HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Makna Sematik
1. Siriah gadang
Universitas Sumatera Utara
Ornamen ini diletakkan pada di atas pintu ruangan. Fungsi ornamen ini adalah murni estetis. Hal ini tertuang di dalam penggalan petatah petitih yang berbunyi:
“..Siriah naiak junjuangan balingka, baitu damdamnyo siriah nantun. Lakek di papan balariak, ukiran di rumah gadang, lukisan adat jo limbago, jadi pakaian di Istano..”.
Orang yang akan memasuki ruangan akan langsung bisa melihat ornamen ini sebagai hiasan memperindah ruangan yang ada di Istano Basa Pagaruyuang.
Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam ornamen siriah gadang yaitu simbol keramah-tamahan masyarakat Minangkabau dalam menyambut tamu.
Selain itu ornamen siriah gadang juga berfungsi sebagai lukisan adat dan motif atau corak yang ada di pakaian adat Minangkabau.
2. Lumuik hanyuik
Ornamen ini diletakkan di papan tepi luar. Fungsi ornamen ini sebagai murni estetis. Hal ini tergambar dalam penggalan petatah petitih:
“..Baguru kito pada lumuik. Alam takambang jadi guru. Lahianyo lumuik nan disabuik. Batinyo adat minangkabau. Dilariak di papan tapi, ukiran nan dilua.
Gambaran adat hiasan alam pusako salamanyo…”.
Ornamen Istana Basa Pagaruyuang sendiri banyak yang terinspirasi dari alam, maka dari itu ornamen lumuik hanyuik menjadi sebagai bukti bahwa ornamen yang ada di dalam Istana banyak terinspirasi dari alam.
3. Aka cino sagagang
Universitas Sumatera Utara
Ornamen ini diletakkan pada papan tepi luar. Ornamen ini berfungsi sebagai hiasan murni estetis dinding yang ada di dalam Istana Basa Pagaruyuang.
Hal ini tertuang dalam penggalan petatah petitih:
“...Ukia aka induak ukiran, gambaran hiduik saalam nangko, aka nan jadi isi buahnyo, nan tampak aka bapiauh, kieh ibarat nan bapakai, pakaian adat jo limbago..”
Maksud dari petatah petitih di atas adalah ornamen aka cino sagagang tidak hanya dijadikan sebagai ukiran ornamen yang ada di Istano Basa Pagaruyuang, tetapi juga berfungsi sebagai haisan untuk pakaian adat dan lembaga.
4. Si kambang manih
Ornamen ini diletakkan pada dinding tepi dan di depan. Ornamen ini berfungsi sebagai murni estetis dan hiasan untuk jendela yang di Istana. Hal ini tertuang dalam penggalan petatah petitih:
“..Ukia diulak tanjung bungo, pakaian ranah minangkabau latak dimuko adok halaman..”.
Ornamen si kambang manih diletakkan di bagian depan, agar memperindah bagian Istano Basa Pagaruyuang dan juga ornamen ini ukiranya sangat berukuran besar. Selain itu, ornamen ini juga digunakan sebagai hiasan pakaian adat.
5. Pucuak rabuang
Ornamen ini berfungsi sebagai teknis konstruktif yang letaknya pada tiang-tiang besar penyangga yang ada di dalam Istano Basa Pagaruyuang. Selain itu ornamen ini menjadi motif pada kain songket.
Universitas Sumatera Utara
6. Kaluak paku
Ornamen ini diletakkan pada papan tepi luar. Fungsi ornamen kaluak paku sebagai hiasan murni estetis. Hal ini tertuang dalam penggalan petatah petitih:
“.. Kini basuo dalam ukia, di salasa balai-balai, baitu tutua rang dahulu..”.
Ornamen ini diletakkan pada bagian depan, sehingga orang yang mengunjungi Istano Basa Pagaruyuang melihat ornamen ini mempunyai ukiran yang sangat indah.
7. Pisang sasikek
Ornamen ini diletakkan pada di atas dinding ari. Fungsi ornamen pisang sasikek untuk sebagai hiasan murni estetis pada dinding ari. Hal ini tertuang dalam penggalan petatah petitih:
“...Ukia banamo pisang sasikek, latak di ateh tingkok paninjauan, dindiang ari nan barangin, tando maninjau jo mayuruak maukua dalam dengan dangka..”
Ornamen ini diletakkan pada bagian atas dan depan, sehingga orang yang mengunjungi Istano Basa Pagaruyuang melihat ornamen ini yang mempunyai ukiran yang ciri khas dan indah di pandang mata.
8. Aka barayun
Ornamen ini diletakkan pada ukiran rendah dan juga pada serambi.
Ornamen aka barayun berfungsi sebagai hiasan murni estestis. Hal ini tertuang pada penggalan petatah petitih:
“..Pisau sirauik nan maukia, tukang nan utuih pandai ukia, indahnyo baso nan manggamba, baiaknyo budi nan maisi, dilukih papan ukia..”.
Universitas Sumatera Utara
Seperti yang telah diungkapkan melalui petatah-petitih di atas “indahnyo baso nan manggamba” maksudnya adalah indahnya besar yang digambar.
Ornamen aka berayun diukir dengan ukuran yang cukup besar sehingga ornamen ini menjadi pusat perhatian karena keindahan ukiranya.
9. Daun bodi
Ornamen ini diletakkan pada dinding hari. Ornamen daun bodi berfungsi untuk hiasan murni estetis. Hal ini tertuang pada penggalan petatah petitih:
“..Daun dibuek jadi ukia, bacampu campua jo akanyo, buliah dilatak di nan petak, di ujuang bakipeh ambai-ambai..”.
Ornamen daun bodi diletakkan pada bagian depan, sehingga tampak indah bila dilihat.
10. Itiak pulang patang
Ornamen ini termasuk ornamen tembus yang di tempatkan pada bagian papan sekaping. Letak ornamen ini bersaaman dengan ornamen bada mudiak.
Fungsi dari ornamen itiak pulang patang adalah sebagai murni estetis.
11. Kuciang lalok
Ornamen ini diletakkan pada camin-camin jendela dan pada pangkal ukiran. Ornamen kuciang lalok berfungsi sebagai simbolis.
“..Bakirim usah bapitaruang, bapasan usah baturuti, manyuruah usah bakandak hati, bana lai picayo tidak, pitaruah baunyikan juo, itu nan labiah rang pantangkan, ukia banamo kucing lalok..”.
Ornamen ini simbolis yang menyiratkan bahwa haruslah berhati-hati dalam berprilaku menjaga pantangan adat.
Universitas Sumatera Utara
12. Bada mudiak
Ornamen ini diletakan pada tepi ukiran. Biasanya ornamen ini diletakkan bersamaan dengan ornamen itiak pulang patang. Fungsi ornamen ini adalah sebagai simbolis. Hal ini tertuang pada penggalan petatah petitih:
“.. dilukih diateh papan, diukia di rumah gadang, rumah gadang sandaran adat, adat di alam minangkabau..”
Seperti yang telah dituliskan dalam petatah petitih tersebut bahwa ornamen bada mudiak memiliki fungsi simbolis yaitu adat di alam minangkabau.