• Tidak ada hasil yang ditemukan

KBLI 2015 : Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2015 berdasarkan ISIC Revisi 4 Tahun 2008 yang diterbitkan dalam Perka BPS Nomor 95 Tahun 2015 tentang Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia

KBLI 2009 : Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia Tahun 2009 berdasarkan ISIC Revisi 4 Tahun 2008 yang diterbitkan dalam Perka BPS Nomor 57 Tahun 2009 tentang Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia

YTDL : Yang Tidak Dapat Diklasifikasikan di Tempat Lain YBDI : Yang Berhubungan dengan Itu

Ekraf : Ekonomi Kreatif PDB : Produk Domestik Bruto

xx

xx

SUBSEKTOR

ARSITEKTUR

Arsitektur

Wujud hasil penerapan pengetahuan, ilmu, teknologi, dan seni secara

utuh dalam menggubah lingkungan binaan dan ruang, sebagai bahan

dari kebudayaan dan peradaban manusia sehingga dapat menyatu

dengan

4

4

Arsitektur dapat didefinisikan melalui tiga pendekatan, yaitu pendekatan hasil, proses, dan keilmuan. Berdasarkan pendekatan hasil, arsitektur merupakan wujud sebuah bangunan. Berdasarkan pendekatan proses, arsitektur diartikan sebagai gaya atau metode perancangan. Berdasarkan pendekatan keilmuan, arsitektur diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dalam proses perancangan. (Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025).

Dalam konteks pembangunan ekonomi kreatif, arsitektur didefinisikan sebagai: “Wujud hasil penerapan pengetahuan, ilmu, teknologi, dan seni secara utuh dalam menggubah lingkungan binaan dan ruang, sebagai bahan dari kebudayaan dan peradaban manusia sehingga dapat menyatu dengan keseluruhan lingkungan ruang”.

Beberapa kata kunci yang dapat dijelaskan dari definisi diatas, adalah:

1. Wujud adalah struktur fisik dan bangunan yang dihasilkan melalui proses perancangan dan pembangunan.

2. Pengetahuan adalah kemampuan, ketrampilan, dan pemahaman mengenai merancang dan membangun struktur fisik dan bangunan.

3. Ilmu adalah pengetahuan dalam merancang dan membangun struktur fisik dan bangunan yang disusun secara sistematik dan disepakati sebagai teori melalui penelitian dan eksperimen.

4. Teknologi adalah metodologi, alat, dan mesin yang digunakan untuk mengimplementasikan seni, ilmu, dan pengetahuan dalam merancang dan membangun struktur fisik dan bangunan

5. Seni adalah kemampuan dalam merancang dan membangun struktur dan bentuk yang indah.

6. Lingkungan binaan adalah gubahan manusia terhadap tempat aktivitas kehidupannya.

7. Lingkungan ruang. Pada skala mikro, lingkungan ruang mencakup bagian dalam ruangan (interior), bagian luar ruangan (eksterior), dan lanskap pada area sekeliling ruangan tersebut. Pada skala makro, lingkungan ruang mencakup perencanaan tata kota (town planning, urban/rural planning), perencanaan lanskap, urban design, sampai perencanaan transportasi.

Dalam perkembangannya, keilmuan arsitektur terkait dengan keilmuan lainnya seperti:

1. Teknik Sipil. Teknik sipil didefinisikan sebagai modifikasi alam untuk menciptakan dan mengembangkan habitat manusia. Teknik sipil berfokus dalam implementasi dan konstruksi bangunan yang dirancang oleh arsitektur sehingga ada komunikasi dua arah untuk menghasilkan rancangan dan konstruksi yang sebaik mungkin.

2. Desain Interior. Desain interior adalah upaya merancang bagian dalam sebuah ruangan untuk mengoptimalkan fungsi ruang dan memberikan

kenyamanan bagi pengguna ruangan. “Dimensiruang” merupakan kata kunci

untuk desain interior. Dimensi ruang adalah apapun yang memiliki batas berupa dinding, langit-langit, dan lantai3. Selain ketiga batas tersebut, desain interior juga memiliki dua elemen lain, yaitu estetika dan furnitur. Dalam kaitannya dengan arsitektur, desain interior berperan dalam merancang interior ruang dari sebuah bangunan sesuai kebutuhan dan tujuan dibangunnya ruang tersebut. Dalam hal ini termasuk menentukan pola lantai, peletakan furnitur, titik elektrik, titik komunikasi, titik lampu, bahan, dan warna.

3. Teknik Layangan Bangunan. Teknik layangan bangunan atau Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) adalah praktik aplikasi seni dan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk mencapai integrasi system bangunan yang optimal dengan mencakup pengendalian lingkungan dan penjaminan keselamatan demi kenyamanan dan kesejahteraan penghuni lingkungan binaan.

Dalam kaitannya dengan arsitektur, teknik layanan bangunan berperan untuk

“menghidupkan” struktur yang dibangun melalui pembuatan sistem

pendingin udara dan ventilasi, pengaturan sumber energi, listrik dan pencahayaan, pengolahan limbah dan air, data dan komunikasi, keamanan, keselamatan kebakaran, dan transportasi vertikal. Dalam praktiknya, komunikasi antara kedua keilmuan diperlukan sejak tahap awal untuk menghasilkan rancangan dan implementasi yang optimal.

6

6

4. Arsitektur Lanskap. Arsitektur lanskap adalah bidang ilmu dan seni yang mempelajari pengaturan ruang dan massa di alam terbuka dengan mengombinasikan elemen-elemen lanskap alami maupun buatan manusia, baik secara horisontal maupun vertikal, dengan segenap kegiatannya, agar tercipta karya lingkungan yang secara fungsional berguna secara estetika, indah, efektif, serasi, seimbang, teratur, dan tertib, sehingga tercapai kepuasan rohani dan jasmani manusia dan makhluk hidup di dalamnya. Arsitektur lanskap dalam skala mikro terkait dengan merancang area sekeliling struktur fisik dan bangunan yang dibangun. Dalam skala makro, arsitektur lanskap meliputi perencanaan areal, ruang, material, dan juga perencanaan yang mencakup seluruh aspek kemanusiaan yang menjadi acuan bagi arsitek dalam merancang bangunan dalam area master plan tersebut.

Selain keempat bidang keilmuan di atas, saat ini berkembang pula spesialis-spesialis yang mendukung dunia arsitektur. Yaitu: teknik iluminasi, teknik akustik, teknik fasad dan spesialis bangunan, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Teknik Iluminasi. Teknik Iluminasi adalah jenis keahlian yang menghubungkan ilmu pengetahuan dasar desain pencahayaan dan aplikasi produk pencahayaan. Kaitan teknik iluminasi dengan arsitektur ada dalam semua rancangan dan tata letak pencahayaan terkait sebuah bangunan. Para ahli di bidang teknik iluminasi menyebut diri mereka lighting designer atau penata cahaya.Namun untuk menekan perdebatan akan istilah keprofesian di bidang teknik iluminasi, para ahli dan praktisi lebih memilih untuk menamakan profesi mereka lighting designer.

2. Teknik Akustik. Teknik akustik adalah aplikasi ilmu pengetahuan yang mencakup produk suara, transmisi suara, control suara, dan sensasi pendengaran. Kaitan teknik akustik dengan arsitektur ada pada semua pengaturan produksi suara, transmisi suara, kontrol suara, dan sensasi pendengaran dalam sebuah bangunan.

3. Teknik Fasad. Teknik fasad adalah aplikasi ilmu pengetahuan dalam menghasilkan performa building envelope (bagian yang memisahkan antara

bagian luar dan bagian dalam gedung) yang baik. Elemen-elemen utama yang menjadi pertimbangan dalam membuat building envelope adalahpengaruh cuaca, udara, dan panas.

4. Spesialis Bangunan. Spesialis bangunan adalah keahlian spesifik yang ditentukan oleh jenis bangunan yang akan dibangun dan memiliki pengetahuan mendalam mengenai kebutuhan ruang dan bangunan. (misalnya: spesialis hotel dan spesialis rumah sakit). Spesialisbangunan memiliki pengetahuan mendalam mengenai kebutuhan ruang dan bangunan yang akan dibangun dan pengetahuan ini tidak dimiliki oleh bidang keilmuan lainnya.

5. Experiential Graphic Design. Experiential graphic design (EGD) adalah keahlian untuk memberikan pemahaman dan sensitivitas terhadap lingkungan binaan dan ruang, membantu pengguna untuk menemukan arah dan tujuan dalam lingkungan binaan dan ruang, mengomunikasikan pesan yang penting, dan membangun dialog antara pengguna dengan tempat mereka beraktivitas. EGD menghasilkan sistem penunjuk arah digital dan statis, singage, environment graphics, konten ekshibisi, instalasi multimedia dan public art.

Ruang lingkup dan keterkaitan arsitektur dengan bidang keilmuan lainnya dapat dilihat pada gambar berikut:

8

8

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

M Aktivitas Profesional, Ilmiah Dan Teknis

Kategori ini mencakup khususnya kegiatan profesional, ilmu pengetahuan dan teknik, kegiatan ini membutuhkan suatu tingkat pelatihan yang tinggi dan menghasilkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan khusus yang tersedia untuk pengguna.

71 Aktivitas Arsitektur Dan Keinsinyuran; Analisis Dan Uji Teknis

Golongan pokok ini mencakup kegiatan penyediaan jasa arsitektur, jasa keinsinyuran, jasa drafting, jasa inspeksi bangunan dan jasa pengukuran tanah (surveying) dan jasa pembuatan peta

(mapping). Golongan pokok ini juga mencakup kegiatan pelaksanaan jasa pengujian fisik, kimiawi dan analisis lainnya.

711 Aktivitas arsitektur dan keinsinyuran serta konsultasi teknis ybdi

Golongan ini mencakup kegiatan penyediaan jasa arsitektur, keinsinyuran, drafting, inspeksi bangunan, pengukuran tanah, pembuatan peta dan jasa sejenisnya. Golongan ini juga mencakup kegiatan perancangan dan konsultasi perencanaan proyek, kota (besar/kecil), kegiatan perancangan yang mencakup arsitektur landscape, permesinan dan berbagai bidang teknik mesin. Golongan ini mencakup kegiatan perluasan proyek berbagai fasilitas dan yang berhubungan dengan kegiatan pengukuran tanah geologi.

7110 Aktivitas arsitektur dan keinsinyuran serta konsultasi teknis ybdi

Subgolongan ini mencakup kegiatan penyediaan jasa arsitektur, jasa keinsinyuran, jasa drafting, jasa inspeksi gedung atau bangunan dan jasa survei dan pemetaan dan jasa sejenisnya.

Subgolongan ini mencakup :

- Aktivitas konsultasi arsitektur, seperti perancangan gedung dan drafting, perencanaan perkotaan dan arsitektur landscape, termasuk jasa inspeksi gedung atau bangunan

10

10

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

- Perancangan teknik dan kegiatan konsultasi, seperti permesinan, pabrik dan proses industri; proyek yang melibatkan teknik sipil, teknik hidrolik, teknik lalu lintas; perluasan dan realisasi proyek yang berhubungan dengan teknik listrik dan elektro, teknik pertambangan, teknik kimia, mekanik, teknik industri dan teknik sistem dan teknik keamanan; proyek manajemen air; dan kegiatan manajemen proyek yang berkaitan dengan konstruksi

- Perluasan proyek yang menggunakan AC, pendingin, kebersihan dan teknik pengontrolan polusi, teknik akustik dan lain-lain

- Survei geofisika, geologi dan survei seismik atau gempa bumi

- Aktivitas survei geodetik meliputi kegiatan survei batas dan tanah, survei hidrologi, survei keadaan di bawah permukaan tanah dan kegiatan informasi spasial dan kartografi Subgolongan ini tidak mencakup :

- Uji coba pengeboran yang berhubungan dengan operasi pertambangan, lihat 0910, 0990

- Pengembangan atau publikasi yang berhubungan dengan software, lihat 5820, 6201

- Aktivitas konsultasi komputer, lihat 6202, 6209

- Uji teknik, lihat 7120

- Aktivitas penelitian dan pengembangan yang berhubungan dengan teknik, lihat 7210

- Dekorasi interior, lihat 7410

- Pencitraan dari udara, lihat 7420

71101 Aktivitas Arsitektur

Kelompok ini mencakup kegiatan penyediaan jasa konsultasi arsitek, seperti jasa arsitektur perancangan gedung dan drafting, jasa arsitektur perencanaan perkotaan dan arsitektur landscape, jasa arsitektur pemugaran bangunan bersejarah, termasuk jasa inspeksi gedung atau bangunan.

71102 Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis YBDI

Kelompok ini mencakup kegiatan perancangan teknik dan

konsultasi, seperti permesinan, pabrik dan proses industri; proyek yang melibatkan teknik sipil, teknik hidrolik, teknik lalu lintas; perluasan dan realisasi proyek yang berhubungan dengan teknik

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

listrik dan elektro, teknik pertambangan, teknik kimia, mekanik, teknik industri dan teknik sistem dan teknik keamanan; proyek manajemen air; dan kegiatan manajemen proyek yang berkaitan dengan konstruksi; kegiatan perluasan proyek yang menggunakan AC, pendingin, kebersihan dan teknik pengontrolan polusi, teknik akustik dan lain-lain; kegiatan survei geofisika, geologi dan survei seismik atau gempa bumi; kegiatan survei geodetik meliputi kegiatan survei batas dan tanah, survei hidrologi, survei keadaan di bawah permukaan tanah dan kegiatan informasi spasial dan kartografi termasuk kegiatan pemetaan.

12

12

SUBSEKTOR

DESAIN INTERIOR

Desain Interior

y masalah fungsi dan kualitas interior,

menyediakan layanan terkait ruang interior untuk meningkatkan

kualitas hidup dan memenuhi aspek kesehatan, keamanan, dan

y .

(International Federation of Interior Architects/Designers General

Assemby Document).

16

Subsektor desain interior merupakan salah satu bidang dari subsektor desain yang dahulunya merupakan gabungan antara desain interior, desain komunikasi visual, dan desain produk. Secara keilmuan, desain interior memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan subsektor ekraf yang pertama yaitu arsitektur, namun desain interior menjadi fokus dalam ruang lingkup subsektor desain.

Desain pada dasarnya memiliki lingkup yang luas. Pada awalnya desain merupakan sebuah metode berpikir yang dibagi menjadi dua proses utama, yaitu (1) proses studi, meliputi perumusan masalah, eksplorasi dan analisis, serta kesimpulan; dan (2) proses pengambilan keputusan sebagai tahap akhir dari proses perancangan yang merupakan perpaduan antara unsur-unsur objektif dengan unsur-unsur subjektif seperti estetika, kecenderungan pasar, hingga faktor pengguna. Metode berpikir desain tersebut terus berkembang sesuai dengan waktu dan diaplikasikan pada banyak bidang ilmu dan keprofesian sehingga mengubah paradigma desain itu sendiri, yang kemudian diaplikasikan pada bidang-bidang ilmu seperti seni rupa, ilmu komputer, arsitektur, teknik, dan desain itu sendiri.

Berdasarkan buku Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025 (Kemenparekraf 2014), desain didefinisikan sebagai:

“proses pemecahan masalah objektif manusia dan lingkungan

yang didasari kolaborasi ilmu dan kreativitas dengan

menambahkan nilai-nilai termasuk nilai identitas budaya dan

nilai tambah (added value) baik secara ekonomis, fungsional,

sosial, dan estetika sehingga dapat memberikan solusi

subjektif.”

Definisi desain tersebut dapat dijabarkan dalam kata kunci sebagai berikut:

1. Proses pemecahan masalah objektif adalah upaya dalam mengidentifikasi, mengeksplorasi, menganalisis, dan mengambil kesimpulan dari suatu permasalahan yang bersifat teknis, misalnya mengenai fungsi suatu barang, dengan tujuan untuk mengambil suatu keputusan.

2. Manusia dan lingkungan, merupakan dasar dari proses desain, yaitu desain menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam pemenuhan kebutuhan manusia dan lingkungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan. 3. Kolaborasi ilmu dan kreativitas artinya bahwa proses desain

membutuhkan berbagai bidang ilmu yang terkait, di antaranya adalah psikologi, informatika, arsitektur, dan teknik. Selain itu, desain disertai pemahaman yang mendalam terhadap suatu permasalahan dan kemampuan untuk menciptakan solusi desain baru yang tepat.

4. Nilai identitas budaya adalah kearifan lokal sebagai sumber inspirasi yang merupakan hasil dari dinamika budaya masyarakat setempat nilai identitas budaya dapat berubah dan berbeda sesuai dengan lokasi dan waktu. Desain berfungsi sebagai media preservasi dengan menjadikan nilai identitas budaya sebagai inspirasi yang kemudian disesuaikan dengan kondisi kekinian.

5. Nilai tambah (added value) adalah tujuan dari proses desain, yaitu menambah nilai ekonomis, fungsional, sosial, dan estetika dari sebuah produk dan tidak hanya sebagai ekspresi dari seorang desainer.

6.

Solusi subjektif adalah solusi yang berasal dari selera (taste) estetika, pengalaman, serta ilmu pengetahuan dari masing-masing desainer.

18

Klasifikasi pelaku dalam aktivitas desain interior meliputi:

Interior Designer

Interior Architect

Interior Decorator

Furniture Designer

Home Décor Designer

Interior Lighting Designer

Interior Art Program Designer

Exhibition Display Designer

Interior Acoustic Designer

Interior Space Programmer

Exhibition Designer

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

M Aktivitas Profesional, Ilmiah Dan Teknis

Kategori ini mencakup khususnya kegiatan profesional, ilmu pengetahuan dan teknik, kegiatan ini membutuhkan suatu tingkat pelatihan yang tinggi dan menghasilkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan khusus yang tersedia untuk pengguna.

74 Aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya

Golongan pokok di sini mencakup kegiatan penyediaan jasa ilmu pengetahuan dan teknisi profesional (kecuali kegiatan hukum dan akuntansi; kegiatan arsitek dan teknik sipil; uji dan analisis secara teknis; manajemen dan kegiatan konsultasi manajemen; penelitian dan pengembangan serta kegiatan periklanan). Kegiatan penulis untuk semua subyek mencakup penulis fiksi, teknis dan lain-lain diklasifikasikan dalam subgolongan 9000.

741 Aktivitas perancangan khusus

Golongan ini mencakup kegiatan penyediaan jasa perancangan mode yang berhubungan dengan tekstil, pakaian jadi, sepatu, perhiasan, furnitur dan dekorasi interior serta barang mode lainnya seperti barang pribadi atau rumah tangga, termasuk jasa

perancang grafik dan kegiatan dekorator interior.

7410 Aktivitas perancangan khusus

Subgolongan ini mencakup :

- Perancangan mode yang berhubungan dengan tekstil, pakaian jadi, sepatu, perhiasan, furnitur dan dekorasi interior lain serta barang mode lainnya seperti halnya barang pribadi atau rumah tangga

- Perancangan industrial, yaitu penciptaan dan pengembangan desain dan spesifikasi yang mengoptimalkan penggunaan, nilai dan tampilan produk, termasuk penentuan bahan, konstruksi,

mekanisme, bentuk, warna dan penyelesaian akhir permukaan produk, pendekatan kepada kebutuhan dan karasteristik manusia, keamanan, pengenalan pasar dan efisien dalam produksi,

distribusi, penggunaan dan produksi - Perancangan grafis

- Kegiatan dekorator interior Subgolongan ini tidak mencakup :

- Perancangan dan pemrograman halaman web, lihat 6201 - Perancangan arsitektur, lihat 7110

- Perancangan teknik dan rekayasa, yaitu penerapan konsep dan hukum fisik teknik dalam perancangan mesin, materi, instrumen, struktur, proses dan sistem, lihat 7110

20

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

- Perancangan panggung teater, lihat 9000

74100 Aktivitas Perancangan Khusus

Kelompok ini mencakup kegiatan penyediaan jasa perancangan khusus, seperti perancangan mode yang berhubungan dengan tekstil, pakaian jadi, sepatu, perhiasan, furnitur dan dekorasi interior lain serta barang mode lainnya seperti halnya barang pribadi atau rumah tangga; perancang industrial, yaitu penciptaan dan pengembangan desain dan spesifikasi yang mengoptimalkan penggunaan, nilai dan tampilan produk, termasuk penentuan bahan, konstruksi, mekanisme, bentuk, warna dan penyelesaian akhir permukaan produk, pendekatan kepada kebutuhan dan karasteristik manusia, keamanan, pengenalan pasar dan efisien dalam produksi, distribusi, penggunaan dan produksi; kegiatan perancangan grafis, kegiatan desainer interior dan kegiatan dekorator interior.

P Pendidikan

Kategori ini mencakup kegiatan pendidikan pada berbagai tingkatan dan untuk berbagai pekerjaan, baik secara lisan atau tertulis seperti halnya dengan berbagai cara komunikasi. Kategori ini juga mencakup pendidikan yang diselenggarakan oleh institusi yang berbeda dalam sistem sekolah umum pada tingkat yang berbeda-beda seperti halnya pendidikan untuk usia dewasa, program literasi dan lain-lain. Juga mencakup akademi dan sekolah militer, sekolah penjara dan lain-lain sesuai dengan tingkatan masing-masing.

Untuk setiap tingkat pendidikan pertama, kelompok ini mencakup pendidikan khusus termasuk siswa cacat baik mental atau fisik. Kategori ini mencakup pendidikan negeri dan swasta juga

mencakup pengajaran yang terutama mengenai kegiatan olahraga dan hiburan dan kegiatan penunjang pendidikan. Pendidikan dapat disediakan dalam ruangan, melalui penyiaran radio dan televisi, internet dan surat menyurat.

85 Pendidikan

Golongan pokok ini mencakup kegiatan pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi dan pendidikan lain. Golongan pokok ini juga mencakup jasa penunjang pendidikan dan pendidikan anak usia dini (pra sekolah).

854 Pendidikan lainnya

Golongan ini mencakup kegiatan pendidikan dan pelatihan lanjutan untuk pendidikan umum dan kejuruan, pengajaran dapat

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

disediakan dalam berbagai cara komunikasi. Golongan ini juga mencakup pengajaran yang menawarkan kegiatan atletik, bahasa asing, seni, drama atau musik atau ketrampilan lain atau pelatihan khusus, yang tidak setara dengan golongan pendidikan tinggi. Pendidikan olahraga dan rekreasi mencakup penyediaan pengajaran kegiatan atletik untuk sekelompok individu, seperti yang diberikan di sekolah atau perkemahan. Pengajaran yang diberikan di sini mencakup olahraga, permainan dan pengajaran guru, termasuk pengajaran yoga. Pendidikan budaya mencakup pengajaran dalam seni, drama dan musik. Pendidikan ini resminya mengelola pengajaran tetapi pengajaran semacam ini tidak

menunjuk pada saat diploma profesional, sarjana muda dan sarjana penuh. Golongan ini mencakup jasa tutorial akademis, lembaga bimbingan belajar, pusat belajar perbaikan, pengajaran bahasa, kecepatan membaca dan keagamaan. Golongan ini juga mencakup pelatihan ketrampilan seperti sekolah mengemudi mobil, mengemudi pesawat terbang, pelatihan penjaga pantai, pelatihan cara bertahan hidup, pelatihan teknik berbicara atau pidato dan komputer.

8549 Pendidikan Lainnya ytdl

Subgolongan ini mencakup penyediaan pengajaran dan pelatihan khusus, semacam kursus umumnya untuk orang dewasa dan tidak dapat disamakan dengan pendidikan pada golongan 851-853. Subgolongan ini tidak mencakup sekolah akademis, perguruan tinggi dan universitas. Pengajaran dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti fasilitas pelatihan pendidikan, lembaga pendidikan, tempat kerja, dalam kelas atau rumah dan melalui surat menyurat, radio, televisi, internet atau dengan cara lain. Pengajaran ini tidak ditujukan untuk mendapatkan ijazah sekolah, sarjana muda atau gelar sarjana.

Subgolongan ini mencakup :

- Pendidikan yang tidak berjenjang - Jasa pengajar privat akademis

- Persiapan penerimaan perguruan tinggi

- Pusat pembelajaran yang menawarkan kursus remedial (perbaikan)

- Kursus untuk meninjau ujian profesional

- Pengajaran bahasa dan pengajaran keahlian percakapan - Pengajaran membaca cepat

- Pengajaran Agama

Subgolongan ini juga mencakup :

- Sekolah mengemudi kendaraan bermotor - Sekolah terbang

- Pelatihan penjaga keselamatan - Pelatihan bertahan hidup

22

KATEGORI/

KODE JUDUL-DESKRIPSI

- Pelatihan berbicara di depan umum - Pelatihan komputer

Subgolongan ini tidak mencakup :

- Program gerakan pemberantasan buta huruf untuk orang dewasa, lihat 8511, 8512

- Pendidikan menengah umum, lihat 8521, 8522, 8523, 8524 - Pendidikan tinggi, lihat 8531, 8532

- Pendidikan kebudayaan, lihat 8542

85497 Pendidikan Teknik Swasta

Kelompok ini mencakup kegiatan pendidikan teknik

diselenggarakan swasta. Kegiatan yang termasuk dalam kegiatan ini adalah jasa pendidikan atau kursus desain, desain grafis, desain interior, elektronika, engineering, instalasi listrik, konstruksi, las, mekanik otomotif mobil dan motor, sekolah mengemudi kendaraan bermotor (mengemudi), pemetaan, perminyakan, rancang/tata bangunan, riset, teknik, teknik industri, teknik kelautan, teknik mesin, teknik sipil, teknisi alat berat, teknisi handphone, teknisi komputer, telekomunikasi dan lain-lain.

SUBSEKTOR

DESAIN KOMUNIKASI

VISUAL

Desain Komunikasi Visual

Proses desain yang tujuan utamanya adalah menyampaikan gagasan

y

26

komunikasi visual adalah komunikasi melalui bantuan visual dan digambarkan sebagai penyampaian gagasan dan informasi dalam bentuk yang dapat dibaca atau dipandang.•

Desain grafis (atau desain komunikasi) melibatkan visualisasi yang efektif dari konsep komunikasi, terutama di media cetak dan elektronik (termasuk desain interface), dalam konteks bisnis dan teknologi, lingkungan sosial-politik, budaya dan pendidikan, dalam penyampaian tujuan dan layanan pemerintah, dan menjelaskan dan mengeksplorasi data dan proses medis dan ilmiah secara visual.

Sedangkan pengertian dari desain komunikasi visual adalah sebagai berikut:

Desain komunikasi visual didefinisikan sebagai proses desain yang

tujuan utamanya adalah menyampaikan gagasan atau ide yang

menggunakan bantuan visual”

Adapun contoh pelaku dari kegiatan desain komunikasi visual, misalnya:

 Desainer grafis,

 Ilustrator,

 Kartunis,

 Desainer karakter,

 Desainer pra produksi,

 Desainer pasca produksi,

 Animatior,

Dalam dokumen Penyusunan KBLI Ekraf 2015 170390 kbli 2015 (Halaman 25-200)

Dokumen terkait