• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Manajemen Mutu

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 36-41)

2.6 International Organization for Standardization (ISO) 9001 : 2008

2.6.3 Sistem Manajemen Mutu

Menurut Djatmiko dan Jumaedi (2011, p3), manfaat penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan sehubungan dengan perdagangan bebas yang tidak mengenal batas wilayah. Hanya produk yang mempunyai daya saing tinggilah yang diterima di pasar.

2. Dengan banyaknya persaingan di pasar bebas, maka konsumen akan memilih produk dengan mutu baik dan konsisten. Apabila perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen akan produk yang bermutu, maka lambat laun perusahaan akan mengalami kebangkrutan karena perusahaan tidak dapat menjual produknya. Dengan demikian, pola konsumen pada masa mendatang akan cenderung memilih produsen yang mempunyai sertifikasi standar mutu (ISO).

3. Penerapan ISO akan meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektivitas operasional, dan mengurangi biaya yang ditimbulkan barang cacat (reject) atau barang bermutu rendah dan limbah.

4. Penerapan ISO membuat sistem kerja dalam suatu perusahaan mejadi standar kerja yang terdokumentasi. Dengan demikian, perusahaan mempunyai aturan kerja yang baik sehingga memudahkan dalam pengendalian.

5. Penerapan ISO dapat meningkatkan semangat dan moral karyawan karena adanya kejelasan tugas dan wewenang (job description) serta hubungan antar bagian yang terkait. Dengan begitu, karyawan dapat bekerja dengan efisien dan efektif.

6. Nilai kompetisi dan image perusahaan semakin meningkat dengan sertifikasi ISO.

7. Penerapan ISO menjamin proses yang dilaksanakan sesuai dengan sistem manajemen mutu yang ditetapkan.

8. Penerapan ISO memudahkan Top Management mencapai target karena sudah dipersiapkan target dan rencana pencapaiannya.

2.6.3 Sistem Manajemen Mutu

 

2.6.3.1 Pengertian Mutu (Kualitas)

Menurut ISO 9001:2008, mutu adalah derajat/ tingkat karakteristik yang melekat/ditetapkan pada produk dalam memenuhi persyaratan.

Menurut ISO 9001:2008, beberapa konsep penting dari pengertian mutu adalah sebagai berikut:

• Derajat/tingkat : Menunjukan adanya tingkatan.

• Karakteristik : Ciri khusus yang dimiliki dan menggambarkan sifat sebuah produk.

o Fisik (misalnya karakteristik mekanik, listrik, kimia atau biologi)

o Keinderaan (misalnya berkaitan dengan bau, sentuhan, rasa, penglihatan, pendengaran)

o Perilaku (misalnya kesopanan, kejujuran, kebenaran) o Temporal (misalnya ketepatan , keandalan, ketersedian)

o Ergonomik (misalnya karakteristik fisiologis, atau berkaitan dengan keselamatan manusia)

o Fungsional (misalnya kecepatan maksimum pesawat terbang)

• Persyaratan: Harapan atau kebutuhan yang dinyatakan secara tersirat dan atau tertulis.

2.6.3.2 Pengertian Sistem Manajemen Mutu

Menurut ISO 9001:2008, sistem manajemen mutu adalah sistem pengelolaan yang memuat garis besar kebijakan dan prosedur yang diperlukan sebagai panduan pelaksanaan berbagai proses yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kinerja personil/organisasi sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pelanggan.

Menurut Djatmiko dan Jumaedi (2011, p2), sistem manajemen mutu adalah suatu aktivitas yang terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan suatu organisasi dalam mencapai sasaran yang diharapkan berkenaan dengan mutu.

2.6.3.3 Cakupan Sistem Manajemen Mutu

 

Menurut Djatmiko dan Jumaedi (2011, p4), cakupan sistem manajemen mutu adalah sebagai berikut.

1. Mengatur semua kegiatan perusahaan. Mulai dari hal teknis, administrasi, sampai sumber daya manusia yang memengaruhi mutu produk atau jasa yang dihasilkan.

2. Memberikan kepuasan kepada pelanggan.

3. Menerapkan konsep penghematan biaya.

4. Memberikan petunjuk tentang koordinasi antara manusia, mesin, dan informasi untuk mencapai tujuan standar.

5. Memberitahukan kepada para supplier tentang cara mencapai mutu yang baik.

6. Memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa produk yang dibelinya telah melalui proses sistem manajemen mutu yang terkendali.

2.6.3.4 Prinsip Sistem Manajemen Mutu

Dalam ISO 9001:2008, terdapat delapan prinsip sistem manajemen mutu yang dijadikan sebagai acuan kerangka kerja yang membimbing organisasi menuju peningkatan kerja. Kedelapan prinsip sistem manajemen mutu yang terdapat dalam ISO 9001:2008, adalah:

1. Customer Focus

Pelanggan merupakan bagian yang sangat penting bagi organisasi, oleh sebab itu manajemen organisasi harus benar-benar memahami, memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini dan yang akan datang bahkan melebihi harapan pelanggan, juga secara proaktif dalam menetapkan level kepuasan pelanggan.

2. Leadership

Pemimpin sangat penting dalam menciptakan kesatuan arah dan tujuan organisasi, menciptakan dan mempertahankan lingkungan internal sehingga personel terlibat secara penuh untuk mencapai tujuan organisasi. Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk

 

menetapkan kebijakan mutu, struktur organisasi, mengidentifikasi dan menyediakan sumber daya, menciptakan lingkungan kerja dimana semua personel ambil bagian dalam pencapaian target atau sasaran organisasi, dan memiliki komitmen dalam perbaikan berkelanjutan untuk sistem manajemen mutu.

3. Involvement of People

Keterlibatan personel secara penuh pada semua tingkatan organisasi sangat penting sehingga kemampuan personel dapat digunakan untuk kepentingan organisasi. Manajemen organisasi bertanggung jawab untuk mengidentifikasi tanggungjawab dan wewenang, mengidentifikasi kompetensi, kebutuhan, penyediaan dan mengevaluasi pelatihan serta memelihara catatan pelatihan, mengidentifikasi dan mengendalikan faktor manusia dan area kerja untuk mencapai kesesuaian produk.

4. Process Approach

Pendekatan proses sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan agar lebih efisien, dengan mengelola aktivitas dan sumber-sumber daya yang berkaitan sebagai suatu proses. Proses merupakan integrasi yang berurutan dari personel, material, metode, mesin, dan peralatan, dalam suatu lingkungan untuk menghasilkan keluaran yang memiliki nilai tambah bagi pelanggan. Manajemen organisasi bertanggung jawab untuk menentukan orientasi hasil yang efektif, mengendalikan sumber daya dan aktivitas sebagai sebuah proses (Business Process Map) dan secara sistematis mengidentifikasi dan mengendalikan proses yang digunakan untuk memastikan kesesuaian produk (Procedure).

5. System Approach to Management

Pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan proses-proses yang saling berkaitan sebagai suatu sistem yang mendukung efektivitas dan efisiensi organisasi dalam mencapai

tujuan- 

tujuannya dengan menetapkan sasaran mutu setiap proses, menetapkan interaksi dan rangkaian proses, memantau dan mengukur efektivitas setiap proses.

6. Continual Improvement

Peningkatan berkesinambungan akan meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan dan harus menjadi komitmen perusahaan. Peningkatan berkesinambungan merupakan suatu proses berkesinambungan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dalam memenuhi kebijakan dan mencapai tujuan organisasi. Manajemen organisasi bertanggung jawab untuk menentukan sasaran tetap organisasi, memantau kinerja melalui sasaran mutu yang terukur setiap fungsi terkait dan level dengan melakukan internal audit, tinjauan manajemen, corrective and preventive action, dll.

7. Factual Approach to Decision Making

Keputusan yang efektif harus berdasarkan analisis data dan informasi yang faktual, sehingga masalah-masalah mutu dapat terselesaikan secara efektif dan efisien. Keputusan yang diambil harus ditujukan untuk meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas implementasi sistem manajemen mutu.

8. Mutually Beneficial Supplier Relationships

Organisasi dan pemasok-pemasoknya saling tergantung dan hubungan yang saling menguntungkan akan meningkatkan kemampuan bersama dalam menciptakan nilai tambah bagi pelanggan. Oleh karena itu, manajemen organisasi bertanggung jawab untuk menetapkan dan mendokumentasikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemasok, meningkatkan kemampuan kedua organisasi untuk menjadi lebih baik, melakukan seleksi, meninjau dan mengevaluasi kinerja pemasok untuk mengendalikan produk yang dipasok.

2.6.3.5 Keuntungan Implementasi Sistem Manajemen Mutu

 

Dalam dokumen BAB 2 LANDASAN TEORI (Halaman 36-41)

Dokumen terkait