• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem penerimaan kas atas pendapatan parkir pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karanganyar

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. TINJAUAN PUSTAKA

1. Sistem penerimaan kas atas pendapatan parkir pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karanganyar

a. Bagian yang Terkait

Dalam transaksi penerimaan kas pajak parkir pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Karanganyar terdapat beberapa bagian yang terkait, antara lain adalah sebagai berikut.

commit to user

Bagian pendaftaran dan pendataan bertugas mendaftar wajib pajak dan mendata obyek pajak parkir.

2) Bagian Penetapan Pajak

Bagian Penetapan bertugas melaksanakan penetapan jumlah pajak parkir yang terutang serta menghitung besarnya angsuran pajak atas permohonan wajib pajak. 3) Bagian Bendahara Khusus Penerima (BKP) / Pemegang Kas

Bagian BKP bertugas menerima pambayaran pajak dari wajib pajak yang menyetorkan sendiri pajak terutangnya melalui Pembantu BKP. Selain itu, BKP juga berkewajiban untuk menyetorkan semua penerimaan kas dari hasil

pembayaran pajak ke rekening Kasda melalui bank yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar.

4) Bagian Pembantu Pemegang Kas / Pembantu Bendahara Khusus Penerima (PBKP) Bagian ini bertugas membantu tugas Bendahara Khusus Penerima (BKP) dalam menerima pembayaran pajak dari wajib pajak yang menyetorkan sendiri pajak terutangnya. Setiap selesai jam penyetoran, bagian ini akan menyerahkan uang kepada BKP untuk disetorkan ke rekening Kas Daerah melalui Bank yang telah ditunjuk oleh Pemda Kabupaten Karanganyar.

5) Bagian Penyimpanan (Bank Pembangunan Daerah)

Bagian Penyimpanan (Bank Pembangunan Daerah) ini bertugas untuk

menerima seluruh penerimaan kas dari sektor pajak yang telah disetor oleh BKP. 6) Bagian Pembukuan dan Pelaporan Penerimaan

Bagian Pembukuan Penerimaan bertugas untuk mencatat seluruh transaksi penerimaan kas dari sektor pajak ke dalam catatan akuntansi dan melaporkannya dalam bentuk laporan keuangan.

commit to user

Dalam transaksi penerimaan kas dari sektor pajak parkir, terdapat beberapa formulir yang digunakan, antara lain sebagai berikut :

1) SPTPD (Surat Pemberitahuan Pajak Daerah)

Formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh wajib pajak yang telah terdaftar dan memiliki NPWPD. Data yang terdapat dalam SPTPD ini yang akan dijadikan sebagai dasar dalam menetapkan besarnya jumlah pajak. 3) SKP Daerah (Surat Ketetapan Pajak Daerah)

Berisi jumlah ketetapan pajak terhutang untuk semua jenis pajak langsung yang mempunyai masa pajak yang sama. Surat Ketetapan Pajak Daerah berfungsi pula sebagai media setoran, yang akan divalidasi oleh petugas sebagai bukti bahwa SKP Daerah tersebut telah dilunasi.

4) SSPD (Surat Setoran Pajak Daerah) / Tanda Bukti Pembayaran

Merupakan formulir yang dikeluarkan oleh Bagian Bendahara Khusus Penerima (BKP) setelah wajib pajak membayar pajak, sebagai bukti setoran / pembayaran pajak dan dasar pencatatan yang dilakukan oleh bagian pembukuan (akuntansi). 5) STS (Surat Tanda Setor)

Formulir yang dikeluarkan oleh BKP, berisi jumlah penerimaan kas yang akan disetor ke BPD sebagai bukti bahwa BKP telah menyetor ke Kas Daerah.

6) Bukti Setor Bank (slip setoran ke bank)

Merupakan bukti penyetoran penerimaan kas ke rekening Kas Daerah yang disahkan oleh BPD sebagai tanda bukti penerimaan kas.

c. Catatan yang Digunakan

Transaksi penerimaan kas dari pajak reklame menggunakan beberapa catatan akuntansi, antara lain sebagai berikut :

commit to user 1) BPPS (Buku Pembantu Penerimaan Sejenis)

Merupakan catatan yang dibuat oleh Bendahara Khusus Penerima (BKP) ketika ada transaksi penerimaan kas dari pajak. Dalam BPPS ini, masing-masing pajak dicatat ke dalam golongannya menurut nomor urut rekeningnya.

2) Kartu Data

Catatan yang berisi data perpajakan dan data lainnya yang dibuat setelah Bagian Pendataan menerima kembali SPTPD yang dikirim kepada wajib pajak yang diperlukan sebagai dasar / sumber utama untuk membuat Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD).

3) Buku Kas Umum

Hasil penjumlahan dalam Buku Pembantu Penerimaan Sejenis tersebut dicatat dalam Buku Kas Umum kolom Penerimaan. Sedangkan kolom Penyetoran berisi catatan jumlah kas yang disetor ke BPD.

4) Laporan Realisasi Penerimaan dan Penyetoran Uang

Merupakan laporan yang didasarkan menurut Buku Kas Umum, yang dibuat oleh Bendahara Khusus Penerima (BKP) secara periodik (bulanan) untuk diserahkan kepada Kepala Dinas PPKAD.

5) Jurnal Umum

Merupakan catatan akuntansi yang dibuat oleh Bagian Pembukuan untuk merekam atau meringkas transaksi penerimaan kas dari pajak.

6) Laporan Keuangan

Merupakan laporan terakhir yang dibuat oleh Bagian Pembukuan Penerimaan dari hasil pencatatan dan perhitungan seluruh transaksi penerimaan pajak.

commit to user d. Jaringan prosedur yang membentuk sistem

Jaringan yang membentuk sistem penerimaan kas dari pajak parkir adalah sebagai berikut ini.

1) Prosedur pendataan pajak

Prosedur pendataan pajak dilakukan oleh bagian Dafda (Pendaftaran dan Pendataan) diawali dengan memberikan SPTPD kepada wajib pajak yang telah terdaftar untuk mendapatkan data objek pajak, setelah SPTPD diisi wajib pajak kemudian mencatat hasil pendataan ke dalam kartu data. Bagian Dafda menyerahkan SPTPD lembar ke-2 beserta kartu data ke bagian penetapan pajak dan SPTPD lembar pertama diserahkan kepada wajib pajak. Setelah selesai dihitung jumlah pajak yang dikenakan, menerima kembali

commit to user

SPTPD lembar ke-2 dan kartu data dari bagian penetapan, kemudian diarsipkan menurut nomor urut.

2) Prosedur Penetapan Pajak

Prosedur penetapan pajak dilakukan oleh bagian penetapan dan penagihan diawali dengan menetapkan besarnya pajak yang akan dikenakan berdasarkan kartu data dan SPTPD yang diberikan dari bagian Dafda, kemudian membuat Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) sebanyak 4 rangkap yang berisi jumalah ketetapan pajak yang harus dibayar untuk diserahkan kepada wajib pajak.

3) Prosedur Pembantu Bendahara Khusus Penerimaan (PBKP)

Prosedur pembantu bendahara khusus penerimaan dilaksanakan oleh bagian perbendaharaan dengan langkah pertama yaitu menerima uang pembayaran pajak beserta SPTPD lembar pertama dan SKPD lembar 1, 2, 3 dari wajib pajak yang menyetorkan sendiri pajak terutangnya. Setelah itu menghitung dan mencocokkan SPTPD dan SKPD yang diterima kemudian membuat Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) sebanyak 4 rangkap sebagai bukti bahwa wajib pajak telah melunasi pajak terutangnya. Memvalidasi SPTPD, SKPD, SSPD, kemudian diserahkan kepada wajib pajak masing-masing lembar ke-1 dan SSPD lembar ke-4 diarsipkan. Setiap selesai jam penyetoran, menghitung pajak dan formulir yang telah divalidasi dengan komputer kemudian membuat laporan harian pembantu bendahara khusus penerimaan dan menyerahkan uang ke BKP disertai SKPD dan SSPD masing-masing lembar 2 dan 3.

4) Prosedur Bendahara Khusus Penerimaan

Prosedur bendahara khusus penerimaan ini dilaksanakan oleh bagian perbendaharaan diawali dengan menerima uang hasil pembayaran pajak dari pembantu bendahara khusus

commit to user

penerimaan beserta SSPD dan SKPD lembar 2 dan 3, kemudian menghitung dan mencocokkan SSPD dan SKPD, setelah sesuai mencatat penerimaan tersebut ke dalam buku pembantu penerimaan sejenis dan dimasukkan dalam buku kas umum. Sebelum menyetorkan uang ke BPD membuat bukti setor bank dan surat tanda setor masing- masing rangkap 2.

5) Prosedur Pemegang Kas Daerah (BPD)

Prosedur ini dilaksanakan oleh Bank Pembangunan Daerah yang bertugas menerima uang atas seluruh penerimaan kas dari sektor pajak yang disetor oleh BKP beserta bukti setor dan surat tanda setor, kemudian memvalidasi bukti setor dan surat tanda setor dan mencatatnya ke dalam laporan penerimaan.

6) Prosedur Pembukuan dan Pelaporan Penerimaan

Prosedur ini dilaksanakan oleh bagian pembukuan dan pelaporan penerimaan diawali dengan menerima SKPD dan STS masing-masing lembar ke-2 serta SSPD lembar 2 dan 3 dari BKP, kemudian mencocokkan dan menghitung kembali formulir-formulir tersebut untuk dicatat dalam jurnal umum, diposting ke buku besar dan membuat laporan keuangan.

commit to user

Bagian Pendaftaran dan Pendataan

.

Diisi Wajib Pajak

Wajib pajak Keterangan=

SPTPD : Surat Pemberitahuan Pajak Daerah

Gambar 2.1 flowchart sistem penerimaan kas pajak parkir 2 mulai Mendata objek pajak yang mendaftarakan objek pajaknya SPTPD 1 Menyerahkan SPTPD lembar pertama ke wajib pajak SPTPD 2 N 1 2 Kartu data Kartu data Setelah didata dlm kartu data, petugas memberikan SPTPD Kartu data 2 SPTPD 1

commit to user

Bagian Penetapan Pajak

Wajib pajak

Keterangan=

SKPD : Surat Ketetapan Pajak Daerah SPTPD 2 Menghitung dan menetapkan jumlah pajak kemudian membuat SKPD 4 3 2 SKPD 1 Mengemb alikan SPTPD dan kartu data SPTPD 2 1 2 Kartu data Kartu data SPTPD 1

commit to user

Bag Pembantu Bendahara Khusus Penerimaan

Wajib pajak

Wajib pajak

Keterangan=

SSPD : Surat Setoran Pajak Daerah 4 3 2 SSPD Val 1 3 2 SKPD Val 1 3 2 SKPD 1 uang Menghitung dan mencocokkan antara SPTPD & SKPD, kemudian membuat SSPD 4 3 2 SSPD 1 Memvalidasi SPTPD, SKPD, dan SSPD SPTPD Val 1 Menghitung pajak dan formulir yang telah divalidasi, membuat laporan harian PBKP dan menyetorkan uang Laporan harian PBKP 3 SKPD Val 2 3 SSPD Val 2 uang 3 SPTPD 1

commit to user

Bagian Bendahara Khusus Penerimaan

Keterangan=

· LRPPU : Laporan Realisasi Penerimaan&Penyetoran

· BPPS : Buku Pembantu Penerimaan Sejenis

· BKU : Buku Kas Umum

· BSB : Bukti Setor Bank

· STS : Surat Tanda Setor 3 SKPD Val 2 3 SSPD Val 2 Menghitung dan mencocokkan SSPD & SKPD kemudian dicatat dalam BPPS dan BKU BPPS BKU Membuat bukti setor bank dan STS kemudian menyetorkan uang ke BPD 2 BSB 1 2 STS 1 N BSB Val 1 2 STS Val 1 Menghitung dan mencatat jumlah uang yang disetor berdasarkan STS dan BSB ke buku kas umum BKU BSB Val 1 2 STS Val 1 4 5 7 6 3 uang LRPPU

commit to user Bag Penyimpanan ( BPD ) Diproses Bank 2 BSB 1 2 STS 1 uang 2 BSB Val 1 2 STS Val 1 4 6

commit to user

Bagian Pembukuan dan Pelaporan

3 SSPD Val 2 SKPD Val 2 STS Val 2 Mencocokkan dan mengitung kembali, kemudian dicatat dalam jurnal umum Jurnal umum 3 SSPD Val 2 SKPD Val 2 STS Val 2 SELESAI Buku besar 5 7

commit to user e. Keterangan Flowchart

a) Bagian Pendataan Pajak

1. Diawali dengan mendata wajib pajak yang mendaftarkan objek pajaknya ke dalam kartu data.

2. Setelah di catat ke dalam kartu data, petugas memberikan SPTPD kepada wajib pajak yang telah terdaftar sebanyak 2 rangkap untuk diisi sendiri oleh wajib pajak.

3. Menyerahkan Kartu Data beserta SPTPD lembar ke-2 ke bagian penetapan pajak dan SPTPD lembar 1 diserahkan kepada wajib pajak.

4. Menerima kembali SPTPD lembar ke-2 dan Kartu Data dari bagian penetapan pajak setelah dihitung jumlah pajak yang dikenakan kepada wajib pajak, kemudian diarsipkan menurut nomor urut.

b) Bagian Penetapan Pajak

1. Menerima Kartu Data dan SPTPD lembar ke-2 dari Bagian Pendataan dan menetapkan besarnya pajak yang akan dikenakan kepada wajib pajak berdasarkan data yang tercatat dalam Kartu Data. Membuat Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) yang berisi jumlah ketetapan pajak untuk masing- masing wajib pajak sebanyak 4 rangkap.

2. Menyerahkan SKPD lembar 1, 2, 3 kepada wajib pajak, kemudian mengembalikan Kartu Data dan SPTPD lembar ke-2 ke bagian Pendataan, dan mengarsipkan SKPD lembar ke-4.

commit to user

c) Bagian Pembantu Bendahara Khusus Penerimaan (PBKP)

1. Menerima uang pembayaran pajak beserta SPTPD lembar 1 dan SKPD lembar 1, 2, 3 dari wajib pajak yang menyetorkan sendiri pajak terutangnya.

2. Menghitung dan mencocokkan SPTPD dan SKPD kemudian membuat Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) sebagai bukti bahwa wajib pajak telah melunasi pajak terutangnya sebanyak 4 rangkap.

3. Memvalidasi SKPD dan SPTPD dari wajib pajak beserta SSPD.

4. Menyerahkan SPTPD, SKPD, serta SSPD yang telah divalidasi kepada wajib pajak masing-masing lembar ke-1,kemudian mengarsipkan SSPD lembar ke-4 yang telah divalidasi.

5. Pada setiap selesai jam penyetoran, petugas menghitung pajak dan formulir yang telah divalidasi dengan komputer dan membuat Laporan Harian PBKP (Pembantu Bendahara Khusus Penerima) kemudian menyerahkan uang kepada BKP disertai SKPD dan SSPD masing-masing lembar 2 dan 3.

d) Bagian Bendahara Khusus Penerimaan (BKP)

1. Menerima uang hasil pembayaran pajak dari PBKP beserta SKPD dan SSPD yang telah divalidasi masing-masing lembar 2 dan 3, kemudian menghitung, mencocokkan, dan mencatat penerimaan uang tersebut dalam Buku Pembantu Penerimaan Sejenis (BPPS) dan dimasukkan dalam Buku Kas Umum.

2. Membuat bukti setor bank dan STS (Surat Tanda Setor) masing-masing rangkap 2 untuk menyetor uang ke BPD, kemudian menyerahkan SKPD lembar ke-2 dan SSPD lembar ke-2, 3 ke bagian Pembukuan, dan mengarsipkan SKPD lembar ke-3 menurut nomor urut.

3. Menerima kembali bukti setor lembar 1 dan STS lembar 1 dan 2 yang sudah divalidasi dari BPD, berdasarkan STS&BSB tersebut petugas menghitung dan

commit to user

mencatat jumlah penyetoran uang kas pada Buku Kas Umum dan membuat laporan realisasi penerimaan dan penyetoran uang kemudian mengarsipkan bukti setor dan STS masing-masing lembar 1, sedangkan STS lembar ke-2 diserahkan ke bagian Pembukuan.

e) Bagian Pemegang Kas Daerah (BPD)

1. Menerima uang atas seluruh penerimaan kas dari sektor pajak yang telah disetor oleh BKP beserta bukti setor dan STS masing-masing 2 rangkap. 2. Memvalidasi bukti setor dan STS, kemudian mengembalikan bukti setor

lembar 1 dan STS lembar 1 dan 2 yang sudah divalidasi, sedangkan bukti setor lembar 2 diarsipkan.

f) Bagian Pembukuan dan Pelaporan Penerimaan

1. Menerima SKPD dan STS masing-masing lembar ke-2, serta SSPD lembar 2 dan 3 dari BKP, kemudian menghitung kembali formulir-formulir tersebut dan mencatat seluruh transaksi penerimaan kas dari sektor pajak dalam Jurnal Umum.

2. Melakukan posting data yang terdapat dalam jurnal umum ke Buku Besar yang kemudian dilanjutkan dengan proses pelaporan keuangan.

3. Setelah selesai semua proses pencatatan hingga pelaporan, catatan dan formulir yang telah diterima akan diarsipkan.

commit to user

2. Evaluasi Sistem Penerimaan Kas Pajak Parkir pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan

Dokumen terkait