan melalui bahasa. Sebagai alat komunikasi, bahasa menjadi media antara manusia yang satu dengan lainnya karena bahasa dapat mengungkapkan maksud dan pikiran kita.

3) Fungsi Puitik

Fungsi puitik merupakan fungsi bahasa yang digunakan untuk menyampaikan suatu amanat atau pesan tertentu. Bahasa mengungkapkan pikiran, gagasan, perasaan, kemauan dan tingkah laku seseorang. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan media untuk menyampaikan semua yang kita rasakan.

4) Fungsi Fatik

Bahasa digunakan manusia untuk saling menyapa sekadar untuk mengadakan kontak bahasa mempersatukan anggota-anggota masyarakat.

Melalui bahasa manusia memanfaatkan pengalaman-pengalaman mereka, mempelajari dan mengambil bagian dalam pengalaman itu serta belajar berkenalan dengan orang lain. Bahasa sebagai alat komunikasi memudahkan seseorang untuk menjadi bagian dari masyarakat. Dengan demikian seseorang akan merasa dirinya terikat dengan kelompok yang dimasukinya.

5) Fungsi Metalingual

Bahasa digunakan untuk membicarakan masalah bahasa dengan bahasa tertentu dari segi kode yang digunakan, bahasa berfungsi sebagai metalingual atau metalinguistik. Artinya, bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Biasanya bahasa digunakan untuk membicarakan masalah lain seperti ekonomi, pengetahuan dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dalam proses pembelajaran bahasa di mana kaidah-kaidah bahasa dijelaskan dengan bahasa.

6) Fungsi Direktif

Fungsi direktif yaitu fungsi bahasa yang mengatur tingkah laku pendengar. melalui bahasa, seseorang tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu tetapi melakukan kegiatan yang sesuai dengan yang diinginkan oleh si pembicara.

2.3 Kerangka Pikir

Berdasarkan landasan teori yang sudah dipaparkan di atas, tergambar beberapa konsep yang akan dijadikan sebagai acuan dalam mengaplikasikan penelitian ini.

“Ragam Bahasa Meme pada Akun Meme Comic Indonesia di Media Sosial

Instagram: Tinjauan Sosiolinguistik” merupakan penelitian yang membahas tentang bentuk dan fungsi penggunaan ragam bahasa meme yang terdapat di Instagram.

Meme merupakan kata, kalimat atau pernyataan dengan gaya mengkritik kejadian-kejadian yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Bahasa yang terdapat

dalam meme menggunakan bentuk bahasa santai dan tidak memperhatikan kaidah bahasa Indonesia.

Adapun yang akan diteliti yaitu mengenai, bentuk dan fungsi penggunaan ragam bahasa yang terdapat pada meme di media sosial Instagram ditinjau melalui sosiolinguistik. Berikut merupakan skema kerangka pikir;

skema kerangka pikir

Media Sosial Instagram

Ragam Bahasa Meme

Bentuk-Bentuk - Penghilangan fonem - Penambahan fonem - Afiksasi

- Hiperkorek - Campur kode - Singkatan

Fungsi Bahasa - Fungsi emotif - Fungsi fatik - Fungsi direktif - Fungsi referensial SOSIOLINGUISTIK

Bentuk dan Fungsi Penggunaan Ragam Bahasa Meme pada Akun Meme Comic Indonesia di

Media Sosial Instagram

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian. Penelitian kualitatif tersebut untuk menghasilkan data desktiptif, berupa tuturan tertulis dari hasil pengamatan. Penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif, berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti (Moleong, 2010:4).

Jenis penelitian kualitatif sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan, bentuk penggunaan ragam bahasa dan menganalisis fungsi dalam penggunaan ragam bahasa meme di Instagram. Deskripsi diperoleh dari hasil observasi pengamatan di lapangan, data diambil secara langsung di media sosial Instagram.

3.1.1 Penelitian Pustaka

Penelitian pustaka dimaksudkan untuk mencari, mengumpulkan dan memeroleh prinsip-prinsip ilmiah yang dapat mendukung analisis. Analisis yang digunakan dalam kaitannya dengan topik yang dibahas yakni bentuk penggunaan ragam bahasa. Penelitian pustaka dilakukan dengan membaca dan

memahami sejumlah literatur yang dapat dijadikan sumber acuan untuk mendapatkan bahan perbandingan.

3.1.2 Penelitian Lapangan

Penelitian lapangan bertujuan mengumpulkan bahan atau data primer, sesuai dengan fakta atau kenyataan yang ada di lapangan. Meme yang ada di Instagram dikumpulkan secara keseluruhan. Kemudian diamati dan disimak dengan mengkhususkan pada bentuk tuturan berupa percakapan.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Metode diperlukan untuk mencari pengertian yang jelas mengenai cara atau prosedur kerja yang kita paparkan kepada pembaca. Surakhmad (1982:131) memberi batasan tentang metode, yaitu cara utama yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, untuk menguji serangkaian hipotesis dengan teknik alat-alat tertentu. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan atau sasran yang diinginkan penulis menggunakan metode sebagai berikut.

3.2.1 Metode Simak (Pengamatan)

Penulis mengumpulkan data dengan mengamati secara langsung, yakni membaca dengan seksama tuturan tertulis yang terdapat pada meme di Instagram. Kemudian menentukan konteks dalam tuturan tertulis tersebut, selanjutnya menentukan bentuk dan fungsi penggunaan ragam bahasa pada meme, melalui akun Meme Comic Indonesia di media sosial Instagram. Metode

simak atau biasa disebut juga dengan metode sadap adalah salah satu cara yang digunakan untuk memeroleh data yang dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa, baik lisan maupun tulisan (Mahsun, 2005:92)

3.2.2 Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi juga dianggap penting dalam pengumpulan data, yaitu dengan menyimpan data meme dengan mengunduh pada akun Meme Comic Indonesia yang benar-benar dianggap penting kemudian dilakukan print out.

3.2.3 Teknik Catat

Penulis juga menggunakan teknik catat untuk mencatat semua data berupa tuturan tertulis yang diperoleh dari hasil dokumentasi pada akun Meme Comic Indonesia di Instagram yang diunggah selama bulan November 2017 sampai Januari 2018.

3.3 Sumber Data 3.3.1 Populasi

Populasi data adalah keseluruhan subjek penelitian yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik simpulan (Sugiyono, 2011:80). Sehubungan dengan data yang diperoleh, populasi dalam penelitian ini adalah semua tuturan tertulis berupa bentuk penggunaan ragam bahasa meme pada akun Meme Comic Indonesia di Instagram melalui media sosial.

Data dikumpulkan dari media sosial Instagram selama tiga bulan yakni bulan November 2017 sampai Januari 2018. Adapun, jumlah populasi seluruhnya adalah 50 bentuk tuturan yang tertulis.

3.3.2 Sampel

Sampel data ialah sebagian dari subjek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu secara representatif dapat mewakili populasinya (Sabar, 2007). Adapun jumlah sampel dalam penelitian ini, sebanyak 30 data bentuk tuturan tertulis. Pengambilan data tersebut dilakukan secara purposif, yakni pengambilan data sesuai dengan kebutuhan peneliti. Jumlah tersebut dianggap representatif dari 20 data tersisa yang akan diteliti.

3.4 Metode Analisis Data

Penelitian ini mengambil data yang dianggap cocok untuk dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Mahsun (2005: 86) menjelaskan bahwa penelitian deskriptif, bertujuan untuk memahami fenomena kebahasaan yang tengah diteliti.

Metode analisis data yang digunakan ialah metode deskriptif dengan memaparkan konteks tuturan yang tertulis. Kemudian menjelaskan bentuk dan fungsi penggunaan ragam bahasa meme pada akun Meme Comic Indonesia di Instagram.

Dalam dokumen RAFITA F11114503 (Halaman 44-54)

Dokumen terkait