BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
3. Sinopsis Kartun Nussa
a. Episode Bundaku
Episode ini menceritakan tentang Umma yang sedang memasak telur, memasak air dan memanggang roti. Kemudian Umma menyiapkan sarapan untuk Rara, lalu Rara diingatkan oleh Umma berdoa sebelum makan, tiba-tiba Nussa berteriak. Kemudian Nussa mencari barang yang hilang di laci lemari, kolong tempat tidur, dalam lemari dan ditas sekolah tidak ada juga. Dan akhirnya Umma yang menemukan buku itu ada di bawah selimut.
Lalu Nussa dan Rara berpamitan berangkat ke sekolah mengucap salam dan mencium tangan Umma. Setelah Nussa dan Rara berangkat sekolah Umma segera membereskan pekerjaan rumah. Saat sudah selesai tiba-tiba kepala Umma sakit.
Ketika Nussa dan Rara menonton TV mereka panik segera mematikan televisi disangkanya Umma yang datang, ehh ternyata tante Dewi. Kata Nussa: “Bukan nya tadi tante Dewi pergi bersama Umma, Ummanya mana?” Tante Dewi berkata: “Iya
betul tadi Tante Dewi pergi bersama Umma ke rumah sakit, lalu Umma ketemu dokter dan dokter mengatakan kalau Umma sakit.”
Gambar 4.10: Kerja Keras (Umma membersihkan rumah saat Nussa dan Rara sekolah)
Ketika mendengar Umma sakit dan dirawat di rumah sakit dia segera ingin menjenguknya, Nussa dan Rara sangat sedih lalu berpelukan dengan Tante Dewi.
Keesokan harinya Nussa berkata: “Umma itu seperti alarm untuk membangunkan kita supaya tidak telat", Nussa dan Rara sarapan di meja makan sambil memakan roti telur buatan Tante Dewi. Nussa berkata: “Tidak ada PR yang sulit kalau dibantu dengan Umma, Nussa sama Rara kaya punya guru pribadi.”
Kemudian Nussa meminta bantuan mengerjakan PR kepada Tante Dewi, tetapi Tante Dewi tidak bisa karena sedang mengerjakan tugas, lalu Rara datang meminta tolong dibacakan buku cerita sebelum tidur, tetapi Tante Dewi juga tidak bisa, Tante Dewi berjanji besok akan membacakan buku cerita.
Gambar 4.11: Kontrol Diri (Nussa dan Rara panik saat ada yang mengetuk pintu)
Gambar 4.12: Kontrol Diri (Nussa dan Rara sedih saat mendengar Umma sakit) Nussa berkata: “Perempuan yang paling sabar itu ya Umma, apalagi dengan rengekan Rara, hehehe,” kata Nussa: “Masya allah Umma sabar banget. Abba juga selalu mengingatkan Nussa harus bisa menjaga Rara dan Umma, kalau Abba lagi jauh, anak laki harus jadi pelindung untuk keluarga, Nussa awalnya tidak percaya diri tapi kata Abah Nussa pasti bisa.”
Kemudian akhirnya saat malam tiba, Nussa membacakan buku cerita sebelum tidur untuk Rara dan akhirnya Rara tertidur pulas. Nussa berkata: “Nussa baru mengerti kalau jadi Umma itu tidak gampang, (membuka pintu kamar Umma) tidak kebayang pasti Umma capek banget, Umma selalu ada 24 jam untuk Nussa, Rara, Abah sedikit pun Umma tidak pernah mengeluh.” Lalu Nussa shalat dan berdoa selalu dijaga, diberi umur panjang.
Gambar 4.13: Kerjasama (Nussa dan Rara membuat sarapan)
Saat pagi hari Tante Dewi bangunnya kesiangan, lalu membangunkan Nussa tetapi Nussa tidak ada di kamarnya, ternyata Nussa dan Rara sedang sarapan di meja makan. Kemudian Nussa pergi ke rumah sakit menjenguk Umma. Nussa berkata:
“Umma cepet sembuh dong, biar bisa buatkan Nussa roti telur yang enak lagi, eh
tapi sekarang Nussa sudah bisa bangun pagi, sudah gitu rapikan tempat tidur sendiri Umma, pokoknya Umma jangan khawatir deh (sambil menidurkan kepala di kasur).” Kata Umma: “Masya Allah anak Umma, makasih ya sayang sudah jadi anak hebat untuk Umma, Abah dan Rara (sambil mengelus kepala Nussa)”.
Lalu Rara datang langsung naik ke tempat tidur. Rara berkata: “Rara juga sudah mandiri makan sendiri, mandi sendiri, tidur sendiri.” Kata Umma: “Rara juga pintar, Oyya Umma buatan roti telur Tante Dewi gosong hehehe (sambil bisik-bisik).” Kemudian Tante Dewi datang: “ini pasti ngomongin aku, kan." (Nussa dan Rara ketawa).
b. Episode Alhamdulillah Terkabul
Episode ini menceritakan tentang Nussa dan Abdul sedang bermain bola.
Kemudian Umma datang membawa surat dan membacakan surat yang berisikan Nussa terpilih menjadi perwakilan bola untuk mengikuti lomba pertandingan tingkat SD se-Jabodetabek. Nussa kaget, Umma langsung memberikan suratnya kepada Nussa dan Nussa segera membacanya sendiri ternyata benar yang di bilang Umma.
Gambar 4.14: Kontrol Diri (Nussa sedang mendapat surat untuk menjadi perwakilan lomba)
Lalu Rara keluar rumah dan Nussa langsung menarik tangan Rara, karena sangat senang mendapatkan surat tersebut. Kemudian Abdul bersedih saat mendengar Nussa terpilih untuk mengikuti lomba se-Jabodetabek. Ketika Abdul sedang berbicara sendiri tiba-biba Nussa dan Rara datang, dan Rara bertanya:
“Berarti kemarin ka Abdul pura-pura senang ya?”
Dan akhirnya Abdul jujur kepada Nussa dan Rara, dia bersedih karena sudah berdoa siang malam tetapi doanya belum dikabulkan Allah.
Gambar 4.15: Kontrol Diri (Abdul sedih saat mendengar Nussa terpilih untuk mengikuti lomba)
Kemudian Nussa dan Rara memberikan nasihat dan penjelasan bahwa berdoa itu ada caranya, berdoa juga harus berulang-ulang dan menyebut nama-nama Allah, ada juga doa di waktu yang mustajab. Ketika mendengar adzan, Abdul segera berdoa lalu Rara bertanya: “tadi pasti ka Abdul supaya bisa tanding bola ya.”Abdul berkata: “Bukan Ra, Abdul berdoa supaya nanti timnya Nussa menang saat tanding.” Sebelum mulai latihan lagi Nussa mengajak Abdul pergi ke masjid untuk shalat berjamaah terlebih dahulu.
Gambar 4.16: Kerja Keras (Saat adzan Abdul berdoa)
c. Episode Bermain Layang-Layang
Gambar 4.17: Kontrol Diri (Nussa dan Rara berebutan mengambil hp)
Episode ini menceritakan tentang Nussa dan Rara sedang berebut untuk bermain handphone, lalu Umma datang melihat sikap Nussa dan Rara. Umma menahan emosinya agar tidak marah-marah kepada Nussa dan Rara, Kemudian Umma mengambil hpnya dan menanyakan: “Bermain apa di hpnya?” Umma mencarikan permainan yang bisa dilakukan di luar rumah dan akhirnya Umma menemukan ide yaitu bermain layang-layang.
Gambar 4.18: Kerjasama (Bermain layang-layang bersama)
Umma juga sudah mempersiapkan 2 buah layang- layang untuk Nussa dan Rara bermain bersama di luar rumah. Ketika bermain bersama tiba-tiba anginnya kencang, Nussa dan Rara tidak kuat segera msuk ke dalam rumah dan minum tolak angin anak supaya tidak sakit atau masuk angin. Kemudian Abdul datang melihat di luar ada layangan, sebelum Abdul masuk ke rumah Nussa. Dia bersin lalu Umma memberikan tolak angin kepada Abdul. Sesudah Abdul meminum tolak angin mereka bertiga keluar rumah dan bermain layang-layang bersama-sama.
d. Episode Senyum itu Sedekah
Gambar 4.19: Kerjasama (Membereskan pakaian dan barang-barang untuk ke rumah yatim)
Episode ini bercerita tentang Nussa dan keluarganya berbagi pakaian dan mainan ke panti asuhan. Ketika Rara sedang mengambil mainan kesukaannya, lalu Umma berkata: “Jangan sampai ada mainan yang rusak”. Ketika sampai di Panti Asuhan, Umma dan Nussa sedang serah terima barang yang diberikan ke Panti dan berpamitan untuk pulang kepada salah satu ibu pengurus Panti. Namun Rara tidak ada, kemudian Nussa mencari Rara. Ternyata Rara sedang bersama anak-anak Panti.
Ketika ditanya Nussa: “Rara sedang apa?”. Rara pun menjawab bahwa: “Aku sedang sedekah senyum, karena senyum bagian dari sedekah.” Nussa dan Rara pun bersama-sama melakukan sedekah senyum kepada anak-anak Panti.
e. Episode viral!! Bersih kota kita bersih Indonesia
Episode ini bercerita tentang Nussa dan Rara membuat video viral. Namun, video viral yang dibuat oleh mereka video viral yang dapat memberikan manfaat.
Nussa memiliki ide untuk membuat video setelah mendengar berita di televisi seringnya banjir di Indonesia karena sampah. Lalu mereka membuat video gerakan untuk menyadarkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Saat Nussa dan Rara sedang asik di kamar, tiba-tiba dipanggil Umma, ternyata Umma memberikan kabar bahwa video yang mereka buat menjadi viral dan banyak yang menonton. Rara pun tidak lupa berterima kasih kepada Umma karena telah membantu dalam proses pembuatan video tersebut.
Gambar 4.20: Kerjasama (Mengambil tempat samapah yang ada dipinggir jalan raya)
.
Gambar 4.21: Kerjasama (Umma mengviralkan video Nussa dan Rara ke channel youtobe)
e. Episode Sudah Adzan, Jangan Berisik!!!
Gambar 4.22: Kerjasama (Menasehati Rara sudah adzan tidak boleh bermain atau bercanda)
Episode ini bercerita tentang Rara sedang bermain dengan Anta (kucing kesayangan Rara). Ketika sedang asik bermain terdengar Umma sedang mengingatkan: “Rara bahwa sebentar lagi adzan magrib berkumandang.” Namun, Rara masih tetap bermain dengan Anta. Tidak lama kemudian terdengar suara adzan, Rara pun berhenti bermain dengan berdiri tegak seperti patung. Nussa keluar dari kamar dan melihat Rara dengan gayanya pun lalu menghampirinya. Nussa
menasehati Rara pada saat adzan berkumandang tidak boleh berisik dan Adzan merupakan panggilan Allah untuk kita agar segera datang kemasjid.
f. Episode Belajar Ikhlas
Gambar 4.23: Kontrol Diri (Rara kesal dengan temannya)
Episode ini bercerita tentang Nussa yang sedang belajar matematika di kamar.
Ditengah-tengah belajar Nussa mendengar Rara sedang berteriak kesal. Nussa datang ke kamar Rara dan menanyakan hal tersebut. Ternyata Rara sedang kesal dengan temannya karena telah membantu membuat lipatan kelinci, Namun temannya yang mendapat nilai bagus dan tidak berterimakasih kepada Rara. Nussa pun mengajarkan Rara untuk belajar ikhlas dengan cara tidak boleh kesal ketika telah berbuat kebaikan, Namun kebaikan tersebut tidak dibalas. Nussa menjelaskan bahwa belajar ikhlas diajarkan dari Umma. Ketika Nussa menangis dan kecewa saat Nussa lahir sebagai seorang disabilitas dan menggunakan kaki palsu. Nussa ikhlas menerimanya, karena Umma tidak pernah mengeluh kepada Allah, Umma bisa menerima dengan keadaan kaki Nussa. Umma bisa menerima Nussa dengan ikhlas, Nussa juga harus menerima dengan takdir Allah. Akhirnya Rara mengerti bahwa segala sesuatu yang dilakukan harus ikhlas dan patut untuk disyukuri.
g. Episode Jangan Boros
Gambar 4.24: Kerjasama (Nussa dan Rara bekerjasama agar tidak mubazir saat menggunakan sesuatu)
Episode ini menceritakan tentang Nussa dan Rara yang sedang di ruang tamu, Kemudian Umma berteriak dan memarahi Nussa dan Rara karena setelah memakai sesuatu tidak dimatikan kembali. Lalu Nussa dan Rara masuk ke dalam kamar Rara menanyakan kepada Nussa: “Kenapa Umma marah-marah ya?” Rara berkata: “Itu karena kamu memakai wastafel tidak dimatikan, kamu juga lampu tidak dimatikan.” Dan akhirnya Nussa dan Rara mulai sekarang kita tidak boleh mubazir.
Keesokan harinya Nussa memakan kerupuk, dia ingat tidak boleh mubazir, karena dia takut kerupuknya tidak habis akhirnya kerupuk itu dibelah 3 lalu dimakan. Nussa sedang mandi airnya dimatikan oleh Rara katanya tidak boleh mubazir. Kemudian Nussa dan Rara memberi makan pada Anta dengan sedikit porsinya, lalu Umma datang menjelaskan: “Ini namanya bukan mubazir tapi bikin sengsara.” Umma menjelaskan: “Mubazir yang dimaksud itu melakukan lebih dari yang kita butuhkan tidak mengurangi hak orang lain, kasihan kan itu Anta makannya jadi dikurangi.” Kemudian Nussa berterima kasih pada Umma dan berjanji tidak mubazir lagi.
h. Episode Yah...Hujan
Gambar 4.25: Kerja Keras (Rara berdoa turun hujan)
Episode ini bercerita tentang Rara yang bersemangat ingin bermain sepeda, namun tiba-tiba hujan turun dan Rara mengeluh karena tidak jadi bermain sepeda.
Nussa yang mengetahui hal tersebut memberi pengertian pada Rara bahwa hujan adalah rahmat yang penuh berkah dari Allah SWT, Nussa juga memberi nasehat pada Rara bahwa hujan adalah ciptaan Allah SWT dan kehendak dari Allah SWT.
Kita sebagai makhluknya tidak boleh mengeluh, lalu Nussa mengingatkan Rara supaya membaca do’a turun hujan yang bermanfaat dan bersyukur berkat hujan tanaman menjadi subur sehingga hasil tanaman dapat dimanfaatkan oleh manusia.
Supaya terhindar dari kelaparan dan kekurangan, Umma yang mengetahui pembicaraan kakak beradik itu menjadi terharu dan memperbolehkan Nussa dan Rara bermain dibawah derasnya hujan dengan riang.
i. Episode Tak Bisa Balas
Gambar 4.26: Kerjasama (Mencuci piring)
Gambar 4.27: Kerjasama (Membersihkan rumah)
Episode bercerita tentang Umma yang memberikan tugas pekerjaan rumah setelah selesai diberikan hadiah Nussa dan Rara, karena Umma mau pergi ada urusan diluar rumah. Kemudian Nussa memilih pekerjaan dengan hadiah tertinggi, namun Rara ingin pekerjaanya dibagi dua saja dan Nussa pun menyetujuinya.
Akhirnya mereka mengerjakan tugas rumah secara bersama-sama supaya hadiahnya juga dibagi dua. Setelah selesai mengerjakan semua tugas rumah Nussa dan Rara merasa kelelahan dan membayangkan lelahnya Umma setiap hari mengerjakan tugas rumah sendirian. Kemudian ketika Umma pulang Nussa dan Rara memberikan kejutan bahwa tugas rumah yang dijanjikan Umma mendapat hadiah tetapi semuanya gratis atau tanpa bayaran atau hadiah. Hal ini membuat Umma merasa terharu dan bersyukur memiliki anak yang pengertian seperti Nussa dan Rara.
Gambar 4.28: Kerja Keras (Nussa dan Rara kelelahan saat selesai mengerjakan tugas dari Umma)