• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDENT GRADEST INFORMATION SYSTEM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "STUDENT GRADEST INFORMATION SYSTEM"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Program Studi Teknik Informatika

./0

0

Oleh :

Yusup Lukman Purwono NIM : 995314059

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)

ii

Undergraduated Thesis

Presented as Partial Fulfillment of the Requirements For the Degree of sarjana Teknik

In Technical Informatics Study Programme

By :

Yusup Lukman Purwono 995314059

TECHNICAL INFORMATICS STUDY PROGRAMME

TECHNICAL FACULTY

SANATA DHARMA UNIVERSITY

YOGYAKARTA

(3)
(4)
(5)

v

Dengan kerendahan hati dan kejujuran.

Karya ini kupersembahkan kepada :

v My Jesust Chir st .

(6)

vi

“Doa dan berusaha adalah senjata paling ampuh orang beriman”

“Aku bisa, Dia bisa, Mereka bisa, Kaupun pasti juga bisa”

(

Inspirasiku)

(7)
(8)

viii

Sistem informasi merupakan suatu ke satuan atau komponen penting yang harus di miliki oleh suatu sekolah. Salah satunya adalah sistem informasi nilai yaitu suatu sistem yang dapat mengolah data nilai siswa. Selama ini data nilai siswa hanya bisa di lihat dalam rapor saja. Siswa merasa kesulitan untuk mengetahui data nilai pada semester sebelumnya kare na harus menunggu pembagian rapor pada akhir semester.

Di dalam penelitian ini di coba untuk membuat sistem informasi nilai siswa di SMU Dominikus Wonosari. Tujuan pembuatan sistem ini untuk memudahkan siswa mengetahui laporan data-data nilai mata pelajara nnya tiap semester. Sistem ini mampu mengolah data nilai siswa, mampu mengolah data guru dan staff. Selain itu sistem ini dapat membuat laporan tentang data nilai siswa, laporan data guru mengajar, laporan data siswa dan laporan data nilai siswa tiap semester. Untuk mengoptimalkan sistem tersebut penulis menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan Microsoft SQL Server 7.0 untuk penyimpanan databasenya.

(9)

ix

Information system is a unity or the important component should be had by a school institution. One of grades of information system is a system that process data of student grade. During this time, student grades could only be seen in achievement report. The students feel difficult to know about the grade data in former semester because they should wait until the achievement report period in the last semester.

In current research, it tried to make information system of student’s grade in Dominikus Senior High School Wonosari. The purpose of producing such system is to facilitate the students in understanding the report of grades data of each lesson in every semester. This system could produces the achievement report about the data of student’s grade , report of instructor teacher, report of student’s data and report of grade data of students in every semester. To optimize this system the author used programming language Microsoft Visual Basic 6.0 and Microsoft SQL Server 7.0 to saving the database.

(10)

x

Puji syukur kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan kasih karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan be rjudul ”Siste m Informasi Nilai” studi kasus pada SMU Dominikus Wonosari Yogyakarta .

Penulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh Gelar Sarjana Teknik Program Studi Teknik Informatika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dengan terselesaikannya penulisan skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan baik berupa masukan ataupun saran. Ucapan terima kasih ditujukan kepada: 1. Bapak Ir. Greg. Heliarko S.J., S.S., B.S.T ., M.A., M.Sc. selaku Dekan

Fakultas Te knik Universitas Sanata Dharma.

2. Ibu A.M. Polina, S.Kom., M.Sc selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika yang telah memberikan dukungan, bantuan dan dorongan kepada penulis selama mengikuti proses perkuliahan sampai dengan penyelesaian skripsi ini 3. A. Rita Widiarti, S.Si., M.Kom, selaku dosen pembimbing I, terima kasih atas

kebaikkan dan saran-sarannya selama ini.

4. Cosmas Bramono, S.T. selaku dosen pembimbing II, terima kasih banyak. 5. Seluruh Dosen Fakultas Teknik yang telah memberikan teori, membagikan

(11)

xi

telah membantu mempersiapkan kebutuhan selama studi.

7. Ibu Dra. L. Dwi Haryati selaku Kepala SMU Dominikus Wonosari beserta guru dan staff , terima kasih.

8. Bapak Anton Sudarsa, B.A. dan Ibu Ag. Tutiyati, AMa.Pd., adik-adikku Lusiana Vita Purwaningsih, S.E. dan Gregorius Adnan Purnama yang telah memberikan dorongan baik moril, materiil maupun spiritual yang tak terhingga. Terima kasih.

9. Mbak “Riri/Murthie ” yang selama ini telah memberikan kasih, nasehat, dukungan serta semangat. Terima kasih. (ASYGBK!!!!).

10. Teman-teman Teknik Informatika ’99 : Ige (Thanks for all), Rini, Retno, Ari “Kentang”, Pepeng, Iwan, Destya, Teguh, Wisnu ”Janggut” , Krisna “Sronggot”, serta Wantok, Emi, Rian dan Anar (temen seperjuangan di masa-masa akhir studi), serta anak TI’99 yang lain..

11. Sahabat karibku Deni , A.md, S.E., M.M., Farid, S.H., M.M, Etik “Cha”, S.E., Nana, Adelia, Titik, Iwan pedan, S.si, Agung “BF”, Riston simbolon, Krisna “kost” dan Mr “Thoms” terima kasih banyak.

12. Semua pihak yang juga banyak membantu, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

(12)

xii

sekalian khusus nya para mahasiswa Teknik Informatika, dan dapat menambah wawasan para pembaca sekalian.

Yogyakarta, 26 Januari 2007

(13)

xiii

HALAMAN JUDUL ………. i

HALAMAN PERSETUJUAN ……… ii

HALAMAN PENGESAHAN ……… iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ……….. iv

MOTTO ………... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ……….. vi

INTISARI ………... vii

ABSTRACT ……… viii

KATA PENGANTAR ……….. ix

DAFTAR ISI ……….. xii

DAFTAR GAMBAR ………. xvi

DAFTAR TABEL ……….. xviii

BAB I P ENDAHULUAN ..……… 1

1.1 Latar Belakang ………..……… 1

1.2 Batasan Masalah ………..……… 2

1.3 Rumusan Masalah …..……….. 2

1.4 Tujuan dan Manfaat …. ………..………...……….. 3

1.5 Metodologi Penelitian ……… 3

1.6 Sistematika Penulisan ………... 4

BAB II LANDASAN TEORI ……… 6

(14)

xiv

2.2.4 Alat dan Teknik Pengembangan Sistem ………. 16

2.3 Sistem Client/Server ………. 20

2.3.1 Arsitektur 2-Tier.………. ……… 21

2.3.2 Arsitekture 3-Tier.. ……….. 22

2.3.3 Keuntungan Menggunakan Database Terpusat ……… 23

(15)

xv

(16)
(17)

xvii

2.1 Tahap Perancangan Database ……… 13

2.2 Siklus Pengembangan Sistem ……… 16

2.3 HIPO dia gram ……… 17

2.4 Contoh E -R diagram ………. 19

2.5 Arsitektur 2-Tier untuk client-server sederhana ……… 22

2.6 Arsitektur 3-Tier pada client-server ….……….……… 23

3.1 Diagram kontek …… ...………... 36

3.2 Diagram berjenjang ………..………. 37

3.3 Diagram arus data level 0 ….………... 38

3.4 Diagram arus data level 1, proses 1 ………. 38

3.5 Diagram arus data level 1, proses 2 .……… 39

3.6 Diagram arus data level 1, proses 3 .……… 39

3.7 Diagram keseluruhan …..……… 40

3.8 Diagram E-R ……...………. 41

3.9 Relasi antar tabel ………. 42

3.10. Input untuk Siswa ………...………... 45

3.11. Input untuk Guru ……….... 46

3.12 Input untuk Staff ..……….. 47

3.13 Output untuk Data S iswa ..……….. 48

3.14 Output untuk Data Guru ……… 49

(18)

xviii

3.17 Output untuk N ilai Siswa ………. 52

3.18 Form Utama Sistem Informasi N ilai ……….. 53

3.19 Form Data Mata pelajaran ……….…….. 54

4.1. Tampilan output data siswa ………. 57

4.2 Tampilan output edit data siswa ……...………. 58

4.3. Tampilan output data Guru ..………. 59

4.4. Tampilan output edit data Guru ……..………..……. 60

4.5. Tampilan output data staff ………... 61

4.6. Tampilan output edit data staff ………. 62

4.7. Tampilan output data matapelajaran ………...…... 63

4.8. Tampilan output edit data matapelajaran ……… 64

4.9. Tampilan output data mengajar …...………...………… 65

4.10. Tampilan output edit data mengajar ………...………… 66

4.11. Tampilan laporan data guru ..……..………...………… 67

4.12. Tampilan laporan data siswa …. ……..…..………...………… 68

(19)

xix

2.1 Perintah-perintah dalam DDL ……… 27

2.2 Perintah-perintah dalam DML ……… 28

2.3 Tipe data dasar kategori integer ……… 28

2.4 Tipe data dasar kategori special ……… 28

2.5 Tipe data dasar kategori character ……… 29

2.6 Tipe data dasar kategori unicode ……… 29

2.7 Tipe data dasar kategori binary ……… 29

2.8 Kategori operator ……… 29

3.1 Tabel Input dan Output pemakai aplikasi ..……….. 34

3.2 Struktur Tabel SISWA ……….. 42

3.3 Struktur Tabel STAFF ……….. 43

3.4 Struktur Tabel GURU …….……… 43

3.5 Struktur Tabel MENGAJAR ……….. 44

3.6 Struktur Tabel MATAPELAJARAN ……… 44

(20)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kebutuhan akan informasi yang disajikan secara cepat, lengkap, dan tepat sudah

menjadi keharusan yang mempengaruhi tingkat efisiensi dan efektivitas kerja di semua

bidang pekerjaan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengembangan sebuah sistem

informasi yang terencana dengan baik akan memberikan kontribusi yang sangat besar

dalam peningkatan kerja pada suatu proses.

Dalam proses pengembangannya, suatu perencanaan yang sistematis dan penggunaan

metodologi Structured Analisys and Design Technique (SADT) dapat dijadikan dasar

untuk mendesain suatu sistem yang sesuai dengan kebutuhan pengolahan dan

pengelolaan informasi. Apalagi penggunaan informasi saat ini tidak hanya terbatas pada

penggunaan biasa untuk tujuan operasional saja tetapi juga pada tujuan strategis untuk

pengambilan keputusan yang penting. Hal ini disebabkan karena pengelolaan informasi

tidak hanya mencakup kemudahan akses informasi tetapi juga distribusi informasi yang

efisien dan efektif.

Salah satu institusi yang sangat memanfaatkan akses informasi adalah institusi

pendidikan. Informasi yang ada di sekolah berupa informasi tentang siswa, guru, dan

karyawan. Sekolah Menengah Umum juga merupakan bagian dari institusi pendidikan

yang penting. SMU Dominikus Wonosari merupakan salah satunya. Di sekolah ini,

segala bentuk informasi yang berkaitan dengan siswa, terutama nilai masih diolah secara

(21)

menggunakan komputer sebab komputer hanya digunakan untuk mengetik. Siswa sangat

sulit mendapatkan informasi nilai rapor tiap semester jika sewaktu-waktu ingin

mengetahuinya. Rapor hanya di bagikan ke siswa saat akhir semester atau saat kenaikan

kelas dan harus di kembalikan lagi ke pihak sekolah pada saat awal masuk sekolah lagi.

Permasalahan di atas mendorong peneliti untuk mengambil hal tersebut sebagai topik

penelitian. Sebagai bahan penelitian dan pengambilan data, peneliti melakukan studi

kasus yang dilakukan di SMU Dominikus Wonosari dengan harapan hasil penelitian ini

dapat dimanfaatkan oleh pihak yang bersangkutan.

1.2 Batasan Masalah

Dalam pembuatan aplikasi ini akan dibatasi pada:

1. Sistem ini untuk siswa, guru dan pihak staff SMU Dominikus.

2. Informasi yang diberikan hanya hasil nilai mata pelajaran siswa tiap semester

yang ada di rapor.

1.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana cara membangun aplikasi sistem informasi untuk memberikan nilai

(22)

1.4 Tujuan dan Manfaat

Diharapkan dari sistim aplikasi ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Membantu siswa dalam pengaksesan informasi nilai mata pelajaran tiap semester

secara cepat.

1.5 Metodologi Penelitian

Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan beberapa metode untuk

memperoleh informasi dan data yang diinginkan, yaitu :

1. Requirement : Pengumpulan kebutuhan untuk memahami permasalahan–

permasalahan yang terdapat pada sistem informasi akademik saat ini. Teknik yang

dipakai antara lain :

- Teknik Wawancara

Kegiatan yang dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan–

pertanyaan terhadap masalah yang sedang diteliti kepada pihak-pihak yang

terkait secara langsung dengan permasalahan yang sedang diteliti. Mereka

antara lain guru, staff/ pegawai dan siswa SMU Dominikus Wonosari.

- Studi Lapangan (Observasi).

Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melihat dan terjun langsung ke

tempat penelitian untuk mengatahui cara pengelolaan informasi akademik

(23)

- Kepustakaan ( Studi literatur)

Di dasari dengan teori-teori yang di peroleh di bangku perkuliahan serta

sumber - sumber data lain yang mempunyai hubungan erat dengan laporan

ini. Seperti mempelajari contoh program dalam Microsoft Visual Basic 6.0

maupun Microsoft SQL Server 7.0.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang dipakai adalah sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini menjelaskan tentang latar belakang pembuatan skripsi yang berkaitan

dengan judul yang ditulis, batasan masalah, tujuan pembuatan perangkat lunak, manfaat

yang bisa diperoleh dari perangkat lunak yang dibuat, metodologi penulisan dan

sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini secara khusus menjelaskan berbagai teori, antara lain meliputi pengertian

sistem informasi, database dan pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 Enterprise

Edition dengan database Microsoft SQL Server Versi 7.0.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Pada bab ini dijelaskan mengenai gambaran umum rancangan perangkat lunak

yang akan dibuat serta kelengkapannya.

BAB IV IMPLEMENTASI

(24)

BAB V ANALISIS IMPLEMENTASI

Pada bab ini dijelaskan mengenai analisa hasil perangkat lunak yang di buat yaitu

kelebihan dan kekurangan serta analisa manfaat dari sistem yang ada.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan dan saran yang didapat dalam proses

(25)

BAB II

LANDASAN TEORI

2. Sistem Informasi

2.1. Pengertian Sistem

Sampai pada saat ini definisi mengenai sistem masih beragam, tergantung

dari sudut mana sistem dipandang. Beberapa pengertian mengenai sistem antara

lain :

“suatu sistem adalah jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu” (Jerry FiztGerald, dkk, 1981).

Pengertian di atas merupakan pendefinisian menurut sudut pandang

prosedurnya. Lain dengan definisi yang diberikan oleh Jogiyanto, yang melihat

definisi sistem dari sudut pandang pada komponen atau elemen. Definisi

tersebut adalah sebagai berikut :

“ Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.

Terdapat pula definisi lain yang menyebutkan :

“Sebuah sistem adalah himpunan atau variabel yang terorganisasi saling berinteraksi, saling bergantung satu sama lain dan terpadu.”(Lukas,1987)

“ Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berelasi dan prosedur-prosedur yang saling bekerja sama untuk melakukan tugas tertentu”(Fouri dan Goia, 1986)

dan masih banyak lagi definisi-definisi lain yang ditekankan oleh para ahli,

(26)

2.1.2. Pengertian Informasi

Sama halnya dengan sistem, informasi juga memiliki pemahaman yang

berbeda-beda meskipun bermakna sama. Pemahaman mengenai informasi

antara lain diberikan dalam tiga definisi yang diambil dari tiga sumber yang

berbeda yaitu:

“Informasi sebagai data yang memiliki atribut dan diorganisasi sehingga memiliki arti (Ellzey,1991)”

“Informasi sebagai data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”. (Jogiyanto,1990)

“ Informasi adalah data yang diproses dan ditransformasikan sehingga mempunyai makna dan berguna”.(Donna S. Hussain dan K.M. Hussain, 1992)

2.1.3. Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi sangat beragam, salah satu contohnya adalah sistem

informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi merupakan salah satu contoh

bentuk sistem informasi yang terdapat pada suatu perusahaan. Sistem informasi

akuntansi merupakan suatu kesatuan atau komponen di dalam suatu organisasi

yang menyediakan informasi keuangan dan informasi yang didapatkan dari

transakasi data untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer yang digunakan

dalam pengendalian dan perencanaan sekarang dan operasi masa depan serta

pelaporan eksternal kepada pemegang saham, pemerintah dan piha k-pihak luar

lainnya.

Dalam uraian sistem dan informasi di atas diketahui bahwa informasi

sangatlah penting dalam suatu organisasi. Suatu informasi dapat diperoleh dari

(27)

Jogiyanto, menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sistem informasi

didefinisikan sebagai berikut :

“ Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. ” (Jogiyanto, 1989 : 11)

Menurut John Burch dan Garry Grudnitski dalam Jogiyanto (1989 :12-13),

sistem informasi terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi

menjadi satu kesatuan untuk mencapai sasarannya yang disebut blok bangunan

(building block). Komponen-komponen tersebut adalah blok masukkan (Input

block), blok model ( Model block), blok keluaran (Output block), blok teknologi

(Technology block), dan blok kendali (Controls block).

2.1.4 Kualitas Informasi

Robert N. Anthony dan John Dearden (1980 : 125) menyebut keadaan dari

sistem dalam hubungannya dengan keberakhiran dengan istilah entropy.

Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy yang

disebut dengan negative entropy atau negentropy. Jika negentropy dapat

dihindari maka hal tersebut menjadikan informasi dapat didefinisikan sebagai

kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti

bagi yang menerimanya.

Informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan

dengan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi (Jogiyanto H,

1989 :11). Perlu diingat bahwa informasi yang diolah menjadi suatu sistem

(28)

Misalkan sistem informasi pergudangan. Sistem ini digunakan tidak hanya oleh

petugas gudang, tetapi bisa juga oleh akuntan untuk pencatatan persediaan

barang.

Menurut Jogiyanto (1989: 10), suatu informasi juga akan berkualitas

apabila tergantung pada tiga hal yaitu:

a. Akurat yaitu informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias

atau menyesatkan. Akurat juga berarti harus jelas menerangkan maksudnya,

bebas dari gangguan agar tidak merubah isi pesan bila sampai pada

penerima informasi.

b. Tepat waktu yaitu informasi yang datang pada penerima tidak boleh

terlambat. Informasi yang terlambat akan tidak mempunyai nilai informatif

lagi, mengingat informasi juga dapat dijadikan bahan untuk mengambil

keputusan.

c. Relevan yaitu informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

Arti relevan dalam hal ini adalah bila informasi tepat sasaran pada yang

membutuhkan. Misalnya informasi tentang suatu harga pokok produksi, ini

akan tepat bila yang menerima adalah seorang akuntan.

2.2. Database, DBMS dan Konsep Pengembangannya

Database sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti :

1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi

sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan

(29)

2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan bersama, sedemikian

rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tak perlu untuk memenuhi

berbagai kebutuhan.

3. Kumpulan file/table/arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media

penyimpan elektronis.

Menurut Atre (1980) database dapat didefinisikan sebagai berikut:

“Sebuah database adalah sekumpulan data yang berelasi dalam suatu enterprise/perusahaan untuk berbagai pengguna”.

Definisi lain diberikan oleh Senn (1989) sebagai berikut:

Database adalah kumpulan yang terintegrasi pada penyimpanan data dalam berbagai type record dan dalam berbagai cara pengaksesan dengan bermacam aplikasi.”

Dari definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa database akan selalu

terkait dengan integrasi dari sekumpulan data dalam media penyimpanan yang

dapat dimanfaatkan oleh berbagai pengguna (user).

2.2.1. Database Management System (DBMS)

Sebuah sistem memerlukan file-file data di dalam database yang dapat

menyediakan berbagai tampilan untuk berbagai pengguna. Pengolahan database

secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung tetapi ditangani oleh

sebuah perangkat lunak yang khusus. Perangkat lunak inilah yang disebut dengan

Database Management System (DBMS) yang akan menentukan bagaimana data

diorganisasi, disimpan, diubah, dan ditampilkan kembali, sesuai dengan apa yang

didefinisikan oleh F.Korth (1986) yaitu:

(30)

2.2.2. Sistem Pengembangan dalam Lingkungan Database

Structured Analysis and Design Technique(SADT) merupakan metodologi

dalam pengembangan sistem terstruktur yang dikembangkan oleh D.T. Ross. Sebagai

metodologi yang terstruktur SADT juga menganut konsep dekomposisi, yaitu

menggambarkan terlebih dulu sistem secara utuh (whole system) sebagai tingkat

tertinggi (top level) dan memecah-mecah secara rinci. SADT memandang suatu sistem

terdiri dari dua hal, yaitu benda (objek, dokumen atau data) dan kejadian (kegiatan

yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer). Sedangkan dua tipe diagram yang

digunakan dalam paket SADT adalah diagram kegiatan (activity diagram) yang

disebut dengan actigrams dan diagram data (data diagram) yang disebut dengan data

diagrams

Bila mengikuti gagasan yang disampaikan oleh Atre (1980) tentang

perancangan database, maka suatu pengembangan database akan dimulai dengan

melihat pandangan pengguna akhir (end user) dalam organisasi. Atre menyebutkan

aktivitas ini sebagai conceptual requirement. Mengapa demikian, hal ini disebabkan

pengguna terakhir adalah pembuat keputusan yang akan menggunakan isi informasi

yang akan diakses dari database.

Dalam mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan penguna untuk tahapan

desain dapat mengikut tahap-tahap yang diperlihatkan pada gambar 2.1. Adapun

(31)

A. Conceptual Design

Maksud dari Conceptual Design adalah untuk merepresentasikan kebutuhan

informal aplikasi ke dalam suatu bentuk formal dengan deskripsi yang lengkap.

Alat bantu yang lazim dipakai adalah Entity Relationship Diagram (E-R

Diagram). Produk dari tahapan ini adalah Model Data Konseptual (Conseptual

Data Model)

B. Logical Design

Tahapan ini menerjemahkan skema konseptual yang telah didefinisikan pada

tahap pertama ke dalam data yang diadopsi dari sistem manajemen basis data

tertentu. Produk dari tahap ini yaitu model data logika. Teknik yang sering

dipakai pada tahap ini adalah normalisasi database. Produk ini adalah suatu

skema logika yang berkaitan erat dengan model data logika (Logical Data Model)

C. Physical Design

Dalam tahap akhir ini skema logika (Logical Schema) telah selesai, begitu pula

dengan detail pengimplementasiannya (organisasi file dan index) pada sebuah

sistem manajemen basis data tertentu. Produk yang terakhir dalam tahapan ini

adalah skema fisik (Physical Schema) yang berhubungan dengan model data fisik

(Physical Data Model). Model ini bergantung pada sistem manajemen database

(32)

Gambar 2.1 Tahap Perancangan Database

2.2.3. Nilai Informasi dan Siklus Pengembangan Sistem Informasi

2.2.3.1. Nilai Informasi

Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu

manfaat dan biaya untuk mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila

manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Lebih

lanjut sebagian besar informasi tidak dapat persis ditaksir keuntungannya dengan

suatu nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektifitasnya. Pengukuran nilai

(33)

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak

sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk

menghasilkan informasi. Penerima kemudian menerima informasi tersebut,

membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan

suatu tindakan yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan

ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya

membentuk suatu siklus informasi atau siklus pengolahan data.

2.2.3.2. Siklus Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem (system development) dapat berarti menyusun suatu

sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau

memperbaiki sistem yang telah ada. Dalam pengembangannya melewati tahapan

mulai dari sistem direncanakan, diterapkan, dioperasikan dan pada akhirnya

dilakukan pemeliharaan. Tahap-tahap pengembangan sistem ini biasa disebut

dengan Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle,

(SDLC)). Secara konseptual siklus pengembangan sebuah sistem menurut Kendall

(1992) adalah sebagai berikut :

A. Mengidentifikasi masalah.

Pada fase ini, sistem dianalisis untuk dapat mengetahui masalah dan

kemungkinan solusinya untuk sistem informasi dan proses organisasi

B. Menentukan Kebutuhan Sistem.

Hasil akhir dari tahap pertama adalah masalah yang terdapat pada sistem.

(34)

masalah yang dihadapi. Untuk itu seorang sistem analis perlu mengetahui secara

detail tentang:

1. Siapa (who) yang terlibat atau berinteraksi langsung dengan sistem

2. Apa (What) kegiatan bisnis yang dijalankan.

3. Di mana (Where) sistem diterapkan.

4. Kapan (When) sistem dijalankan.

5. Bagaimana (How) prosedur dijalankan.

C. Menganalisa Kebutuhan Sistem.

Dalam tahap ini, sistem analis menyiapkan proposal, dan membuat rekomendasi

untuk merevisi sistem berdasarkan kesimpulan yang diperoleh.

D. Mendesain Sistem yang direkomendasikan.

Pada tahap ini, masalah dan solusinya telah didefinisi. Oleh karena itu sistem

baru harus digambarkan secara logika. Selain itu yang juga perlu dirancang

adalah output, input, struktur file, program, prosedur, perangkat lunak dan

perangkat keras yang mendukung sistem informasi.

E. Pengembangan dan Dokumentasi Perangkat Lunak.

Pada tahap pengembangan selanjutnya, perangkat lunak yang mendukung

sistem informasi dibangun dengan mengikuti rancangan yang telah dibuat

sebelumnya. Selama tahap ini sistem analis harus selalu berkomunikasi dengan

pemakai, agar dapat menyiapkan dokumentasi yang baik. Dokumentasi perlu

karena menjelaskan bagaimana menjalankan perangkat lunak dan apa yang

(35)

F. Pengujian dan Perawatan Sistem.

Sebelum sistem digunakan, haruslah terlebih dahulu melewati tahap pengujian

dengan melibatkan pemakai (user) dan sistem analis untuk melakukan

pengujian secara keseluruhan. Beberapa pengujian diselesaikan oleh

programmer menyangkut pengujian perangkat lunak secara moduler.

G. Penerapan dan Evaluasi Sistem .

Tahap terakhir yaitu implementasi sistem. Hal lain yang harus dikerjakan adalah

pelatihan bagi pemakai sistem (user). Selama sistem baru dioperasikan sistem

tersebut harus tetap dipantau dan dinilai, apakah berjalan terus atau ada

ketidakberesan. Bila terdapat maka proses diulang mulai dari langkah awal.

Siklus tersebut berlangsung secara berulang-ulang. Siklus di atas

merupakan model klasik dari pengembangan sistem informasi.

Gambar 2.2 Siklus Pengembangan Sistem

2.2.4. Alat dan Teknik Pengembangan Sistem

Dalam setiap pengembangan sistem dibutuhkan alat bantu desain yang

digunakan untuk membantu analisa dan perancangan sistem yang akan

dikembangkan. Alat bantu isi biasanya berbentuk diagram atau grafik

(36)

a. Hierachy plus Input-Proses-Output (HIPO) Diagram

Diagram HIPO adalah alat pendokumentasian program, khususnya sebagai alat

dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem. Diagram pada

gambar 2.3 menunjukkan hubungan dari fungsi-fungsi pada sistem secara

berjenjang.

Gambar 2.3 HIPO Diagram

b. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram yang menggunakan notasi-notasi

untuk menggambarkan arus dari data secara logika tanpa mempertimbangkan

lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau akan disimpan. DFD

merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang

terstruktur (structure analysis and design). Beberapa simbol yang digunakan

dalam DFD :

1. External Entity (kesatuan luar)

Kesatuan luar merupakan kesatuan di luar lingkungan sistem yang dapat

berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang akan memberikan input

atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar disimbolkan sebagai

berikut :

(37)

2. Data flow (arus data)

Arus data dalam DFD diberi simbol suatu panah, yang dapat mengalir dari

data yang berupa masukan untuk sistem atau hasil dari suatu sistem. Arus

data biasanya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Arus data

disimbolkan sebagai berikut :

3. Process (proses)

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin

atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk

dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Notasi proses dalam DFD

adalah sebagai berikut :

4. Data store (simpanan data)

Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:

ü Suatu file atau database di dalam sistem komputer.

ü Suatu arsip atau catatan manual.

ü Suatu tabel acuan manual.

ü Suatu agenda atau buku.

Simpanan data dalam DFD disimbolkan dengan sepasang garis horisontal

paralel yang tertutup di salah satu ujungnya.

(38)

c. Entity Relationship Diagram (E-R Diagram)

Hubungan antar entiti (Entity Ralationship modelling) merupakan salah satu

implementasi pendekatan dari atas ke bawah yang paling umum digunakan. Hal

ini dilakukan untuk merancang tabel, hubungan antar tabel, mengidentifikasikan,

primary key dan foreign key, dan aturannya, serta domain untuk database. Dalam

pemodelan ini, tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1. memilih entiti-entiti yang akan disusun oleh database dan menentukan

hubungan antar entiti yang telah dipilih.

2. melengkapi atribut -atribut yang sesuai pada entiti dan hubungan, sehingga

diperoleh tabel normal yang penuh (tabel ternormalisasi).

Sama dengan alat yang lain pada diagram E-R yang kita sebut kemudian,

diagram ini memiliki simbol-simbol antara lain:

(39)

Dalam diagram E-R dikenal adanya derajat hubungan (relationship) antara

entiti yang menyatakan jumlah anggota entiti yang terlibat dalam ikatan atau

relasi yang terjadi. Derajat hubungan tersebut antara lain :

a. Relasi one to one (1:1)

Relasi ini terjadi bila tiap anggota entiti A hanya boleh berpasangan dengan

tepat satu anggota entiti B. Hubungan 1:1 mencakup juga relasi 1:0 dan 0:1

b. Relasi one to many (1:m)

Relasi ini terjadi bila tiap anggota entiti A berpasangan lebih dari satu

anggota entiti B. hubungan one to many mencakup relasi 1:1, 0:1, 1:1

c. Relasi many to many (m : m)

Relasi ini terjadi bila tiap anggota entiti A boleh berpasangan dengan lebih

dari satu anggota entiti B, begitu juga sebaliknya tiap anggota B boleh

berpasangan dengan lebih dari satu anggota entiti A. Relasi ini mencakup

1:m, 1:1, 1:0, 0:1

2.3. Sistem Client-Server

Sistem client-server ini ditujukan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan

yang terdapat pada sistem tersentralisasi (baik sentralisasi pada aplikasi dan database

maupun sentralisasi hanya pada database). Kelemahan pada sistem tersentralisasi

aplikasi dan database adalah berat beban di server yang harus menangani semua

proses. Hal ini bisa diatasi dengan membagi beban tersebut menjadi dua bagian yaitu

client (yang menjalankan aplikasi) dan server (yang menjalankan DBMS yang

(40)

sistem yang tersentralisasi adalah, padatnya lalu lintas data antara Server dan

workstation dapat diatasi dengan mekanisme transfer data yang lebih efisien.

Dalam Sistem client-server, client berisi aplikasi dan bertanggung jawab

untuk bagian dari aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna termasuk di dalamnya

logika prosedur yang berkomunikasi dengan server. Pada server yang berisi DBMS

dan database bertanggung jawab terhadap manajemen data, keamanan, dan

penanganan kesalahan. Kelemahan yang dimiliki model ini adalah kurang

skalabilitas. Skalabilitas adalah seberapa baik suatu aplikasi bisa menangani

kebutuhan yang meningkat misalnya, penambahan sejumlah pengguna akan

menyebabkan server tetap berat karena dalam model client-server proses tetap lebih

berat ke server dibandingkan sisi client semakin berat beban server bekerja. Pada

sistem client-server terdapat dua macam implementasi yaitu:

2.3.1. Arsitektur 2-Tier

Arsitektur 2-Tier ini lebih sederhana, dapat diterapkan pada sebuah LAN, dimana

fungsi client (untuk menangani sebagian besar proses pengolahan data seperti,

perhitungan, perulangan, pembandingan, dan lain-lain) dan fungsi workstation

(untuk menangani interaksi dengan pemakai, menerima data masukan, dan

menampilkan hasil pengolahan) disatukan. Setiap interaksi antara pemakai dan

database ditangani oleh dua lapisan fungsi (client dan server). Adanya pemilahan

fungsi client dan fungsi server, disamping meningkatkan kompleksitas tersendiri

dalam pembangunan aplikasi sistem secara tersendiri dalam pembangunan aplikasi

(41)

pemasangan aplikasi (deployment) yang tidak praktis. Jika terjadi perubahan

aplikasi database, maka harus mengulangi pekerjaan instalasi di semua mesin client

yang digunakan. Konfigurasi arsitektur 2-Tier dapat dilihat pada gambar 2. 5

dibawah ini :

Gambar 2.5 Arsitektur 2 -Tier untuk client-server sederhana

2.3.2. Arsitektur 3-Tier

Model 3-Tier dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan model client-server.

Untuk mengatasi keterbatasan pada model ini proses disebar dalam tiga lapis

proses. Ketiga lapisan tersebut masing-masing memiliki fungsi sendiri sebagai

berikut:

§ Lapisan client sebagai layanan yang menangani semua interaksi pengguna

dengan aplikasi. Lapisan ini bertanggung jawab untuk semua input pengguna

dan komunikasi dengan lapisan layanan bisnis/menengah.

§ Lapisan bisnis/menengah, adalah layanan terhadap proses prosedur dan fungsi

yang terjadi dalam aplikasi, yaitu memproses data, dan mengolah transaksi.

Dalam sistem client-server proses tersebut terjadi pada client, namun untuk

arsitektur 3-Tier dipisahkan ke dalam lapisan tersendiri yaitu lapisan

(42)

§ Lapisan data tempat memproses sumber-sumber data yang memberi layanan

terhadap satu atau lebih layanan penyimpanan data. Lapisan ini menyediakan

data bagi lapisan layanan bisnis.

Dengan menggunakan arsitektur 3-Tier suatu aplikasi multiuser akan menjadi

lebih mudah untuk melakukan perawatan dan pengembangan baik dari aspek

perangkat lunak yaitu, penambahan prosedur atau fungsi aplikasi, dan aspek

perangkat keras yaitu, dengan penambahan jumlah client dalam jaringan.

Konfigurasi arsitektur 3-Tier dapat dilihat pada gambar 2.6 dibawah ini :

I D C

CISCOSYSTEMS

CISCOSYSTEMS

CISCOSYSTEMS

Gambar 2.6 Arsitektur 3 -Tier pada client-server

2.3.3. Keuntungan Menggunakan Database Terpusat

Adapun keuntungan dari penyimpanan dan pengaturan database terpusat

adalah sebagai berikut :

1. Dengan penyimpanan dan pengaturan data terpusat setiap user (client) akan

dapat mempunyai informasi yang sama satu sama lain.

2. Aturan bisnis dan keamanan data hanya perlu sekali saja untuk dilakukan pada

server yang akan mengikat semua client yang berhubungan dengannya.

3. Relasi database server dapat mengurangi jalur jaringan (network) karena hanya

(43)

4. Biaya pembelian hardware dapat dikurangi, karena komputer pada client tidak

diharuskan untuk mempunyai ruang penyimpanan yang besar untuk

menampung semua data dan juga untuk ruang aplikasi yang digunakan. Dan

server juga tidak diharuskan untuk mempunyai kemampuan untuk

menampilkan.

5. Maintenance/ Pemeliharaan seperti back-up data lebih mudah dilakukan karena

dapat difokuskan pada server

2.3.4. Keamanan Sistem

Terdapat tiga tingkatan keamanan sistem yang diterapkan dalam sistem yang

akan dibangun, yaitu :

1. Perizinan koneksi ke server yang ada

User yang akan menggunakan sistem ini harus merupakan user yang telah

terdaftar pada server yang digunakan. Seorang user tidak akan dapat

menggunakan sistem ini jika dia gagal untuk melakukan koneksi ke server yang

digunakan (hal ini berarti user belum terdaftar sebagai user yang dapat melakukan

akses ke dalam server)

2. Perizinan koneksi ke database

Setelah user berhasil melakukan koneksi ke server, user akan disaring lagi, ke

database mana dia telah dipetakan. Artinya meskipun user tersebut telah berhasil

melakukan koneksi ke server, namun jika dia tidak mempunyai akses ke data base

(44)

3. Perizinan dalam mengakses database

Jika user telah berhasil koneksi ke server dan data base, maka user tersebut akan

dilihat lagi otoritasnya terhadap sebuah tabel. Apakah user bersangkutan

mempunyai izin untuk mengubah isi tabel atau hanya sebagai user yang hanya

dapat melihat data yang terdapat dalam tabel. Dengan kata lain, jika user tersebut

hanya bisa melihat data, maka dia tidak dapat menambah, menghapus, ataupun

mengedit data sebuah tabel.

2.4. Microsoft SQL Server 7.0.

Microsoft SQL Server adalah database engine client/server yang berbeda

dengan database komputer tunggal tradisional yang memakai sistem pemakaian

bersama-sama, misalnya Microsoft visual FoxPro (Inge,2003 :12). Selanjutnya

adalah, bahwa sistem database client/server memakai sejumlah proses server untuk

memanipulasi data, dan mengharuskan proses client berhubungan dengan proses

server menggunakan mekanisme IPC (inter-proces communication) local atau

remote, misalnya soket TCP/IP. Proses server adalah aplikasi server yang memproses

perintah-perintah SQL. Proses server juga menangani konkurensi dengan memakai

mekanisme locking yang lebih canggih dari sistrem file jaringan yang dipakai secara

bersama-sama. Server juga menangani serkuritas. Setelah proses server menjalankan

perintah-perintah, hasilnya akan dikirim kembali ke client melalui mekanisme IPC.

Dengan cara ini sistem client/server memberikan pengaksesan yang lebih baik pada

(45)

Microsoft SQL Server menggunakan bahasa standar yang meliputi

perintah-perintah untuk menyimpan, menerima, memelihara, dan mengatur akses-akses ke

database serta digunakan untuk memanipulasi dan menampilkan data RDBMS.

Microsoft SQL Server membuat programmer atau database administrator dapat

melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Memodifikasi struktur database.

2. Menggantikan setting sistem keamanan

3. Menambahkan wewenang user pada database atau tabel

4. Menampilkan informasi dari database

5. Mengubah isi dari database

6. Membuat keamanan data

7. Menangani proses transaksi di antara aplikasi

8. Mentransfer data antara lain database yang berbeda.

Bila database telah dibuat maka user dapat memiliki izin akses yang telah

diberikan. Hal ini membuat Microsoft SQL Server dapat menyimpan beberapa

database dan membatasi akses ke masing-masing database ke user tertentu saja.

Berikut ini komponen-komponen penting dari SQL :

1. Database: mengandung obyek-obyek yang digunakan untuk mewakili,

menyimpan, dan mengakses data.

2. Tabel: menyimpan record-record data dan hubungannya dengan tabel lain.

3. Database Diagram: secara grafis menampilkan obyek database, sehingga dapat

(46)

4. Indexs: file-file tambahan yang meningkatkan kecepatan akses dari record-record

tabel.

5. View: menyediakan cara melihat data yang berbeda di dalam satu atau lebih tabel.

6. Stored Procedure: program-program Transact-SQL yang disimpan di dalam

server yang menjalankan tugas-tugas yang telah ditemukan.

7. Trigger: sebuah jenis prosedur tersimpan khusus yang secara otomatis dijalankan

apabila operasi tertentu dilakukan dalam tabel.

8. Full-Text Indexes : indeks khusus yang membuat pencarian menjadi lebih mudah

di dalam kolom -kolom dengan tipe data Varchar dan teks.

2.4.1. Data Defination Language (DDL)

DDL merupakan bagian dari sistem manajemen database yang berfungsi untuk

mendefinisikan dan mengatur semua atribut dan propertis dari sebuah database

(Inge,2003 :58).. Dengan DDL dapat menentukan tata letak baris, definisi kolom,

kolom-kolom kunci, lokasi file, dan strategi penyimpanan. DDL juga dapat

mendefinisikan database, tabel, dan view.

Perintah Keterangan CREATE TABLE

Mengubah atau menyisipkan kolom ke dalam tabel Menghapus table dari database

Menghapus indeks

Memberikan hak akses kepada user Menghapus hak akses kepada user

(47)

2.4.2.Data Manipulating Language (DML)

DML adalah bagian SQL yang digunakan untuk menampilkan, menambah,

mengubah, dan menghapus data dalam objek yang didefiniskan oleh DDL (Inge,2003

:60). Tabel berikut ini menampilkan beberapa perintah penting pada kategori ini :

Perintah Keterangan SELECT

Digunakan untuk memilih data dari tabel atau view Menyiapkan baris dari tabel

Menghapus baris dari tabel

Mengubah isi dari kolom pada table Menuliskan perubahan ke dalam disk

Membatalkan perubahan yang dilakukan setelah perintah COMMIT yang terakhir

Tabel 2.2 Perintah-perintah dalam DML

2.4.3. Tipe -Tipe Data

Pada MicrosoftSQL Server data yang tersimpan di dalam tabel bisa memiliki

beberapa tipe data dasar yang terbagi dalam beberapa kategori:

Perintah Keterangan Bit

Int Smallint Tinyint

Decimal atau Numeric Money

Integer dengan nilai 0 dan 1

Integer dengan nilai antara 2-1 sampai 231 215 sampai 215-1

Integer antara 255

Angka dengan akurasi tetap antara -1038-1 sampai 1038-1 Nilai data moneter -263 sampai 263-1

-214.748,3648 sampai 214.748, 3647 -1.79E+308 sampai 1.79E+308 -3.40E+38 sampai 3.4E+38

1 Januari 1753 sampai 31 Desember 9999 1 Januari 1900 sampai 6 juni 2079

Tabel 2.3 Tipe data dasar kategori integer

Perintah Keterangan

Cursor Timestamp Uniqeidentifier

Referansi ke krusor

Angka ekslusif yang dikenali oleh data base Pengenal global yang ekskllusif

(48)

Perintah Keterangan Char

Varchar Text

Field tetap dengan ukuran maksimal sebesar 8000 byte Field tetap dengan ukuran maksimal sebesar 8000 byte Variabel dengan ukuran hingga 231-1 byte

Tabel 2.5 Tipe data dasar kategori character

Perintah Keterangan Nchar

Nvarchar Ntext

Karakter Unicode dengan ukuran tetap hingga 4000 byte Karakter Unicode dengan ukuran bervariasi hingga 4000 byte Variabel dengan ukuran sampai 230-1 byte

Tabel 2.6 Tipe data dasar kategori unicode

Perintah Keterangan Binary

Varbinary Image

Ukuran tetap hingga 8000 byte Ukuran bervariasi hingga 8000 byte Ukuran bervariasi hingga 231-1 byte

Tabel 2.7 Tipe data dasar kategori binary

2.4.4. Ekspresi dan Operator

Ekspresi adalah kombinasi dari sejumlah identifier, nilai, dan operator yang

dapat dikerjakan oleh SQL sever untuk menghasilkan sebuah nilai (Inge, 2003 : 64).

Ekspresi dapat dipakai untuk mengakses dan mengubah data, juga dipakai pada satu

bagian yang dibaca (dalam sebuah query) atau sebagai syarat pencarian.

Operator dipakai untuk melakukan perhitungan, perbandingan, penggabungan,

atau pengisian nilai. Dalam SQL terdapat tujuh kategori operator yaitu :

Kategori Operator Keterangan

Perbandingan Membandingkan dua buah nilai atau ekspresi

Logis Mengetes kebenaran sebuah kondisi (syarat) dengan operator AND, OR, NOT, LIKE, ANY, ALL, atau IN. Aritmatika Melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian,

pembagian, dan modulo (sisa pembagian)

Unari Melakukan operasi pada sebuah ekspresi bertipe numerik. Bitwise Mengubah operasi bilangan numerik menjadi sebuah

bilangan bulat dam melakukan aritmatika bitwise (0 dan 1). Penggabungan string Menggabungkan dua buah string menjadi sebuah string Penugasan

(assignment)

Memberikan sebuah nilai ke sebuah variabel atau memberikan sebuah alias pada sebuah hasil yang berupa sekumpulan kolom.

(49)

2.4.5 Fungsi

Fungsi membungkus sekumpulan perintah Transact-SQl untuk melakukan

sebuah tugas tertentu yaitu untuk memanggil fungsi lain. Terdapat dua jenis fungsi

yaitu :

- Fungsi Built-in. fungsi ini sudah didefiniskan oleh Microsoft SQL server dan

tidak dapat diubah. Fungsi hanya dipakai pada pernyatan Transact-SQL. Ada tiga

jenis fungs i built-in yaitu rowset, aggregate, dan scalar.

- Fungsi User-defined. Fungsi ini didefinisikan oleh user dengan perintah CREATE

FUNCTION.

2.5. Microsoft Visual Basic 6.0

Microsoft Visual basic adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk

membuat aplikasi windows yang berbasis grafis (Ario, 2000). Visual Basic

merupakan event-drivent programming (pemrograman kendali kejadian), artinya

program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa kejadian (event)

tertentu. Kejadian tersebut dapat berupa pemilihan menu, tombol yang diklik, dan

lain-lain. Ketika kejadian tersebut terdeteksi maka kode yang berhubungan dengan

event akan dijalankan. Struktur aplikasi (project) yang ada di Visual Basic 6.0 terdiri

dari :

1. Form-Windows/jendela untuk membuat user interface/tampilan.

2. Kontrol/Control - Tampilan berbasis grafis yang dimasukkan pada form untuk

membuat interaksi dengan pemakai (text box, label, scroll bar, tombol

(50)

3. Properti/Properties - Nilai/karakteristik yang dimiliki oleh sebuah objek VB.

Contoh: Name, Captions, Size, Color, Position dan text. VB menerapkan

properti default/standar. Anda dapat mengubah properti saat mendesain program

atau run time atau ketika program dijalankan.

4. Metode/Methods - Serangkaian perintah yang sudah tersedia pada suatu objek

yang dapat diminta untuk mengerjakan tugas khusus.

5. Prosedur Kejadian/Event Procedures - kode yang berhubungan dengan suatu

objek. Kode ini akan dieksekusi ketika ada respon dari pemakai berupa event

tertentu.

6. Prosedur Umum/General Procedures - Kode yang tak berhubungan dengan

suatu objek. Kode ini harus diminta oleh aplikasi.

7. Modul/Module - Kumpulan dari prosedur umum, deklarasi variabel dan

(51)

BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

3.1 Analisa Kebutuhan

Pemakai aplikasi ini digolongkan menjadi 3 (tiga) yaitu :

1. Siswa

Siswa yang dapat menggunakan aplikasi ini adalah siswa SMU Dominikus

Wonosari yang sudah melakukan registrasi di sistem informasi nilai ini. Siswa

mendaftarkan Nomor Induk Siswa (NIS), Nama, Alamat dan password yang

nantinya akan dipakai pada sistem ini.

2. Guru SMU Dominikus

Guru terlebih dahulu melakukan registrasi juga dengan mendaftarkan

Nomor Induk Pegawai (NIP), Nama, Alamat dan Password. Guru SMU

memberikan informasi akademik berupa nilai akademik setiap semester yang

dibutuhkan siswa kepada staff yang nantinya akan di inputkan staff ke dalam

database sistem. Selain itu guru juga mendapat laporan nilai siswa setiap kelas

kelas per mata pelajaran.

3. Staff

Staff dalam sistem ini adalah pihak yang diberi wewenang hanya untuk

menginputkan data nilai akademik siswa ke dalam database, mengatur dan

mengelola sistem informasi akademik ini. Dalam hal ini staff juga mempunyai

tugas untuk memelihara aplikasi ini seperti mengecek kondisi perangkat keras dan

(52)

3.2 Perancangan Sistem

3.2.1 Rancangan aplikasi

Sistem informasi akademik ini terdiri 3 bagian utama yaitu :

a) Penginputan data User

Di dalam sistem ini ada tiga entity yaitu siswa, guru dan staff. Sebelum

masuk ke sistim informasi akademik ini ketiga entity tersebut harus mengisi

password untuk mengetahui hak aksesnya dalam sistem ini.

b) Pemindahan data akademik

Data-data akademik siswa yang di kelola oleh staff tersimpan dalam

Microsoft SQL Server. Semua form database yang dibuat pada program ini

menggunakan komponen ActiveX Data Object Data Control (ADODC) yaitu

membuat database dengan cara meghubungkan data bound control dengan data

provider.

c) Database

Dalam sistem informasi ini menggunakan database Micosoft SQL Server 7.0.

Masukan(input) data akademik siswa, data guru dan data staff di simpan dalam database

ini.

Spesifikasi perangkat keras yang dibutukan untuk menjalankan sistem informasi

akademik ini, yaitu :

Seperangkat komputer dengan spesifikasi :

- Processor kelas Celeron 1 ,7G atau lebih

- Harddisk 40 GB 7200rpm

(53)

- VGA 64MB

- CD-RW

Sedangkan untuk perangkat lunak, spesifikasi yang di butuhkan untuk

menjalanka n sistem informasi akademik ini, yaitu :

- Sistem Operasi Windows XP

- Microsoft Visual Basic 6.0 Enterprise Edition.

- Microsoft SQL Server 7.0

3.2.2 Tabel Proses

Entitas Proses Keterangan

Siswa Dapat Nilai Memperoleh nilai mata pelajaran.

Input : NIS

Output: Nilai Mata pelajaran

Tambah Siswa Menginputkan data pribadi

Input : NIS,Nama,Kelas,alamat,Password

Output : Konfirmasi

Staff Tambah Staff Menginputkan data pribadi ke dalam database.

Input :Kd_Staff,Nama,Alamat,Password

Output: Konfirmasi

Tambah Nilai Menginputkan nilai ke dalam database.

Input

:Kd_Nilai,NIS,Nilai,Semester,Tahun,Kd_MP.

(54)

Guru Tambah Data Guru Menginputkan data pribadi Guru

Input : NIP, Nama, Alamat, Password

Output : Konfirmasi

Tambah Data

Guru Mengajar

Menginputkan data mengajar

Input : Kd_MP,NIP

Output: Konfirmasi

Tabel 3.1. Input dan Output pemakai aplikasi

3.3 Diagram Arus Data (DAD)

DAD digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan dibuat ataupun

dikembangkan. Diagram ini tidak meneka nkan pada bagaimana sistem ini

diterapkan melainkan hanya pada logika dari kebutuhan-kebutuhan sistem tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik data dalam sistem mengalir (misalnya melalui

(55)

3.3.1 Diagram konteks

Diagram konteks menggambarkan proses yang mewaliki proses dari

seluruh sistem dan menghubungkan input dan output antara sistem dan kesatuan

luar yang berhubungan dengan sistem.

0

Gambar 3.1. Diagram konteks

Dari diagram di atas terlihat bahwa sistem memiliki tiga kesatuan luar yang

(56)

3.3.2 Diagram berjenjang

Diagram berjenjang merupakan tahap untuk mempersiapkan penggambaran DAD,

dalam diagram ini terlihat keseluruhan dalam proses sistem. Diagram berjenjang untuk

sistem informasi nilai di SMU Dominikus dapat dilihat pada gambar berikut ini.

0

(57)

3.3.3 Diagram level 0

Gambar 3.3. Diagram arus data level 0

3.3.4 Diagram Arus Data level 1, proses 1

1

(58)

3.3.5 Diagram Arus Data level 1, proses 2

Gambar 3.5. Diagram arus data level 1, proses 2

3.3.6 Diagram Arus Data level 1, proses 3

3

(59)

3.3.7 Diagram keseluruhan

(60)

3.3.8 E-R DIAGRAM

E-R diagram dibuat dengan tujuan untuk menggambarkan hubungan antar

entitas yang digunakan sistem secara keseluruhan.

(61)

3.3.8 Relasi Antar Tabel

Tabel-tabel yang dibuat dalam pengembangan sistem informasi akademik ini

yaitu :

1. Tabel SISWA

Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data registrasi siswa.

Nama Field Tipe

PK NIS Varchar (6)

(62)

Nama Varchar (30)

Alamat Varchar (130)

Password Varchar (20)

Tabel 3.2 Struktur Tabel SISWA

2. Tabel STAFF

Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data Staff.

Nama Field Tipe

PK Kd_Staff Varchar (6)

Nama Varchar (30)

Alamat Varchar (130)

Password Varchar (20)

Tabel 3.3 Struktur Tabel STAFF

3. Tabel GURU

Tabel ini digunakan untuk menyimpan data-data Guru

Nama Field Tipe

PK NIP Varchar (10)

Nama Varchar (30)

Alamat Varchar (140)

Password Varchar (20)

(63)

4. Tabel MENGAJAR

Tabel ini digunakan untuk menyimpan data mengajar guru.

Nama Field Tipe

PK Kd_MP Varchar (5)

NIP Varchar (12)

Tabel 3.5 Struktur Tabel MENGAJAR

5. Tabel MATA PELAJARAN

Tabel ini digunakan untuk menyimpan data mata pelajaran siswa.

Nama Field Tipe

PK Kd_MP Varchar (5)

Nama_MP Varchar (10)

Tabel 3.6 Struktur tabel MATA PELAJARAN

6. Tabel NILAI

Tabel ini digunakan untuk menyimpan data nilai mata pelajaran siswa tiap semester.

Nama Field Tipe

PK Kd_Nilai Varchar (5)

NIS Varchar (6)

Nilai Varchar (3)

Semester Varchar (3)

Kd_MP Varchar (5)

(64)

3.5 Input Design

3.5 .1 Input Design untuk User

Input- input yang ada pada user antara lain :

1. Input untuk Siswa

Di dalam desain input siswa ini. NIS, Nama dan Alamat menggunakan text box

yaitu isian teks yang harus di inputkan siswa secara benar. Inputan kelas menggunakan

Combo Box untuk memudahkan siswa bisa memasukan pilihan melalui daftar atau

menuliskannya.

(65)

2. Input untuk Guru.

Di dalam desain input guru ini. NIP, Nama, Alamat dan Password menggunakan

text box yaitu isian teks yang harus di inputkan oleh guru secara benar.

(66)

3. Input untuk Staff

Di dalam desain input Staff ini Kode Staff, Nama, Alamat dan password

menggunakan text box yaitu isian teks yang harus di inputkan oleh Staff secara benar.

(67)

3.5 .2 Output Design untuk User

Output - Output yang ada pada user antara lain :

1. Output Siswa

Desain output Data Siswa seperti dibawah ini. Siswa harus mengisi data output

sistem seperti NIS, Nama, kelas, Alamat dan password secara benar setelah itu pilih

tombol close untuk keluar dari sistem.

(68)

2. Output Guru.

Desain output Guru seperti dibawah ini. Guru harus mengisi data output sistem

berupa teks seperti NIP, Nama, Alamat dan password secara benar setelah itu pilih

tombol close untuk keluar dari sistem.

(69)

Selain itu Guru juga mengisikan menu mengajar yaitu nama guru dan

nama matapelajaran yang di ampunya secara lengkap dan benar. Dalam desain output

ini nama guru dan nama matapelajaran sudah menggunakan combo box untuk

memudahkan piha k guru bisa memasukkan pilihan melalui daftar atau menuliskannya

langsung.

(70)

3. Output Staff

Desain output Staff seperti dibawah ini. Satff harus mengisi data output

teks dalam sistem seperti Kode Staff, Nama, Alamat dan password secara benar setelah

itu pilih tombol close untuk keluar dari sistem ini.

(71)

Staff juga mendapat form output nilai untuk memasukkan nilai dari siswa. Dalam

form output ini, staff harus menginputkan kelas, matapelajaran, nilai siswa dan semester.

Untuk menambah nilai siswa lain, staff memilih tombol tambah nilai.

(72)

3.5.3 User interface Design

1. Halaman Utama

Dalam tampilan menu utama sistem informasi nilai ini terdapat menu File untuk

exit, menu Siswa untuk menginpukan data siswa, menu Guru untuk menginputkan data

guru, menu Staff untuk menginpukan data staff, menu Matapelajaran untuk

menginputkan data guru menga jar, menu Nilai untuk menginputkan nilai siswa dan menu

Laporan untuk mengetahui laporan data guru, laporan data siswa dan laporan nilai siswa.

(73)

2. Data Mata pelajaran

Menu tampilan data matapelajaran digunakan untuk menginputkan kode

matapelajaran dan nama matapelajaran guru di sekolah tersebut. Menu ini di isi oleh

masing-masing guru bidang studi. Pilih menu close untuk keluar dari sistem ini.

(74)

BAB IV

IMPLEMENTASI SISTEM

Pada bab sebelumnya telah dijelaskan mengenai beberapa perancangan yang

digunakan didalam penyusunan “Sistem Informasi Akademik di SMU Dominikus”, dan

dalam bab ini akan dijelaskan mengenai implementasi dari sistem yang telah dirancang

tersebut diatas.

4.1 Aplikasi yang Digunakan

Aplikasi yang digunakan untuk pengimplementasian atau pengkodean dan

membuat tabel, form, laporan dan va lidasi pada Sistem Informasi Akademik di SMU

Dominikus ini adalah :

a. Microsoft Visual Basic 6.0.

Microsoft Visual Basic 6.0. adalah aplikasi pemrograman yang dipakai untuk

pengkodean sebagian besar oyek sistem informasi seperti obyek, form, dan report.

b. Microsoft SQL Server

Microsoft SQLServer 7.0 merupakan aplikasi program database server.

c. Data Report

Data Report merupakan program khusus untuk membuat laporan yang terpisah

(75)

4.2 Arsiktektur Koneksi antara Aplikasi dengan Bas isdata

Semua form database yang dibuat pada program ini menggunakan komponen

ActiveX Data Object Data Control (ADODC) yaitu membuat database dengan cara

meghubungkan data bound control dengan data provider.

4.3 Membuat Antarmuka (Interface)

Antarmuka atau interface adalah sarana komunikasi antar sistem dengan user.

Antarmuka yang ada dalam sistem ini adalah menu dan form yang masing-masing

mempunyai kegunaan yang berbeda. Secara umum anatar muka yang ada pada sistem ini

(76)

4.4. Tampilan Menu Data Siswa

Dalam tampilan menu data siswa ini digunakan untuk menginputkan data-data

siswa yaitu NIS, Nama,Alamat, dan Password. Tombol tambah data untuk menginputkan

data pribadi siswa yang baru.

(77)

4.5. Tampilan Menu Edit Data Siswa

Dalam tampilan menu edit data siswa ini digunakan untuk mengedit kesalahan

data saat memasukan data siswa. Pengeditan data siswa tergantung pada kesalahannya

saja, misalnya hanya salah pada inputan nama. Setelah itu tekan OK untuk proses sistem.

(78)

4.6 . Tampilan Menu Data Guru

Dalam tampilan menu data guru ini digunakan untuk menginputkan data-data

guru yaitu NIP, Nama,Alamat, dan Password. Tombol tambah data untuk menginputkan

data pribadi guru yang baru.

(79)

4.7. Tampilan Menu Data Edit Guru

Dalam tampilan menu edit data guru ini digunakan untuk mengedit kesalahan data

saat menginputkan data guru. Pengeditan data siswa tergantung pada kesalahannya saja,

misalnya hanya salah pada inputan nama. Setelah itu tekan OK untuk proses sistem.

(80)

4.8 . Tampilan Menu Data Staff

Dalam tampilan menu data guru ini digunakan untuk menginputkan data-data

staff yaitu Kode staff, Nama, Alamat, dan Password. Tombol tambah data untuk

menginputkan data pribadi staff yang baru.

(81)

4.9. Tampilan Menu Data Edit Staff

Dalam Tampilan menu edit data Staff ini digunakan untuk mengedit kesalahan

data saat menginputkan data staff. Pengeditan data siswa tergantung pada kesalahannya

saja, misalnya hanya salah pada satu inputan saja. Setelah itu tekan OK untuk proses

sistem.

(82)

4.10. Tampilan Menu Data Mata pelajaran

Dalam tampilan menu data matapelajaran ini digunakan untuk menginputkan

data-data matapelajaran yaitu Kode matapelajaran dan nama matapelajaran. Tombol

tambah data untuk menginputkan data data matapelajaran yang baru.

(83)

4.11. Tampilan Menu Data Edit Data Matapelajaran

Dalam tampilan menu edit data matapelajaran ini digunakan untuk mengedit

kesalahan data saat menginputkan data matapelajaran. Pengeditan data siswa tergantung

pada kesalahannya saja, misalnya hanya salah pada inputan nama matapelajaran. Setelah

itu tekan OK untuk proses sistem.

(84)

4.12. Tampilan Menu Data mengajar

Dalam tampilan menu data mengajar ini digunakan untuk menginputkan data-data

guru mengajar yaitu nama guru dan nama matapelajaran. Tombol tambah data untuk

menginputkan data mengajar yang baru. Pengeditan data siswa tergantung pada

kesalahannya saja. Setelah itu tekan OK untuk proses sis tem.

(85)

4.13. Tampilan Menu Data Edit Data Mengajar

Dalam tampilan menu edit data mengajar ini digunakan untuk mengedit kesalahan

data saat menginputkan data guru mengajar.

(86)

4.14. Tampilan Menu Laporan Data Guru

Form laporan ini digunakan untuk melihat daftar data guru mengajar di

sekolah SMU Dominikus. Data yang ada dalam laporan ini adalah NIP, Nama, Alamat

dan mata pelajaran.

(87)

4.15. Tampilan Menu Laporan Data Siswa per Kelas

Form ini digunakan untuk melihat laporan siswa per kelas di SMU

Dominikus Wonosari. Data output yang ada dalam laporan ini adalah NIS, nama dan

alamat siswa.

(88)

4.16. Tampilan Menu Laporan Nilai Siswa

Untuk masuk ke dalam form ini siswa menginputkan NIS (Nomor Induk

Siswa). Form ini digunakan untuk melihat nilai pribadi siswa di SMU Dominikus

Wonosari. Data output yang ada dalam laporan ini adalah NIS, nama, alamat, kelas,

semester. Selain itu juga ada output mata pelajaran beserta nilai dari siswa tersebut.

Gambar

Gambar 2.1  Tahap Perancangan Database
Gambar 2.3 HIPO Diagram
Gambar 2.5 Arsitektur 2-Tier untuk client-server sederhana
Gambar 2.6  Arsitektur 3-Tier pada  client-server
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah mampu membangun sebuah Sistem informasi yang bisa di manfaatkan oleh SMK Miftahul Huda Ngadirojo untuk membantu mengolah data nilai siswa dengan

Penelitian merupakan perancangan yang menghasilkan aplikasi berupa sistem informasi pengolahan data nilai siswa di SMA N 1 Ampek Nagari yang bertujuan untuk membantu

Abstrak - Aplikasi Pengolahan Nilai Siswa Berbasis Web merupakan salah satu pengaplikasian sistem untuk mengolah nilai siswa berbasis komputer yang dapat

Data penelitian bisa berasal dari berbagai hal yang dikumpulkan dengan memakai berbagai teknik selama proses penelitian berlangsung. Salah satunya adalah data yang

Proses yang dilibatkan dalam sistem yang akan dibangun terdiri dari proses mengolah data guru, proses mengolah data siswa, proses mengolah nilai seperti

”Suatu perpustakaan juga membutuhkan suatu sistem untuk mengumpulkan data, mengolah data, menyimpan data, melihat kembali data dan menyalurkan infomasi yang baik, salah satunya adalah

iv ABSTRAK Sistem Informasi Pengolahan Data Nilai Siswa Berbasis Web merupakan suatu sistem yang memberikan informasi laporan keaktifan siswa secara online yang berupa laporan nilai

Arus Data e -Rapor KM Sekolah Dasar Data Kurikulum Data Sekolah Data Guru Data Siswa Data Rombel Data Pembelajaran Data Ekskul Data Nilai Rapor Data Deskripsi Data Nilai Ekskul