• Tidak ada hasil yang ditemukan

Askep Acute Kidney Injury dan Gagal Ginj

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Askep Acute Kidney Injury dan Gagal Ginj"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas
  • Mata Pelajaran: Keperawatan
  • Topik: Askep Acute Kidney Injury dan Gagal Ginjal
  • Tipe: Kumpulan Asuhan Keperawatan
  • Tahun: 2012
  • Kota: Tidak Tersedia

I. Pendahuluan

Artikel ini membahas tentang Asuhan Keperawatan (Askep) untuk pasien dengan Acute Kidney Injury (AKI) dan Gagal Ginjal Kronis (GGK). Fokus utama dari pembahasan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi ini, termasuk definisi, klasifikasi, patofisiologi, diagnosis, dan penatalaksanaan. Relevansi dengan tujuan pendidikan adalah untuk membekali mahasiswa keperawatan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menangani pasien dengan gangguan ginjal. Hasil belajar yang diharapkan adalah mahasiswa dapat mengidentifikasi dan menerapkan intervensi keperawatan yang tepat.

II. Definisi dan Klasifikasi

Acute Kidney Injury (AKI) didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba, yang dapat diukur melalui peningkatan kadar serum kreatinin dan penurunan output urin. Klasifikasi AKI dibagi menjadi tiga etiologi utama: prarenal, renal, dan pascarenal, yang masing-masing memiliki penyebab dan mekanisme yang berbeda. Pemahaman klasifikasi ini sangat penting bagi mahasiswa keperawatan agar dapat melakukan diagnosis dan penatalaksanaan yang tepat. Selain itu, pemahaman tentang Gagal Ginjal Kronis (GGK) sebagai kerusakan ginjal yang berlangsung lama juga harus dikuasai, dengan klasifikasi berdasarkan tingkat keparahan.

III. Patofisiologi

Patofisiologi AKI melibatkan kerusakan pada komponen mikrovaskular dan tubular ginjal, yang menyebabkan gangguan perfusi dan filtrasi. Proses ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk hipovolemia, toksisitas obat, dan obstruksi. Mahasiswa perlu memahami mekanisme ini untuk dapat merancang intervensi keperawatan yang efektif. Diagram yang menggambarkan patofisiologi AKI dapat membantu dalam visualisasi proses ini dan meningkatkan pemahaman.

IV. Pendekatan Diagnosis

Diagnosis AKI melibatkan pemeriksaan klinis dan penunjang, termasuk urinalisis dan pemeriksaan biokimia darah. Gejala klinis seperti penurunan output urin dan tanda dehidrasi harus diperhatikan. Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengkajian yang komprehensif dan memahami pentingnya pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnosis. Tabel yang menunjukkan kelainan analisis urin dapat menjadi alat bantu yang berguna dalam proses ini.

V. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan pasien dengan AKI mencakup terapi nutrisi, farmakologi, dan dalam beberapa kasus, dialisis. Terapi nutrisi harus disesuaikan dengan kondisi pasien, sedangkan penggunaan obat-obatan seperti diuretik dan manitol harus dilakukan dengan hati-hati. Mahasiswa perlu memahami indikasi dan kontraindikasi dari setiap intervensi. Penjelasan mengenai terapi dialisis, baik hemodialisis maupun peritoneal dialisis, juga penting untuk dikuasai, mengingat perannya yang signifikan dalam pengelolaan pasien GGK.

VI. Asuhan Keperawatan

Asuhan keperawatan untuk pasien dengan AKI dan GGK meliputi pengkajian sistematis, diagnosis keperawatan, dan intervensi yang sesuai. Mahasiswa harus dapat mengidentifikasi masalah keperawatan dan merumuskan rencana intervensi yang efektif berdasarkan teori keperawatan. Fokus pengkajian mencakup sistem pernapasan, kardiovaskular, dan gastrointestinal. Memahami tujuan dan kriteria hasil dari setiap intervensi keperawatan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien.

VII. Kesimpulan

Pemahaman yang mendalam tentang AKI dan GGK sangat penting bagi mahasiswa keperawatan untuk dapat memberikan asuhan yang optimal. Melalui penguasaan materi ini, diharapkan mahasiswa dapat melakukan intervensi yang tepat dan meningkatkan hasil perawatan pasien. Penggunaan diagram, tabel, dan contoh kasus dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktis mahasiswa.

Referensi Dokumen

  • Common Pathophysiological Mechanism Of Chronic Kidney Disease : Therapeutic Perspectives ( J. M Lopez Novoa et al. )
  • Acute renal failure definitions and classification: time for change? ( Mehta RL, Chertow GM. )
  • Diuretika pada kasus dengan oligouria ( Mohani CI. )
  • Improving outcomes from acute kidney injury ( Molitoris BA, Levin A, Warnock DG, et al; Acute Kidney Injury Network. )
  • NKF-DOQI clinical practice guidelines for dyalisis adequaly ( National Kidney Foundation. )

Gambar

Tabel 2. Klasifikasi AKI dengan Kriteria RIFLE, ADQI Revisi 2007
Gambar 1. Patofisiologi AKI (Bonventre, 2008)
Tabel 3. Kelainan analisis urin (Sinto, 2010)
Tabel 5. Penatalaksanaan Komplikasi AKI (Sinto, 2010)
+7

Referensi

Dokumen terkait