• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Film “The Devil Wears Prada” 1 Film “The Devil Wears Prada”

4.1.2. Sinopsis Film “Sex And The City 2”

98

Dimulai dua tahun setelah film pertama, film diawali dengan Carrie (Sarah Jessica Parker), Samantha (Kim Cattrall), Charlotte (Kristin Davis) dan Miranda (Cynthia Nixon) bertemu dengan satu sama lain di sebuah toko di New York yang berubah menjadi kilas balik bagaimana Carrie pertama kali bertemu Samantha, Charlotte dan Miranda pada tahun 1986 di New York City. kemudian sekarang, dua tahun setelah film pertama. Pada pernikahan sesama jenis Connecticut dari Stanford Blatch (Willie Garson) dan Anthony Marentino (Mario Cantone), Liza Minnelli muncul untuk meresmikan pernikahan sumpah dan bernyanyi Beyoncé's "Single Ladies (Put Ring)” pada saat itu.

Keempat teman tersebut memiliki kehidupan yang lebih stress dari sebelumnya, Mereka semua sudah menikah, kecuali Samantha, yang sekarang berusia 52 tahun dan berusaha untuk menjaga libidonya tetap hidup dengan mengkonsumsi hormon ketika berhadapan dengan menopause. Miranda berhenti dari pekerjaannya setelah managing partner baru nyai tidak menghormatinya. Charlotte yang memiliki dua anak sedikit khawatir pada suaminya Harry yang dugaannya tertarik pada pengasuh cantik Irlandia mereka, Erin (Alice Eve).

Carrie dengan Mr Big (Chris Noth) telah menikah dan menetap pada satu apartemen baru mereka. Mereka mempunyai cara yang berbeda dalam menghabiskan waktu luang. Carrie kerap suka pergi keluar, sedang Big akan lebih memilih untuk tinggal di rumah setiap malam, makan makanan take-out dan menonton televisi. Pada ulang tahun pernikahan mereka, Carrie memberikan Big sebuah jam Rolex vintage diukir dengan pesan romantis, sementara carry sangat merasa heran, karena ia mendapatkan acara televisi baru di kamar tidur mereka sebagai hadiah dimana Big mengatakan mereka dapat gunakan untuk menonton

99

film tua bersama-sama seperti yang mereka lakukan pada liburan. Carrie kecewa, karena dia lebih berharap untuk mendapatkan perhiasan sebagai hadiah pernikahan. Carrie meminta meluangkan waktu pribadi sendirian di apartemen lama, Big menyutujuinya dan bahkan lebih menikmati waktu untuk dirinya sendiri lebih dari yang Carry lakukan, dan dengan niat untuk meredam kekecewaan Carrie, Big mengatur untuk pertemuan mereka sekali dalam seminggu di akhir pekan.

Sementara itu, Samantha telah didekati oleh seorang syekh Arab untuk merancang kampanye Public Relation untuk bisnisnya. Dia menawarkan Samantha untuk pergi terbang dengan teman-temannya pada sebuah liburan mewah di Abu Dhabi dengan gratis. Mereka tentunya senang menerimanya, meskipun Carrie khawatir tentang situasinya dengan Big dan Charlotte juga khawatir meninggalkan suaminya sendirian dengan pengasuh cantiknya. Namun Miranda, merasa tak terkekang lagi oleh pekerjaan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, sehingga antusias dalam perencanaan liburan mereka dan belajar bahasa Arab. Saat memasuki Abu Dhabi, obat peningkatan hormone estrogen Samantha disita di bawah hukum UEA yaitu hokum yang berlaku di Abu Dhabi. Hal ini membuat Samantha tanpa estrogen,dan merasa cemas sekali kalau libidonya mati, bahkan ketika melihat para laki-laki Australia di pakaian renang Speedo. Charlotte mencoba menelpon Harry setiap beberapa menit. Miranda larut dalam kemewahan sekitarnya, sementara Carrie berteman dengan pelayan nya, Gaurau (Raza Jaffrey), dan belajar dari nya tentang perkawinan jarak jauh yang ia lakukan dan bahkan hanya mampu melihat istrinya kembali di India sekali setiap beberapa bulan.

Ketika berbelanja di pasar lokal dengan Miranda, Carrie melihat mantan kekasihnya Aidan (John Corbett) yang juga asyik dengan kegiatan bisnisnya di

100

pasar tersebut dan Carrieberjalan ke arahnya. Aidan mengusulkan makan malam kpd Carrie di hotel à deux tanpa komitmen. Keesokan harinya, Carrie merasa hancur ketika membaca kritik negatif tentang kehidupan pribadinya di buku baru di The New Yorker. Karena merasa terpukul dia memutuskan untuk memenuhi undangan Aidan untuk makan malam dengannya, meskipun Charlotte memperingatkan dia untuk tidak bermain api dengan Aidan. Makan malam berjalan sangat sangat menyenangkan dengan pembahasan-pembahasan di masa tua. Aidan berkomentar tentang jalan hidup Carrie denagn mengatakan bahwa Carrie "tidak seperti wanita lain", Aidan mengatakan bahwa ketika mereka berhubungan, Carrie hanya akan mengenakan cincin pertunangan di sebuah rantai di lehernya, sekarang setelah Carrie menikah, dia masih tidak memakai berlian di cincin jari, yang ada hanya cincin kawinnya. Pada saat mereka mengingat romantisme mereka, mereka secara tidak sengaja berciuman. Carrie terkejut dan berjalan berjalan jauh dengan rasa panik dan kembali ke hotel.

Sementara itu di hotel, Miranda dan Charlotte minum-minum bersama dan membahas kesulitan menjadi seorang ibu. Miranda mengakui cukup menyakitkan bahwa menjadi seorang ibu ternyata tidak cukup untuk dirinya dan dia merindukan pekerjaannya. Charlotte mengaku bersalah telah menikmati waktu-waktu yang jauh dari anak-anak perempuannya dan frustrasi dengan mencoba untuk menjadi ibu yang sempurna setiap saat. minuman koktail begitu mempengaruhi mereka untuk membuat Charlotte berani jujur pada Miranda dan menjadikannya sangat mabuk. Pada saat yang bersamaan , tiba-tiba Carrie menyembur masuk ke ruangan sambil menangis, "saya sudah bermain api!". Setelah memanggil Samantha, dia memberitahu teman-temannya tentang ciuman, dan meminta mereka apakah atau

101

tidak harus memberitahu Big, saat ia juga mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rahasia antara mereka. Miranda mencerminkan peristiwa dari film sebelumnya, ketika suaminya, Steve (David Eigenberg), bercerita tentang perselingkuhannya denagn rasa bersalah, namun ia tidak yakin bahwa denagn ia mengetahui hal itu sepadan dengan rasa sakit yang ia rasakan dan ia lalu pergi meninggalkan suaminya . Charlotte terlalu mabuk untuk bisa membantu apapun, namun Carrie sudah tahu dan memakluminya. Samantha menasehati Carrie untuk menunggu dan tidur dahulu untuk menenangkan diri sebelum memutuskan sesuatu.

Carrie memilih untuk menelpon Big dari Abu Dhabi dan memberitahunya. Sebelumnya, dalam serial televisi, Carrie telah berselingkuh dengan Big, yang kemudian menikah dengan Natasha, sementara kencan Aidan, yang kemudian menyebabkan kedua pasangan untuk putus. Big terdiam setelah mendengar kabar itu, dan setelah mengatakan beberapa kata, telepon di tutup oleh Big.

Keempat wanita menemukan gaya mereka dimana sikap Barat kontras dengan kebiasaan muslim, dengan Samantha yang paling susah menyesuaikan diri. Sementara pada saat Samantha berkencan dengan Rikard (Max Ryan), seorang Dane tampan, Samantha ditangkap untuk ketidaksenonohan publik setelah saling bercumbu di restoran dan bermesraan di pantai (Samantha mengklaim mereka hanya berciuman). Dengan intervensi Sheik itu, Samantha dilepaskan, tetapi Sheik melihat ada yang tersisa pada catatan polisi yang menjadi bukti bahwa yang dituduhkan pada Samantha adalah benar. Lebih buruk lagi, karena kelakuan Samantha yang tidak menghormati adat lokal, Sheik membatalkan pertemuan Pulic Relation dan berhenti membayar tunjangan mewah mereka di Abu Dhabi.

102

Mereka cepat berkemas dan pergi, tapi harus kembali ke pasar untuk menemukan paspor Carrie yang terjatuh. Pada saat tersebut Charlotte hampir ditahan oleh beberapa pedagang di arloji ilegal. Ketika tas Samantha terjatuh dan berserakan dan terdapat alat-alat kontrasepsi yang diharamkan di sana menyebabkan orang-orang mengerumuni mereka dan menyebabkan kerusuhan, lalu mereka diselamatkan diselamatkan oleh sekelompok wanita Muslim yang berbagi rasa gaya fashion di bawah jubah hitam mereka.

Ketika Carrie pulang ke rumah, dia menemukan program televisi kamar tidur dihapus dan Big pergi. Dia melewati hari dengan kecemasan, dan pada akhirnya Big kembali . Big mengatakan kepadanya bahwa meskipun ia "cukup kacau", dia menyadari bahwa dia adalah "pengacau perkawinan", dan bahwa apa yang dia butuhkan adalah sesuatu untuk mengingatkan dia setiap saat bahwa dia menikah. Dia tangannya kotak perhiasan yang menunjukkan cincin pertunangan dengan berlian hitam. Ketika Carrie bertanya kepadanya mengapa berlian hitam, katanya, "Karena kau tidak seperti orang lain", menggemakan komentar Aidan sebelumnya.

Film berakhir dengan beberapa adegan yang menunjukkan masalah- masalah yang dihadapi perempuan pada awal film yang sedang diselesaikan. Big dan Carrie menggabungkan kepentingan mereka. Pengasuh Charlotte, Erin, ternyata lesbian dan tidak mengancam pernikahannya. Miranda menemukan pekerjaan baru di mana ia dihargai, dan Samantha tetap sama. Dalam adegan akhir, Big dan Carrie yang menonton film hitam dan putih tua di mana 'The End' muncul di layar TV.

103 4.2. Temuan Data

Dalam film “Sex And The City 2”, peneliti akan menganalisa data yang ditentukan dalam unit analisis feminisme berdasarkan film “Sex And The City 2”. Unit analisis pada film ini adalah adalah, feminisme dalam hubungan dunia kerja feminisme dalam hubungan dengan pasangan dan keluarga, dan feminisme dalam hubungan dunia sosial. Unit analisis ditentukan setelah peneliti melihat film “Sex And The City 2”, dan unit analisis tersebut dapat mewakili analisa peneliti dalam merepresentasikan feminisme dalam film “Sex And The City 2”.

Selanjutnya, unit analisis tersebut akan diteliti berdasarkan teori John Fiske melalui paradigma dan sintagma level realitas, level representasi dan level ideologi yang digambarkan dalam kode-kode yang ada di dalam film tersebut. Pencarian data ini akan ditutup dengan kesimpulan secara keseluruhan dari representasi feminisme yang ada di dalam film “Sex And The City 2”, dengan meneliti dari awal sampai akhir dari film tersebut.

Melalui unit analisis ini pertama penulis ingin membicarakan, bagaimana kehidupan para perempuan yang mempunyai kehidupan dengan dunia kerja. Sesuai dengan ideologi feminisme, dimana perempuan dapat sama rata dengan laki-laki dalam segala bidang terutama dalam hal pekerjaan Melalui kode-kode yang terdapat dalam film “Sex And The City 2”, penulis ingin mencari tahu, bagaimana kehidupan para feminis dalam dunia kerja. Dimana berdasarkan Ann Game dan Rose Mary berpendapat bahwa gender merupakan hal yang mendasar bagi cara pengorganisasian pekerjaan yang merupakan inti dalam konstruksi sosial gender, konsep-konsep maskulin dan feminim dihasilkan dalam hubungan yang berkaitan melalui pekerjaan. Menelusuri dengan rincian yang menarik mengenai

104

perubahan-perubahan garis-garis antara apa yang dianggap sebagai pekerjaan yang cocok bagi laki dan yang cocok bagi perempuan. Dan bagaimana perempuan dapat maju dalam bidangnya, strategi apa yang digunakan dalam dunia kerja, agar perempuan dapat dilihat dan diakui melalui kerjaannya.

Yang pertama, penulis akan melihat melalui kode kostum yang digunakan perempuan untuk bekerja. Seperti yang dikatakan oleh Mike Feather-stone dalam bukunya Lifestyle and Consumer Culture, mengatakan bahwa “Berpakaianlah sesuai profesi”, dan maksud dari kata-kata ini adalah gaya hidup merupakan sesuatu yang berhubungan dengan individualitas, ekspresi diri, serta kesadaran diri yang stylistic (Prabasmoro, 2006). Maksud dari gaya hidup itu sendiri adalah keharusan untuk menggunakan pakaian “dengan tepat” dan “dengan layak” tidak hanya dianggap sebagai persoalan disiplin ber-fashion semata, melainkan harus ditanggapi secara serius sebagai penyelenggaraan hak seseorang untuk menyatakan ungkapan pribadinya sebagai diri melalui pernyataan fashion-nya (Prabasmoro, 2006: 400). Dengan ini perempuan dapat menyatakan dirinya melalui kostum yang mereka kenakan.

105 Gambar 4.2.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.3.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.4.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.5.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.6.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.7.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.8.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.9.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Kode kostum yang digunakan pada gambar 4.2., gambar 4.4.,.dan gambar 4.6. menunjukkan bahwa kostum yang digunakan adalah gaya yang digunakan di di tahun 80an dimana gaya keempat gadis tersebut masih bebas sesuai dengan usia mereka ketika menginjak usia 20an di awal karir mereka. Terlihat cara berpenampilan mereka disesuaikan dengan kepribadian mereka di masa muda. Sedangkan hal berbeda terlihat pada gambar 4.3., gambar 4.5., gambar 4.7., dan

106

gambar 4.9. terlihat bahwa pada gambar-gambar tersebut menunjukkan perempuan modern pada tahun 2010, ini disesuaikan pada pembuatan film yang dirilis di tahun 2010.

Dalam hal ini, kode kostum juga dapat memperlihatkan jati diri seorang perempuan. Dalam film “Sex And The City 2” juga ingin melihatkan, kostum seperti apa yang akan ditampilkan di jaman modern yang berhubungan dengan feminisme. Selain itu penampilan memberi makna tertentu pada karakteristik fisik orang yang bersangkutan, seperti bentuk tubuh, warna kulit, model rambut dan sebagainya. Begitu pentingnya sebuah penampilan, maka ada yang mengatakan bahwa “penampilan adalah segalanya” (Chaney,2003).

Menurut Nuraini Juliastuti, alam masyarakat modern, semua manusia adalah performer. Setiap orang diminta untuk bisa memainkan dan mengontrol peranan mereka sendiri. Gaya pakaian, dandanan rambut, segala macam aksesoris yang menempel, selera musik, atau pilihan-pilihan kegiatan yang dilakukan, adalah bagian dari pertunjukan identitas dan kepribadian diri. Kita bisa memilih tipe-tipe kepribadian yang kita inginkan lewat contoh-contoh kepribadian yang banyak beredar di sekitar kita bintang film, bintang iklan, penyanyi, model, bermacam-macam tipe kelompok yang ada atau kita bisa menciptakan sendiri gaya kepribadian yang unik, yang berbeda, bahkan jika perlu yang belum pernah digunakan oleh orang lain (fesyen dan identitas, 2011).

Salah satu mengapa fashion juga menjadi bagian dari identitas perempuan dalam ini ditujukkkan melalui pemabahasan keempat tokoh perempuan yang memliki latar belakang yang berbeda-beda dimana dalam kegiatan bekerjanya menunjukkan penampilan yang sesuai dengan pekerjaannya. Pakaian yang

107

digunakan perempuan Amerika semenjak abad 20, memilih pakaian yang lebih simple dan mudah digunakan, salah satu penyebabnya adalah kesibukan mereka yang dituntut untuk tepat waktu dan melakukan segala hal termasuk dalam dunia kerja mereka.

Melalui kode kostum dan make up, gambar 4.3, gambar 4.5, gambar 4.7, dan gambar 4.9 membuktikan bahwa perempuan bebas mengekspresikan dirinya dalam berbusana sesuai dengan kepribadian mereka. Kode kostum juga menunjukkan bahwa kostum yang digunakan adalah sederhana, senada, warna tidak mencolok tetapi menunjukkan tiap detailnya. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah perempuan yang ingin bergaya simple dan mudah digunakan, tetapi bergaya.

Pesan feminisme dalam film Sex And The City 2, juga dapat terlihat melalui kode-kode sebagai berikut:

Gambar 4.10.

108 Gambar 4.11.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Gambar 4.10 dan gambar 4.11 menunjukkan kode kostum yang digunakan perempuan untuk bekerja. Seperti yang dikatakan oleh Mike Feather-stone dalam bukunya Lifestyle and Consumer Culture, mengatakan bahwa “Berpakaianlah sesuai profesi”, dan maksud dari kata-kata ini adalah gaya hidup merupakan sesuatu yang berhubungan dengan individualitas, ekspresi diri, serta kesadaran diri yang stylistic (Prabasmoro, 2006). Maksud dari gaya hidup itu sendiri adalah keharusan untuk menggunakan pakaian “dengan tepat” dan “dengan layak” tidak hanya dianggap sebagai persoalan disiplin ber-fashion semata, melainkan harus ditanggapi secara serius sebagai penyelenggaraan hak seseorang untuk menyatakan ungkapan pribadinya sebagai diri melalui pernyataan fashion-nya (Prabasmoro, 2006: 400). Dengan ini perempuan dapat menyatakan dirinya melalui kostum yang mereka kenakan.

Pada gambar tersebut perempuan yang menggunakan kostum yang berwarna hitam ataupun berwarna gelap. Warna hitam sendiri bila dihubungkan dengan dunia kerja memiliki arti seperti modern, kecanggihan, pemberontakan, professional, fokus, kuat, superior, idealis (Dameria, 2007). Selain itu, kode kostum perempuan yang ditampilkan dalam film ini adalah perempuan mengenakan kacamata dalam situasi bekerja, yang berarti menyimbolkan bahwa

109

perempuan tersebuar adalah seorang yang pintar dan professional. Hal ini juga mendukung penampilan yang tampak formal yang biasa digunakan untuk pergi bekerja. Melalui kode penampilan, gaya rambut yang ditampilkan dalam gambar tetap tergerai dan tampak rapi, dan bersih. Melalui kode make up, yang ditampilkan dalam film ini pun tampak terlihat menggunakan eyeshadow yang cenderung ke arah gelap seperti hitam dan lipstick yang merah yang menunjukkan ketegasan dan keberanian mereka dalam mengeksplorasi diri.

Kode-kode diatas, menunjukkan bahwa perempuan-perempuan yang ada dalam film ini adalah perempuan modern, dimana perempuan modern ingin menampilkan diri mereka secara sederhana tetapi tetap bergaya dan menunjukkan mereka ingin menggunakan kostum yang bebas bergerak dan dapat digunakan bekerja secara nyaman

Dalam upaya mencapai kesetaraan, salah satu sorotan yang dapat mencapai ideologi feminisme sebagai sumber opresi terhadap perempuan adalah ruang. Hal ini dapat dilihat dari gambar 4.10. Kode setting ditunjukkan melalui interior yang digunakan di dalam kantor Samantha di dalam film “Sex and The City 2”. Desain yang digunakan merupakan desain modern minimalis. Walaupun interior modern dapat dikatakan simpel, bukan berarti sederhana dalam arti harfiah. Justru karena menghendaki furnitur yang simpel, tanpa hiasan atau tempelan berupa pernikpernik atau bunga-bunga seperti biasanya pada furnitur berukir, maka untuk membuat furnitur modern diperlukan suatu desain yang serius.

Ruangan kantor Samantha yang ingin ditampilkan dalam film ini melalui kode setting adalah ruangan kantor yang berkesan nyaman dan modern. Terlihat

110

gaya minimalis dengan sentuhan modern yang ditunjukkan dengan penggunaan komputer yang digunakan adalah komputer berbentuk kotak berwarna hitam, agar Samantha merasa nyaman dan dapat melaksanakan tugasnya secara mudah dan nyaman, karena segala bentuk teknologi modern ada di ruangan Samantha. Melalui gambar ini terdapat pintu pemisah antara ruangan Samantha dengan asistennya, walaupun pintu ruangan Samantha selalu terlihat terbuka dan terbatas dengan tembok kaca. Melalui kode ini dapat menunjukkan bahwa antara Samantha terlihat terbuka dengan asistennya dalam hal kerja, tetapi tetap ada batasan diantara Samantha dan asistennya.

Dan melalui gambar 4.10 dengan ditandakan melalui kode lingkungan bahwa kantor Samantha berada di tengah kota. Hal ini terlihat dari pengambilan gambar long shot ynag memperlihatkan gedung-gedung tinggi dan keramaian kota dan hruk pikuknya. Melalui kode-kode ini bahwa Samantha adalah perempuan kota yang secara bertahap meninggalkan kehidupan tradisional dan beradaptasi dengan nilai-nilai modern dan global dalam kehidupan keseharian mereka, salah satu contoh dari perempuan modern adalah dengan bekerja.

Gambar 4.12.

111 Gambar 4.13.

Sumber : Film “Sex And the City 2”

Melalui gambar 4.12 dan gambar 4.13, terlihat kode pengambilan gambar secara long shot, dimana memperlihatkan secara keseluruhan perempuan dan laki- laki duduk bersamaan, dan si sisi kiri ujung meja terlihat yang tengah mendengar pimpinan rapat dan dapat terlihat kode kostum yang digunakan Miranda bergaya senada, simple dan tidak mencolok dan formal dengan tatanan rambut pendek dan rapi. Terlihat juga Miranda mengenakan baju berwarna merah dimana warna merah menunujukkan kuat, pemimpin, cerah, dan bergairah (Dameira, 2007).

Kode-kode diatas, menunjukkan bahwa perempuan-perempuan yang ada dalam film ini adalah perempuan modern, dimana perempuan modern ingin menampilkan diri mereka secara sederhana tetapi tetap bergaya dan menunjukkan perempuan ingin menggunakan kostum yang bebas bergerak dan dapat digunakan bekerja secara nyaman. Kode kostum yang ditampilkan, ingin menunjukkan bahwa mereka adalah perempuan yang menginginkan kebebasan dalam berpikir, bertindak sama seperti laki-laki. Ini ditunjukkan dengan perempuan modern ingin berpakaian simple dan kostum yang dapat bebas bergerak seperti laki-laki dan perempuan dianggap lebih detail dalam setiap kerjaan yang mereka lakukan. Ini karena sebelum abad 20, perempuan di Amerika memiliki pakaian atau

112

berpenampilan yang susah. Karena pada sebelum abad 20, mereka berpakaian yang sangat lebar, berpola besar, menggunakan korset yaitu pakaian dalam perempuan yang super ketat yang terbuat dari kain yang diberi kawat agar pinggang dan perut terlihat kecil. Zaman dulu ini digunakan agar perempuan terlihat cantik. Tetapi dari segi pakaian yang seperti itu menunjukkan bahwa, perempuan tidak memiliki kebebasan untuk dirinya sendiri. Pakaian yang digunakan perempuan Amerika semenjak abad 20, memilih pakaian yang lebih simple dan mudah digunakan, salah penyebabnya adalah kesibukan mereka yang dituntut untuk tepat waktu dalam melakukan segala hal termasuk dalam dunia kerja mereka. Melalui kode kostum dan make up, film Sex And The City 2 ini ingin membuktikan bahwa perempuan dalam dunia kerja ingin ditampilan bergaya maskulin, gaya yang dimiliki para kaum laki-laki tapi ingin tetap terlihat feminim, yang biasa disebut dengan gaya andorogin.

Gaya seperti ini menunjukkan bahwa perempuan ingin dianggap sama atau sederajat dengan laki-laki, rambut yang digerai pun menandakan inginnya kebebasan. Dalam hal pekerjaan mereka juga ingin disamakan seperti laki-laki, mereka tak ingin dipandang sebelah mata. Kaum perempuan ingin dianggap bahwa mereka dalam dunia kerja bisa memiliki posisi yang sama seperti laki-laki, karena memperoleh pendidikan yang sama seperti laki-laki. Dari segi penampilan yang bersih dan rapi, menyatakan bahwa perempuan mampu menjalankan tugas kerja dengan rapi dan teliti serta dibandingkan laki-laki.

Film “Sex And The City 2” mengartikan bahwa perempuan-perempuan dalam film ini merupakan perempuan yang mempunyai pemikiran modern dalam pikirannya, dan mencerminkan sikap yang idealis. Serta menyatakan bahwa bukan

113

hanya laki-laki saja yang bisa memiliki sikap profesionalisme dalam hal

Dokumen terkait