HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
V.1. Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG)
Data dan informasi yang akurat dan up to date sangat diperlukan sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan diklat. Oleh karena itu diperlukan adanya peningkatan dan pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian sebagai sarana dalam penyajian data dan informasi yang menyangkut kepegawaian.
Scott (2004: 69) mengemukakan bahwa Sistem Informasi memiliki tiga kegiatan utama, yaitu menerima data sebagai masukan (inp ut), kemudian memprosesnya dengan melakukan perhitungan, penggabungan unsur data, pemutakhiran akun atau validasi dan lain-lainnya dan akhirnya memperoleh informasi sebagai keluarannya (output).
ocess dan output.
Hasil wawacara dengan informan Bapak Yamin. A.Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap yang mengatakan :
“Prosedur kerja simpeg terdiri dari tiga kegiatan yaitu input, proses dan output. Dimana input merupakan data-data kepegawaian yang kemudian diproses sehingga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat, nah informasi itu kemudian dapat pula dijadikan kembali sebagai data kepegawaian”
Lanjut beliau menjelaskan bahwa :
“Manfaat dari simpeg yah sangat banyak manfaatnya antara lain: lebih mudah ditau (diketahui) informasi data pegawai, Mendapatkan informasi tentang keadaan pegawai dengan cepat, mengetahui pegawai mana yang sudah ikut diklat apa-apa saja jenis diklatnya pokoknya banyak lah manfaatnya intinya yah memudahkan kita untuk mengolah data kepegawaian. Yang pastinya kami berikan informasi sesuai dengan kebutuhan”
(hasil wawancara pada tanggal 25 Januari 2012) Hal tersebut juga dibenarkan oleh Bapak Farawansyah Firdaus (Staf Bidang Diklat) BKD Sidrap yang mengatakan : “Simpeg sangat banyak manfaatnya, terutama membantu kami dalam hal pemberian informasi kepada pegawai di lingkup pemerintah Kabupaten Sidrap, jadi prosedurnya data kepegawaian yang kami terima di bagian diklat kami transfer ke bagian simpeg untuk kemudian mereka olah setelah itu data yang telah diolah oleh operator simpeg ditransfer lagi ke bagian kami untuk kemudian kami cocokkan sehingga data yang benar-benar diolah dapat menjadi sebuah informasi yan g bermanfaat tentunya”
(hasil wawancara pada tanggal 27 Januari 2012) Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) di Badan Kepegawaian Daerah telah digunakan sejak tahun 2005, berikut hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Syukri, S.Pd (Kepala Sub Bidang Data dan Simpeg) BK D Sidrap yang mengatakan :
“Aplikasi SIMPEG sejak tahun 2005 kami telah menggunakannya, jadi sejak tahun 2005 itu sistem kerja kami sudah menggunakan sistem aplikasi SIMPEG yang tentunya sangat membatu pekerjaan pegawai yang berhubungan dengan
pengolahan data kepegawaian, namun beberapa tahun terakhir aplikasi kami tidak berjalan lancar, karena aplikasi yang kami gunakan sudah tidak sesuai dengan kondisi kepegawaian, seharusnya aplikasi itu harus sering di up date tapi berh ubung terkendala di dana jadi aplikasi kami yang begitu saja”
(hasil wawancara pada tanggal 26 Januari 2012) Berdasarkan wawancara diatas dan observasi yang dilaksanakan oleh penulis, maka penulis dapat menganalisis bahwa aplikasi SIMPEG pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang tidak dipergunakan secara optimal karena aplikasi yang digunakan sudah tidak sesuai dengan keadaan pegawai, dalam artian perlu pembaharuan aplikasi. Namun hal tersebut belum terealisasikan hingga saat ini dengan alasan keterbatasan dana.
Dalam pelaksanaan pengelolaan data diperlukan suatu tahapan pengoperasian atau pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian. Adapun tahapan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang adalah sebagaimana digambarkan berikut ini :
Gambar 5
Tahapan Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang
Dalam pelaksanaan pengolahan data dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang yakni melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
a. Masukan (Input), sebelum data dimasukkan ke dalam sistem aplikasi SIMPEG terlebih dahulu dilihat sumber data tersebut kemudian menganalisis data yang diperlukan sampai pada bagaimana cara pengumpulan data tersebut kemudian barulah data tersebut diinput ke dalam aplikasi SIMPEG
b. Proses (Processing), data yang telah terkumpul kemudian diolah lebih lanjut yakni dengan
melaksanakan identifikasi sumber data, kemudian pada tahapan selanjutnya yaitu penyimpanan data dan pemeliharaan data.
c. Keluaran (Output), hasil dari penginputan yang diproses sehingga menghasilkan sebuah output, dimana data telah menjadi sebuah informasi yang bermanfaat yang diperlukan untuk menunjang kelancaran administrasi kepegawaian.
pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
6357157. Masukan (Input)
Dalam pemanfaatan sistem informasi manajemen kepegawaian yang sangat penting adalah sejauh mana pengumpulan data dapat dikelola dengan baik dan profesional sehingga akan didapat data-data yang akurat dan layak dipercaya untuk dijadikan sumber data dan informasi. Proses pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan data-data atau informasi kepegawaian seperti daftar normatif menurut pegawai, daftar urut kepangkatan, daftar normatif pegawai menurut jabatan fungsional dan struktural menurut pendidikan dan latihan serta data tanggungan pegawai dan lain-lain.
Dalam pelaksanaan pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan standarisasi berbagai bentuk formulir pendataan pegawai secara lengkap guna mendukung informasi yang diperlukan dengan tujuan sebagai pedoman untuk melakukan pembinaan salah satunya yaitu pelaksanaan diklat sesuai dengan kebutuhan operasional organisasi.
Sehubungan dengan penjelasan di atas, maka dapat ditampilkan data yang diperoleh dari hasil wawancara yang diperoleh melalui informan Bapak Yamin. A.Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap yang mengatakan :
“Dalam pengumpulan data kepegawaian itu tentu ada standarisasi formulir PNS yang diisi oleh PNS untuk kemudian di input di komputer sehingga data semua pegawai ada di dalam sistem aplikasi SIMPEG, sehingga memudahkan dalam proses pengolahan data”
Lanjut beliau menjelaskan bahwa :
“Komponen input adalah hal yang sangat penting dalam prosedur kerja SIMPEG, ketersediaan data yang memadai akan memudahkan dalam proses pengolahan data sehingga menghasilkan informasi yang akurat. Untuk itulah saya sebagai operator simpeg yang menangani masalah penginputan data benar-benar harus jeli dalam penginputan data, kesalahan pada proses input akan berimplikasi kemudian dengan output yang dihasilkan”
(hasil wawancara pada tanggal 25 Januari 2012) Pada tahap pengumpulan data yang paling penting adalah adanya ketersediaan data yang bermutu dan memadai, sehingga dalam proses pengolahannya berjalan sempurna.
Hal ini sejalan dengan hasil wawancara dengan Bapak Muhammad Syukri, S.Pd (Kepala Sub Bidang Data dan Simpeg) BKD Sidrap yang mengatakan :
“Pengolahan data hanya mampu menghasilkan informasi yang bermutu tinggi apabila data yang dikumpulkan tinggi mutunya, jadi informasi kepegawaian yang akurat juga tergantung dari data kepegawaian yang kemudian diolah. Untuk itu kami mengupayakan data yang terkumpul bermutu tinggi agar mampu menghasilkan keluaran atau output yang dapat dikatakan berkualitas”
(hasil wawancara pada tanggal 26 Januari 2012) Senada dengan beberapa pendapat diatas Ibu Nirmala, SE (Staf Data dan Simpeg) juga menjelaskan bahwa :
“Dalam pengumpulan data maupun informasi kami berusaha untuk mendapatkan data-data yang sesuai, data-data yang kami input di Simpeg lumayan banyak antara lain : data pokok pegawai, diklat kepegawaian, nominatif pegawai menurut diklat struktural, fungsional, teknis, riwayat kepangkatan dan lain sebagainya”.
(hasil wawancara pada tanggal 26 Januari 2012) Input merupakan salah satu dimensi dalam mendukung terlaksananya SIMPEG di BKD Sidenreng Rappang. Dari data-data yang menjadi input atau masukan data pegawai kemudian akan diproses dengan melakukan pengolahan
Dalam pelaksanaan pengumpulan data ada beberapa hambatan yang dialamai oleh pegawai di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang, terutama mengenai data kepegawaian untuk kebutuhan diklat yaitu sulitnya mendapatkan data yang akurat dan lengkap.
Berikut hasil wawancara dengan informan tersebut yaitu Bapak Yamin. A.Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap yang mengatakan :
“Tentu saja ada hambatan yang saya alami selaku operator yang menginput data pegawai, khususnya masalah mengenai diklat te knis yaitu banyaknya pegawai yang ternyata mengikuti diklat teknis tapi datanya tidak sesuai dengan di sistem saya ini, kenapa terjadi demikian karena pelaksanaan diklat teknis itu tidak terpusat dan informasinya tentunya juga demikian, jadi itulah yang menjadi hambatan saya dalam mengumpulkan data pegawai, jadi banyak itu dek pegawai yang ternyata mengikuti diklat teknis yang tidak kami ketahui, harusnya kan setiap mereka mengikuti diklat memberikan laporan kepada kami. Inilah yang menjadi hambatan selama ini sehingga data yang kami terima kan jadi tidak akurat”
(hasil wawancara pada tanggal 26 Januari 2012) Pernyataan yang senada juga disampaikan oleh Ibu Hj. Sumarni, SE (Kepala Sub Bidang Diklat) BKD Sidrap beliau
mengatakan bahwa :
“Sebenarya itu operator simpeg sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, salah satunya yaitu dalam bentuk pelaksanaan pengumpulan data namun khusus untuk diklat mengalami hambatan yaitu pelaksanaan diklat yang tidak terpusat mengakibatkan kami sulit untuk mendapatkan data pegawai yang mengikuti diklat khususnya diklat teknis yang ade tanyakan untuk kemudian kami simpan data itu di data base kami, pelaksanaan diklat yang tidak terpusat mengakibatkan banyaknya data mengenai perjalanan kediklatan pegawai yang tidak terinput di sistem kami, ituji sebenarnya masalahnya dek”
(hasil wawancara pada tanggal 26 Januari 2012) Dari hasil beberapa wawancara di atas dapat dikatakan bahwa pelaksanaan penginputan data telah dilaksanakan dengan baik meskipun ada bebe rapa hambatan yang dialami oleh pegawai yang mengelola data tersebut, yaitu sulitnya memperoleh data yang akurat terutama data mengenai perjalanan kediklatan pegawai terkhusus untuk diklat teknis yang diikuti oleh pegawai yang kebanyakan keikutsertaan pegawai tidak diketahui oleh pengelola data dan simpeg. Hal demikian menyebabkan ketidak akuratan data yang diterima yang akan berdampak pada informasi yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi
sebenarnya. Hal tersebut dipicu karena tidak terpusatnya pelayanan diklat, selain itu sistem informasi yang tidak integra tif pun menjadi pemicu ketidaksesuaian data yang diterima dengan kondisi yang sebenarnya.
6357158. Proses (Process)
Dalam pengolahan data dalam Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian ada berbagai macam syarat yang harus dipenuhi bagi informasi yang diperoleh untuk kepentingan manajemen, dimana dalam proses pengolahan data menyangkut ketersediaan informasi harus memperhitungkan dari segi waktu penyajian, isi, format, maupun dari segi-segi lainnya dari informasi tersebut. Hal tersebut dapat dipahami karena di dalam organisasi kualitas informasi yang dipergunakan dalam manajemen akan dapat menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas organisasi yang bersangkutan.
Oleh karena itu, untuk mendapat kualitas dan keakuratan informasi yang cepat, tepat, tentunya dibutuhkan pegawai yang terampil dalam proses kegiatan pengolahan data, dengan dukungan teknologi informasi yang memadai, sehingga hasil yang diharapkan dapat
Berikut dapat ditampilkan wawancara langsung yang diperoleh melalui informan Bapak Muhammad Syukri (Kepala Sub Bidang Data dan Simpeg) BKD Sidrap tentang teknologi informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugas di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang untuk membantu pengolahan data yang dilakukan oleh para pegawai dengan mengatakan :
“Dalam menunjang terlaksananya Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian dengan baik maka peran teknologi informasi sangatlah penting, selama ini teknologi informasi sudah banyak membantu dalam proses pengolahan data, namun belum begitu maksimal karena kami merasa masih membutuhkan teknologi yang lebih baik lagi seperti jumlah komputer yang masih perlu ditambah sehingga informasi yang kami hasilkan dapat lebih cepat, tepat dan akurat, selain teknologi kualitas pegawai yang mengelola simpeg juga mengambil peran tentunya, saya lihat keterampilan dan kelincahan yang dimiliki operator simpeg disini sudah berkualitas, namun dari segi kuantitas saya melihat mereka masih kewalahan dalam bekerja, jadi bisa dikatakan dari segi kuantitas kami masih kekurangan operato r simpeg yang tahu akan seluk beluk sistem informasi ini”
(hasil wawancara pada tanggal 26 Januari 2012) Manusia adalah sumber daya yang paling penting dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan efektif dan efisien, keberhasilan pencapaian tujuan ini tidak saja dilihat dari segi kuantitas tetapi yang paling menentukan adalah segi kualitas pegawai.
Berikut hasil wawancara dengan Bapak Yamin, A. Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap, beliau mengatakan :
“Untuk masalah SDM-nya saya sebagai operator simpeg satu-satunya merasa agak berat kesina (kasihan), karena data yang saya himpun atau pun up date setiap harinya sangat banyak dek, belum lagi data-data di bagian mutasi yang sangat banyak, tapi untuk diklat ini pengolahan data-datanya saya rasa tidak terlalu memberatkan yah, intinya perlu lah penambahan pegawai sebagai operator simpeg,karena saya sendiri satu-satunya operator simpeg”
(hasil wawancara pada tanggal 27 Januari 2012) Dari hasil wawancara diatas terlihat jelas bahwa dibutuhkan peran SDM pengelola SIMPEG guna menjalankan program tersebut, baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas.
Media yang digunakan oleh pegawai dalam pelaksanaan tugasnya yaitu teknologi, dengan teknologi yang memadai akan membantu peran pegawai dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya.
Berikut hasil wawancara dengan Bapak Yamin, A. Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap, beliau mengatakan :
“Peran dari teknologi yah otomatis sangat berperan, saya sangat terbantu dengan manfaat dari teknologi tersebut, teknologi informasi saya rasa faktor yang mendukung dalam penerapan Simpeg ini, namun keadaan komputer dan printer yang jumlahnya minim dan sudah banyak yang rusak terkadang dapat menghambat pekerjaan kami, seharusnya data itu sudah selesai diolah hari ini tapi karena keadaan teknologi yang kurang mendukung jadinya yah lambat lagi kita selesaikan pekerjaan itu, sehingga tertundalah pekerjaan”
(hasil wawancara pada tanggal 27 Januari 2012) Teknologi informasi adalah faktor yang mendukung dalam penerapan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian, selain di dukung dengan teknologi, peran sumber daya manusia juga sangat berperan dalam pengoperasian Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian. Namun pada kenyataannya teknologi informasi yang ada di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang masih terbatas diakibatkan karena tidak rutinnya pelaksanaan perbaikan dan penyempurnaan komputerisasi.
Pengolahan data merupakan suatu kegiatan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Informasi tidaklah diterima begitu saja namun melalui suatu proses. Metode atau prosedur kerja dalam pengolahan data yang berperan dalam kehidupan org anisasional antara lain: (a) identifikasi sumber data, (b) penyimpanan data, dan (c) pemeliharaan data. (Siagian, 2008: 99).
Ketiga proses itu merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pengolahan data. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara terkait dengan metode pengolahan data tersebut, yakni sebagai berikut :
Identifikasi sumber data
Langkah pertama yang dilakukan dalam pengolahan data yaitu identifikasi data yang dibutuhkan untuk kemudian diolah menjadi informasi. Musanef (1996: 248).
Setelah pengumpulan data, tahapan selanjutnya yaitu proses identifikasi sumber data yang diterima, menyaring semua data-data yang masuk. Identifikasi sumber data merupakan langkah yang sangat penting dalam kegiatan pengolahan data.
Identifikasi data dan kebutuhan informasi adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhan dan yang diinginkan. Berikut hasil wawancara dengan Bapak Yamin, A. Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap, beliau mengatakan :
“Begini nak, identifikasi itu proses menganalisis itu data yang masuk, dengan membaca kemudian mencocokkannya dari mana sumbernya apakah sudah sesuai dengan keadaan sebenarnya dan kemudian merubah jika ada yang salah, nah itu sudah termasuk proses identifikasi sumber data, dengan melihat kesesuaiannya”
(hasil wawancara pada tanggal 27 Januari 2012) Pernyataan lain yang juga di sampaikan oleh Ibu Nirmala, SE (Staf Data dan Simpeg) BKD Sidrap, yang mengatakan bahwa :
“Tentu saja kita lakukan proses identifikasi sumber data dek, karena tidak menutup kemungkinan terkadang ada SKPD keliru memberikan data kepada kami, jadi ketika Pak yamin ingin memasukkan data itu ke dalam komputer data itu terlebih dahulu ada di meja saya yang kemudian disitulah saya lakukan identifikasi sumber data, jadi jika ada data yang tidak sesuai saya beritahukan Pak yamin untuk kemudian dilihat dalam aplikasi Simpeg yang data awalnya sudah ada sebelumnya. Jadi data itu terus menerus diperbaruhi”
(hasil wawancara pada tanggal 30 Januari 2012) Berdasarkan hasil wawancara tersebut di atas dalam hal identifikasi sumber data pihak pengelola data dalam hal ini bagian Data dan Simpeg pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang telah berupaya melaksanakan proses identifikasi data tersebut, dan hasilnya data-data yang ingin di input dalam sistem aplikasi Simpeg terlebih dahulu di identifikasi agar terhindar dari kesalahan atau kekeliruan data pegawai.
Penyimpanan data
Keluaran dari pengolahan data berupa informasi harus disimpan sedemikian rupa sehingga keamanannya terjamin dan mudah ditelusuri dan diambil apabila diperlukan. (Siagian, 2008: 82)
Data pegawai yang telah terinput dan telah diproses akan tersimpan atau disebut juga sebagai data penyimpanan, di Badan Kepegawaian Daerah Sidenreng Rappang sebagai badan yang mengelola data kepegawaian telah tersedia data penyimpanan dalam beberapa bentuk yaitu manual (pencatatan dan penyimpanan dalam lemari khusus) dan elektronik
Sehubungan dengan penjelasan di atas, maka dapat ditampilkan data yang diperoleh dari hasil wawancara melalui informan Bapak Yamin. A.Md (Operator Simpeg) BKD Sidrap yang mengatakan :
“Di BKD Sidrap ini khususnya bagian simpeg data disimpan dalam beberapa bentuk yaitu dalam bentuk berkas yang disimpan diloker atau lemari, maupun dalam bentuk file yang disimpan di komputer, dalam data base kami atau dapat pula media penyimpanan lainnya seperti flash disk, CD, atau pun hard disk”
Lanjut Pak Yamin menjelaskan bahwa :
“Data-data yang kami simpan baik itu data dalam bentuk fisik yang disimpan di lemari maupun data yang di simpan di komputer maupun penyimpanan lainnya, kami simpan secara rapi dan terstruktur dengan baik sehingga nanti dalam proses pencariannya akan cepat memperoleh data yang kami cari”
(hasil wawancara pada tanggal 27 Januari 2012) Dengan tersedianya media penyimpanan data kepegawaian akan mempermudah setiap pegawai dalam melaksanakan
pengolahan data kepegawaian apabila tersusun atau terstruktur dengan baik. Struktur pada media penyimpanan data dalam penelitian ini yaitu penataan kondisi penyimpanan data/ informasi secara tertib dan tersusun rapi, sehingga akan menunjang kecepatan memperoleh data/ informasi yang dibutuhkan atau akan memperoleh kemudahan dalam proses selanjutnya.
Berikut ditampilkan gambar penyimpanan data dalam database aplikasi SIMPEG di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Gambar 6
Database Aplikasi SIMPEG
Sumber : Data sekunder Simpeg BKD Sidrap, 29 Februari 2012
Dari hasil wawancara dan observasi penulis tepatnya di ruangan Simpeg Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang dikelola, penyimpanan data manual berupa lemari sudah ditata dengan baik dan tersusun rapi data-data kepegawaian, terlihat dengan disusunnya berkas-berkas kepegawaian dalam sebuah lemari yang disusun dengan rapi. Kemudian untuk penyimpanan data dalam bentuk elektronik berupa komputer juga disusun datanya secara rapi dalam d atabase program aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG).
Dalam tahapan proses pengolahan data dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang mulai dari login aplikasi hingga pada tahapan akhir yaitu informasi data mengenai kediklatan dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 7
Proses pengolahan data dalam aplikasi SIMPEG pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang
Komponen proses menggambarkan bagian dari proses sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menerangkan kegiatan / proses apa yang sedang dilakukan. Dalam pelaksanaan proses SIMPEG,
operator SIMPEG bertindak sebagai sumber informasi/data, dimana pegawai melakukan pengisian data mereka pada form yang diberikan oleh bagian kepegawaian. Data tersebut berupa data pribadi, riwayat pangkat, riwayat jabatan, riwayat eselon, riwayat pendidikan, riwayat pelatihan, riwayat seminar, riwayat penghargaan, dan lain sebagainya. Opertor SIMPEG yang bertugas mengolah data kepegawaian kemudian memasukkan data tersebut kedalam aplikasi SIMPEG dengan terlebih dahulu melakukan login. Aplikasi membutuhkan validasi user setiap kali menjalankan aplikasi S IMPEG. Proses ini dilakukan dengan cara login terlebih dahulu. Login adalah gerbang user untuk masuk ke dalam sistem.
Setelah melakukan login, langkah selanjutnya yaitu melakukan pengelolaan database dengan melaksanakan penginputan data pegawai baru, pengeditan data terbaru dan penghapusan data pegawai yang sudah bukan termasuk PNS. Dalam penginputan dalam kaitannya dengan kediklatan yaitu menginput nama diklat yang telah diikuti, pihak penyelenggara diklat, tempat diklat, lama diklat, tahun penyelenggaraan dan kesesuaian dengan pegawai.
Kemudian tampil menu-menu yang diperlukan pegawai, setelah memilih menu yang diinginkan, pegawai dapat memilih data yang diperlukan untuk memberi laporan berupa data kepegawaian kepada kepala sub bagian data dan simpeg untuk kemudian diproses lebih lanjut sebagai bahan pertimbangan diklat dengan melihat kesesuaian data dengan keputusan pelaksanaan diklat, dalam artian kesesuaian pegawai dengan jenis diklat yang dilaksanakan.
Dan tahapan terrakhir yaitu output berupa Informasi data kediklatan pegawai dapat berupa perencanaan kebutuhan kediklatan perencanaan jadwal diklat, realisasi kediklatan yang berhubungan dengan mencatat informasi yang berhubungan dengan kesetaraan personel pada pendidikan yang diikutinya dan penilaian kebutuhan diklat untuk menganalisi kinerja individu dan menentukan pegawai-pegawai mana yang memerlukan pelatihan lebih lanjut.
Dan informasi tersebut diteruskan ke pengguna SIMPEG itu sendiri dalam hal ini Pegawai Negeri Sipil yang ada di lingkup Kabupaten Sidenreng Rappang
Pemeliharaan data
Pemeliharaan data bertujuan untuk menyediakan data yang tetap up to date dan menjaga keamanan data dalam
kualitas yang baik dan lengkap untuk menunjang penyelenggaraan pelayanan informasi kepegawaian sesuai dengan tuj uan dan sasaran organisasi.
Untuk mengetahui bagaimana proses pemeliharaan data pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidenreng