• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERPUSTAKAAN (STUDI KASUS DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS UDAYANA)

4.3 Sistem Pengembangan Sumber Daya Manusia Perpustakaan Di

Perpustakaanb Universitas Udayana

Walaupun sudah jelas jalur pengembangan SDM di perpustakaan tetapi masih banyak kendala yang menghambat dalam proses pengembangannya antara lain perhatian universitas belum sama terhadap status pustakawan dibandingkan dengan tenaga pengajar walaupun keduanya sebagai tenaga fungsional. Masih banyak universitas yang belum mempunyai kebijaksanaan tertulis mengenai pengembangan SDM di perpustakaan sehingga akibatnya masih menganut sistem tunjuk (Adhoc Regular Basic).Sedangkan pendidikan dan pelatihan di bidang perpustakaan sangat erat hubungan dengan kondite SDM dan jenjang promosi / career berikutnya setelah menyelesaikan program pendidikan dan pelatihan.

Dengan terbatasnya dana untuk kegiatan pengembangan SDM maka Kepala Perpustakaan membuat skala prioritas berdasarkan kebutuhan. Seperti halnya

kesempatan untuk Diklat Kepustakawanan adalah mengutamakan staf perpustakaan yang berijasah S1 dan sanggup menjadi Pejabat Pustakawan, sehingga jumlah pustakawan pada tabel diatas, termasuk terjadi penambahan 1 orang pustakawan di Fakultas Teknik dan 3 orang di Perpustakaan Pusat Bukit Jimbaran 3 orang akibat tahun lalu ada Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI dengan memilih tempat di Denpasar Bali.

Pengembangan SDM perpustakaan tidak harus ditunjuk atau dibiayai oleh Lembaga, tetapi yang terpenting adalah surat penugasan karena dengan tunjangan jabatan yang cukup sesuai mengakibatkan pustakawan secara sadar ingin meningkatkan kemampuan melalui pertemuan ilmiah atau yang sejenis dengan biaya sendiri khusus untuk kegiatan yang diadakan di Denpasar Bali.

PENUTUP

Dari uraian hasil penelitian dan pembahasan yang telah dibahas sebelumnya, maka dapat ditarik kesunpulan sebagai berikut : Perpustakaan Universitas Udayana mempunyai 15 orang Pustakawan Ahli, yang berpendidikan S1 Perpustakaan 1 orang, S2 Non Perpustakaan 1 orang, dan sisanya berpendidikan S 1 Non Perpustakaan, yang merubah status menjadi Pustakawan Ahli adalah Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli (Pendidikan dan Pelatihan Penyetaraan untuk menajdi Pustakawan Ahli ) yang dibiayai oleh Perpustalcaan Nasional

Republik Indonesia.

Sedangkan Pustakawan yang berpendidikan Diploma Perpustakaan sebanyak 6 orang, SLTA (dengan SK Impasing menjadi Pustakawan) sebanyak 5 orang berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 18/MENPAN/1988 diangkat menjadi Pustakawan terampil. Untuk tenaga administrasi Perpustakaan didukung oleh 3 orang Pendidikan S1 dan SLTA 2 orang.

Keberadaan Pustakawan balk terampil dan ahli serta tenaga administrasi tidak lepas dari Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan menempuh jalur Pendidikan Formal, Diklat, mengikuti pertemuan ilmiah, Studi Banding, dan Manajemen partisipasi. Walaupun pengembangan Sumber Daya Manusia di Perpustakaan Universitas Udayana belum berdasarkan kebijakan tertulis, tetapi sistemnya menggunakan sistem tunjuk, dengan menentukan calon Pustakawan atau Non Pustakawan untuk mengikuti jalur pengembangan tadi, khususnya kegiatan yang dibiayai oleh Lembaga. Dengan adanya tunjangan Pustakawan yang cukup, maka untuk jalur pertemuan ilmiah dibidang Perpusdokinfo yang diadakan di Denpasar biasanya Pustakawan rela dengan biaya sendiri.

Keberadaan Pustakawan baik yang terampil maupun ahli yang pada awalnya diangkat dengan SK Impasing, yang berlatar belakang SLTA, DIPLOMA, dan Sarjana, mulai 3 (tiga) tahun ke depan sampai 5 (lima) tahun akan memasuki

masa usia pensiun kurang lebih 9 orang. Sehingga Pimpinan Lembaga Induk dari UPT. Perpustakaan yaitu Universitas Udayana sudah mulai merencanakan dari tahun 2016 untuk merekrut calon Pustakawan Terampil maupun Ahli.

Dengan melihat komposisi Pendidikan Pustakawan atau Tenaga Administrasi, sangat diharapkan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu S1 dan S2 di bidang Informasi yang direncanakan oleh Kepala UPT. Perpustakaan sehingga bisa mendapat bantuan Beasiswa untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perpustakaan. Yang pada akhirnya akan lulus Sertifikasi Profesi dan mendapat Sertifikat.

Walaupun UPT. Perpustakaan Universitas Udayana telah menerapkan manajemen partisipasi, harus tetap dipertahankan untuk pemerataan dan meningkatkan staff moral Pustakawan atau Non Pustakawan untuk terlibat di Tim / Kepanitiaan yang berhubungan dengan Penilai Jabatan Fungsional Pustakawan, pengadaan bahan pustaka, pendidikan pemakai perpustakaa.n, penerimaan mahasiswa baru dan mengirim Pustakawan untuk berpartisipasi dalam seleksi Pustakawan berprestasi / teladan setiap tahun ke Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Bali.

DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Perpustakaan, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Bogdan, Robert dan Steven J. Taylor. 1993. Kualitatif : Dasar-dasar Penelitian [Penerjemah: Khozin Affandi]. Surabaya: Penerbit Usaha Nasional. Creth, Sheila D. 1978. Continuing

Education. Collage and Researce Libraries News 39 No. 3.

Departemen Agama RI. 2003. Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan Di Pondok Pesantren. Jakarta: Direktur Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren.

Dikti. 2004. Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi Edisi Ketzga. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Hemandono. 1999. Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia nomor 72 tahun 1999. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI. Kastawa, Made. 2001, Teknik Studi dan

Pemanfaatan Perpustakaan. Makalah dalam Bimbingan Mahasiswa RISTI DO. Mataram : Unram.

Lasa, HS. 2005.Manajemen Perpustakaan. Yogyakarta: Gema Media.

Luh Putu Sri Aryani, SS. 2010. Persepsi M a h a s i s w a P a s c a s a r j a n a Undiksa tentang Pegembangan Perpustakaan Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja: UPT. Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha. Marsela. 2011. Jurnal Ikatan Pustakawan

Indonesia ilol 3 No. 1 dan 2.

Mestika, Zed. 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Moleong, Lexy J. 1990. Metodologi Penelitian Kualitatij: Bandung: Remaja Rosdakarya.

Moleong, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya,

Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta: Referensi

Noragh Jones and Peter Jordan. 1988. Case Studies in Library Management. London, Clive Bringley Limited. Perpustakaan Nasional R I. 2010. Peraturan

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomer 2 Tahun 2008 tentang petunjuk teknis jabatan fungsional pustakawan dan angka kreditnya. Jakarta: Perpusnas RI Perpustakaan Nasional R I. 2010. Peraturan

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomer 2 Tahun 2008 tentang petunjuk teknis jabatan fungsional pustakawan drrn angka kreditnya. Jakarta: Perpusnas RI Siagian, Sondang P. 1994. Manajemen

Sumberdaya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

S o e a t m i n a h , 1 9 9 2 . P e r p u s t a k a a n Kepustakawanan dan Pustakawan. Yogyakarta: Kanisius.

S r i , P u r n o m o w a t i . 2 0 0 6 . K a s us Kepustakawanan Kita: Beberapa Hasil Penelitian. Jakarta: Pusat Dokumentasi dan Informasi LIPI.

Sumardji, P. 1992. Pelayanan Referensi di Perpustakaan. Yogyakarta: Kanisius. (GP Press Group).

S u t a r n o , N S . 2 0 0 6 . M a n a j em en Perpustakaan : Suatu Pendekrrtan Praktik. Jakarta: Sagung Seto. Tjitropronoto, Prabowo. 1994. Kriteria

S u m b e r d a y a M a n u s i a d i Perpustakaan. Makalah untuk Seminar Pembinaan SDM di Perpustakaan. Yogyakarta : UGM. White, Herbert S. 1995. Library Personnel

Management. New York: Knowledge Industry Publications, Inc.

Pedoman Penulisan Jurnal Widya Sosiopolitika

Artikel-artikel yang akan dimuat dalam Jurnal Widya Sosiopolitika harus mengikuti tata cara penulisan sebagai berikut :

1. Judul artikel tidak melebihi 12 kata ( dalam bahasa Indonesia ) atau 10 kata ( dalam bahasa Inggris).

2. Abstrak terdiri dari satu paragraph ( 150-200 kata ), dibuat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sertakan pula kata kunci.

3. Artikel yang ditulis untuk jurnal Widya Sosiopolitika meliputi hasil pemikiran dan hasil penelitian dalam lingkup studsi Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Administrasi Negara, dan Perpustakaan. Redaksi tidak akan mempublikasikan artikel yang sudah pernah diterbitkan di media atau penerbitan lain ( termasuk media online seperti blog ).

4. Naskah diketik dengan huruf Times New Roman, ukuran 12 pts, spasi 1,5, dengan panjang artikel 4000-5000 kata ( 15-20 halaman, tidak termasuk abstrak dan daftar pustaka).

5. Berkas ( file ) dibuat dengan microsoft word. Penulis artikel harus mengirimkan curriculum vitae ( CV ) untuk kepentingan korespondensi dan pembuatan short bio yang akan dimuat di halaman Profil Penulis. Berkas dikirimkan ke redaksi sebagai lampiran ( attachment) email ke alamat :jurnalwspunud@gmail. com dan di cc : [email protected]; [email protected]

6. Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar akademik dan ditempatkan dibawah judul artikel. Jika penulis terdiri dari 4 orang atau lebih , yang dicantumkan di bawah judul artikel adalah nama penulis utama; nama-nama penulis lainnya dicantumkan pada catatan kaki halaman pertama naskah. Bagi naskah yang ditulis oleh sebuah tim, penyunting hanya berhubungan dengan penulis utama atau penulis yang namanya tercantum pada urutan pertama.

7. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dengan format esai, disertai judul pada masing-masing bagian artikel sehingga tidak ada format numerik atau pengabjadan.

8. Sistematika artikel hasil penelitian adalah : Judul, Nama penulis ( tanpa gelar akademik), Abstrak yang berisi : tujuan, metode dan hasil penelitian, kata kunci, pendahuluan yang berisi latar belakang, sedikit tinjauan pustaka dan tujuan penelitian, metode penelitian, pembahasan, kesimpulan , daftar pustaka ( hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk)

9. Sumber rujukan sedapat mungkin merupakan pustaka-pustaka terbitan 10 tahun terakhir yang dapat berupa laporan penelitian ( termasuk skripsi, tesis, disertasi ) atau artikel-artikel penelitian dalam jurnal dan /atau majalah ilmiah

pelengkap. Format catatan perut adalah sebagai berikut :

( Nama belakang), ( tahun ) : ( halaman jika ada ). Contoh : ( Huntington, 1968 : 59)

11. Penyusunan daftar pustaka disesuaikan dengan tata cara EYD Buku

Wibawa Samodra. 2009. Administrasi Negara Isu-isu Kontemporer. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Dokumen Resmi

Komisi Pemberantasan Korupsi. 2008. Laporan Investigasi Kasus Korupsi Bank Indonesia, Jakarta

Surat Kabar

Rachman, M. Fadjroel. “ Bush dan Kepentingan Kita”. Dalam Kompas, 21 November 2006. Jakarta

Jurnal

Sugiarto,Eko.2001. “Agama sebagai Tertuduh”. Suara Muhammadiyah LXXXVIII ( 23) : 12. Yogyakarta

Dokumen terkait