Cahaya merupakan unsur yang tidak kalah penting dalam perancangan ruang dalam, karena memberi pengaruh yang sangat luas serta menimbulkan efek tertentu. Sistem pencahayaan pada hakekatnya dapat dibedakan dalam dua aspek prinsip yaitu yang bersangkutan dengan aspek pengelihatan dan dari segi suasana dan dekorasi. Dengan mempelajari berbagai macam teknik yang mempunyai kegunaan dan menimbulkan efek-efek sendiri yang berbeda akan menghasilkan suasana yang diharapkan akan terjadi dalam ruang (Suptandar 27).
Berikut ini tabel yang menjelaskan mengenai beberapa efek psikologi pencahayaan terhadap ruang.
37
Universitas Kristen Petra
Tabel 2.1. Efek Psikologis Pencahayaan Intensitas
Cahaya Efek Psikologis Ruang
Terang Formal, riang, megah
Ruang publik (toko, terminal,dll), ruang anak-anak, kantor, ruang tamu
Agak Redup Akrab, romantis, hangat, nyaman
Ruang keluarga, ruang makan, restoran, taman
Redup Tenang, hening, syahdu Ruang tidur Sumber: Suptandar (1999, p. 48)
Terdapat dua macam sistem penerangan yaitu penerangan alami (dengan mengoptimalkan pencahayaan matahari, memperhatikan orientasi dan pergerakan matahari) dan penerangan buatan (dengan menggunakan lampu, lilin dan lain-lain). Sistem pencahayaan buatan dibedakan atas:
Pencahayaan langsung: semua sinar langsung memancarkan dari sumber cahaya ke objek yang disinari.
Pencahayaan tidak langsung: sumber cahaya disembunyikan dari pandangan mata, cahaya yang dihasilkan adalah hasil pantulan. Tujuannya adalah mengarahkan atau menuntun pada suatu objek.
Pencahayaan setempat: pencahayaan yang diarahkan untuk menerangi suatu tempat atau objek yang membutuhkan pencahayaan khusus.
Pencahayaan membias (diffused): sinar yang memancar ke objek melalui material yang menyebarkan sinar tersebut dalam area yang lebih besar dari sumbernya.
Menurut Darmasetiawan dan Puspakesuma (32), dalam penataan cahaya terdapat tiga hal yng harus diperhatikan, dimana ketiganya mampu mengubah suasana ruang dan berdampak langsung pada pemakainya. Ketiga hal tersebut antara lain cara penyinaran, warna cahaya, dan bayangan yang dihasilkan.
Terang cahaya ditentukan oleh:
Kondisi ruang, tertutup atau terbuka.
Letak penempatan lampu.
38
Universitas Kristen Petra
Jenis dan daya lampu.
Jenis permukaan benda dalam ruang.
Warna-warna dinding.
Udara dalam ruang.
Pola diagram dari tiap titik lampu.
Pencahayaan yang baik selalu menimbulkan kenyamanan (comfortable) bagi pengunjung. Pencahayaan mempunyai tiga aspek utama, yaitu fungsi, estetika, dan kesehatan. Pembagian pencahayaan yang tepat dapat memberikan efek-efek ekslusif, nyaman, dan menarik (Darmansetiawan 296). Beberapa jenis sistem pencahayaan buatan beserta karakter dan pengaruhnya, antara lain:
Downlighting Kelebihan:
- Sederhana - Efisien
- Dapat member efek atau kesan tertentu
- Mudah disesuaikan dengan kisi pada langit-langit Kekurangan:
- Silau pada layer VDT dan permukaan lainnya - Penerangan vertikal yang minimal
- Adanya efek dark cave - Masalah pemeliharaan
Uplighting Kelebihan:
- Tingkat jenis dan gaya penerangan yang luas - Sederhana
- Dapat diintegrasikan ke dalam arsitektur atau furniture - Mudah dipindah dan disesuaikan
- Menciptakan cahaya yang lembut
- Menambah tingkat cahaya lokal atau setempat - Mudah dalam pemasangan dan pemeliharaan Kekurangan:
- Masalah pengedipan dan pergeseran warna
39
Universitas Kristen Petra
- Tidak efisien untuk langit-langit dan dinding
- Model free standing mahal dan menimbulkan masalah perkabelan - Aplikasi yang salah dapat menimbulkan hot spot pada langit-langit - Tidak cocok untuk lingkungan split level
- Efek tidak rata
Spot Lighting Kelebihan :
- Efek dramatis untuk penyinaran yang maksimal atau focus perhatian - Fleksibel dan mudah diatur
- Tingkat kontrol yang tinggi Kekurangan :
- Mudah bergeser atau kehilangan focus - Pemeliharaan yang cukup rumit
Track Lighting Kelebihan :
- Relatif mudah untuk pemasangan - Bentuk lintasan yang luas
- Fleksibel - Aman Kekurangan:
- Lampu yang tidak beraturan dapat menyilaukan - Biaya untuk peralatannya mahal
- Tidak sesuai untuk beberapa gaya interior
Decorative Lighting Kelebihan :
Dapat berfungsi untuk interior komersil
Dapat dikombinasikan dengan bentuk konvensional
Memberikan efek dramatis dan mewah pada interior
Memperkuat tampilan elemen interior Kekurangan:
Efeknya tidak dapat diprediksikan
40
Universitas Kristen Petra
b. Sistem Penghawaan
Secara geografis, negara kita termasuk dalam golongan daerah tropis yang memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Hal ini akan mempengaruhi pemilihan sistem penghawaan yang dapat memberikan kenyamanan terhadap pengguna dan juga pengunjung. Menurut Suptandar, kenyamanan fisik dapat dicapai pada kondisi temperatur rata-rata 23° C.
Pencapaian kondisi kenyamanan ini tergantung dari banyaknya bukaan jendela, kondisi lingkungan, jumlah manusia, dan dimensi ruang. Untuk mengatasinya dapat dicapai dengan banyaknya bukaan jendela atau menggunakan sistem penghawaan seperti AC atau fan.
Untuk mengatur kesejukkan udara di dalam ruangan, digunakan Air Conditioner (AC). Adapun unsur-unsur udara yang diatur dengan AC yaitu kecepatan aliran udara, pergantian dan pembersihan udara, pengaturan temperatur, kelembaban, dan pendistribusian aliran udara pada tingkat atau kondisi yang digunakan secara teratur dan konstan. Penentuan kondisi udara yang nyaman dan sejuk dalam interior memiliki acuan sebagai berikut :
Temperatur radiasi rata-rata konstan,
Kecepatan aliran udara yang diinginkan,
Kebersihan udara dari polusi,
Partikel udara yang menimbulkan bau,
Kualitas ventilasi,
Tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh suara dari luar,
Temperatur bola kering dan basah di udara,
Segi-segi ekonomis dalam harga dan perawatan,
Pertimbangan setetis dari bentuk AC itu sendiri.
Adapun beberapa jenis AC menurut peletakkannya :
Mounted type : ditanam di dalam dinding atau di dalam plafon,
Ceiling type : ditanam di atas atau dipasang di langit-langit,
Custom floor type : diletakkan di atas lantai tanpa ada pemasangan khusus,
Wall mounted type : ditanam di dalam dinding.
41
Universitas Kristen Petra
Dalam pasaran umum kita mengenal 3 jenis Air Conditioner (Suptandar 275), yaitu :
AC window
Umumnya dipakai pada perumahan dan dipasang pada salah satu dinding ruang dengan batas ketinggian yang terjangkau dan penyemprotan udara tidak mengganggu si pemakai.
AC sentral
Biasanya digunakan pada unit-unit perkantoran, hotel, supermarket, dengan pengontrolan pengendalian yang dilakukan dari satu tempat.
AC split
Memiliki bentuk yang hampir sama dengan AC window, bedanya hanya terletak pada konstruksi dimana alat kondensator terletak di luar ruangan.
Unsur-unsur udara yang dapat diatur oleh AC :
Kecepatan aliran udara penggantian dan pembersihan udara
Pengaturan temperatur
Pengaturan kelembaban
Pengaturan distribusi aliran udara yang diinginkan
Keputusan menggunakan AC karena sistem mekanis yang lain dianggap tidak mampu mengatasinya (Suptandar 276), antara lain :
Ventilasi dalam ruangan kurang memungkinkan persyaratan
Keadaan temperatur atau kelembaban udara yang kurang seimbang
Keadaan lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan ketentraman terutama yang disebabkan oleh polusi suara dan udara
Udara bersih yang tidak mencukupi untuk kebutuhan suatu ruang dengan jumlah orang beserta aktivitasnya
Sistem penghawaan yang digunakan adalah penghawaan buatan. Adapun fasilitas sirkulasi udara yang digunakan yaitu Central Air Conditioner dengan chilled water cooled system. Sistem ini menggunakan metode cooling tower dimana mesin AC didinginkan dengan menggunakan air dan disalurkan menuju ruang-ruang yang dikondisikan dengan jaringan ducting. Ditiap zona layanan dibutuhkan sebuah mesin pengatur udara AHU. Sedangkan untuk ruang yang
42
Universitas Kristen Petra
berskala kecil ditambahkan lagi sebuah pengontrol volume udara yang sering disebut sebagai fan-coil.
c. Sistem Akustik
Bidang-bidang permukaan yang melingkupi geometri ruang adalah unsur interior yang berpengaruh terhadap desain akustik. Bidang lantai sebaiknya diberi penutup yang absorben (karpet,vinyl,dan lain-lain) untuk mengurangi bunyi yang ditimbulkan oleh langkah-langkah kaki dan lain-lain yang mengganggu.
Bentuk dan konfigurasi plafon sangat mempengaruhi tingkat kekerasan bunyi (loudness) karena memperkaya pantulan awal yang berguna. Plafon merupakan permukaan reflektor yang paling luas bidang cakupannya dibandingkan dinding samping. Konfigurasi plafon harus di desain untuk mengarahkan pantulan bunyi dengan tepat.
Cacat akustik
Doele (1972) menyatakan bahwa cacat akustik ruang meliputi gema (echoes), pemantulan yang berkepanjangan (long-delayed), gaung, pemusatan bunyi (sound concentration), bayangan bunyi (sound shadowing), distorsi, ruang gandeng (coupled space), dan resonansi ruang (room resonance).
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan cacat akustik:.
1. Ketinggian ruang berlebihan dibandingkan panjangnya
2. Kurangnya lapisan akustik sepanjang dinding yang berhadapan dengan sumber bunyi.
3. Kurangnya pemantulan bunyi disekitar bunyi.
4. Kesejajaran antara permukaan yang berhadapan dengan sumber bunyi.
5. Lantai penonton yang datar.
6. Dinding belakang yang melengkung.
7. Lorong sepanjang sumbu longitudinal daerah penonton.
8. Kedalaman balkon yang berlebihan.
Pengaruh Bahan Interior Terhadap Akustik
Tiap-tiap bahan akustik dan kombinasi bahan ini dapat dipasang pada dinding atau digantung di udara sebagai penyerap ruang. Cara pemasangannya juga mempunyai pengaruh yang besar pada penyerapan bunyi.
43
Universitas Kristen Petra
Karakteristik akustik dasar menggunakan semua bahan berpori, seperti papan berserat (fiber board), plesteran lembut (soft plasters), mineral wools, dan selimut isolasi adalah suatu jaringan seluler dengan pori-pori yang saling berhubungan. Energi bunyi datang diubah menjadi energi panas dalam pori-pori ini. Bagian bunyi datang yang diubah menjadi panas akan diserap. Sedangkan sisanya yang telah berkurang energinya, dipantulkan oleh permukaan bahan.
Bahan penyerap bunyi dapat diperhitungkan dengan pemilihan koefisien penyerap bunyi pada frekuensi wakil jangkauan frekuensi audio. Penampilannya juga harus diperhatikan, seperti pada ukuran, tepi, sambungan, warna, dan jaringan. Daya tahan terhadap kebakaran dan hambatan terhadap penyebaran api juga merupakan syarat yang penting dalam memilih bahan penyerap bunyi.
Selain itu, perawatan, pembersihan, pengaruh dekorasi juga kembali pada penyerapan bunyi dan biaya perawatan. Bahan yang dipilih juga harus memperhitungkan biaya dan kemudahan instalasi. Kondisi pekerjaan, seperti temperatur, kelembaban selama instalasi, dan kesiapan lapisan penunjang di belakangnya juga harus dipikirkan secara matang.
Desain akustik juga akan memperhitungkan kesatuan elemen interior, yaitu pintu, jendela, lampu, kisi-kisi, dan sebagainya terhadap lapisan akustik.
Ketahanan terhadap uap lembab dan kondensasi bila ruang digunakan, ketebalan dan berat, dan daya tarik terhadap kutu, kutu busuk, jamur, dan sebagainya juga merupakan syarat penting dalam pemilihan bahan penyerap bunyi.
Penggunaan Bahan Penyerap Bunyi
Bahan-bahan penyerap bunyi yang digunakan dalam perancangan akustik yang dipakai sebagai pengendali bunyi dalam ruang-ruang bising dan dapat dipasang pada dinding ruang atau di gantung sebagai penyerap ruang yakni yang berjenis bahan berpori dan panel penyerap (panel absorber) serta karpet (Doelle 33).
- Bahan Berpori
Bahan berpori merupakan suatu jaringan selular dengan pori-pori yang saling berhubungan. Bahan akustik yang termasuk kategori ini adalah papan serat (fiber board), plesteran lembut (soft plasters), mineral wools dan selimut isolasi.
44
Universitas Kristen Petra
Karakteristik dasar dari semua bahan berpori seperti ini adalah mengubah energi bunyi yang datang menjadi energi panas dalam pori-pori dan diserap, sementara sisanya yang telah berkurang energinya dipantulkan oleh permukaan bahan. Bahan akustik berpori dapat dibagi menjadi 2 kategori, yakni unit akustik siap pakai, dan bahan yang disemprotkan.
Unit akustik siap pakai meliputi bermacam-macam jenis ubin selulosa dan serat mineral yang berlubang, bercelah, bertekstur, panel penyisip dan lembaran logam berlubang dengan bantalan penyerap. Jenis-jenis ini dapat dipasang dengan berbagai cara, sesuai dengan petunjuk pabrik seperti disemen pada permukaan yang padat, dipaku, dibor pada kerangka kayu atau dipasang pada sistem langit-langit gantung. Unit akustik siap pakai khusus seperti acoustical board untuk pelapis dinding dan Geocoustic board dipasang pada langit-langit dalam susunan dengan jarak tertentu dalam potongan-potongan kecil.
Penggunaan bahan akustik siap pakai ini juga menguntungkan ditinjau dari daya serap bunyinya yang dijamin oleh pabrik, pemasangan dan perawatannya mudah, dapat dihias tanpa mempengaruhi jumlah penyerapan, penggunaannya dalam sistem langit-langit dapat disatukan secara fungsional dan visual dengan instalasi penerangan, pemanasan dan pengkondisian udara. Apabila dipasang dengan tepat maka penyerapannya dapat bertambah.
- Bahan yang disemprotkan
Digunakan terutama untuk tujuan reduksi/pengurangan bising. Bahan ini berbentuk semiplastik, diterapkan dengan cara disemprotkan melalui pistol penyemprot/sprayer gun. Kelebihan dari bahan akustik jenis ini adalah fleksibilitasnya karena berbentuk cairan yang disemprotkan ke permukaan sehingga dapat diterapkan pada bentuk penampang apapun. Biasanya diterapkan pada ruang dalam auditorium dimana upaya pengolahan akustik lain tidak dapat dilakukan karena bentuk permukaan yang melengkung atau tidak teratur. Efisiensi akustiknya biasanya cukup baik apabila dikerjakan dengan cermat, tepat dalam penentuan komposisi plesteran, jumlah perekat, serta keadaan lapisan dasar yang digunakan.
45
Universitas Kristen Petra
- Panel Penyerap
Panel penyerap merupakan bahan kedap yang dipasang pada lapisan penunjang yang padat (solid baking) tetapi terpisah oleh suatu rongga. Bahan ini berfungsi sebagai penyerap panel dan akan bergetar bila tertumbuk oleh gelombang bunyi. Getaran lentur dari panel akan menyerap sejumlah energi bunyi yang datang dan mengubahnya menjadi energi panas. Cara pemasangan sesuai dengan di semen pada permukaan yang padat, dipaku, dibor pada kerangka kayu atau dipasang pada sistem langit-langit gantung.
Kelebihan dari bahan ini adalah kemudahannya untuk disusun sesuai desain yang diinginkan karena tersedia dalam ukuran-ukuran yang bervariasi, mudah dalam pemasangannya serta ekonomis dan merupakan penyerap bunyi yang efisien karena menyebabkan karakteristik dengung yang merata pada seluruh jangkauan frekuensi tinggi maupun rendah karena berfungsi untuk mengimbangi penyerapan suara yang agak berlebihan oleh bahan penyerap berpori dan isi ruang. Jenis bahan yang termasuk penyerap panel antara lain: panel kayu, hardboard, gypsum board dan panel kayu yang digantung di langit-langit.
Gambar 2.21. Potongan Lapisan Akustik Sumber: Doelle (1990, p. 33)
46
Universitas Kristen Petra
Gambar 2.22. Penyerapan Bunyi Panel Plywood Sumber: Doelle (1990, p. 33)
- Karpet
Karpet selain digunakan sebagai penutup lantai, juga digunakan sebagai bahan akustik karena kemampuannya mereduksi dan bahkan meniadakan bising benturan dari atas atau dari permukaan seperti suara seretan kaki, bunyi langkah kaki, pemindahan perabot rumah dan sebagainya. Karpet juga dapat diterapkan sebagai bahan pelapis dinding, untuk memberikan peredaman suara yang lebih optimal. Makin tebal dan berat karpet maka makin besar pula daya serap dan kemampuannya dalam mereduksi bising.
d. Sistem Proteksi Kebakaran
Kebakaran diklasifikasikan dalam 4 kelas. Kebakaran Kelas A, disebut kebakaran benda-benda padat diakibatkan karena terbakarnya kertas, kayu, plaslik, karet, dan lain-lain. Pemadaman api yang termasuk dalam klasifikasi ini, bisa dilakukan dengan menggunakan peralatan tradisonal maupun moderen.
Kebakaran kelas B yakni kebakaran benda cair dan gas akibat minyak tanah, bensin, gas elpiji dan lain-lain. Pemadaman api akibat kebakaran jenis ini tidak diperkenankan menggunakan air karena akan mengakibatkan kobaran api bertambah besar disebabkan berat jenis Bahan Bakar Minyak lebih ringan dari air.
Kebakaran kelas C yakni kebakaran listrik akibat travo, kabel, dan atau tempat kebakaran yang masih ada arus listrik. Jika terjadi kebakaran yang
47
Universitas Kristen Petra
termasuk klasifikasi ini atau kebakaran kelas A tapi masih mengandung Kelas C, proses pemadamannya jangan sekali-kali menggunakan air karena akan membahayakan petugas dan unit pemadam itu sendiri, karena air merupakan penghantar arus listrik yang mengakibatkan sengatan dari arus listrik.
Kebakaran kelas D disebut kebakaran khusus/logam yang terdiri Besi, Aluminium, dan Bahan Kimia. Kebakaran ini memang jarang terjadi dan apabila terjadi sangat sulit dipadamkan.
Berdasarkan klasifikasi ini, apabila terjadi kebakaran, warga masyarakat dan petugas pemadam kebakaran harus terlebih dahulu memastikan jenis kebakaran yang sedang terjadi sebelum melakukan. Sehingga dalam mengatasi api tidak salah dan tepat sasaran. (Sumber: http://skaifire.com/content/view/15/1/) Berikut beberapa alat pemadam api yang harus tersedia pada sebuah gedung:
APAR / Fire Extinguishers / Racun Api
Peralatan ini merupakan peralatan reaksi cepat yang multi guna karena dapat dipakai untuk jenis kebakaran A,B dan C. Peralatan ini mempunyai berbagai ukuran beratnya, sehingga dapat ditempatkan sesuai dengan besar-kecilnya resiko kebakaran yang mungkin timbul dari daerah tersebut, misalnya tempat penimbunan bahan bakar terasa tidak rasional bila di situ kita tempatkan racun api dengan ukuran 1,2 Kg dengan jumlah satu tabung. Bahan yang ada dalam tabung pemadam api tersebut ada yang dari bahan kinia kering, foam / busa dan CO2, untuk Halon tidak diperkenankan dipakai di Indonesia.
Tabel 2.2. Tabel Jenis Fire Extinguishers
Kelas minyak tanah, spiritus, solar, tiner, oli, cat, gas elpiji, dll)
√ √ √ √
C alat-alat listrik √ √ √ −
D benda-benda logam (aluminium, baja,
seng, benda logam lainnya) − − − −
48
Universitas Kristen Petra
Sprinkler
Peralatan yang dipergunakan khusus dalam gedung, yang akan memancarkan air secara otomatis apabila terjadi pemanasan pada suatu suhu tertentu pada daerah di mana ada sprinkler tersebut. Jarak maksimum antar sprinkler adalah sebagai berikut
- Untuk Light Hazard Occupancies - 15 ft - Untuk Ordinary Hazard Occupancies - 15 ft - Untuk Extra Hazard Occupancies - 12 ft
Jarak sprinkler ke dinding tidak boleh lebih dari satu setengah kali dari jarak antar sprinkler.
Fire Alarm
Merupakan peralatan dengan sistem otomatis yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan api yang tidak diinginkan dengan cara pemantauan perubahan lingkungan yang berhubungan dengan pembakaran. Secara umun, sistem fire alarm ada yang otomatis dan ada yang diaktifkan secara manual manual atau keduanya. Sistem otomatis fire alarm dapat digunakan untuk memberitahu orang-orang untuk mengungsi pada saat kebakaran atau keadaan darurat, untuk memanggil pasukan bantuan darurat, dan untuk mempersiapkan struktur dan sistem yang terkait untuk mengontrol penyebaran api dan asap.
Smoke Detector
Peralatan yang memungkinkan secara otomatis akan memberitahukan kepada setiap orang apabila ada asap pada suatu daerah maka alat ini akan berbunyi, khusus untuk pemakaian dalam gedung.
e. Sistem Komunikasi
Eksternal (telepon)
Alat telekomunikasi yang dapat mengirimkan suara melalui sinyal listrik.
Perangkat ini biasanya digunakan untuk berkomunikasi antar jarak yang berjauhan.
Internal (intercom)
Hubungan di dalam intercom sering disebut juga dengan istilah interphone atau intertelephone. Di kantor, intercom merupakan alat komunikasi yang
49
Universitas Kristen Petra
dipergunakan untuk menyampaikan warta atau keterangan dalam lingkungan organisasi sendiri atau dari satu bagian ke bagian lain dalam satu instansi.
f. Sistem Keamanan
CCTV adalah suatu alat yang berfungsi untuk memonitor suatu ruangan melalui layer monitor dengan menampilkan gambar dari rekaman kamera yang dipasang di setiap sudut ruang seperti yang dikehendaki pihak sekuriti. Alat ini bersifat rahasia dan diatur oleh bagian sekuriti. Alat ini dapat mengawasi segala aktivitas yang terjadi pada suatu tempat dan datanya dapat disimpan dalam hard disk komputer.
2.4.10. Warna
Warna adalah gelombang cahaya yang dapat ditangkap oleh mata (retina), dengan panjang gelombang kurang lebih 400-700 nm (1nm = 1/1 juta meter).
Warna merupakan bagian akrab kehidupan yang mempengaruhi dan mencerminkan diri manusia itu sendiri. Warna dapat mempengaruhi suasana hati.
Warna-warna tajam dipercayai merupakan ekspresi semangat. Sedangkan warna-warna yang lembut mencerminkan suasana yang tenang. Warna-warna-warna cerah membantu menarik perhatian secara langsung dari luar. Warna-warna gelap mencerminkan suasana hati yang suram dan serius.
Warna merupakan aspek pendukung di dalam penampilan visual suatu ruang. Menurut John F. Pile (53), warna mempunyai kekuatan untuk mengubah suatu citra ruang. Ruang yang sempit dapat kelihatan lebih luas, atau obyek yang kurang bagus dapat terlihat lebih bagus.
Menurut Tinna Sutton, warna membantu segi visualisasi dan kesan psikologi untuk penampilan karakteristik suatu ruang, sehingga menimbulkan respon emosi yang diinginkan, antara lain:
- Istirahat : lembut, putih, abu-abu, biru, hijau.
- Keriangan : tenang, hangat, riang, dan ringan.
- Gerakan : warna berpindah, seperti krem-orange.
- Kemesraan : lunak.
- Kesenangan : tenang dan hangat
50
Universitas Kristen Petra
Warna juga mempunyai kekuatan untuk memliki keindahan dengan memeberi pengalaman keindahan. Hal ini berhubungan dengan harmonisasi dimana kita menjumpai efek yang menyenangkan oleh paduan dua warna atau lebih. Pengaruh warna pada rasa keindahan ini disebut fungsi esetis dari warna.
Sifat umum dari warna, yaitu:
- Merah:
Warna yang terkuat dan menarik perhatian, bersifat agresif, dan lambang primitif. Warna ini diasosiasikan sebagai darah, marah, berani, seks, bahaya, kekuatan, kejantanan, dan kebahagiaan.
- Ungu:
Berkarakter sejuk, hampir sama dengan biru tapi lebih tenggelam dan khidmat. Warna ini melambangakn duka cita, komplentatif, suci dan agamis.
- Biru:
Berkarakter sejuk, pasif, tenang, dan damai. Warna yang mempesona, spiritual, monotheis, kesepian. Biru melambangkan kesucian, harapan, dan kedamaian.
- Hijau:
Lebih bersifat netral dan pengaruh terhadap emosi hampir mendekati pasif, lebih bersifat istirahat. Hijau mengungkapkan kesegaran, sesuatu yang mentah dan muda, belum dewasa, pertumbuhan kehidupan, kesuburan dan harapan, kelahiran kembali.
- Kuning:
Kumpulan dua fenomena penting, yaitu matahari sebagai sumber kehidupan, dan emas sebagai kekayaan alam mulia. Kuning melambangkan kesenangan dan kelincahan dan intelektual. Kuning memaknakan kemuliaan cinta serta pengertian mendalam dalam hubungan antar manusia.
- Putih:
Berkarakter positif, merangsang, cemerlang, ringan dan sederhana. Putih melambangkan kesucian, polos, jujur, dan murni.
51
Universitas Kristen Petra
- Hitam:
Hitam melambangkan kegelapan, misteri, warna mati yang merupakan kebalikan dari putih. Namun hitam bersifat tegas, kukuh, formal, dan berkesan berstruktur kuat.
- Abu-abu:
Kombinasi hitam dan putih. Emosi yang dihadirkannya adalah paduan dua warna itu. Secara psikologis, abu-abu adalah lambang kepasrahan. Secara kasatmata dapat menimbulkan kesan stabil, kokoh, mantap, dan bermartabat.
Kombinasi hitam dan putih. Emosi yang dihadirkannya adalah paduan dua warna itu. Secara psikologis, abu-abu adalah lambang kepasrahan. Secara kasatmata dapat menimbulkan kesan stabil, kokoh, mantap, dan bermartabat.