• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet Buku

Di Pt. Mizan Media Utama

Intan Nurmala

Teknik Informatika – Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati Ukur No. 112-114-116 Bandung

Email : [email protected]

ABSTRAK

PT. Mizan Media Utama (MMU)

merupakan perusahaan distributor buku yang melayani pendistribusian buku ke banyak outlet di seluruh nusantara. Saat ini, untuk menetukan kelangsungan setiap outlet, Manager Penjualan menilai dari omset yang didapatkan oleh outlet-outlet tersebut. Faktanya, penilaian yang didasarkan pada aspek penjualan saja akan memberikan hasil yang terlalu objektif. Namun jika penilaian mempertimbangkan semua aspek atau kriteria yang seharusnya ikut serta akan menyulitkan manager penjualan dalam menentukan kelangsungan outlet. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibuatlah sistem pendukung keputusan kelangsungan outlet untuk memudahkan manager penjualan dalam menentukan kelangsungan outlet yang mengikutsertakan kriteria lain selain penjualan. Metode analisis dan perancangan yang digunakan adalah metode terstruktur. Alat yang digunakan untuk memodelkan sistem adalah

Entity Relationship Diagram (ERD) untuk menggambarkan relasi antar entitas, Data Flow Diagram (DFD) untuk menggambarkan transformasi arus data, dan Flowmap untuk menunjukkan aliran suatu dokumen, aliran data fisik entitas sistem, dan kegiatan operasi yang

berhubungan dengan sistem. Metode

pengambilan keputusan yang digunakan

Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil pengujian Alpha, didapatkan hasil wawancara yang memberikan kesimpulan bahwa aplikasi ini termasuk “Baik” dari sisi pandang user. Begitu juga dengan hasil pengujian Beta, menunjukkan bahwa aplikasi ini telah berhasil melewati berbagai ujian teknis dengan seluruhnya poinnya berstatus “diterima”.

Kata Kunci : Sitem Pendukung Keputusan, Analytic Hierarchy Process, Metode AHP

1. PENDAHULUAN

PT. Mizan Media Utama adalah

perusahaaan distributor buku yang melayani pendistribusian ribuan buku pada toko buku dan outlet di seluruh Indonesia. Dalam menentukan kelangsungan outlet, manager penjualan mengurutkan data penjualan berdasarkan nilai omset dan memilih outlet dengan nilai omset terkecil untuk ditutup. Keputusan ini dinilai terlalu objektif, karena hanya berdasarkan pada omset yang dihasilkan pada saat itu saja. Pada kenyataannya outlet dengan nilai omset yang tinggi belum tentu mampu memberikan keuntungan jangka panjang yang dapat dilihat dari aspek-aspek lain seperti lokasi yang mengangkat nama baik perusahaan, kelancaran transaksi di bagian pembayaran, serta efektifitas penggunaan biaya operasional. Peninjauan pada aspek-aspek tersebut tidak dilakukan oleh manager mengingat banyaknya outlet, serta data yang belum terintegrasi pada sistem. Jika terpaksa harus dilakukan, maka akan menambah waktu dan beban kerja manager.

Oleh karena itu, diadakan penelitian untuk membangun sebuah sistem yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet Buku Di PT. Mizan Media Utama”.

2. MODEL, ANALISA, DESAIN,

DAN IMPLEMENTASI 2.1.Model

Pengembangan perangkat lunak

menggunakan model waterfall[2], yang meliputi beberapa proses diantaranya:

a. System / Information Engineering

Tahap ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk

software. b. Analisis

Merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak.

c. Design

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk blueprint software sebelum tahap coding dimulai. d. Coding

Dalam tahap ini, hasil dari tahapan

design diubah ke dalam bentuk yang dimengerti oleh mesin, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.

e. Pengujian

Dalam tahap ini, dilakukan pengujian terhadap perangkat lunak yang telah dibangun.

f. Maintenance

Tahap ini adalah tahap akhir dimana perangkat lunak yang sudah selesai dibangun dapat mengalami perubahan– perubahan atau penambahan sesuai dengan permintaan user.

2.2.Analisis

2.2.1. Analisis Prosedur yang Sedang Berjalan

Alur sistem pengambilan keputusan kelangsungan outlet yang sedang berjalan sedang berjalan adalah sebagai berikut: 1. Staff Penjualan memberikan Laporan Data

Penjualan kepada Manager Penjualan yang telah diurutkan secara ascending.

2. Manager Penjualan mempertimbangakan outlet dengan nilai omset terkecil untuk didiskualifikasi

3. Manager memberikan perintah kepada staff penjualan untuk menutup outlet tersebut.

2.2.2. Evaluasi Sistem yang Sedang Berjalan

Berdasakan analisis dan hasil penelitian yang dilakukan di outlet terhadap apa yang dibutuhkan dalam membangun aplikasi pendukung keputusan ini, maka perlu dievaluasi mengenai diabaikannya kriteria kelancaran

pembayaran, biaya operasional, dan kriteria lokasi. Namun, jika proses kriteria-kriteria tersebut diikut sertakan dalam proses pertimbangan, maka waktu yang dibutuhkan akan menjadi sangat lama.

2.2.3. Solusi yang Ditawarkan

Dari permasalahan-permasalahan yang ada, solusi yang ditawarkan adalah sebuah sistem pengambilan keputusan dimana pada proses perhitungannya menyertakan seluruh kriteria yang dibutuhkan untuk menentukan kelangsungan setiap outlet. Kriteria-kriteria tersebut didapat dari data yang ada pada sistem yang telah ada dan juga berasal dari dokumen-dokumen pada divisi yang bersangkutan.

2.2.4. Analisis Metode Sistem Pendukung Keputusan

Metode pengambilan keputusan yang digunakan adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Secara mendasar, ada tiga proses yang selalu digunakan dalam model

AHP[1], yaitu: membangun hirarki,

pembentukan keputusan berbanding, dan sintesis prioritas. Gambar 1 menunjukkan struktur hierarki sistem pendukung keputusan kelangsungan outlet yang akan dibangun.

Gambar 1. Struktur Hierarki Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet yang Akan

Dibangun

Tahap kedua merupakan tahap

pembentukan keputusan berbanding. Mengingat proses ini dilakukan sebanyak tingkatan hirarki dari level 2 sampai dengan level terakhir atau alternatif, maka dalam kasus ini pembentukan keputusan berbanding dilakukan sebanyak 2 tahap.

Tahap terkahir adalah sintesa prioritas. Sintesa prioritas merupakan tahap mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria

bersangkutan di level atasnya dan menambahkannya ke setiap elemen dalam level

yang dipengaruhi kriteria. Hasilnya berupa prioritas gabungan atau dikenal dengan prioritas global.

2.2.5. Analisis Kebutuhan Non Fungsional Analisis kebutuhan non fungsional merupakan analisis yang dibutuhkan untuk menentukan spesifikasi kebutuhan sistem. Spesifikasi ini juga meliputi elemen atau komponen-komponen apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang akan dibangun sampai dengan sistem tersebut diimplementasikan. Analisis kebutuhan ini juga menentukan spesifikasi masukan yang diperlukan sistem, keluaran yang akan dihasilkan sistem dan proses yang dibutuhkan untuk mengolah masukan sehingga menghasilkan suatu keluaran yang diinginkan.

2.2.6. Analisis Kebutuhan Fungsional

Dalam memodelkan data dan

menggambarkan hubungan antara data yang ada pada sistem digunakan alat bantu yaitu diagram E-R. Sistem yang akan di bangun dapat dilihat hubungan antar entitas. Untuk itu sistem yang akan dirancang memiliki usulan ERD seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Entity Relationship Diagram

2.3.Implementasi

2.3.1. Implementasi Antarmuka

Gambar 3. Tampilan Antarmuka Keputusan Berbanding

Gambar 4. Tampilan Antarmuka Penyekalaan Nilai

Gambar 5. Tampilan Antarmuka Skala Banding Berpasang

Gambar 6. Tampilan Antarmuka Analisa Kelangsungan Outlet

2.3.2. Implementasi Basis Data

Pengembangan database dilakukan dengan

menggunakan aplikasi DBMS MySQL.

Implementasi database dalam bahasa SQL adalah sebagai berikut:

1. Tabel outlet

Tabel outlet telah ada pada sistem yang berjalan, sehingga cukup menambahkan

field-field yang dibutuhkan untuk mendukung sistem dibangun, yaitu biaya_operasional, grade_lokasi, dan lama_operasi.

ALTER TABLE `outlet` ADD `grade_lokasi` int; ALTER TABLE `outlet`

ADD ` tanggal_perintah_tutup` date;

ALTER TABLE `outlet`

ADD `nama_user` varchar(100); ALTER TABLE `outlet`

ADD CONSTRAINT `foreign_key01`

FOREIGN KEY (`nama_user`) REFERENCES

`user`(`nama_user`);

2. Tabel keputusan_berbanding

CREATE TABLE

`keputusan_berbanding` ( `kriteria` varchar(3) NOT NULL,

`kriteria_pembanding` varchar(3) NOT NULL,

`skala_kepentingan` double NOT NULL,

`keterangan` double,

`nama_user` varchar(100) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`kriteria`, `kriteria_pembanding`), FOREIGN KEY (`nama_user`) REFERENCES `user`(`nama_user`)

)

3. Tabel penyekalaan _nilai

CREATE TABLE `penyekalaan_nilai` (

`kriteria` varchar(3) NOT NULL,

`nilai` double,

`skala` varchar(3) NOT NULL, `keterangan` varchar(200), `nama_user` varchar(100) NOT NULL,

PRIMARY KEY (`kriteria`, `skala`)

FOREIGN KEY (`nama_user`) REFERENCES `user`(`nama_user`) )

3. HASIL DAN DISKUSI

Pengujian perangkat lunak merupakan tahapan untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan kekurangan-kekurangan pada perangkat lunak yang dibangun sehingga bisa diketahui apakah perangkat lunak tersebut telah memenuhi kreteria sesuai dengan tujuan atau tidak. Adapun metode pengujian yang digunakan pada perangkat lunak ini adalah metode pengujian

black box. Pengujian black box berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak. Metode pengujian black box ini terdiri dari dua tahapan pengujian, yaitu tahapan pengujian alpha dan tahapan pengujian beta

3.1.Pengujian Alpha

Pengujian Alpha merupakan pengujian fungsional yang diadakan di lingkungan pembangun oleh pengguna yang akan menggunakan perangkat lunaknya. Pihak

pembangun mendampingi serta mencatat kesalahan-kesalahan maupun permasalahan yang dirasakan oleh pengguna. Adapun hasil pengujian Alpha yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pendukung keputusan kelangsungan outlet yang dibangun sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan baik itu dari segi validasi maupun proses penanganan kesalahan, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kesalahan suatu saat, pada saat aplikasi digunakan, sehingga membutuhkan proses maintenance untuk lebih mengetahui kekurangan dari sistem ini.

3.2.Pengujian Beta

Pengujian beta dilakukan kepada calon pengguna aplikasi yaitu manager penjualan, staff penjualan, dan administrator. Pengujian beta dilakukan dengan cara interview atau wawancara dengan mengunakan teknik wawancara terstruktur mengenai kepuasan pengguna, dengan menggunakan teknik jawaban tertutup yaitu peneliti memberikan alternatif jawaban yang bisa dipilih.

a. Hasil wawancara terhadap Manager Penjualanadalah sebagai berikut:

1. Manager Penjualan setuju bahwa

aplikasi ini dapat membantu

menentukan kelangsungan outlet dengan efektif.

2. Manager Penjualan setuju bahwa aplikasi ini dapat meringankan beban dan mempercepat kinerja.

3. Manager Penjualan dapat mempelajari dan menggunakan aplikasi ini dengan mudah.

b. Hasil wawancara terhadap Staff Penjualan adalah sebagai berikut:

1. Staff Penjualan setuju bahwa aplikasi ini dapat meringankan beban dan mempercepat kinerja.

2. Staff Penjualan dapat mempelajari dan menggunakan aplikasi ini dengan mudah.

c. Hasil wawancara terhadap Administrator

adalah sebagai berikut:

1. Administrator setuju bahwa aplikasi ini

mampu memberikan fasilitas

manajemen user yang baik.

2. Administrator dapat mempelajari dan menggunakan aplikasi ini dengan mudah.

4. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan:

1. Aplikasi ini dapat memberikan rekomendasi bagi manager penjualan mengenai kelangsungan outlet-outlet di PT. Mizan Media Utama.

2. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi manager penjualan dalam memberikan kelangsungan outlet yang mempertimbangkan seluruh aspek utama yaitu data penjualan dan data pembayaran, serta didukung dengan dua aspek lain yaitu lokasi dan biaya operasional.

4.2.Saran

Berdasarkan kesimpulan, maka saran yang dapat dikemukakan agar menjadi bahan perbaikan dan pertimbangan adalah sebagai berikut :

1. Dapat dibuat dalam basis website sehingga lebih fleksibel untuk diakses dari manapun tanpa perlu pengaturan khusus.

2. Diharapkan dapat dibuat feature tambahan untuk mendukung keputusan lainnya yang berkaitan dengan data penjualan dan data pembayaran.

5. DAFTAR PUSTAKA

[1] L. Saaty, Thomas (2001). Decision Making for Leaders Vol. II of the AHP Series. Pitsburgh: RWS Publ.

[2] Pressman, Roger (2005). Software Engineering: A Practitioner's Approach

Vol. VI. New York: McGraw-Hill. [3] Davis B., Gordon (1993). Kerangka

Dasar Sistem Informasi Manajemen. Terjemahan, Seri Manajemen 90-A. Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo.

[4] Sutabri, Tata (2005). Sistem Informasi Manajemen, Edisi I. Yogyakarta: ANDI.

[5] Burch G., John, Grudnitski , Gary (1986). Information Systems Theory and Practice. New York : John Wiley and Sons.

[6] Suryadi, Kadarsah, Ramdani, M Ali (1998). Sistem Pendukung Keputusan. Bandung: PT Remaja Rasdakarya. [7] Hartono, Jogiyanto (2005). Analisis dan

Desain Sistem Informasi, Edisi III. Yogyakarta: ANDI.

[8] Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc. (2004).

Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

[9] E.F. Codd (1972). The Relational Model for Database Managemen. New York: Prentice Hall.

[10] Turban, Efraim (2005). Desicion Support System and Intelligent System. New Jersey: Pearson Education. [11] Jogianto H. M. (1999). Pengenalan

Komputer. Yogyakarta: Andi.

[12] Mirza, Said. (2013). Tujuh Langkah Praktis Pembangunan Basis Data. Jakarta: Elex Media Komputindo. [13] Edwards, Jeri. (1999). 3-Tier

Client/Server At Work. New York: John Wiley & Sons, Inc.

1 1.1Latar Belakang Masalah

PT. Mizan Media Utama adalah perusahaaan distributor buku yang melayani pendistribusian ribuan buku pada toko buku dan outlet di seluruh Indonesia. Untuk meningkatkan keuntungan, perusahaan membuka bursa buku kecil yang disebut outlet di lokasi-lokasi strategis seperti kampus, mall, sekolah, pameran buku, dan sebagainya. Dengan menjamurnya pembukaan outlet, maka biaya operasional yang dikeluarkanpun akan semakin meningkat. Oleh karena itu untuk memelihara efektifitas penggunaan biaya operasional, pembukaan outlet-outlet baru selalu diimbangi dengan penutupan outlet yang dinilai kurang memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Dalam menentukan kelangsungan outlet, manager penjualan mengurutkan data penjualan berdasarkan nilai omset dan memilih outlet dengan nilai omset terkecil untuk ditutup. Keputusan ini dinilai terlalu objektif, karena hanya berdasarkan pada omset yang dihasilkan pada saat itu saja. Pada kenyataannya outlet dengan nilai omset yang tinggi belum tentu mampu memberikan keuntungan jangka panjang yang dapat dilihat dari aspek-aspek lain seperti lokasi yang mengangkat nama baik perusahaan, kelancaran transaksi di bagian pembayaran, serta efektifitas penggunaan biaya operasional. Peninjauan pada aspek-aspek tersebut tidak dilakukan oleh manager mengingat banyaknya outlet, serta data yang belum terintegrasi pada sistem. Jika terpaksa harus dilakukan, maka akan menambah waktu dan beban kerja manager.

Dengan kondisi tersebut, akan lebih efektif jika terdapat alat atau media yang dapat membantu manager dalam meberikan rekomendasi kelangsungan outlet. Oleh karena itu, diadakan penelitian untuk membangun sebuah sistem yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet Buku Di PT. Mizan Media Utama”.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dapat dinyatakan dalam pernyataan bagaimana membangun sistem informasi pendukung keputusan kelangsungan outlet-outlet buku di PT. Mizan Media Utama.

1.3Maksud dan Tujuan

Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk membangun sistem pendukung keputusan kelangsungan outlet-outlet buku di PT. Mizan Media Utama.

Sedangkan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk memberikan rekomendasi bagi manager penjualan mengenai kelangsungan outlet-outlet yang sedang aktif.

2. Untuk memudahkan manager penjualan dalam memberikan keputusan kelangsungan outlet yang mempertimbangkan seluruh aspek utama yaitu data penjualan dan data pembayaran, serta didukung dengan dua aspek lain yaitu lokasi dan biaya operasional.

1.4Batasan Masalah

Dalam penelitian ini, penulis membatasi masalah sebagai berikut:

1. Data yang diolah adalah data penjualan, data pembayaran, dan data outlet. 2. Informasi yang dihasilkan oleh sistem adalah sebagai berikut:

a. Info penjualan b. Info pembayaran

c. Laporan rekomendasi kelangsungan untuk setiap outlet yang aktif, yaitu outlet tetap dibuka (BUKA) atau outlet ditutup (TUTUP).

3. Teknik pengambilan keputusan yang digunakan adalah metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Metode ini digunakan karena mampu mempertimbangkan kepentingan antar kriteria atau aspek-aspek yang harus dipertimbangkan untuk kelangsungan outlet.

4. Aspek-aspek yang dipertimbangkan untuk mementukan keputusan adalah sebagai berikut:

a. Omset penjualan (OMS), dengan indikator berupa persentasi pencapaian pendapatan penjualan bersih outlet terhadap target penjualan yang harus dicapai.

b. Lokasi outlet (LKS), dengan indikator berupa kondisi lokasi setiap outlet yang dilihat dari sudut pandang marketing dan promosi.

c. Kelancaran pembayaran (BYR), dengan indikator berupa persentasi keterlambatan pembayaran dari setiap outlet selama periode yang ditentukan oleh manager.

d. Biaya operasional (OPR), dengan indikator nilai biaya operasional setiap outlet

5. Outlet yang dimasukkan ke dalam penilaian adalah outlet yang sedang

aktif.

6. Periode penilaian terhadap aspek-aspek dari setiap outlet adalah bulanan.

7. Teknik analisa dan perancangan dalam pembuatan perangkat lunak menggunakan metode waterfall[2].

8. Metode analisis dan perancangan yang digunakan adalah metode terstruktur. Alat yang digunakan untuk memodelkan sistem sebagai berikut:

a. Entitiy Relationship Diagram (ERD)[7] untuk menggambarkan relasi antar entitas.

b. Data Flow Diagram (DFD)[7]untuk menggambarkan arus data. c. Flowmap Diagram[12] untuk menunjukan aliran suatu dokumen d. Kamus Data[12] untuk mendefinisikan data yang mengalir di sistem.

1.5Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :

1. Tahap pengumpulan data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Studi Literatur.

Studi literatur yaitu kegiatan teknik pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan metode AHP.

b. Interview.

Interview yaitu teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung dengan nara sumber yang berkaitan dengan pembangunan sistem.

2. Tahap pembuatan perangkat lunak.

Pengembangan perangkat lunak menggunakan model waterfall[2], yang meliputi beberapa proses diantaranya:

a. System / Information Engineering

Tahap ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Kebutuhan tersebut meliputi kondisi database yang akan dikembangkan, kondisi jaringan yang akan digunakan, dan sebagainya.

b. Analisis

Merupakan tahap menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan perangkat lunak. Pada tahap ini dikumpulkan informasi fungsi yang dibutuhkan oleh user, antar muka yang sesuai dengan kebutuhan, dan sebagainya.

c. Design

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk blueprint software sebelum tahap

coding dimulai. Dalam tahap ini dilakukan perancangan antar muka yang disertai diagram semantik.

d. Coding

Dalam tahap ini, hasil dari tahapan design diubah ke dalam bentuk yang dimengerti oleh mesin, yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0.

e. Pengujian

Dalam tahap ini, dilakukan pengujian terhadap perangkat lunak yang telah dibangun. Tahap ini meliputi pengujian error, error handling, serta kesesuaian dengan yang diharapkan oleh user.

f. Maintenance

Tahap ini adalah tahap akhir dimana perangkat lunak yang sudah selesai dibangun dapat mengalami perubahan–perubahan atau penambahan sesuai dengan permintaan user. Hal ini dikarenakan terjadi error saat pengujian atau aplikasi belum sesuai dengan yang diharapkan oleh user.

1.6Sistematika Penulisan

Gambaran umum penelitian untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet di PT. Mizan Media Utama ini disusun dalam sistematika penulisan tugas akhir. Susunan sistematika penulisan tugas akhir tersebut adalah sebagai berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN

Bab 1 berisi latar belakang, rumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan yang terkait dengan pembangunan Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet di PT. Mizan Media Utama.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Bab 2 berisi profil perusahaan tempat melakukan penelitian, yaitu PT. Mizan Media Utama dan landasan teori yang berhubungan dengan pembangunan Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet di PT. Mizan Media Utama.

BAB 3 ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi deskripsi sistem, analisis kebutuhan dalam pembangunan sistem, serta perancangan Sistem Pendukung Keputusan Kelangsungan Outlet di PT. Mizan Media Utama.

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Bab ini berisi implementasi sistem yang dibangun, ujicoba, dan hasil pengujian sistem.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengujian sistem, serta saran pengembangan sistem ke depan.

Dokumen terkait