• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Client-Server

Dalam dokumen STUDENT GRADEST INFORMATION SYSTEM (Halaman 39-44)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

2. Sistem Informasi 1. Pengertian Sistem

2.3. Sistem Client-Server

Sistem client-server ini ditujukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada sistem tersentralisasi (baik sentralisasi pada aplikasi dan database

maupun sentralisasi hanya pada database). Kelemahan pada sistem tersentralisasi aplikasi dan database adalah berat beban di server yang harus menangani semua proses. Hal ini bisa diatasi dengan membagi beban tersebut menjadi dua bagian yaitu

client (yang menjalankan aplikasi) dan server (yang menjalankan DBMS yang berisikan database) pada komputer yang berbeda. Kelemahan kedua pada bentuk

sistem yang tersentralisasi adalah, padatnya lalu lintas data antara Server dan

workstation dapat diatasi dengan mekanisme transfer data yang lebih efisien.

Dalam Sistem client-server, client berisi aplikasi dan bertanggung jawab untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna termasuk di dalamnya

logika prosedur yang berkomunikasi dengan server. Pada server yang berisi DBMS dan database bertanggung jawab terhadap manajemen data, keamanan, dan penanganan kesalahan. Kelemahan yang dimiliki model ini adalah kurang

skalabilitas. Skalabilitas adalah seberapa baik suatu aplikasi bisa menangani

kebutuhan yang meningkat misalnya, penambahan sejumlah pengguna akan

menyebabkan server tetap berat karena dalam model client-server proses tetap lebih berat ke server dibandingkan sisi client semakin berat beban server bekerja. Pada sistem client-server terdapat dua macam implementasi yaitu:

2.3.1. Arsitektur 2-Tier

Arsitektur 2-Tier ini lebih sederhana, dapat diterapkan pada sebuah LAN, dimana fungsi client (untuk menangani sebagian besar proses pengolahan data seperti, perhitungan, perulangan, pembandingan, dan lain-lain) dan fungsi workstation

(untuk menangani interaksi dengan pemakai, menerima data masukan, dan

menampilkan hasil pengolahan) disatukan. Setiap interaksi antara pemakai dan

database ditangani oleh dua lapisan fungsi (client dan server). Adanya pemilahan fungsi client dan fungsi server, disamping meningkatkan kompleksitas tersendiri dalam pembangunan aplikasi sistem secara tersendiri dalam pembangunan aplikasi

pemasangan aplikasi (deployment) yang tidak praktis. Jika terjadi perubahan aplikasi database, maka harus mengulangi pekerjaan instalasi di semua mesin client

yang digunakan. Konfigurasi arsitektur 2-Tier dapat dilihat pada gambar 2. 5 dibawah ini :

Gambar 2.5 Arsitektur 2 -Tier untuk client-server sederhana

2.3.2. Arsitektur 3-Tier

Model 3-Tier dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan model client-server. Untuk mengatasi keterbatasan pada model ini proses disebar dalam tiga lapis proses. Ketiga lapisan tersebut masing-masing memiliki fungsi sendiri sebagai berikut:

§ Lapisan client sebagai layanan yang menangani semua interaksi pengguna

dengan aplikasi. Lapisan ini bertanggung jawab untuk semua input pengguna dan komunikasi dengan lapisan layanan bisnis/menengah.

§ Lapisan bisnis/menengah, adalah layanan terhadap proses prosedur dan fungsi yang terjadi dalam aplikasi, yaitu memproses data, dan mengolah transaksi. Dalam sistem client-server proses tersebut terjadi pada client, namun untuk arsitektur 3-Tier dipisahkan ke dalam lapisan tersendiri yaitu lapisan bisnis/menengah.

§ Lapisan data tempat memproses sumber-sumber data yang memberi layanan terhadap satu atau lebih layanan penyimpanan data. Lapisan ini menyediakan

data bagi lapisan layanan bisnis.

Dengan menggunakan arsitektur 3-Tier suatu aplikasi multiuser akan menjadi lebih mudah untuk melakukan perawatan dan pengembangan baik dari aspek

perangkat lunak yaitu, penambahan prosedur atau fungsi aplikasi, dan aspek

perangkat keras yaitu, dengan penambahan jumlah client dalam jaringan. Konfigurasi arsitektur 3-Tier dapat dilihat pada gambar 2.6 dibawah ini :

I D C

CISCOSYSTEMS

CISCOSYSTEMS

CISCOSYSTEMS

Gambar 2.6 Arsitektur 3 -Tier pada client-server

2.3.3. Keuntungan Menggunakan Database Terpusat

Adapun keuntungan dari penyimpanan dan pengaturan database terpusat adalah sebagai berikut :

1. Dengan penyimpanan dan pengaturan data terpusat setiap user (client) akan dapat mempunyai informasi yang sama satu sama lain.

2. Aturan bisnis dan keamanan data hanya perlu sekali saja untuk dilakukan pada

server yang akan mengikat semua client yang berhubungan dengannya.

3. Relasi database server dapat mengurangi jalur jaringan (network) karena hanya mengirimkan data yang diperlukan aplikasi.

4. Biaya pembelian hardware dapat dikurangi, karena komputer pada client tidak diharuskan untuk mempunyai ruang penyimpanan yang besar untuk

menampung semua data dan juga untuk ruang aplikasi yang digunakan. Dan

server juga tidak diharuskan untuk mempunyai kemampuan untuk menampilkan.

5. Maintenance/ Pemeliharaan seperti back-up data lebih mudah dilakukan karena dapat difokuskan pada server

2.3.4. Keamanan Sistem

Terdapat tiga tingkatan keamanan sistem yang diterapkan dalam sistem yang

akan dibangun, yaitu :

1. Perizinan koneksi ke server yang ada

User yang akan menggunakan sistem ini harus merupakan user yang telah terdaftar pada server yang digunakan. Seorang user tidak akan dapat menggunakan sistem ini jika dia gagal untuk melakukan koneksi ke server yang digunakan (hal ini berarti user belum terdaftar sebagai user yang dapat melakukan akses ke dalam server)

2. Perizinan koneksi ke database

Setelah user berhasil melakukan koneksi ke server, user akan disaring lagi, ke

database mana dia telah dipetakan. Artinya meskipun user tersebut telah berhasil melakukan koneksi ke server, namun jika dia tidak mempunyai akses ke data base yang digunakan oleh aplikasi, maka user tersebut juga akan ditolak.

3. Perizinan dalam mengakses database

Jika user telah berhasil koneksi ke server dan data base, maka user tersebut akan dilihat lagi otoritasnya terhadap sebuah tabel. Apakah user bersangkutan mempunyai izin untuk mengubah isi tabel atau hanya sebagai user yang hanya dapat melihat data yang terdapat dalam tabel. Dengan kata lain, jika user tersebut hanya bisa melihat data, maka dia tidak dapat menambah, menghapus, ataupun

mengedit data sebuah tabel.

Dalam dokumen STUDENT GRADEST INFORMATION SYSTEM (Halaman 39-44)

Dokumen terkait