• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pencernaan (B5)

Dalam dokumen Askep Acute Kidney Injury dan Gagal Ginj (Halaman 47-62)

ASUHAN KEPERAWATAN

5. Sistem Pencernaan (B5)

Gejala : Peningkatan berat badan (edema) ,penurunan berat badan (dehidrasi),

mual , muntah, anoreksia, nyeri uluhati.

Tanda : Perubahan turgor kulit/kelembaban, edema (umum, bagian bawah).

Diagnosa Keperawatan

Menurut Doenges (1999) dan Lynda Juall (2000), diagnosa keperawatan yang muncul

pada pasien CKD adalah:

1. Kelebihan volume cairan b.d penurunan haluaran urin, diet berlebihan dan retensi cairan dan

natrium

2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual, muntah, pembatasan

diet dan perubahan membran mukosa mulut

3. Intoleransi aktivitas b.d keletihan, anemia, retensi produk sampah dan prosedur dialisis

4. PK Anemia

Asuhan Keperawatan

1. Kelebihan volume cairan b.d penurunan haluaran urin, diet berlebihan dan retensi cairan dan

natrium

Tujuan : Mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan cairan

Kriteria Hasil : dalam waktu 3x24 jam pasien akan :

a. Menunjukkan perubahan berat badan

b. Mempertahankan pembatasan diet dan cairan

c. Menunjukkan turgor kulit normal tanpa edema

Intervensi :

2. Identifikasi sumber potensial cairan :

a. Medikasi dan cairan yang digunakan untuk pengobatan : oral, intravena

b. Makanan

3. Monitor status cairan

a. Timbang berat badan harian

b. Keseimbangan masukan dan haluaran

c. Turgor kulit dan adanya edema

d. Distensi vena leher

e. Tekanan darah, denyut dan irama nadi

4. Jelaskan pada pasien dan keluarga rasional pembatasan

Rasional : 1. Mempertahankan pembatasan diet dan cairan

2. Sumber kelebihan cairan yang tidak diketahui dapat diidentifikasi

3. Pengkajian merupakan dasar dan data dasar berkelanjutan untuk memantau

perubahan dan mengevaluasi intervensi

4. Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam

pembatasan cairan

2. Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual, muntah, pembatasan

diet dan perubahan membran mukosa mulut

Tujuan : Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat

Kriteria Hasil : a. Pasien melaporkan peningkatan nafsu makan

b. Pasien menunjukkan turgor kulit yang normal

Intervensi : 1. Monitor status nutrisi

2. Tambahkan diet TKTP

3. Tingkatkan masukan protein

Rasional : 1. Menyediakan data dasar untuk memantau perubahan dan mengevaluasi

intervensi

2. Pola diet dapat dipertimbangkan dalam menyusun menu

3. Protein diberikan untuk mencapai keseimbangan nitrogen yang diperlukan

untuk pertumbuhan dan penyembuhan

4. Meminimalkan faktor tidak menyenangkan dan menimbulkan anoreksia

3. Intoleransi aktivitas b.d keletihan, anemia, retensi produk sampah dan prosedur dialisis

Tujuan : Pasien berpartisipasi dalam aktivitas yang dapat ditoleransi

Kriteria Hasil : Dalam 3x24 jam pasien akan

a. Melaporkan peningkatan rasa sejahtera

b. Berpartisipasi dalam meningkatkan tingkat aktivitas dan latihan

c. Melakukan istirahat dan aktivitas secara bergantian

d. Berpartisipasi dalam aktivitas perawatan mandiri yang dipilih

Intervensi : 1. Cegah faktor yang menimbulkan keletihan

2. Tingkatkan kemandirian dalam aktivitas perawatan diri yang dapat

ditoleransi

3. Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat

4. anjurkan untuk istirahat setelah melakukan dialisis

Rasional : 1. Menyediakan informasi tentang indikasi tingkat keletihan

2. Meningkatkan aktivitas ringan/sedang dan memperbaiki harga diri

3. Mendorong latihan dan aktivitas dalam batas-batas yang dapat

ditoleransi dan istirahat yang adekuat

4. Istirahat yang adekuat dianjurkan setelah dialisis yang bagi banyak

4. PK Anemia

Tujuan : Pasien tidak menunjukkan gejala anemia

Kriteria Hasil : Dalam 3x24 jam pasien menunjukkan :

a. Warna kulit pasien normal

b. Nilai hematologi dalam batas yang diterima

c. Tidak mengalami perdarahan

Intervensi : 1. Instruksikan pasien bagaimana untuk mencegah perdarahan (menghindari

olahraga yang berat dan anjurkan pemakaian sikat gigi yang lembut)

2. Berikan terapi komponen darah sesuai indikasi

3. Berikan medikasi sesuai resep mencakup suplemen besi, asam folat,

Epogen maupun multivitamin

4. Hindari pengambilan spesimen darah yang tidak perlu

5. Pantau hitung sel darah merah dan kadar hematokrit sesuai indikasi

Rasional : 1. Perdarahan dapat memperburuk anemia

2. Terapi komponen darah mungkin diperlukan

3. Sel darah merah membutuhkan zat besi, asam folat dan vitamin untuk

produksinya.Epogen menstimulasi sumsum tulang untuk memproduksi

sel darah merah

4. Anemia dicetuskan oleh pengambilan sejumlah spesimen

5. Untuk mengetahui tingkat keparahan dan untuk memantau perkembangan

anemia setelah dilakukan intervensi

Kasus

Ny. A usia 65 tahun mengeluh sulit berkemih dan sakit pinggang sebelah kanan, disertai

lemah, mual, sakit kepala, nafsu makan akhir-akhir ini berkurang, dan penurunan berat badan

ginjal sekitar 1 tahun yang lalu. Ny. A mengeluhkan edema di sekitar mata, ekstremitas pucat

dan edema, Ny. A mengatakan tangan dan kakinya terasa dingin, sehingga terasa sangat

lemah untuk digerakkan. Nafasnya pun pendek dan cepat, sekitar 28 x/menit. Ny. A

mengeluhkan kencingnya sedikit sekali, diperkirakan produksi urin tidak sampai 300ml dan

terjadi lebih dari 1 bulan, urin berwarna coklat seperti teh. TD 130/ 90 mmHg. Nadi 110 x/

menit, suhu Badan 36,2 C. Ny.A telah memeriksakan diri ke RSP Unair, dengan hasil ureum

urin meningkat, BUN dan kreatinin meningkat, serta dokter mendiagnosa Ny. A mengalami

kegagalan ginjal akut.

Pengkajian Anamnesa, meliputi : 1. Identitas pasien Nama : Ny. A Umur : 65 tahun Berat badan : 45 kg Tinggi badan : 160 cm Alamat : Surabaya

Pekerjaan : Ibu rumah tangga

2. Riwayat sakit dan kesehatan

2.1 Keluhan utama

Klien mengeluh sulit berkemih dan sakit pinggang sebelah

kanan.

2.2 Riwayat penyakit sekarang

Ny. A mengatakan sulit berkemih, sakit pinggang sebelah

kanan, lemah, mual, sakit kepala, nafsu .makan akhir-akhir ini

2.3 Riwayat penyakit dahulu

Adanya riwayat hipertensi lama atau berat, palpitasi dan nyeri

dada. Serta pernah memiliki riwayat urolithiasis.

2.4 Riwayat keluarga

Adanya riwayat hipertensi.

2.4 Riwayat psikososial

Klien merasa stress, tak ada kekuatan, ansietas dan takut.

3. Pemeriksaan fisik

Review Of System (ROS)

a. B1(BREATH)

Napas pendek, dispnea, RR : 28x/menit. Pada pemeriksaan perkusi : redup

b. B2(BLOOD)

Nadi lemah dan cepat, hipotensi ortostatik yang menunjukkan hipovolemia,

pucat, TD : 130/90, nadi : 110x/menit, Hb : 5 g/dl, CRT: 4 detik.

c. B3(BRAIN)

Stress, ansietas, takut, penurunan kesadaran, bicara agak melantur.

d. B4(BLADDER)

Oliguria (produksi urine 300cc/24 jam), adanya rasa nyeri saat buang air

kecil dan kandung kemih yang menegang.

e. B5(BOWEL)

Antropomeri : BB = 45kg, TB = 160 cm

Biochemical : Hb= 5 g/dl, creatin = 65 µmol/l, albumin = 60 g/dl

Clinis : Pucat, nafsu makan menurun, mual dan muntah, pucat, turgor jelek

dan edema

Diet : Makan 2x sehari, porsi makan tidak pernah habis.

Klien mengalami kelemahan serta edema ekstremitas

4. Pemeriksaan diagnostik

a. Urin

Warna : secara abnormal warna urin kotor, kecoklatan seperti teh

menunjukkan adanya darah, Hb, mioglobin, porfirin.

Volume urin: kurang dari 300 ml/ 24 jam

Berat jenis: kurang dari 1,010 menunjukkan kerusakan ginjal berat

Osmolatas : kurang dari 350 m0sm/ kg menunjukkan kerusakan ginjal

tubular dan resiko urin / serum sering 1:1

Protein: derajat tinggi proteinuria (3-41) secara kuat menunjukkan

kerusakan glomerulus bila SDM dan fragmen juga ada

Klirens kreatinin: agak menurun

Natrium : lebih besar dari 40 mEg / l karena ginjal tidak mampu

mereabsorbsi natrium

b.

Darah

HT: menurun karena adanya anemia. Hb 5 gr/ dl

BUN/ kreatinin : 65 µmol/l

GDA: asidosis metabolic, pH 6

Albumin = 60 g/dl

Natrium serum: 125 mEq/L

Kalium : 6,0 mEq/L

c.

Osmolalitas Serum 350 mOsm/ kg

d.

Pelogram Letrograd

e.

Ultrasonografi ginjal

Ginjal berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm dan tidak

ada masa kista obtruksi pada saluran perkemihan bagian atas

f.

Endoskopi ginjal, nefroskopi

Tidak terdapat pulvis ginjal, keluar batu dan pengangkutan tumor selektif

g.

EKG

Tinggi puncak gelombang T rendah atau sangat tinggi

Analisa Data

Data Etiologi Masalah

DS: -

DO:- TD 130/90 mmHg

- Nadi perifer tidak

teraba dan cepat

Sindrom uremik ↓ Asidosis metabolic ↓ Hipertensi sitemik ↓

Beban kerja jantung ↑ ↓

Curah jantung ↓

DS:-

DO: Natrium 125 mEq/ L

(normal= 135-145 mEq/ L (mmol/L)) - Kalium 6,0 mEq/ L (normal 3,5 – 5 mEq/L) - Ureum: 202,32 mg/dl (normal: 20-40 mg/dl)

Aliran darah ginjal ↓ ↓

Destruksi struktur ginjal

↓ GFR ↓ ↓ Penyerapan elektrolit di tubulus terganggu ↓

Penumpukan toksik uremia,

hiponatremia, dan

hiperkalemia

Gangguan keseimbangan

cairan dan elektrolit

DS: - klien mengatakan mual,

tidak nafsu makan

DO: - porsi makan sedikit dan

tidak pernah habis, hanya 3

sendok makan.

- Mata cowong

Sindrom uremik

Ureum pada saluran cerna

Peradangan mukosa saluran

cerna

Stomatitis, ulkus lambung

Mual, muntah

anoreksia

Perubahan nutrisi kurang dari

DS: - klien mengeluh nafas

terasa seperti sesak

DO:- RR 28 x/menit Sindrom uremik ↓ Asidosis metabolic ↓ Hb↓ ↓ Distribusi O2 ↓ ↓ Sesak

Gangguan pola nafas tidak

efektif

DS:

DO:- nadi tidak teraba

- CRT >2 detik= 4 detik

- Ekstremitas pucat,

basah, dan dingin

RAAS ↑ ↓ Pelepasan Angiotensin II ↓ Vasokonstriksi pembuluh darah ↓

nadi cepat-lemah , pucat,

akral dingin, basah

DS:- klien mengatakan lemah

DO:- klien berbaring ditempat

tidur

- Kebutuhan klien

sebagian besar dibantu

oleh keluarga.

Sindroma uremik

Ureum pada jaringan otot

Oksigenasi otot ↓ ↓

Restless leg sindrom

Letargi (kelemahan)

Intoleransi aktivitas

Diagnosa Keperawatan

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat.

2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan udem sekunder:

volume cairan tidak seimbang oleh karena retensi Na dan H2O.

3. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual,

muntah.

4. Perubahan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi sekunder, kompensasi

melalui alkalosis respiratorik.

5. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan suplai O2 ke jaringan menurun.

6. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan oksigenasi jaringan yang tidak adekuat,

keletihan.

Intervensi

1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan beban jantung yang meningkat

Tujuan:

Kriteria hasil :

Mempertahankan curah jantung dengan bukti tekanan darah dan frekuensi jantung

dalam batas normal, nadi perifer kuat dan sama dengan waktu pengisian kapiler

Intervensi:

a. Auskultasi bunyi jantung dan paru

Rasional: Adanya takikardia frekuensi jantung tidak teratur.

b. Kaji adanya hipertensi

Rasional: Hipertensi dapat terjadi karena gangguan pada sistem

aldosteron-renin-angiotensin (disebabkan oleh disfungsi ginjal)

c. Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikanlokasi, rediasi, beratnya (skala

0-10)

Rasional: HT dan GGK dapat menyebabkan nyeri

d. Kaji tingkat aktivitas, respon terhadap aktivitas

Rasional: Kelelahan dapat menyertai GGK juga anemia

2. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan edema sekunder

: volume cairan tidak seimbang oleh karena retensi Na dan H2O)

Tujuan: Mempertahankan berat tubuh ideal tanpa kelebihan cairan dengan

Kriteria hasil: tidak ada edema, keseimbangan antara input dan output

Intervensi:

a. Batasi masukan cairan

Rasional: Pembatasan cairan akn menentukan BB ideal, haluaran urin, dan

respon terhadap terapi

b. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan

Rasional: Pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga dalam

c. Anjurkan pasien / ajari pasien untuk mencatat penggunaan cairan terutama

pemasukan dan haluaran

Rasional: Untuk mengetahui keseimbangan input dan output

3. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan berhubungan dengan anoreksia, mual,

muntah

Tujuan: Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat.

Kriteria hasil: menunjukan BB stabil

Intervensi:

a. Awasi konsumsi makanan / cairan

Rasional: Mengidentifikasi kekurangan nutrisi

b. Perhatikan adanya mual dan muntah

Rasional: Gejala yang menyertai akumulasi toksin endogen yang dapat

mengubah atau menurunkan pemasukan dan memerlukan intervensi

c. Berikan makanan sedikit tapi sering

Rasional: Porsi lebih kecil dapat meningkatkan masukan makanan

d. Tingkatkan kunjungan oleh orang terdekat selama makan

Rasional: Memberikan pengalihan dan meningkatkan aspek social

e. Berikan perawatan mulut sering

Rasional: Menurunkan ketidaknyamanan stomatitis oral dan rasa tak disukai

dalam mulut yang dapat mempengaruhi masukan makanan

4. Perubahan pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi sekunder:

kompensasi melalui alkalosis respiratorik

Tujuan : Pola nafas kembali normal / stabil

Kriteria hasil : RR dalam rentang normal: 16-20 x/menit

a. Auskultasi bunyi nafas, catat adanya crakles

Rasional: Menyatakan adanya pengumpulan secret

b. Ajarkan pasien batuk efektif dan nafas dalam

Rasional: Membersihkan jalan nafas dan memudahkan aliran O2

c. Atur posisi senyaman mungkin

Rasional: Mencegah terjadinya sesak nafas

d. Batasi untuk beraktivitas

Rasional: Mengurangi beban kerja dan mencegah terjadinya sesak atau hipoksia

5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritis

Tujuan: Integritas kulit dapat terjaga setelah dilakukan perawatan 2X24 jam

Criteria hasil :

- Mempertahankan kulit utuh

- Menunjukan perilaku / teknik untuk mencegah kerusakan kulit

Intervensi:

a. Inspeksi kulit terhadap perubahan warna, turgor, vaskuler, perhatikan kadanya

kemerahan

Rasional: Menandakan area sirkulasi buruk atau kerusakan yang dapat

menimbulkan pembentukan dekubitus / infeksi.

b. Pantau masukan cairan dan hidrasi kulit dan membran mukosa

Rasional: Mendeteksi adanya dehidrasi atau hidrasi berlebihan yang

mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan

c. Inspeksi area tergantung terhadap edema

Rasional: Jaringan edema lebih cenderung rusak

d. Ubah posisi sesering mungkin

untuk menurunkan iskemia

e. Berikan perawatan kulit

Rasional: Mengurangi pengeringan , robekan kulit

f. Pertahankan linen kering

R: Menurunkan iritasi dermal dan risiko kerusakan kulit

g. Anjurkan pasien menggunakan kompres lembab dan dingin untuk memberikan

tekanan pada area pruritis

Rasional: Menghilangkan ketidaknyamanan dan menurunkan risiko cedera

h. Anjurkan memakai pakaian katun longgar

Rasional: Mencegah iritasi dermal langsung dan meningkatkan evaporasi

lembab pada kulit

6. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan oksigenasi jaringan yang tidak adekuat,

keletihan

Tujuan : Pasien dapat meningkatkan aktivitas yang dapat ditoleransi setelah

perawatan 2x 24 jam

Kriteria hasil :

a. Klien kooperatif

b. Klien dapat miring ke kanan dan ke kiri

c. Klien dapat melakukan aktivitas ringan, seperti makan dan minum

Intervensi :

a) Pantau pasien untuk melakukan aktivitas

b) Kaji faktor yang menyebabkan keletihan

c) Anjurkan aktivitas alternatif sambil istirahat

PENUTUP

Dalam dokumen Askep Acute Kidney Injury dan Gagal Ginj (Halaman 47-62)

Dokumen terkait