BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Indeks Kerentanan
4.2.1 Analisis Indeks Keterpaparan (Exposure)
Analisis indeks keterpaparan dilakukan dengan melakukan skoring data-data eksisting berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada BAB III. Adapun tabel yang akan digunakan sebagai acuan skoring indeks keterpaparan adalah sebagai berikut.
Tabel 4.1 Parameter Penilaian Indeks Ketepaparan Aspek
Kerentanan Kode Komponen Kode Kriteria Level Skor
Keterpaparan A Bencana alam
(BA) A1 Kelas indeks bahaya
banjir
- 5
- 3
- 1
0 500 1000 1500 2000 2500 3000
1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021
CURAH HUJAN (MM)
TAHUN
TREN CURAH HUJAN TAHUNAN KABUPATEN
GRESIK 1991-2021
23 Aspek
Kerentanan Kode Komponen Kode Kriteria Level Skor
A2 Kelas indeks bahaya kekeringan
- 5
- 3
- 1
A3 Kelas indeks bahaya cuaca ekstrem
- 5
- 3
- 1
B Variabilitas iklim
(VI) B1 Curah hujan tahunan
<1500 mm 5
>2500 mm 3 1500-2500
mm 1
Banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem merupakan bencana alam yang dipengaruhi oleh iklim (climate related disaster). Untuk menghitung nilai komponen bencana alam (BA), digunakan nilai indeks bahaya bencana. Nilai kelas indeks bahaya (hazard) bencana banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem didasarkan pada kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di wilayah Kabupaten Gresik pada tahun 2016 – 2020. Adapun nilai indeks kelas bahaya beserta luas daerah yang berpotensi mengalami bencana tersebut bisa dilihat pada Tabel 4.2, Tabel 4.3, dan Tabel 4.4
Tabel 4.2 Indeks Kelas Bahaya Banjir
No Kecamatan Luas (Ha)
Kelas Daerah Risiko Wil. Kecamatan %
1 Wringinanom 2.435 6.222 39% Tinggi
2 Driyorejo 3.497 5.473 64% Tinggi
3 Kedamean 4.326 6.684 65% Tinggi
4 Menganti 5.524 7.101 78% Tinggi
5 Cerme 6.756 7.161 94% Tinggi
6 Benjeng 5.638 6.223 91% Tinggi
7 Balongpanggang 5.865 6.566 89% Tinggi
8 Duduksampeyan 7.025 8.144 86% Tinggi
9 Kebomas 1.862 3.402 55% Tinggi
10 Gresik 463 712,59 65% Tinggi
11 Manyar 8.750 9.540 92% Tinggi
12 Bungah 5.680 8.647 66% Tinggi
13 Sidayu 3.559 4.435 80% Tinggi
14 Dukun 5.706 6.518 88% Tinggi
15 Panceng 3.073 6.195 50% Tinggi
16 Ujungpangkah 5.440 12.113 45% Tinggi
17 Sangkapura 4.840 12.685 38% Tinggi
18 Tambak 2.372 7.314 32% Tinggi
Kabupaten Gresik 82.809 125.137 66% Tinggi Sumber: BNPB, 2016
24
Berdasarkan data kajian BNPB yang tersaji pada Tabel 4.2, Seluruh Kecamatan di Kabupaten Gresik memiliki indeks kelas bahaya banjir tinggi dengan presentase wilayah kecamatan yang memiliki risiko bahaya banjir berkisar antara 32% hingga 94%. Kecamatan Cerme, Manyar, dan Benjeng menjadi kecamatan dengan luasan wilayah berisiko banjir tertinggi, berturut-turut 94%, 92%, dan 91%. Kecamatan Cerme dan Benjeng merupakan wilayah langganan banjir akibat luapan Kali Lamong, sementara Kecamatan Manyar berisiko karena dilalui Sungai Bengawan Solo dan beberapa anak sungainya. Sementara Kecamatan Tambak dan Sngkapura yang berada di Pulau Bawean memiliki luasan daerah risiko banjir yang paling kecil yaitu sebesar 32% dan 38%. Sementara itu secara keseluruhan terdapat 66%
wilayah Kabupaten Gresik yang berisiko tinggi terhadap bahaya banjir.
Tabel 4.3 Indeks Kelas Bahaya Kekeringan
No Kecamatan Luas (Ha)
Kelas Daerah Risiko Wil. Kecamatan %
1 Wringinanom 5.765 6.222 93% Sedang
2 Driyorejo 4.988 5.473 91% Sedang
3 Kedamean 6.307 6.684 94% Sedang
4 Menganti 6.354 7.101 89% Sedang
5 Cerme 6.762 7.161 94% Sedang
6 Benjeng 5.707 6.223 92% Sedang
7 Balongpanggang 5.885 6.566 90% Sedang
8 Duduksampeyan 7.053 8.144 87% Sedang
9 Kebomas 2.755 3.402 81% Sedang
10 Gresik 489 712,59 69% Sedang
11 Manyar 8.848 9.540 93% Sedang
12 Bungah 6.620 8.647 77% Sedang
13 Sidayu 3.639 4.435 82% Sedang
14 Dukun 5.768 6.518 88% Sedang
15 Panceng 4.883 6.195 79% Sedang
16 Ujungpangkah 7.413 12.113 61% Sedang
17 Sangkapura 10.591 12.685 83% Rendah
18 Tambak 6.700 7.314 92% Rendah
Kabupaten Gresik 106.527 125.137 85% Sedang Sumber: BNPB, 2016
Berdasarkan data kajian BNPB yang tersaji pada Tabel 4.3, Kecamatan di Kabupaten Gresik yang memiliki indeks kelas bahaya kekeringan sedang dengan presentase wilayah kecamatan yang memiliki risiko bahaya kekeringan berkisar antara 61% hingga 94%.
Kecamatan Cerme, dan Kedamean menjadi kecamatan dengan luasan wilayah berisiko kekeringan tertinggi, yaitu sebesar 94%. Sementara itu Kecamatan Ujungpangkah memiliki luas wilayah bahaya kekeringan terkecil yaitu sebesar 61%. Sedangkan terdapat kecamatan dengan indeks kelas bahaya kekeringan rendah yaitu Kecamatan Tambak dan Sangkapura.
Secara keseluruhan, 85% wilayah Kabupaten Gresik memiliki kelas risiko bahaya yang sedang terhadap kekeringan, yang mana angka ini terbilang cukup tinggi.
25 Tabel 4.4 Indeks Kelas Bahaya Cuaca Ekstrem
No Kecamatan Luas (Ha)
Kelas Daerah Risiko Wil. Kecamatan %
1 Wringinanom 5.760 6.222 93% Tinggi
2 Driyorejo 4.983 5.473 91% Tinggi
3 Kedamean 6.297 6.684 94% Tinggi
4 Menganti 6.349 7.101 89% Tinggi
5 Cerme 6.756 7.161 94% Tinggi
6 Benjeng 5.687 6.223 91% Tinggi
7 Balongpanggang 5.869 6.566 89% Tinggi
8 Duduksampeyan 7.042 8.144 86% Tinggi
9 Kebomas 2.713 3.402 80% Tinggi
10 Gresik 484 712,59 68% Tinggi
11 Manyar 8.762 9.540 92% Tinggi
12 Bungah 6.361 8.647 74% Tinggi
13 Sidayu 3.616 4.435 82% Tinggi
14 Dukun 5.755 6.518 88% Tinggi
15 Panceng 4.612 6.195 74% Tinggi
16 Ujungpangkah 7.215 12.113 60% Tinggi
17 Sangkapura 6.196 12.685 49% Tinggi
18 Tambak 3.394 7.314 46% Tinggi
Kabupaten Gresik 97.852 125.137 78% Tinggi Sumber: BNPB, 2016
Berdasarkan data kajian BNPB yang tersaji pada Tabel 4.4, Seluruh Kecamatan di Kabupaten Gresik memiliki indeks kelas bahaya cuaca ekstrem kategori tinggi dengan presentase wilayah kecamatan yang memiliki risiko berkisar antara 46% hingga 94%. Lagi-lagi Kecamatan Cerme dan Kedamean menjadi kecamatan dengan luasan wilayah berisiko bahaya cuaca ekstrem tertinggi, yaitu sebesar 94%. Sementara itu Kecamatan Tambak dan Sangkapura di Pulau Bawean memiliki luas wilayah bahaya cuaca ekstrem terkecil yaitu sebesar 46% dan 49%. Secara keseluruhan, 78% wilayah Kabupaten Gresik memiliki kelas risiko yang tinggi terhadap bahaya cuaca ekstrem, yang mana angka ini terbilang cukup tinggi.
Kemudian untuk menentukan nilai Variabilitas Iklim (VI) digunakan data curah hujan skala kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Gresik.
Tabel 4.5 Curah hujan kecamatan di Kabupaten Gresik
Kecamatan
Bulan (2020, dalam mm)
Tahunan (mm)
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Balongpanggang 233 288 267 85 32 20 18 - - - 155 244 1342 Benjeng 353 308 136 396 209 19 - 35 - 90 268 368 2182 Bungah 312 340 195 220 152 - 42 24 18 42 253 336 1934 Cerme 140 357 149 252 92 15 4 26 - 39 218 460 1752
26
Kecamatan
Bulan (2020, dalam mm)
Tahunan (mm)
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
Driyorejo 47 422 164 273 153 - 10 25 - 54 447 425 2020 Duduksampeyan 140 357 149 252 92 15 4 26 - 39 218 460 1752 Dukun 263 290 184 292 196 1 11 79 3 72 135 561 2087 Gresik 140 357 149 269 92 13 4 26 - 39 278 463 1830 Kebomas 140 357 149 259 92 14 4 26 - 39 193 463 1736 Kedamean 355 269 361 206 95 - - - - - 15 170 1471 Manyar 140 357 149 259 92 13 - 26 - 39 278 463 1816 Menganti 455 488 303 292 173 6 36 25 3 - 211 383 2375 Panceng 158 269 219 169 88 29 0 34 17 106 60 448 1597 Sangkapura 522 437 114 236 299 115 52 20 2 84 240 543 2664 Sidayu 244 287 276 348 192 - 5 39 24 52 95 361 1923 Tambak 168 164 131 72 8 - - - - - - 145 688 Ujungpangkah 110 110 96 180 75 20 35 15 10 52 50 312 1065 Wringinanom 336 319 201 282 199 4 10 - - 43 291 329 2014
Diolah dari: BPS Kab. Gresik, 2021
Dari data pada Tabel 4.5, rata-rata curah hujan tahunan Kabupaten Gresik adalah 1791 mm. Jika dipadankan dengan standar kisaran curah hujan pada Permen PU No. 22 Tahun 2007, angka tersebut tergolong dalah curah hujan sedang. Sementara itu, wilayah yang memiliki curah hujan tinggi (>2500 mm) adalah Kecamatan Sangkapura yaitu 2664 mm sementara curah hujan rendah (<1500 mm) terdapat pada Kecamatan Balongpanggang, Kedamean, Ujungpangkah, dan Tambak.
Selanjutnya, nilai indeks keterpaparan ditentukan dengan persamaan berikut:
Indeks = Σ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
Sebagai contoh, untuk Kecamatan Balongpanggang:
Indeks = Σ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝐵𝐴+ Σ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑘𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑉𝐼 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
= Skor A1+ A2+A3+B1 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚
= 5+ 3+5+5
20
= 0,9
Setelah dilakukan analisis dan perhitungan untuk kecamatan lainnya, didapatkan skor sebagai berikut.
Tabel 4.6 Indeks Keterpaparan
Kecamatan Komponen Kriteria Skor Jumlah Skor Skor maksimum Indeks
Balongpanggang BA A1 5
18 20 0,9
A2 3
27 Kecamatan Komponen Kriteria Skor Jumlah Skor Skor maksimum Indeks
A3 5
VI B1 5
Benjeng BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Bungah BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Cerme BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Driyorejo BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Duduksampeyan BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Dukun BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Gresik BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Kebomas BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Kedamean BA
A1 5
14 20 0,9
A2 3
A3 5
VI B1 5
Manyar BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
28
Kecamatan Komponen Kriteria Skor Jumlah Skor Skor maksimum Indeks
VI B1 1
Menganti BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Panceng BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Sangkapura BA
A1 5
14 20 0,7
A2 1
A3 5
VI B1 3
Sidayu BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Tambak BA
A1 5
16 20 0,8
A2 1
A3 5
VI B1 5
Ujungpangkah BA
A1 5
18 20 0,9
A2 3
A3 5
VI B1 5
Wringinanom BA
A1 5
14 20 0,7
A2 3
A3 5
VI B1 1
Kecamatan Ujungpangkah, Kedamean, dan Balongpanggang memperoleh indeks keterpaparan terbesar yaitu 0,9. Kedua kecamatan tersebut memiliki indeks bahaya banjir dan cuaca ekstrem yang tinggi, ditambah dengan curah hujan yang rendah. Kecamatan Tambak memperoleh indeks keterpaparan 0,8 sedangkan yang lainnya mendapatkan skor 0,7. Hal ini menunjukkan level keterpaparan Kabupaten Gresik tergolong cukup tinggi.
Level keterpaparan dikategorikan berdasarkan kelas interval yang didapat menggunakan persamaan berikut:
29 Dimana:
i = skala interval
R = selisih skor maksimum dan minimum N = banyaknya kelas penilaian yang dibentuk
Dalam penelitian ini, dibentuk 5 kelas interval kerentanan (sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah) yang berkisar pada nilai 0 – 1. Dari persamaan tersebut, skala interval setiap kelas adalah 0,2 dengan rincian kategori kerentanan:
Sangat rendah = 0 – 0,2 Rendah = 0,2 – 0,4 Sedang = 0,4 – 0,6 Tinggi = 0,6 – 0,8 Sangat tinggi = 0,8 – 1
Menggunakan software QGIS 3.22, level keterpaparan kemudian divisualisasikan dalam peta keterpaparan seperti pada gambar 4.3.
30
Gambar 4.3 Peta Keterpaparan