• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rentang Skala = – (1) Berdasarkan hasil persamaan dan bobot nilai yang digunakan dalam

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Sistem Penerapan Pelatihan pada Institut Pertanian Bogor

Institut Pertanian Bogor merupakan lembaga pendidikan yang bertujuan menghasilkan lulusan berkualitas yang mampu mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan baik dalam rangka menghadapi tuntutan pembangunan baik nasional maupun global. Upaya IPB dalam rangka mencapai tujuan tersebut untuk menghadapi tuntutan pembangunan dapat dilakukan melalui suatu pengelolaan organisasi yang efektif dan efisien yang dapat dilakukan di seluruh bidang termasuk bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM). Direktorat SDM Institut Pertanian Bogor sebagai kunci untuk mencapai tujuan bertekad meningkatkan kinerja organisasi secara terus menerus untuk dapat memenuhi harapan

manajemen mutu diseluruh unit dan individu dilingkungan Direktorat SDM. Salah satu bentuk pengembangan tenaga kependidikan yang dilakukan oleh Direktorat SDM IPB adalah dengan melaksanakan pelatihan untuk tenaga kependidikan. Pelatihan dianggap sebagai program yang sangat penting oleh Direktorat SDM IPB karena sebagai media pembelajaran yang mampu menambah pengetahuan, kemampuan, keterampilan, sikap dan pengalaman pegawai, dalam hal ini adalah tenaga kependidikan.

4.4.1 Pelaksanaan Pelatihan

Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, pelatihan dibagi menjadi 2, yaitu pelatihan internal IPB dan pelatihan eksternal. Pelatihan eksternal IPB biasanya dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) atau lembaga-lembaga pelatihan yang bekerja sama dengan Kemendiknas. Sedangkan pelatihan internal IPB merupakan pelatihan yang pelaksanaannya dikoordinir oleh Direktorat SDM IPB. Pelatihan internal IPB mencakup banyak jenis pelatihan yang pelaksanaannya sesuai kebutuhan pegawai pada unit kerja masing- masing, diantaranya yaitu pelatihan ketenaga kependidikanan. Setiap unit kerja belum tentu memperoleh jenis pelatihan yang sama namun tergantung dari kebutuhan dari unit kerja tersebut. Jenis pelatihan yang penulis angkat pada penelitian ini yaitu beberapa jenis pelatihan internal berupa pelatihan kepegawaian untuk tenaga kependidikan, yang pada dasarnya hampir semua tenaga kependidikan IPB pernah mengikuti pelatihan tersebut, diantaranya yaitu pelatihan komputer, pelatihan administrasi, dan pelatihan etos kerja dan performance diri. Ketiga pelatihan ini diangkat karena dirasa sangat penting untuk tenaga kependidikan.

1. Pelatihan Komputer

Pelatihan komputer merupakan pelatihan tekhnis untuk tenaga kependidikan karena dianggap sangat penting untuk kebutuhan pekerjaan dalam unit kerja masing-masing. Pelatihan komputer bertujuan untuk membantu tenaga kependidikan dalam mengerjakan

tugas seperti pembuatan data base, surat-menyurat, input data tugas, input nilai mahasiswa dan penyimpanan arsip dalam bentuk softcopy.

Pelatihan ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu pelatihan komputer untuk pemula, intermediate dan pelatihan komputer programme. 2. Pelatihan Administrasi

Pelatihan administrasi merupakan salah satu pelatihan kepegawaian yang juga penting karena membantu tenaga kependidikan dalam tekhnis untuk menyelesaiakan pekerjaan. Pelatihan ini tidak kalah penting karena dirancang untuk membantu IPB melaksanakan program-program yang ada. Pelatihan ini merupakan salah satu pelatihan yang banyak diikuti oleh tenaga kependidikan Institut Pertanian Bogor. Pelaksanaan pelatihan ini tidak setiap tahunnya ada tapi tergantung dari kebutuhan tenaga kependidikan.

3. Pelatihan Etos Kerja dan Performance Diri

Pelatihan etos kerja dan performance diri merupakan bentuk pelatihan motivasi yang mengajarkan tenaga kependidikan Institut Pertanian Bogor bagaimana meningkatkan kualitas kompetensi diri melalui etos kerja dalam unit kerja IPB dan bagaimana menilai diri sendiri dalam melakukan pekerjaan agar pekerjaan tersebut dapat terlaksana dengan baik. Pelatihan ini dirasa sangat penting karena mampu menimbulkan semangat kerja tenaga kependidikan, memotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik dalam melaksakan pekerjaan. Jenis pelatihan ini juga tidak terlaksana secara rutin namun tergantung dari kebutuhan tenaga kependidikan setelah dilakukan survei.

4.4.2 Metode Pelatihan

Metode pelatihan merupakan strategi yang digunakan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan kurikulum. Metode pelatihan yang dilaksanakan oleh Institut Pertanian Bogor ada berbagai macam yang dikemas untuk orang dewasa mengingat peserta pelatihan adalah tenaga kependidikan yang mayoritas sudah berumur.

1. Model teknik simulasi

Model teknik pelatihan seperti ini dimana lebih berfokus pada praktik dibanding teori. Tutor hanya menjelaskan selama 15-30 menit setelah itu peserta akan dilatih secara langsung mengerjakan tugas-tugas yang akan dikerjakan sehari-hari dalam unit kerja masing-masing. Metode ini dapat berupa praktek kelas di laboratorium komputer maupun praktek lapangan baik secara individu atau kelompok. Metode ini bertujuan agar para peserta lebih memahami teori atau materi pelatihan yang diberikan, karena dapat mengaplikasikan langsung pada peralatan dan perlengkapan yang mendukung pelaksanaan pekerjaan.

2. Model ceramah

Metode ceramah diberikan kepada para peserta yang banyak di dalam ruang kelas. Tutor mengajarkan teori-teori yang diperlukan, sedang yang dilatih mempersepsikannya. Metode ceramah digunakan untuk menyampaikan pokok bahasan dan sub bahasan yang berupa teori atau pengetahuan praktis. Model ceramah ini digunakan dalam beberapa pelatihan yang dilaksanakan oleh IPB salah satunya yaitu untuk pelatihan etos kerja dan performance diri. 3. Model komunikasi ekspositif sistem dua arah

Metode ini dimaksudkan agar terjadi respon timbal balik antara tutor dan peserta pelatihan. Tutor dalam metode pelatihan ini menggunakan berbagai strategi dan taktik, memeriksa apakah peserta menerima informasi dengan tepat.

4.4.3 Materi Pelatihan

Materi pelatihan sesuai dengan jenis pelatihan yang diberikan untuk tenaga kependidikan. Materi telah disiapkan dalam bentuk hand out. Materi pembelajaran yang diadopsi oleh IPB yaitu perpaduan antara teori dengan pengalaman berupa praktik langsung dalam pelatihan. Untuk pelatihan tekhnis seperti komputer dan administrasi lebih dititik beratkan pada praktik. Materi dalam bentuk teori berkisar antara 10%-20%, selebihnya merupakan materi dalam bentuk praktik.

4.4.4 Fasilitas Pelatihan

Fasilitas berupa peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan selama proses pelaksanaan diklat seperti in focus, komputer,

whiteboard dan flip chart dan modul. Untuk fasilitas ruangan pelatihan, Institut Pertanian Bogor belum memiliki ruangan khusus untuk pelatihan sehingga masih bersifat fleksibel. Ruangan pelatihan disesuaikan dengan jumlah tenaga kependidikan yang mengikuti pelatihan. Selain itu peserta pelatihan diberi biaya transportasi, training kit dan juga sertifikat pelatihan. Fasilitas dipersiapkan dengan baik agar peserta dapat lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

4.4.5 Trainer Pelatihan

Trainer dalam pelatihan disebut tutor. Untuk pelatihan internal tenaga kependidikan Institut Pertanian Bogor tutor merupakan pejabat- pejabat dari IPB yang memiliki keahlian yang lebih dalam bidang pelatihan tertentu yang sesuai dengan materi pelatihan dan mampu memberikan gambaran bagaimana prinsip belajar yang baik. Seorang tutor memiliki tanggung jawab yang besar untuk menumbuhkan semangat peserta pelatihan untuk mengikuti pelatihan, walau hal tersebut dirasa sulit karena rata-rata peserta pelatihan adalah tenaga kependidikan yang berumur. Tutor memegang peranan yang sangat penting dalam pelatihan yang diadakan institut pertanian bogor sehingga seorang tutor harus menyampaikan materi pelatihan dengan metode yang mudah dimengerti oleh peserta.

4.4.6 Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan merupakan tenaga kependidikan Institut Pertanian Bogor yang terdiri dari beberapa unit kerja. Peserta ditentukan langsung oleh ketua bagian dari masing-masing unit kerja. Dimana unit kerja tersebut dikoordinasi oleh Direktorat SDM. Pemilihan peserta tidak dilakukan secara acak oleh kepala bagian unit kerja namun dilihat dari kebutuhan tiap tenaga kependidikan, pelatihan apa yang tenaga kependidikan tersebut butuhkan untuk membantu dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan.

4.4.7 Evaluasi Pelatihan

Setelah pelaksanaan pelatihan, dilakukan evaluasi. Evaluasi pelatihan dilakukan melalui dua cara yaitu evaluasi mengenai teknis pelaksanaan pelatihan (pengajar atau instruktur, fasilitas, metode) dan evaluasi hasil belajar (materi). Evaluasi pelatihan biasanya dilakukan pada hari terakhir pelaksanaan pelatihan. Para peserta pelatihan dibagikan lembar evaluasi yang berisi saran untuk perbaikan pelaksanaan pelatihan di masa yang akan datang. Sedangkan evaluasi hasil belajar dilakukan dengan cara memantau pekerjaan dari tenaga kependidikan yang telah mengikuti pelatihan. Evaluasi dilakukan setelah satu sampai dua bulan pelaksanaan pelatihan. Mealui pemantauan tersebut, dilihat apakah tenaga kependidikan telah melaksanakan tugas sesuai yang diinginkan ataukah belum. Jika belum perlu adanya perbaikan untuk pelatihan yang akan diadakan selanjutnya.

4.5. Analisis Persepsi Tenaga Kependidikan terhadap Pelaksanaan

Dokumen terkait