Dikatakan bahwa teori ekonomi itu timbul dari dua kelompok pemikir, yaitu para filsuf dan para praktisi yang berprofesi sebagai pedagang. Mengenai peranan dari filsuf tidak perlu diragukan lagi, karena Locke, Berkeley, Hume, Smith & Mill telah membuktikan dengan
memberikan kontribusinya pada teori ekonomi. Tetapi penempatan pedagang dalam sejarah ekonomi lebih banyak diragukan.
Tentu saja merupakan suatu alasan yang benar-benar kurang bisa diterima jika mengharapkan seseorang yang telah berkecimpung dalam praktek perdagangan akan mememiliki kemampuan khusus untuk dapat menganalisa teori harga atau output secara keseluruhan. Tiga penulis besar masalah ekonomi pada awal abad ke-17, yaitu: Malynes, Misselden dan Mun adalah pedagang. Sebagai pedagang mereka tahu banyak mengenai masalah dunia perdagangan, baik perdagangan dalam negeri dan perdagagan luar negeri. Tetapi buku-buku karya para pedagang tersebut dipandang oleh para filsuf hanya sebagai petunjuk teknis dari masalah teoritis ekonomi saja dan sama sekali tidak relevan dengan perkembangan teori ekonomi.
Diantara para pedagang tersebut ada satu orang yang bernama Sir Dudley North, yang mempunyai kemampuan pemikiran yang berbeda dengan para pedagang lainnya. Ia mampu memilah-milah tentang kegunaan dari pemikiran para filsuf dan pemikiran para pedagang. Perjalanan karir North sebagai seorang praktisi tidak perlu diragukan lagi.
Ia dari keluarga terkenal, karena tingkat intelektualitas dan bakat seninya. Sir Dudley North adalah saudara tertua dari saudara kandungnya. Francis North, Lord Guilford terkenal dibidang hukum. Lord Chancellor adalah seorang musisi sebagai pembina seni dan berpengetahuan. John North adalah saudara lebih muda, ia seorang
Perguruan Tinggi Trinity dan Cambridge. Dari Trinity ia pindah ke perusahaan Isaac Barrow dan Newton. Roger North, Dudley’s adalah saudara termuda. Saudara termuda ini hasil-hasil tulisannya berkompeten dibidang politik, biografi yang menganggumkan dan ahli seni. Saudara- saudara Dudley masih belum menggunakan literatur tentang seni dan pengetahuan pendidikan. Keinginan Roger adalah mengadakan experimen kecil dengan obyek penelitian berupa cuka pada kilang minyak. Secara kebetulan ia kenal dengan Sir Christopher Wren, yang tertarik pada seni dan ilmu pengetahuan termasuk ilmu ekonomi.
Sir Dudley North telah memberikan pertimbangan melalui pendapatnya, bahwa setiap orang bebas hidup di bumi, yang mempunyai tujuan melalui kebijakan dan kejujuran seseorang yang bisa diopinikan secara benar kepada masyarakat. Lalu North menemukan perdagangan dalam kondisi bersaing tidak sehat dan hal ini sama diungkapkan oleh para filsuf. Ia akhirnya mengeluarkan prinsip-prinsip yang kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan, yaitu seberapa besar pendapatan/laba yang diperoleh oleh pengusaha dalam kondisi wajar. Berikutnya Government to regulate balance of trade. Kondisinya harus surplus jika negara ingin makmur. Bukcet analisys, sebagai alternatif jika terjadi kelangkaan uang, emas batangan untuk alat tukar, dan banyak uang keluar.
Melalui Bucket analisy, North langsung memberikan rekomendasi tentang kebijakan moneter. Kebijakan ini untuk mengurangi adanya devisit anggaran negara yang besar. Pada tahun 1666 terdapat hukum produksi,
yang tujuannya agar terjadi pertumbuhan produksi, untuk memperbesar ekspor, sehingga bisa menanggulangi devisit anggaran secara cepat. North, mempunyai analisis full equilibrium yang pertama dan ini merupakan sejarah teori ekonomi atau tepatnya North menulis konstruksi teori ekonomi yang mempunyai sifat analisa yang kuat.
Pidato North, berisi tentang struktur teori yang sangat kuat, pada kondisi ekonomi puncak yang terjadi pada abad 17. Pada saat itu terjadi sistem perdagangan bebas dan terdapat doktrin laissez faire. Intinya adalah tidak adanya campur tangan pemerintah dalam dunia perdagangan. Semua diserahkan kepada pasar. Pada dasarnya adalah keinginan akan non-intervensi Pemerintah dalam kehidupan ekonomi.
Ada pepatah yang berbunyi: “Biarkan segala sesuatu terjadi biarkan segala sesuatu berlangsung”. Laissez-faire adalah doktrin yang menekankan tindakan untuk memberikan kepada si individu kebebasan maksimal, untuk memelihara atau mengejar kepentingan sendiri terutama dalam bidang hubungan-hubungan ekonominya tanpa campur tangan dari pihak pemerintah. Inti teori ini adalah sebagai berikut: “Setiap individu akan melakukan pekerjaan terbaik apabila ia mencapai balas jasa tertinggi”. Masyarakat akan memberikan balas jasa tertinggi kepada seorang individu untuk hal-hal yang terbaik dilakukannya. Maka bila seorang individu diberikan kebebasan maksimal, untuk mencari bagaimana cara ia dapat memperoleh balas jasa tertinggi untuknya maka dengan jalan itu ia memberikan jasa terbesar baik bagi dirinya sendiri,
Metode Sir Dudley North melalui pidatonya adalah murni teori ekonomi. Akurasinya dan dasar pemikirannya digambarkan oleh Roger yang dapat digeneralisasikan dan dapat ditarik kesimpulan. Tanpa ragu- ragu Roger ia menggambarkan dasar pemikiran secara jelas atau sebagai salah satu yang ia katakan bahwa perbedaan arah antar filsuf lama tidak dapat disangkal lagi. Tetapi maksud generalisasi tersebut memiliki resiko yang seharusnya dihindari, sebab permasalahan perdagangan yang dilakukan oleh semua orang tingkat sensitivitas resikonya sangat besar. Dia berusaha mencegah tingkat sensitivitas resiko yang tinggi dengan membuat konsep secara bersama-sama antar pedagang yang tingkat perbedaaanya tidak terlalu besar.
3.4.8. Richard Cantillon (1685-1734)
Richard Cantillon (1685-1734) adalah ekonom besar sebelum Adam Smith dan lahir di Irlandia tahun 1685. Beliau hidup bersama pamannya Chevalier Richard Cantillon yang merupakan seorang banker dan politikus. Richard Cantillon ini akhirnya mati oleh pembantu seaktu tidur dan dibuat seolah terjadi kebakaran pada tahun 1734. Beliau mulai berkarir di perbankan bersama pamannya di Paris. Di Perancis inilah beliau menulis tentang pandangannya di bidang ekonomi. Apa yang ditulis Cantillon baru diungkapkan setelah 50 tahun dari kematiaanya.
Karya Cantillon yang paling terkenal adalah “The essai sur la Nature du Commerce en General”. Essai dibagi dalam tiga bagian. Pertama, berisi pandangan umum tentang political economy, yang
membahas tentang kekayaan (kemakmuran) yang terkait dengan masyarakat desa, kota, dan ibu kota, upah buruh, teori nilai, ketergantungan semua lapisan masyarakat terhadap kepemilikan tanah, serta keanekaragaman populasi, dan penggunaan emas dan perak. Kedua, membahas tentang barter, harga, perputaran uang, dan bunga serta moneter. Ketiga, di bidang komersial mengenai pertukaran dengan luar negeri, perbankan, dan kredit.
Kontribusi orisinil Cantillon pada bidang ekonomi, adalah :
1. Memperlakukan pertumbuhan populasi sebagai bagian integral dari proses ekonomi.
2. Mengembangkan penjelasan secara ekonomi tentang kota-kota dan tempat-tempat produksi.
3. Membuat perbedaan antara harga pasar dan nilai intrinsik. 4. Menunjukkan kecepatan putaran uang adalah sama dengan
perubahan jumlah uang.
5. Menelusuri saluran-saluran yang merubah jumlah uang yang mempengaruhi harga.
6. Menggambarkan mekanisme penyesuaian harga dalam perdagangan internasional.
7. Menganalisa aliran pendapatan antara sector-sektor utama dalam ekonomi.
Tiga pokok pemikiran dari Cantillon adalah (1) pandangannya terhadap pasar dan operasionalisasinya; (2) kritik terhadap peran dan
pentingnya entrepreneurship dalam ekonomi; (3) dan pengaruh pada perubahan ekonomi dalam agregat penawaran dari uang.
Cantillon menyimpulkan bahwa kita dapat memahami nilai intrinsik suatu barang adalah dengan mengukur kuantitas tanah dan buruh yang dipakai dalam proses produksi dengan melihat kualitas tanah dan buruh. Cantillon juga memperlihatkan bahwa uang dan pasar merkantilisme adalah faktor yang menentukan nilai dan harga. Selain itu Cantillon juga, membahas tentang hubungan antara uang dengan kuantitas yang tersedia dalam ekonomi. Beliau juga menjelaskan tentang perubahan harga sesuai dengan dinamika standar hidup. Dia juga membahas tentang aspek ekonomi negara dan kehidupan kota. Sedangkan tulisannya tentang sistem perbankan masih bersifat primitif. Tulisan terakhir Cantillon menjelaskan tentang penyesuaian mekanisme permintaan, penawaran, harga, biaya dan fungsi ekonomi vital lainnya.
3.4.9. Piere le Pesant de Boisguilbert (1646-1714)
Boisguilbert menyoroti penurunan perekonomian Perancis dalam output dan pendapatan nasional yang disebabkan oleh biaya perang yang tinggi dan gaya borjuis dan berlebihan dari Raja Louis XIV. Menurut
analisnya bahwa akhirnya penurunan ini disebabkan oleh kebijakan merkantilisme di Perancis sendiri.
Boiguilbert menyerang kebijakan merkantilisme dari 3 front yang ada yaitu :
1. bahwa untuk memperkuat negara itu bukan uang yang terpenting namun komoditi, sehingga yang penting uang harus berputar sebagai media dan adanya permintaan yang efektif , atau dengan kata lain pendapatan negara berasala dari aliran putaran uang bukan hanya sekedar uangnya.
2. Kegiatan pertanian harus diutamakan dengan melakukan ekspansi usaha dan memperbaiki saluran distribusi dan tata niaga hasil pertanian.
3. Terakhir dia mempersoalkan system perpajakan yang ada .
3.4.10.Aliran Physiocrats (1756-1778)
Physiocrat berarti ‘rule of nature’, hal ini sesuai karena percaya pada hukum alam dan mengutamakan pertanian. Pemikir ekonomi aliran fisiokrat berpandangan bahwa sumber kekayaan negara dan masyaraka
tuhan penuh dengan keseimbangan dan keharmonisan yang bersifat kosmopolit. Berikan pada manusia kebebasan untuk melaksanakan apa yang terbaik bagi dirinya masing-masing. Pemerintah tidak perlu campur tangan dalam mengatur perekonomian.
Hal ini menjadi cikal bakal doktrin “laizzes-faire laizzes-passer” tanpa intervensi pemerintah maka semua aktivitas manusia akan berjalan secara seimbang, otomatis serta bersifat mengatur sendiri. Pimpinan aliran ini adalah Francois Quesnay, walaupun dalam bahasan ini istilah Physiocrats untuk sebuah kelompok atau grup, anggota yang lain adalah Marquis de Mirabeau, Mercier de la Riviera, Dupont de Nemours, Le Trosne, dan Nicolas Baudeau, Menteri Perancis Turgot adalah simpatisan aliran ini walau bukan inner circle .
Physiocrats adalah pembangun system ekonomi, lebih besar dari pemikiran Cantillon namun lebih kecil dari adam Smith. Aliran ini mendasari pada filsafat hukum alam (natural law/jus naturae) juga mengikuti filsafat John Locke yang menekankan pada hak individu dan justifikasi pada hak kepemilikan.