SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Program Studi Teknik Informatika
./0
0
Oleh :
Yusup Lukman Purwono NIM : 995314059
JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
ii
Undergraduated Thesis
Presented as Partial Fulfillment of the Requirements For the Degree of sarjana Teknik
In Technical Informatics Study Programme
By :
Yusup Lukman Purwono 995314059
TECHNICAL INFORMATICS STUDY PROGRAMME
TECHNICAL FACULTY
SANATA DHARMA UNIVERSITY
YOGYAKARTA
v
Dengan kerendahan hati dan kejujuran.
Karya ini kupersembahkan kepada :
v My Jesust Chir st .
vi
“Doa dan berusaha adalah senjata paling ampuh orang beriman”
“Aku bisa, Dia bisa, Mereka bisa, Kaupun pasti juga bisa”
(
Inspirasiku)viii
Sistem informasi merupakan suatu ke satuan atau komponen penting yang harus di miliki oleh suatu sekolah. Salah satunya adalah sistem informasi nilai yaitu suatu sistem yang dapat mengolah data nilai siswa. Selama ini data nilai siswa hanya bisa di lihat dalam rapor saja. Siswa merasa kesulitan untuk mengetahui data nilai pada semester sebelumnya kare na harus menunggu pembagian rapor pada akhir semester.
Di dalam penelitian ini di coba untuk membuat sistem informasi nilai siswa di SMU Dominikus Wonosari. Tujuan pembuatan sistem ini untuk memudahkan siswa mengetahui laporan data-data nilai mata pelajara nnya tiap semester. Sistem ini mampu mengolah data nilai siswa, mampu mengolah data guru dan staff. Selain itu sistem ini dapat membuat laporan tentang data nilai siswa, laporan data guru mengajar, laporan data siswa dan laporan data nilai siswa tiap semester. Untuk mengoptimalkan sistem tersebut penulis menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft SQL Server 7.0 untuk penyimpanan databasenya.
ix
Information system is a unity or the important component should be had by a school institution. One of grades of information system is a system that process data of student grade. During this time, student grades could only be seen in achievement report. The students feel difficult to know about the grade data in former semester because they should wait until the achievement report period in the last semester.
In current research, it tried to make information system of student’s grade in Dominikus Senior High School Wonosari. The purpose of producing such system is to facilitate the students in understanding the report of grades data of each lesson in every semester. This system could produces the achievement report about the data of student’s grade , report of instructor teacher, report of student’s data and report of grade data of students in every semester. To optimize this system the author used programming language Microsoft Visual Basic 6.0 and Microsoft SQL Server 7.0 to saving the database.
x
Puji syukur kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan kasih karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan be rjudul ”Siste m Informasi Nilai” studi kasus pada SMU Dominikus Wonosari Yogyakarta .
Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana Teknik Program Studi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Dengan terselesaikannya penulisan skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan baik berupa masukan ataupun saran. Ucapan terima kasih ditujukan kepada: 1. Bapak Ir. Greg. Heliarko S.J., S.S., B.S.T ., M.A., M.Sc. selaku Dekan
Fakultas Te knik Universitas Sanata Dharma.
2. Ibu A.M. Polina, S.Kom., M.Sc selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika yang telah memberikan dukungan, bantuan dan dorongan kepada penulis selama mengikuti proses perkuliahan sampai dengan penyelesaian skripsi ini 3. A. Rita Widiarti, S.Si., M.Kom, selaku dosen pembimbing I, terima kasih atas
kebaikkan dan saran-sarannya selama ini.
4. Cosmas Bramono, S.T. selaku dosen pembimbing II, terima kasih banyak. 5. Seluruh Dosen Fakultas Teknik yang telah memberikan teori, membagikan
xi
telah membantu mempersiapkan kebutuhan selama studi.
7. Ibu Dra. L. Dwi Haryati selaku Kepala SMU Dominikus Wonosari beserta guru dan staff , terima kasih.
8. Bapak Anton Sudarsa, B.A. dan Ibu Ag. Tutiyati, AMa.Pd., adik-adikku Lusiana Vita Purwaningsih, S.E. dan Gregorius Adnan Purnama yang telah memberikan dorongan baik moril, materiil maupun spiritual yang tak terhingga. Terima kasih.
9. Mbak “Riri/Murthie ” yang selama ini telah memberikan kasih, nasehat, dukungan serta semangat. Terima kasih. (ASYGBK!!!!).
10. Teman-teman Teknik Informatika ’99 : Ige (Thanks for all), Rini, Retno, Ari “Kentang”, Pepeng, Iwan, Destya, Teguh, Wisnu ”Janggut” , Krisna “Sronggot”, serta Wantok, Emi, Rian dan Anar (temen seperjuangan di masa-masa akhir studi), serta anak TI’99 yang lain..
11. Sahabat karibku Deni , A.md, S.E., M.M., Farid, S.H., M.M, Etik “Cha”, S.E., Nana, Adelia, Titik, Iwan pedan, S.si, Agung “BF”, Riston simbolon, Krisna “kost” dan Mr “Thoms” terima kasih banyak.
12. Semua pihak yang juga banyak membantu, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
xii
sekalian khusus nya para mahasiswa Teknik Informatika, dan dapat menambah wawasan para pembaca sekalian.
Yogyakarta, 26 Januari 2007
xiii
HALAMAN JUDUL ………. i
HALAMAN PERSETUJUAN ……… ii
HALAMAN PENGESAHAN ……… iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ……….. iv
MOTTO ………... v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ……….. vi
INTISARI ………... vii
ABSTRACT ……… viii
KATA PENGANTAR ……….. ix
DAFTAR ISI ……….. xii
DAFTAR GAMBAR ………. xvi
DAFTAR TABEL ……….. xviii
BAB I P ENDAHULUAN ..……… 1
1.1 Latar Belakang ………..……… 1
1.2 Batasan Masalah ………..……… 2
1.3 Rumusan Masalah …..……….. 2
1.4 Tujuan dan Manfaat …. ………..………...……….. 3
1.5 Metodologi Penelitian ……… 3
1.6 Sistematika Penulisan ………... 4
BAB II LANDASAN TEORI ……… 6
xiv
2.2.4 Alat dan Teknik Pengembangan Sistem ………. 16
2.3 Sistem Client/Server ………. 20
2.3.1 Arsitektur 2-Tier.………. ……… 21
2.3.2 Arsitekture 3-Tier.. ……….. 22
2.3.3 Keuntungan Menggunakan Database Terpusat ……… 23
xv
xvii
2.1 Tahap Perancangan Database ……… 13
2.2 Siklus Pengembangan Sistem ……… 16
2.3 HIPO dia gram ……… 17
2.4 Contoh E -R diagram ………. 19
2.5 Arsitektur 2-Tier untuk client-server sederhana ……… 22
2.6 Arsitektur 3-Tier pada client-server ….……….……… 23
3.1 Diagram kontek …… ...………... 36
3.2 Diagram berjenjang ………..………. 37
3.3 Diagram arus data level 0 ….………... 38
3.4 Diagram arus data level 1, proses 1 ………. 38
3.5 Diagram arus data level 1, proses 2 .……… 39
3.6 Diagram arus data level 1, proses 3 .……… 39
3.7 Diagram keseluruhan …..……… 40
3.8 Diagram E-R ……...………. 41
3.9 Relasi antar tabel ………. 42
3.10. Input untuk Siswa ………...………... 45
3.11. Input untuk Guru ……….... 46
3.12 Input untuk Staff ..……….. 47
3.13 Output untuk Data S iswa ..……….. 48
3.14 Output untuk Data Guru ……… 49
xviii
3.17 Output untuk N ilai Siswa ………. 52
3.18 Form Utama Sistem Informasi N ilai ……….. 53
3.19 Form Data Mata pelajaran ……….…….. 54
4.1. Tampilan output data siswa ………. 57
4.2 Tampilan output edit data siswa ……...………. 58
4.3. Tampilan output data Guru ..………. 59
4.4. Tampilan output edit data Guru ……..………..……. 60
4.5. Tampilan output data staff ………... 61
4.6. Tampilan output edit data staff ………. 62
4.7. Tampilan output data matapelajaran ………...…... 63
4.8. Tampilan output edit data matapelajaran ……… 64
4.9. Tampilan output data mengajar …...………...………… 65
4.10. Tampilan output edit data mengajar ………...………… 66
4.11. Tampilan laporan data guru ..……..………...………… 67
4.12. Tampilan laporan data siswa …. ……..…..………...………… 68
xix
2.1 Perintah-perintah dalam DDL ……… 27
2.2 Perintah-perintah dalam DML ……… 28
2.3 Tipe data dasar kategori integer ……… 28
2.4 Tipe data dasar kategori special ……… 28
2.5 Tipe data dasar kategori character ……… 29
2.6 Tipe data dasar kategori unicode ……… 29
2.7 Tipe data dasar kategori binary ……… 29
2.8 Kategori operator ……… 29
3.1 Tabel Input dan Output pemakai aplikasi ..……….. 34
3.2 Struktur Tabel SISWA ……….. 42
3.3 Struktur Tabel STAFF ……….. 43
3.4 Struktur Tabel GURU …….……… 43
3.5 Struktur Tabel MENGAJAR ……….. 44
3.6 Struktur Tabel MATAPELAJARAN ……… 44
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kebutuhan akan informasi yang disajikan secara cepat, lengkap, dan tepat sudah
menjadi keharusan yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas kerja di semua
bidang pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengembangan sebuah sistem
informasi yang terencana dengan baik akan memberikan kontribusi yang sangat besar
dalam peningkatan kerja pada suatu proses.
Dalam proses pengembangannya, suatu perencanaan yang sistematis dan penggunaan
metodologi Structured Analisys and Design Technique (SADT) dapat dijadikan dasar
untuk mendesain suatu sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengolahan dan
pengelolaan informasi. Apalagi penggunaan informasi saat ini tidak hanya terbatas pada
penggunaan biasa untuk tujuan operasional saja tetapi juga pada tujuan strategis untuk
pengambilan keputusan yang penting. Hal ini disebabkan karena pengelolaan informasi
tidak hanya mencakup kemudahan akses informasi tetapi juga distribusi informasi yang
efisien dan efektif.
Salah satu institusi yang sangat memanfaatkan akses informasi adalah institusi
pendidikan. Informasi yang ada di sekolah berupa informasi tentang siswa, guru, dan
karyawan. Sekolah Menengah Umum juga merupakan bagian dari institusi pendidikan
yang penting. SMU Dominikus Wonosari merupakan salah satunya. Di sekolah ini,
segala bentuk informasi yang berkaitan dengan siswa, terutama nilai masih diolah secara
menggunakan komputer sebab komputer hanya digunakan untuk mengetik. Siswa sangat
sulit mendapatkan informasi nilai rapor tiap semester jika sewaktu-waktu ingin
mengetahuinya. Rapor hanya di bagikan ke siswa saat akhir semester atau saat kenaikan
kelas dan harus di kembalikan lagi ke pihak sekolah pada saat awal masuk sekolah lagi.
Permasalahan di atas mendorong peneliti untuk mengambil hal tersebut sebagai topik
penelitian. Sebagai bahan penelitian dan pengambilan data, peneliti melakukan studi
kasus yang dilakukan di SMU Dominikus Wonosari dengan harapan hasil penelitian ini
dapat dimanfaatkan oleh pihak yang bersangkutan.
1.2 Batasan Masalah
Dalam pembuatan aplikasi ini akan dibatasi pada:
1. Sistem ini untuk siswa, guru dan pihak staff SMU Dominikus.
2. Informasi yang diberikan hanya hasil nilai mata pelajaran siswa tiap semester
yang ada di rapor.
1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana cara membangun aplikasi sistem informasi untuk memberikan nilai
1.4 Tujuan dan Manfaat
Diharapkan dari sistim aplikasi ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Membantu siswa dalam pengaksesan informasi nilai mata pelajaran tiap semester
secara cepat.
1.5 Metodologi Penelitian
Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan beberapa metode untuk
memperoleh informasi dan data yang diinginkan, yaitu :
1. Requirement : Pengumpulan kebutuhan untuk memahami permasalahan–
permasalahan yang terdapat pada sistem informasi akademik saat ini. Teknik yang
dipakai antara lain :
- Teknik Wawancara
Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan–
pertanyaan terhadap masalah yang sedang diteliti kepada pihak-pihak yang
terkait secara langsung dengan permasalahan yang sedang diteliti. Mereka
antara lain guru, staff/ pegawai dan siswa SMU Dominikus Wonosari.
- Studi Lapangan (Observasi).
Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melihat dan terjun langsung ke
tempat penelitian untuk mengatahui cara pengelolaan informasi akademik
- Kepustakaan ( Studi literatur)
Di dasari dengan teori-teori yang di peroleh di bangku perkuliahan serta
sumber - sumber data lain yang mempunyai hubungan erat dengan laporan
ini. Seperti mempelajari contoh program dalam Microsoft Visual Basic 6.0
maupun Microsoft SQL Server 7.0.
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang dipakai adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang pembuatan skripsi yang berkaitan
dengan judul yang ditulis, batasan masalah, tujuan pembuatan perangkat lunak, manfaat
yang bisa diperoleh dari perangkat lunak yang dibuat, metodologi penulisan dan
sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini secara khusus menjelaskan berbagai teori, antara lain meliputi pengertian
sistem informasi, database dan pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 Enterprise
Edition dengan database Microsoft SQL Server Versi 7.0.
BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
Pada bab ini dijelaskan mengenai gambaran umum rancangan perangkat lunak
yang akan dibuat serta kelengkapannya.
BAB IV IMPLEMENTASI
BAB V ANALISIS IMPLEMENTASI
Pada bab ini dijelaskan mengenai analisa hasil perangkat lunak yang di buat yaitu
kelebihan dan kekurangan serta analisa manfaat dari sistem yang ada.
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan dan saran yang didapat dalam proses
BAB II
LANDASAN TEORI
2. Sistem Informasi
2.1. Pengertian Sistem
Sampai pada saat ini definisi mengenai sistem masih beragam, tergantung
dari sudut mana sistem dipandang. Beberapa pengertian mengenai sistem antara
lain :
“suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu” (Jerry FiztGerald, dkk, 1981).
Pengertian di atas merupakan pendefinisian menurut sudut pandang
prosedurnya. Lain dengan definisi yang diberikan oleh Jogiyanto, yang melihat
definisi sistem dari sudut pandang pada komponen atau elemen. Definisi
tersebut adalah sebagai berikut :
“ Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Terdapat pula definisi lain yang menyebutkan :
“Sebuah sistem adalah himpunan atau variabel yang terorganisasi saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu.”(Lukas,1987)
“ Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berelasi dan prosedur-prosedur yang saling bekerja sama untuk melakukan tugas tertentu”(Fouri dan Goia, 1986)
dan masih banyak lagi definisi-definisi lain yang ditekankan oleh para ahli,
2.1.2. Pengertian Informasi
Sama halnya dengan sistem, informasi juga memiliki pemahaman yang
berbeda-beda meskipun bermakna sama. Pemahaman mengenai informasi
antara lain diberikan dalam tiga definisi yang diambil dari tiga sumber yang
berbeda yaitu:
“Informasi sebagai data yang memiliki atribut dan diorganisasi sehingga memiliki arti (Ellzey,1991)”
“Informasi sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”. (Jogiyanto,1990)
“ Informasi adalah data yang diproses dan ditransformasikan sehingga mempunyai makna dan berguna”.(Donna S. Hussain dan K.M. Hussain, 1992)
2.1.3. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi sangat beragam, salah satu contohnya adalah sistem
informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi merupakan salah satu contoh
bentuk sistem informasi yang terdapat pada suatu perusahaan. Sistem informasi
akuntansi merupakan suatu kesatuan atau komponen di dalam suatu organisasi
yang menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapatkan dari
transakasi data untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer yang digunakan
dalam pengendalian dan perencanaan sekarang dan operasi masa depan serta
pelaporan eksternal kepada pemegang saham, pemerintah dan piha k-pihak luar
lainnya.
Dalam uraian sistem dan informasi di atas diketahui bahwa informasi
sangatlah penting dalam suatu organisasi. Suatu informasi dapat diperoleh dari
Jogiyanto, menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sistem informasi
didefinisikan sebagai berikut :
“ Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. ” (Jogiyanto, 1989 : 11)
Menurut John Burch dan Garry Grudnitski dalam Jogiyanto (1989 :12-13),
sistem informasi terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi
menjadi satu kesatuan untuk mencapai sasarannya yang disebut blok bangunan
(building block). Komponen-komponen tersebut adalah blok masukkan (Input
block), blok model ( Model block), blok keluaran (Output block), blok teknologi
(Technology block), dan blok kendali (Controls block).
2.1.4 Kualitas Informasi
Robert N. Anthony dan John Dearden (1980 : 125) menyebut keadaan dari
sistem dalam hubungannya dengan keberakhiran dengan istilah entropy.
Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy yang
disebut dengan negative entropy atau negentropy. Jika negentropy dapat
dihindari maka hal tersebut menjadikan informasi dapat didefinisikan sebagai
kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti
bagi yang menerimanya.
Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan
dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi (Jogiyanto H,
1989 :11). Perlu diingat bahwa informasi yang diolah menjadi suatu sistem
Misalkan sistem informasi pergudangan. Sistem ini digunakan tidak hanya oleh
petugas gudang, tetapi bisa juga oleh akuntan untuk pencatatan persediaan
barang.
Menurut Jogiyanto (1989: 10), suatu informasi juga akan berkualitas
apabila tergantung pada tiga hal yaitu:
a. Akurat yaitu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias
atau menyesatkan. Akurat juga berarti harus jelas menerangkan maksudnya,
bebas dari gangguan agar tidak merubah isi pesan bila sampai pada
penerima informasi.
b. Tepat waktu yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh
terlambat. Informasi yang terlambat akan tidak mempunyai nilai informatif
lagi, mengingat informasi juga dapat dijadikan bahan untuk mengambil
keputusan.
c. Relevan yaitu informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.
Arti relevan dalam hal ini adalah bila informasi tepat sasaran pada yang
membutuhkan. Misalnya informasi tentang suatu harga pokok produksi, ini
akan tepat bila yang menerima adalah seorang akuntan.
2.2. Database, DBMS dan Konsep Pengembangannya
Database sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :
1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi
sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan
2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan bersama, sedemikian
rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tak perlu untuk memenuhi
berbagai kebutuhan.
3. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media
penyimpan elektronis.
Menurut Atre (1980) database dapat didefinisikan sebagai berikut:
“Sebuah database adalah sekumpulan data yang berelasi dalam suatu enterprise/perusahaan untuk berbagai pengguna”.
Definisi lain diberikan oleh Senn (1989) sebagai berikut:
“Database adalah kumpulan yang terintegrasi pada penyimpanan data dalam berbagai type record dan dalam berbagai cara pengaksesan dengan bermacam aplikasi.”
Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa database akan selalu
terkait dengan integrasi dari sekumpulan data dalam media penyimpanan yang
dapat dimanfaatkan oleh berbagai pengguna (user).
2.2.1. Database Management System (DBMS)
Sebuah sistem memerlukan file-file data di dalam database yang dapat
menyediakan berbagai tampilan untuk berbagai pengguna. Pengolahan database
secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung tetapi ditangani oleh
sebuah perangkat lunak yang khusus. Perangkat lunak inilah yang disebut dengan
Database Management System (DBMS) yang akan menentukan bagaimana data
diorganisasi, disimpan, diubah, dan ditampilkan kembali, sesuai dengan apa yang
didefinisikan oleh F.Korth (1986) yaitu:
2.2.2. Sistem Pengembangan dalam Lingkungan Database
Structured Analysis and Design Technique(SADT) merupakan metodologi
dalam pengembangan sistem terstruktur yang dikembangkan oleh D.T. Ross. Sebagai
metodologi yang terstruktur SADT juga menganut konsep dekomposisi, yaitu
menggambarkan terlebih dulu sistem secara utuh (whole system) sebagai tingkat
tertinggi (top level) dan memecah-mecah secara rinci. SADT memandang suatu sistem
terdiri dari dua hal, yaitu benda (objek, dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan
yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer). Sedangkan dua tipe diagram yang
digunakan dalam paket SADT adalah diagram kegiatan (activity diagram) yang
disebut dengan actigrams dan diagram data (data diagram) yang disebut dengan data
diagrams
Bila mengikuti gagasan yang disampaikan oleh Atre (1980) tentang
perancangan database, maka suatu pengembangan database akan dimulai dengan
melihat pandangan pengguna akhir (end user) dalam organisasi. Atre menyebutkan
aktivitas ini sebagai conceptual requirement. Mengapa demikian, hal ini disebabkan
pengguna terakhir adalah pembuat keputusan yang akan menggunakan isi informasi
yang akan diakses dari database.
Dalam mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan penguna untuk tahapan
desain dapat mengikut tahap-tahap yang diperlihatkan pada gambar 2.1. Adapun
A. Conceptual Design
Maksud dari Conceptual Design adalah untuk merepresentasikan kebutuhan
informal aplikasi ke dalam suatu bentuk formal dengan deskripsi yang lengkap.
Alat bantu yang lazim dipakai adalah Entity Relationship Diagram (E-R
Diagram). Produk dari tahapan ini adalah Model Data Konseptual (Conseptual
Data Model)
B. Logical Design
Tahapan ini menerjemahkan skema konseptual yang telah didefinisikan pada
tahap pertama ke dalam data yang diadopsi dari sistem manajemen basis data
tertentu. Produk dari tahap ini yaitu model data logika. Teknik yang sering
dipakai pada tahap ini adalah normalisasi database. Produk ini adalah suatu
skema logika yang berkaitan erat dengan model data logika (Logical Data Model)
C. Physical Design
Dalam tahap akhir ini skema logika (Logical Schema) telah selesai, begitu pula
dengan detail pengimplementasiannya (organisasi file dan index) pada sebuah
sistem manajemen basis data tertentu. Produk yang terakhir dalam tahapan ini
adalah skema fisik (Physical Schema) yang berhubungan dengan model data fisik
(Physical Data Model). Model ini bergantung pada sistem manajemen database
Gambar 2.1 Tahap Perancangan Database
2.2.3. Nilai Informasi dan Siklus Pengembangan Sistem Informasi
2.2.3.1. Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu
manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila
manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Lebih
lanjut sebagian besar informasi tidak dapat persis ditaksir keuntungannya dengan
suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Pengukuran nilai
Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak
sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk
menghasilkan informasi. Penerima kemudian menerima informasi tersebut,
membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan
suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan
ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya
membentuk suatu siklus informasi atau siklus pengolahan data.
2.2.3.2. Siklus Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem (system development) dapat berarti menyusun suatu
sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau
memperbaiki sistem yang telah ada. Dalam pengembangannya melewati tahapan
mulai dari sistem direncanakan, diterapkan, dioperasikan dan pada akhirnya
dilakukan pemeliharaan. Tahap-tahap pengembangan sistem ini biasa disebut
dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle,
(SDLC)). Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem menurut Kendall
(1992) adalah sebagai berikut :
A. Mengidentifikasi masalah.
Pada fase ini, sistem dianalisis untuk dapat mengetahui masalah dan
kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi
B. Menentukan Kebutuhan Sistem.
Hasil akhir dari tahap pertama adalah masalah yang terdapat pada sistem.
masalah yang dihadapi. Untuk itu seorang sistem analis perlu mengetahui secara
detail tentang:
1. Siapa (who) yang terlibat atau berinteraksi langsung dengan sistem
2. Apa (What) kegiatan bisnis yang dijalankan.
3. Di mana (Where) sistem diterapkan.
4. Kapan (When) sistem dijalankan.
5. Bagaimana (How) prosedur dijalankan.
C. Menganalisa Kebutuhan Sistem.
Dalam tahap ini, sistem analis menyiapkan proposal, dan membuat rekomendasi
untuk merevisi sistem berdasarkan kesimpulan yang diperoleh.
D. Mendesain Sistem yang direkomendasikan.
Pada tahap ini, masalah dan solusinya telah didefinisi. Oleh karena itu sistem
baru harus digambarkan secara logika. Selain itu yang juga perlu dirancang
adalah output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat lunak dan
perangkat keras yang mendukung sistem informasi.
E. Pengembangan dan Dokumentasi Perangkat Lunak.
Pada tahap pengembangan selanjutnya, perangkat lunak yang mendukung
sistem informasi dibangun dengan mengikuti rancangan yang telah dibuat
sebelumnya. Selama tahap ini sistem analis harus selalu berkomunikasi dengan
pemakai, agar dapat menyiapkan dokumentasi yang baik. Dokumentasi perlu
karena menjelaskan bagaimana menjalankan perangkat lunak dan apa yang
F. Pengujian dan Perawatan Sistem.
Sebelum sistem digunakan, haruslah terlebih dahulu melewati tahap pengujian
dengan melibatkan pemakai (user) dan sistem analis untuk melakukan
pengujian secara keseluruhan. Beberapa pengujian diselesaikan oleh
programmer menyangkut pengujian perangkat lunak secara moduler.
G. Penerapan dan Evaluasi Sistem .
Tahap terakhir yaitu implementasi sistem. Hal lain yang harus dikerjakan adalah
pelatihan bagi pemakai sistem (user). Selama sistem baru dioperasikan sistem
tersebut harus tetap dipantau dan dinilai, apakah berjalan terus atau ada
ketidakberesan. Bila terdapat maka proses diulang mulai dari langkah awal.
Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas
merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi.
Gambar 2.2 Siklus Pengembangan Sistem
2.2.4. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem
Dalam setiap pengembangan sistem dibutuhkan alat bantu desain yang
digunakan untuk membantu analisa dan perancangan sistem yang akan
dikembangkan. Alat bantu isi biasanya berbentuk diagram atau grafik
a. Hierachy plus Input-Proses-Output (HIPO) Diagram
Diagram HIPO adalah alat pendokumentasian program, khususnya sebagai alat
dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem. Diagram pada
gambar 2.3 menunjukkan hubungan dari fungsi-fungsi pada sistem secara
berjenjang.
Gambar 2.3 HIPO Diagram
b. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi
untuk menggambarkan arus dari data secara logika tanpa mempertimbangkan
lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau akan disimpan. DFD
merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang
terstruktur (structure analysis and design). Beberapa simbol yang digunakan
dalam DFD :
1. External Entity (kesatuan luar)
Kesatuan luar merupakan kesatuan di luar lingkungan sistem yang dapat
berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang akan memberikan input
atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar disimbolkan sebagai
berikut :
2. Data flow (arus data)
Arus data dalam DFD diberi simbol suatu panah, yang dapat mengalir dari
data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari suatu sistem. Arus
data biasanya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Arus data
disimbolkan sebagai berikut :
3. Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin
atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk
dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Notasi proses dalam DFD
adalah sebagai berikut :
4. Data store (simpanan data)
Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
ü Suatu file atau database di dalam sistem komputer.
ü Suatu arsip atau catatan manual.
ü Suatu tabel acuan manual.
ü Suatu agenda atau buku.
Simpanan data dalam DFD disimbolkan dengan sepasang garis horisontal
paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.
c. Entity Relationship Diagram (E-R Diagram)
Hubungan antar entiti (Entity Ralationship modelling) merupakan salah satu
implementasi pendekatan dari atas ke bawah yang paling umum digunakan. Hal
ini dilakukan untuk merancang tabel, hubungan antar tabel, mengidentifikasikan,
primary key dan foreign key, dan aturannya, serta domain untuk database. Dalam
pemodelan ini, tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. memilih entiti-entiti yang akan disusun oleh database dan menentukan
hubungan antar entiti yang telah dipilih.
2. melengkapi atribut -atribut yang sesuai pada entiti dan hubungan, sehingga
diperoleh tabel normal yang penuh (tabel ternormalisasi).
Sama dengan alat yang lain pada diagram E-R yang kita sebut kemudian,
diagram ini memiliki simbol-simbol antara lain:
Dalam diagram E-R dikenal adanya derajat hubungan (relationship) antara
entiti yang menyatakan jumlah anggota entiti yang terlibat dalam ikatan atau
relasi yang terjadi. Derajat hubungan tersebut antara lain :
a. Relasi one to one (1:1)
Relasi ini terjadi bila tiap anggota entiti A hanya boleh berpasangan dengan
tepat satu anggota entiti B. Hubungan 1:1 mencakup juga relasi 1:0 dan 0:1
b. Relasi one to many (1:m)
Relasi ini terjadi bila tiap anggota entiti A berpasangan lebih dari satu
anggota entiti B. hubungan one to many mencakup relasi 1:1, 0:1, 1:1
c. Relasi many to many (m : m)
Relasi ini terjadi bila tiap anggota entiti A boleh berpasangan dengan lebih
dari satu anggota entiti B, begitu juga sebaliknya tiap anggota B boleh
berpasangan dengan lebih dari satu anggota entiti A. Relasi ini mencakup
1:m, 1:1, 1:0, 0:1
2.3. Sistem Client-Server
Sistem client-server ini ditujukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan
yang terdapat pada sistem tersentralisasi (baik sentralisasi pada aplikasi dan database
maupun sentralisasi hanya pada database). Kelemahan pada sistem tersentralisasi
aplikasi dan database adalah berat beban di server yang harus menangani semua
proses. Hal ini bisa diatasi dengan membagi beban tersebut menjadi dua bagian yaitu
client (yang menjalankan aplikasi) dan server (yang menjalankan DBMS yang
sistem yang tersentralisasi adalah, padatnya lalu lintas data antara Server dan
workstation dapat diatasi dengan mekanisme transfer data yang lebih efisien.
Dalam Sistem client-server, client berisi aplikasi dan bertanggung jawab
untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna termasuk di dalamnya
logika prosedur yang berkomunikasi dengan server. Pada server yang berisi DBMS
dan database bertanggung jawab terhadap manajemen data, keamanan, dan
penanganan kesalahan. Kelemahan yang dimiliki model ini adalah kurang
skalabilitas. Skalabilitas adalah seberapa baik suatu aplikasi bisa menangani
kebutuhan yang meningkat misalnya, penambahan sejumlah pengguna akan
menyebabkan server tetap berat karena dalam model client-server proses tetap lebih
berat ke server dibandingkan sisi client semakin berat beban server bekerja. Pada
sistem client-server terdapat dua macam implementasi yaitu:
2.3.1. Arsitektur 2-Tier
Arsitektur 2-Tier ini lebih sederhana, dapat diterapkan pada sebuah LAN, dimana
fungsi client (untuk menangani sebagian besar proses pengolahan data seperti,
perhitungan, perulangan, pembandingan, dan lain-lain) dan fungsi workstation
(untuk menangani interaksi dengan pemakai, menerima data masukan, dan
menampilkan hasil pengolahan) disatukan. Setiap interaksi antara pemakai dan
database ditangani oleh dua lapisan fungsi (client dan server). Adanya pemilahan
fungsi client dan fungsi server, disamping meningkatkan kompleksitas tersendiri
dalam pembangunan aplikasi sistem secara tersendiri dalam pembangunan aplikasi
pemasangan aplikasi (deployment) yang tidak praktis. Jika terjadi perubahan
aplikasi database, maka harus mengulangi pekerjaan instalasi di semua mesin client
yang digunakan. Konfigurasi arsitektur 2-Tier dapat dilihat pada gambar 2. 5
dibawah ini :
Gambar 2.5 Arsitektur 2 -Tier untuk client-server sederhana
2.3.2. Arsitektur 3-Tier
Model 3-Tier dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan model client-server.
Untuk mengatasi keterbatasan pada model ini proses disebar dalam tiga lapis
proses. Ketiga lapisan tersebut masing-masing memiliki fungsi sendiri sebagai
berikut:
§ Lapisan client sebagai layanan yang menangani semua interaksi pengguna
dengan aplikasi. Lapisan ini bertanggung jawab untuk semua input pengguna
dan komunikasi dengan lapisan layanan bisnis/menengah.
§ Lapisan bisnis/menengah, adalah layanan terhadap proses prosedur dan fungsi
yang terjadi dalam aplikasi, yaitu memproses data, dan mengolah transaksi.
Dalam sistem client-server proses tersebut terjadi pada client, namun untuk
arsitektur 3-Tier dipisahkan ke dalam lapisan tersendiri yaitu lapisan
§ Lapisan data tempat memproses sumber-sumber data yang memberi layanan
terhadap satu atau lebih layanan penyimpanan data. Lapisan ini menyediakan
data bagi lapisan layanan bisnis.
Dengan menggunakan arsitektur 3-Tier suatu aplikasi multiuser akan menjadi
lebih mudah untuk melakukan perawatan dan pengembangan baik dari aspek
perangkat lunak yaitu, penambahan prosedur atau fungsi aplikasi, dan aspek
perangkat keras yaitu, dengan penambahan jumlah client dalam jaringan.
Konfigurasi arsitektur 3-Tier dapat dilihat pada gambar 2.6 dibawah ini :
I D C
CISCOSYSTEMS
CISCOSYSTEMS
CISCOSYSTEMS
Gambar 2.6 Arsitektur 3 -Tier pada client-server
2.3.3. Keuntungan Menggunakan Database Terpusat
Adapun keuntungan dari penyimpanan dan pengaturan database terpusat
adalah sebagai berikut :
1. Dengan penyimpanan dan pengaturan data terpusat setiap user (client) akan
dapat mempunyai informasi yang sama satu sama lain.
2. Aturan bisnis dan keamanan data hanya perlu sekali saja untuk dilakukan pada
server yang akan mengikat semua client yang berhubungan dengannya.
3. Relasi database server dapat mengurangi jalur jaringan (network) karena hanya
4. Biaya pembelian hardware dapat dikurangi, karena komputer pada client tidak
diharuskan untuk mempunyai ruang penyimpanan yang besar untuk
menampung semua data dan juga untuk ruang aplikasi yang digunakan. Dan
server juga tidak diharuskan untuk mempunyai kemampuan untuk
menampilkan.
5. Maintenance/ Pemeliharaan seperti back-up data lebih mudah dilakukan karena
dapat difokuskan pada server
2.3.4. Keamanan Sistem
Terdapat tiga tingkatan keamanan sistem yang diterapkan dalam sistem yang
akan dibangun, yaitu :
1. Perizinan koneksi ke server yang ada
User yang akan menggunakan sistem ini harus merupakan user yang telah
terdaftar pada server yang digunakan. Seorang user tidak akan dapat
menggunakan sistem ini jika dia gagal untuk melakukan koneksi ke server yang
digunakan (hal ini berarti user belum terdaftar sebagai user yang dapat melakukan
akses ke dalam server)
2. Perizinan koneksi ke database
Setelah user berhasil melakukan koneksi ke server, user akan disaring lagi, ke
database mana dia telah dipetakan. Artinya meskipun user tersebut telah berhasil
melakukan koneksi ke server, namun jika dia tidak mempunyai akses ke data base
3. Perizinan dalam mengakses database
Jika user telah berhasil koneksi ke server dan data base, maka user tersebut akan
dilihat lagi otoritasnya terhadap sebuah tabel. Apakah user bersangkutan
mempunyai izin untuk mengubah isi tabel atau hanya sebagai user yang hanya
dapat melihat data yang terdapat dalam tabel. Dengan kata lain, jika user tersebut
hanya bisa melihat data, maka dia tidak dapat menambah, menghapus, ataupun
mengedit data sebuah tabel.
2.4. Microsoft SQL Server 7.0.
Microsoft SQL Server adalah database engine client/server yang berbeda
dengan database komputer tunggal tradisional yang memakai sistem pemakaian
bersama-sama, misalnya Microsoft visual FoxPro (Inge,2003 :12). Selanjutnya
adalah, bahwa sistem database client/server memakai sejumlah proses server untuk
memanipulasi data, dan mengharuskan proses client berhubungan dengan proses
server menggunakan mekanisme IPC (inter-proces communication) local atau
remote, misalnya soket TCP/IP. Proses server adalah aplikasi server yang memproses
perintah-perintah SQL. Proses server juga menangani konkurensi dengan memakai
mekanisme locking yang lebih canggih dari sistrem file jaringan yang dipakai secara
bersama-sama. Server juga menangani serkuritas. Setelah proses server menjalankan
perintah-perintah, hasilnya akan dikirim kembali ke client melalui mekanisme IPC.
Dengan cara ini sistem client/server memberikan pengaksesan yang lebih baik pada
Microsoft SQL Server menggunakan bahasa standar yang meliputi
perintah-perintah untuk menyimpan, menerima, memelihara, dan mengatur akses-akses ke
database serta digunakan untuk memanipulasi dan menampilkan data RDBMS.
Microsoft SQL Server membuat programmer atau database administrator dapat
melakukan hal-hal sebagai berikut :
1. Memodifikasi struktur database.
2. Menggantikan setting sistem keamanan
3. Menambahkan wewenang user pada database atau tabel
4. Menampilkan informasi dari database
5. Mengubah isi dari database
6. Membuat keamanan data
7. Menangani proses transaksi di antara aplikasi
8. Mentransfer data antara lain database yang berbeda.
Bila database telah dibuat maka user dapat memiliki izin akses yang telah
diberikan. Hal ini membuat Microsoft SQL Server dapat menyimpan beberapa
database dan membatasi akses ke masing-masing database ke user tertentu saja.
Berikut ini komponen-komponen penting dari SQL :
1. Database: mengandung obyek-obyek yang digunakan untuk mewakili,
menyimpan, dan mengakses data.
2. Tabel: menyimpan record-record data dan hubungannya dengan tabel lain.
3. Database Diagram: secara grafis menampilkan obyek database, sehingga dapat
4. Indexs: file-file tambahan yang meningkatkan kecepatan akses dari record-record
tabel.
5. View: menyediakan cara melihat data yang berbeda di dalam satu atau lebih tabel.
6. Stored Procedure: program-program Transact-SQL yang disimpan di dalam
server yang menjalankan tugas-tugas yang telah ditemukan.
7. Trigger: sebuah jenis prosedur tersimpan khusus yang secara otomatis dijalankan
apabila operasi tertentu dilakukan dalam tabel.
8. Full-Text Indexes : indeks khusus yang membuat pencarian menjadi lebih mudah
di dalam kolom -kolom dengan tipe data Varchar dan teks.
2.4.1. Data Defination Language (DDL)
DDL merupakan bagian dari sistem manajemen database yang berfungsi untuk
mendefinisikan dan mengatur semua atribut dan propertis dari sebuah database
(Inge,2003 :58).. Dengan DDL dapat menentukan tata letak baris, definisi kolom,
kolom-kolom kunci, lokasi file, dan strategi penyimpanan. DDL juga dapat
mendefinisikan database, tabel, dan view.
Perintah Keterangan CREATE TABLE
Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel Menghapus table dari database
Menghapus indeks
Memberikan hak akses kepada user Menghapus hak akses kepada user
2.4.2.Data Manipulating Language (DML)
DML adalah bagian SQL yang digunakan untuk menampilkan, menambah,
mengubah, dan menghapus data dalam objek yang didefiniskan oleh DDL (Inge,2003
:60). Tabel berikut ini menampilkan beberapa perintah penting pada kategori ini :
Perintah Keterangan SELECT
Digunakan untuk memilih data dari tabel atau view Menyiapkan baris dari tabel
Menghapus baris dari tabel
Mengubah isi dari kolom pada table Menuliskan perubahan ke dalam disk
Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah COMMIT yang terakhir
Tabel 2.2 Perintah-perintah dalam DML
2.4.3. Tipe -Tipe Data
Pada MicrosoftSQL Server data yang tersimpan di dalam tabel bisa memiliki
beberapa tipe data dasar yang terbagi dalam beberapa kategori:
Perintah Keterangan Bit
Int Smallint Tinyint
Decimal atau Numeric Money
Integer dengan nilai 0 dan 1
Integer dengan nilai antara 2-1 sampai 231 215 sampai 215-1
Integer antara 255
Angka dengan akurasi tetap antara -1038-1 sampai 1038-1 Nilai data moneter -263 sampai 263-1
-214.748,3648 sampai 214.748, 3647 -1.79E+308 sampai 1.79E+308 -3.40E+38 sampai 3.4E+38
1 Januari 1753 sampai 31 Desember 9999 1 Januari 1900 sampai 6 juni 2079
Tabel 2.3 Tipe data dasar kategori integer
Perintah Keterangan
Cursor Timestamp Uniqeidentifier
Referansi ke krusor
Angka ekslusif yang dikenali oleh data base Pengenal global yang ekskllusif
Perintah Keterangan Char
Varchar Text
Field tetap dengan ukuran maksimal sebesar 8000 byte Field tetap dengan ukuran maksimal sebesar 8000 byte Variabel dengan ukuran hingga 231-1 byte
Tabel 2.5 Tipe data dasar kategori character
Perintah Keterangan Nchar
Nvarchar Ntext
Karakter Unicode dengan ukuran tetap hingga 4000 byte Karakter Unicode dengan ukuran bervariasi hingga 4000 byte Variabel dengan ukuran sampai 230-1 byte
Tabel 2.6 Tipe data dasar kategori unicode
Perintah Keterangan Binary
Varbinary Image
Ukuran tetap hingga 8000 byte Ukuran bervariasi hingga 8000 byte Ukuran bervariasi hingga 231-1 byte
Tabel 2.7 Tipe data dasar kategori binary
2.4.4. Ekspresi dan Operator
Ekspresi adalah kombinasi dari sejumlah identifier, nilai, dan operator yang
dapat dikerjakan oleh SQL sever untuk menghasilkan sebuah nilai (Inge, 2003 : 64).
Ekspresi dapat dipakai untuk mengakses dan mengubah data, juga dipakai pada satu
bagian yang dibaca (dalam sebuah query) atau sebagai syarat pencarian.
Operator dipakai untuk melakukan perhitungan, perbandingan, penggabungan,
atau pengisian nilai. Dalam SQL terdapat tujuh kategori operator yaitu :
Kategori Operator Keterangan
Perbandingan Membandingkan dua buah nilai atau ekspresi
Logis Mengetes kebenaran sebuah kondisi (syarat) dengan operator AND, OR, NOT, LIKE, ANY, ALL, atau IN. Aritmatika Melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, dan modulo (sisa pembagian)
Unari Melakukan operasi pada sebuah ekspresi bertipe numerik. Bitwise Mengubah operasi bilangan numerik menjadi sebuah
bilangan bulat dam melakukan aritmatika bitwise (0 dan 1). Penggabungan string Menggabungkan dua buah string menjadi sebuah string Penugasan
(assignment)
Memberikan sebuah nilai ke sebuah variabel atau memberikan sebuah alias pada sebuah hasil yang berupa sekumpulan kolom.
2.4.5 Fungsi
Fungsi membungkus sekumpulan perintah Transact-SQl untuk melakukan
sebuah tugas tertentu yaitu untuk memanggil fungsi lain. Terdapat dua jenis fungsi
yaitu :
- Fungsi Built-in. fungsi ini sudah didefiniskan oleh Microsoft SQL server dan
tidak dapat diubah. Fungsi hanya dipakai pada pernyatan Transact-SQL. Ada tiga
jenis fungs i built-in yaitu rowset, aggregate, dan scalar.
- Fungsi User-defined. Fungsi ini didefinisikan oleh user dengan perintah CREATE
FUNCTION.
2.5. Microsoft Visual Basic 6.0
Microsoft Visual basic adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk
membuat aplikasi windows yang berbasis grafis (Ario, 2000). Visual Basic
merupakan event-drivent programming (pemrograman kendali kejadian), artinya
program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa kejadian (event)
tertentu. Kejadian tersebut dapat berupa pemilihan menu, tombol yang diklik, dan
lain-lain. Ketika kejadian tersebut terdeteksi maka kode yang berhubungan dengan
event akan dijalankan. Struktur aplikasi (project) yang ada di Visual Basic 6.0 terdiri
dari :
1. Form-Windows/jendela untuk membuat user interface/tampilan.
2. Kontrol/Control - Tampilan berbasis grafis yang dimasukkan pada form untuk
membuat interaksi dengan pemakai (text box, label, scroll bar, tombol
3. Properti/Properties - Nilai/karakteristik yang dimiliki oleh sebuah objek VB.
Contoh: Name, Captions, Size, Color, Position dan text. VB menerapkan
properti default/standar. Anda dapat mengubah properti saat mendesain program
atau run time atau ketika program dijalankan.
4. Metode/Methods - Serangkaian perintah yang sudah tersedia pada suatu objek
yang dapat diminta untuk mengerjakan tugas khusus.
5. Prosedur Kejadian/Event Procedures - kode yang berhubungan dengan suatu
objek. Kode ini akan dieksekusi ketika ada respon dari pemakai berupa event
tertentu.
6. Prosedur Umum/General Procedures - Kode yang tak berhubungan dengan
suatu objek. Kode ini harus diminta oleh aplikasi.
7. Modul/Module - Kumpulan dari prosedur umum, deklarasi variabel dan
BAB III
ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM
3.1 Analisa Kebutuhan
Pemakai aplikasi ini digolongkan menjadi 3 (tiga) yaitu :
1. Siswa
Siswa yang dapat menggunakan aplikasi ini adalah siswa SMU Dominikus
Wonosari yang sudah melakukan registrasi di sistem informasi nilai ini. Siswa
mendaftarkan Nomor Induk Siswa (NIS), Nama, Alamat dan password yang
nantinya akan dipakai pada sistem ini.
2. Guru SMU Dominikus
Guru terlebih dahulu melakukan registrasi juga dengan mendaftarkan
Nomor Induk Pegawai (NIP), Nama, Alamat dan Password. Guru SMU
memberikan informasi akademik berupa nilai akademik setiap semester yang
dibutuhkan siswa kepada staff yang nantinya akan di inputkan staff ke dalam
database sistem. Selain itu guru juga mendapat laporan nilai siswa setiap kelas
kelas per mata pelajaran.
3. Staff
Staff dalam sistem ini adalah pihak yang diberi wewenang hanya untuk
menginputkan data nilai akademik siswa ke dalam database, mengatur dan
mengelola sistem informasi akademik ini. Dalam hal ini staff juga mempunyai
tugas untuk memelihara aplikasi ini seperti mengecek kondisi perangkat keras dan
3.2 Perancangan Sistem
3.2.1 Rancangan aplikasi
Sistem informasi akademik ini terdiri 3 bagian utama yaitu :
a) Penginputan data User
Di dalam sistem ini ada tiga entity yaitu siswa, guru dan staff. Sebelum
masuk ke sistim informasi akademik ini ketiga entity tersebut harus mengisi
password untuk mengetahui hak aksesnya dalam sistem ini.
b) Pemindahan data akademik
Data-data akademik siswa yang di kelola oleh staff tersimpan dalam
Microsoft SQL Server. Semua form database yang dibuat pada program ini
menggunakan komponen ActiveX Data Object Data Control (ADODC) yaitu
membuat database dengan cara meghubungkan data bound control dengan data
provider.
c) Database
Dalam sistem informasi ini menggunakan database Micosoft SQL Server 7.0.
Masukan(input) data akademik siswa, data guru dan data staff di simpan dalam database
ini.
Spesifikasi perangkat keras yang dibutukan untuk menjalankan sistem informasi
akademik ini, yaitu :
Seperangkat komputer dengan spesifikasi :
- Processor kelas Celeron 1 ,7G atau lebih
- Harddisk 40 GB 7200rpm
- VGA 64MB
- CD-RW
Sedangkan untuk perangkat lunak, spesifikasi yang di butuhkan untuk
menjalanka n sistem informasi akademik ini, yaitu :
- Sistem Operasi Windows XP
- Microsoft Visual Basic 6.0 Enterprise Edition.
- Microsoft SQL Server 7.0
3.2.2 Tabel Proses
Entitas Proses Keterangan
Siswa Dapat Nilai Memperoleh nilai mata pelajaran.
Input : NIS
Output: Nilai Mata pelajaran
Tambah Siswa Menginputkan data pribadi
Input : NIS,Nama,Kelas,alamat,Password
Output : Konfirmasi
Staff Tambah Staff Menginputkan data pribadi ke dalam database.
Input :Kd_Staff,Nama,Alamat,Password
Output: Konfirmasi
Tambah Nilai Menginputkan nilai ke dalam database.
Input
:Kd_Nilai,NIS,Nilai,Semester,Tahun,Kd_MP.
Guru Tambah Data Guru Menginputkan data pribadi Guru
Input : NIP, Nama, Alamat, Password
Output : Konfirmasi
Tambah Data
Guru Mengajar
Menginputkan data mengajar
Input : Kd_MP,NIP
Output: Konfirmasi
Tabel 3.1. Input dan Output pemakai aplikasi
3.3 Diagram Arus Data (DAD)
DAD digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan dibuat ataupun
dikembangkan. Diagram ini tidak meneka nkan pada bagaimana sistem ini
diterapkan melainkan hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem tanpa
mempertimbangkan lingkungan fisik data dalam sistem mengalir (misalnya melalui
3.3.1 Diagram konteks
Diagram konteks menggambarkan proses yang mewaliki proses dari
seluruh sistem dan menghubungkan input dan output antara sistem dan kesatuan
luar yang berhubungan dengan sistem.
0
Gambar 3.1. Diagram konteks
Dari diagram di atas terlihat bahwa sistem memiliki tiga kesatuan luar yang
3.3.2 Diagram berjenjang
Diagram berjenjang merupakan tahap untuk mempersiapkan penggambaran DAD,
dalam diagram ini terlihat keseluruhan dalam proses sistem. Diagram berjenjang untuk
sistem informasi nilai di SMU Dominikus dapat dilihat pada gambar berikut ini.
0
3.3.3 Diagram level 0
Gambar 3.3. Diagram arus data level 0
3.3.4 Diagram Arus Data level 1, proses 1
1
3.3.5 Diagram Arus Data level 1, proses 2
Gambar 3.5. Diagram arus data level 1, proses 2
3.3.6 Diagram Arus Data level 1, proses 3
3
3.3.7 Diagram keseluruhan
3.3.8 E-R DIAGRAM
E-R diagram dibuat dengan tujuan untuk menggambarkan hubungan antar
entitas yang digunakan sistem secara keseluruhan.
3.3.8 Relasi Antar Tabel
Tabel-tabel yang dibuat dalam pengembangan sistem informasi akademik ini
yaitu :
1. Tabel SISWA
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data registrasi siswa.
Nama Field Tipe
PK NIS Varchar (6)
Nama Varchar (30)
Alamat Varchar (130)
Password Varchar (20)
Tabel 3.2 Struktur Tabel SISWA
2. Tabel STAFF
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data Staff.
Nama Field Tipe
PK Kd_Staff Varchar (6)
Nama Varchar (30)
Alamat Varchar (130)
Password Varchar (20)
Tabel 3.3 Struktur Tabel STAFF
3. Tabel GURU
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data Guru
Nama Field Tipe
PK NIP Varchar (10)
Nama Varchar (30)
Alamat Varchar (140)
Password Varchar (20)
4. Tabel MENGAJAR
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data mengajar guru.
Nama Field Tipe
PK Kd_MP Varchar (5)
NIP Varchar (12)
Tabel 3.5 Struktur Tabel MENGAJAR
5. Tabel MATA PELAJARAN
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data mata pelajaran siswa.
Nama Field Tipe
PK Kd_MP Varchar (5)
Nama_MP Varchar (10)
Tabel 3.6 Struktur tabel MATA PELAJARAN
6. Tabel NILAI
Tabel ini digunakan untuk menyimpan data nilai mata pelajaran siswa tiap semester.
Nama Field Tipe
PK Kd_Nilai Varchar (5)
NIS Varchar (6)
Nilai Varchar (3)
Semester Varchar (3)
Kd_MP Varchar (5)
3.5 Input Design
3.5 .1 Input Design untuk User
Input- input yang ada pada user antara lain :
1. Input untuk Siswa
Di dalam desain input siswa ini. NIS, Nama dan Alamat menggunakan text box
yaitu isian teks yang harus di inputkan siswa secara benar. Inputan kelas menggunakan
Combo Box untuk memudahkan siswa bisa memasukan pilihan melalui daftar atau
menuliskannya.
2. Input untuk Guru.
Di dalam desain input guru ini. NIP, Nama, Alamat dan Password menggunakan
text box yaitu isian teks yang harus di inputkan oleh guru secara benar.
3. Input untuk Staff
Di dalam desain input Staff ini Kode Staff, Nama, Alamat dan password
menggunakan text box yaitu isian teks yang harus di inputkan oleh Staff secara benar.
3.5 .2 Output Design untuk User
Output - Output yang ada pada user antara lain :
1. Output Siswa
Desain output Data Siswa seperti dibawah ini. Siswa harus mengisi data output
sistem seperti NIS, Nama, kelas, Alamat dan password secara benar setelah itu pilih
tombol close untuk keluar dari sistem.
2. Output Guru.
Desain output Guru seperti dibawah ini. Guru harus mengisi data output sistem
berupa teks seperti NIP, Nama, Alamat dan password secara benar setelah itu pilih
tombol close untuk keluar dari sistem.
Selain itu Guru juga mengisikan menu mengajar yaitu nama guru dan
nama matapelajaran yang di ampunya secara lengkap dan benar. Dalam desain output
ini nama guru dan nama matapelajaran sudah menggunakan combo box untuk
memudahkan piha k guru bisa memasukkan pilihan melalui daftar atau menuliskannya
langsung.
3. Output Staff
Desain output Staff seperti dibawah ini. Satff harus mengisi data output
teks dalam sistem seperti Kode Staff, Nama, Alamat dan password secara benar setelah
itu pilih tombol close untuk keluar dari sistem ini.
Staff juga mendapat form output nilai untuk memasukkan nilai dari siswa. Dalam
form output ini, staff harus menginputkan kelas, matapelajaran, nilai siswa dan semester.
Untuk menambah nilai siswa lain, staff memilih tombol tambah nilai.
3.5.3 User interface Design
1. Halaman Utama
Dalam tampilan menu utama sistem informasi nilai ini terdapat menu File untuk
exit, menu Siswa untuk menginpukan data siswa, menu Guru untuk menginputkan data
guru, menu Staff untuk menginpukan data staff, menu Matapelajaran untuk
menginputkan data guru menga jar, menu Nilai untuk menginputkan nilai siswa dan menu
Laporan untuk mengetahui laporan data guru, laporan data siswa dan laporan nilai siswa.
2. Data Mata pelajaran
Menu tampilan data matapelajaran digunakan untuk menginputkan kode
matapelajaran dan nama matapelajaran guru di sekolah tersebut. Menu ini di isi oleh
masing-masing guru bidang studi. Pilih menu close untuk keluar dari sistem ini.
BAB IV
IMPLEMENTASI SISTEM
Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai beberapa perancangan yang
digunakan didalam penyusunan “Sistem Informasi Akademik di SMU Dominikus”, dan
dalam bab ini akan dijelaskan mengenai implementasi dari sistem yang telah dirancang
tersebut diatas.
4.1 Aplikasi yang Digunakan
Aplikasi yang digunakan untuk pengimplementasian atau pengkodean dan
membuat tabel, form, laporan dan va lidasi pada Sistem Informasi Akademik di SMU
Dominikus ini adalah :
a. Microsoft Visual Basic 6.0.
Microsoft Visual Basic 6.0. adalah aplikasi pemrograman yang dipakai untuk
pengkodean sebagian besar oyek sistem informasi seperti obyek, form, dan report.
b. Microsoft SQL Server
Microsoft SQLServer 7.0 merupakan aplikasi program database server.
c. Data Report
Data Report merupakan program khusus untuk membuat laporan yang terpisah
4.2 Arsiktektur Koneksi antara Aplikasi dengan Bas isdata
Semua form database yang dibuat pada program ini menggunakan komponen
ActiveX Data Object Data Control (ADODC) yaitu membuat database dengan cara
meghubungkan data bound control dengan data provider.
4.3 Membuat Antarmuka (Interface)
Antarmuka atau interface adalah sarana komunikasi antar sistem dengan user.
Antarmuka yang ada dalam sistem ini adalah menu dan form yang masing-masing
mempunyai kegunaan yang berbeda. Secara umum anatar muka yang ada pada sistem ini
4.4. Tampilan Menu Data Siswa
Dalam tampilan menu data siswa ini digunakan untuk menginputkan data-data
siswa yaitu NIS, Nama,Alamat, dan Password. Tombol tambah data untuk menginputkan
data pribadi siswa yang baru.
4.5. Tampilan Menu Edit Data Siswa
Dalam tampilan menu edit data siswa ini digunakan untuk mengedit kesalahan
data saat memasukan data siswa. Pengeditan data siswa tergantung pada kesalahannya
saja, misalnya hanya salah pada inputan nama. Setelah itu tekan OK untuk proses sistem.
4.6 . Tampilan Menu Data Guru
Dalam tampilan menu data guru ini digunakan untuk menginputkan data-data
guru yaitu NIP, Nama,Alamat, dan Password. Tombol tambah data untuk menginputkan
data pribadi guru yang baru.
4.7. Tampilan Menu Data Edit Guru
Dalam tampilan menu edit data guru ini digunakan untuk mengedit kesalahan data
saat menginputkan data guru. Pengeditan data siswa tergantung pada kesalahannya saja,
misalnya hanya salah pada inputan nama. Setelah itu tekan OK untuk proses sistem.
4.8 . Tampilan Menu Data Staff
Dalam tampilan menu data guru ini digunakan untuk menginputkan data-data
staff yaitu Kode staff, Nama, Alamat, dan Password. Tombol tambah data untuk
menginputkan data pribadi staff yang baru.
4.9. Tampilan Menu Data Edit Staff
Dalam Tampilan menu edit data Staff ini digunakan untuk mengedit kesalahan
data saat menginputkan data staff. Pengeditan data siswa tergantung pada kesalahannya
saja, misalnya hanya salah pada satu inputan saja. Setelah itu tekan OK untuk proses
sistem.
4.10. Tampilan Menu Data Mata pelajaran
Dalam tampilan menu data matapelajaran ini digunakan untuk menginputkan
data-data matapelajaran yaitu Kode matapelajaran dan nama matapelajaran. Tombol
tambah data untuk menginputkan data data matapelajaran yang baru.
4.11. Tampilan Menu Data Edit Data Matapelajaran
Dalam tampilan menu edit data matapelajaran ini digunakan untuk mengedit
kesalahan data saat menginputkan data matapelajaran. Pengeditan data siswa tergantung
pada kesalahannya saja, misalnya hanya salah pada inputan nama matapelajaran. Setelah
itu tekan OK untuk proses sistem.
4.12. Tampilan Menu Data mengajar
Dalam tampilan menu data mengajar ini digunakan untuk menginputkan data-data
guru mengajar yaitu nama guru dan nama matapelajaran. Tombol tambah data untuk
menginputkan data mengajar yang baru. Pengeditan data siswa tergantung pada
kesalahannya saja. Setelah itu tekan OK untuk proses sis tem.
4.13. Tampilan Menu Data Edit Data Mengajar
Dalam tampilan menu edit data mengajar ini digunakan untuk mengedit kesalahan
data saat menginputkan data guru mengajar.
4.14. Tampilan Menu Laporan Data Guru
Form laporan ini digunakan untuk melihat daftar data guru mengajar di
sekolah SMU Dominikus. Data yang ada dalam laporan ini adalah NIP, Nama, Alamat
dan mata pelajaran.
4.15. Tampilan Menu Laporan Data Siswa per Kelas
Form ini digunakan untuk melihat laporan siswa per kelas di SMU
Dominikus Wonosari. Data output yang ada dalam laporan ini adalah NIS, nama dan
alamat siswa.
4.16. Tampilan Menu Laporan Nilai Siswa
Untuk masuk ke dalam form ini siswa menginputkan NIS (Nomor Induk
Siswa). Form ini digunakan untuk melihat nilai pribadi siswa di SMU Dominikus
Wonosari. Data output yang ada dalam laporan ini adalah NIS, nama, alamat, kelas,
semester. Selain itu juga ada output mata pelajaran beserta nilai dari siswa tersebut.