• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Sistem Pengendalian Internal Bank Syariah

Menurut Mulyadi (2002:180),Sistem Pengendalian Internal meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian, dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Menurut James R Davis, C Wayne Alderman, & Leonard A Robinson (sesuai dengan SAS No. 55), Pengendalian Internal adalah seluruh kebijakan dan prosedur yang diciptakan untuk memberikan jaminan yang masuk akal agar tujuan organisasi (Entity) dapat tercapai.

Menurut COSO (The Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), pengendalian Internal adalah sebuah proses yang dihasilkan oleh Dewan Direktur, Manajemen, dan Personel lainnya, yang didesain untuk memberikan jaminan yang masuk akal yang memperhatikan tercapainya tujuan-tujuan dengan kategori efektif dan efisisiensinya operasi, terpercayanya (Reliabillity) laporan keuangan,tunduk pada hukum, dan aturan yang berlaku.

Berdasarkan ketiga pengertian yang telah diungkapkan di atas, penulis menyimpulkan bahwa sistem pengendalian intern yaitu suatu proses atau metode yang digunakan dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang

ditujukan agar dipatuhinya kebijakan yang ditetapkan serta tercapainya tujuan manajemen.

2. Tujuan Sistem Pengendalian Internal

Tujuan pengendalian intern adalah menjamin manajemen perusahaan agar: a. Tujuan perusahaan yang ditetapkan akan dapat dicapai;

b. Laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan dapat dipercaya;

c. Kegiatan perusahaan sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku; d. Pengendalian intern dapat mencegah kerugian atau pemborosan

pengolahan sumber daya perusahaan;

e. Pengendalian intern dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.

3. Unsur Pokok Sistem Pengendalian Internal

Unsur pokok sistem pengendalian intern antara lain:

a. Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas;

b. Sistem wewenang (otorisasi) dan prosedur pencatatan yang baik yang dapat mengamankan Aktiva, Hutang, dan Modal;

c. Praktek yang sehat (Sound practice); d. Pegawai yang cakap.

4. Komponen Pengendalian Intern

Menurut Mulyadi (2002:183), komponen pengendalian intern antara lain: a. Lingkungan Pengendalian(control environment)

Lingkungan pengendalian merupakan dasar bagi komponen Pengendalian Internal lainnya yang memberikan disiplin dan struktur.

Kunci lingkungan pengendalian yaitu : • Integritas dan etika;

• Komitmen terhadap kompetensi; • Struktur organisasi;

• Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab;

• Praktek dan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. b. Penaksiran Risiko (risk assesment)

Penaksiran risiko adalah proses mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko yang relevan dalam pencapaian tujuan, membentuk sebuah basis untuk menentukan bagaimana risiko dapat diatur. Karena kondisi ekonomi, industri, regulasi, dan operasi selalu berubah, maka diperlukan mekanisme untuk mengidentifikasi dan menghadapi risiko-risiko spesial terkait dengan perubahan tersebut.

c. Aktivitas Pengendalian (control activities)

Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur membantu meyakinkan manajemen bahwa arahannya telah dijalankan. Aktivitas pengendalian membantu meyakinkan bahwa tindakan yang diperlukan telah diambil dalam menghadapi risiko sehingga tujuan entitas dapat tercapai. Aktivitas pengendalian terjadi pada seluruh organisasi, pada seluruh level dan seluruh fungsi.

d. Informasi dan Komunikasi (information and comunication)

Informasi dan komunikasi merupakan elemen-elemen yang penting dari pengendalian intern perusahaan. Informasi tentang lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian, dan monitoring diperlukan oleh manajemen sebagai pedoman operasional dan menjamin ketaatan peraturan-peraturan yang berlaku pada perusahaan.

e. Pemantauan (monitoring)

Pemantauan terhadap sistem pengendalian intern akan menemukan kekurangan serta meningkatkan efektivitas pengendalian. Pengendalian intern dapat dimonitor dengan baik dengan cara penilaian khusus atau sejalan dengan usaha manajemen.

5. Jenis-jenis Pengendalian Internal a. Berdasarkan tujuan

1) Pengendalian Akuntansi, meliputi rencana, prosedur, dan pencatatan yang bertujuan menjaga keamanan kekayaan perusahaan dan keandalan data akuntansinya. Pengendalian ini menjamin bahwa semua transaksi dilaksanakan sesuai otorisasi manajemen. Transaksi dicatat sesuai dengan Standar akuntansi.

2) Pengendalian Administratif, meliputi rencana, prosedur, dan pencatatan yang mendorong efisiensi dan ditaatinya kebijakan manajemen yang ditetapkan.

b. Berdasarkan manfaat

1) Pengendalian preventif (preventive control), mencegah terjadinya kesalahan, secara otomatis dilakukan pengendalian atau pengecekan. 2) Pengendalian detektif (feed forward control), mendeteksi kapan

kesalahan terjadi dan dilakukan perbaikan.

3) Pengendalian korektif (feedback control), memberikan umpan balik berupa informasi kepada manajemen untuk memperbaiki akibat terjadinya kesalahan.

c. Berdasarkan cakupan

1) Pengendalian umum, pengendalian terhadap semua aktivitas pemrosesan data dengan komputer, hal ini meliputi pemisahan tanggung jawab dan fungsi pengolahan data.

2) Pengendalian aplikasi, mencakup semua pengawasan transaksi dan penggunaan program-program aplikasi di komputer. Untuk menjaga agar setiap transaksi mendapat otorisasi serta dicatat, diklasifikasikan, diproses, dan dilaporkan dengan benar.

6. Pedoman Sistem Pengendalian Intern Perbankan

Menurut SE No.05/22/DPNP Bank Indonesia, penerapan sistem pengendalian intern dalam perbankan meliputi:

a. Pengawasan Manajemen dan Kultur Pengendalian

1) Dewan komisaris berperan secara aktif untuk memastikan adanya perbaikan terhadap permasalahan bank yang dapat mengurangi efektivitas pengendalian intern;

2) Dewan komisaris melakukan kajian ulang terhadap evaluasi pelaksanaan pengendalian intern yang dibuat oleh auditor intern dan auditor ekstern;

3) Memelihara struktur organisasi yang mencerminkan kewenangan, tanggung jawab, dan hubungan pelaporan yang jelas;

4) Memastikan bahwa kegiatan fungsi pengendalian intern telah dilaksanakan oleh pejabat dan pegawai yang memiliki pengalaman dan kemampuan yang memadai.

b. Identifikasi dan Penilaian Risiko

Penilaian risiko merupakan suatu tindakan yang dilaksanakan oleh direksi dalam rangka identifikasi, analisis, dan menilai risiko yang dihadapi bank untuk mencapai sasaran usaha yang ditetapkan. Risiko dapat timbul dan berubah sesuai dengan kondisi bank, antara lain perubahan kegiatan operasional bank, perubahan susunan personalia, perubahan sistem informasi, pertumbuhan yang cepat pada kegiatan usaha tertentu,

perkembangan teknologi, perubahan dalam sistem akuntansi, dan hukum yang berlaku.

c. Kegiatan Pengendalian dan Pemisahan Fungsi

Kegiatan pengendalian mencakup penetapan kebijakan dan prosedur pengendalian serta proses verifikasi lebih dini untuk memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tersebut secara konsisten dipatuhi. Kegiatan pengendalian antara lain kaji ulang kinerja operasional, kaji ulang manajemen, pengendalian sistem informasi, pengendalian aset fisik, dokumentasi, dan pemisahan fungsi.

d. Sistem Akuntansi, Informasi dan Komunikasi

1) Proses rekonsiliasi antara data akuntansi dan sistem informasi manajemen dilaksanakan secara berkala. Setiap penyimpangan segera diinvestigasi diatasi permasalahannya;

2) Sistem informasi harus menghasilkan laporan kegiatan usaha, kondisi keuangan, penerapan manajemen risiko;

3) Sistem informasi harus menyediakan data dan informasi yang relevan, akurat, tepat waktu, dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan; 4) Sistem komunikasi harus mampu memberikan informasi kepada

seluruh pihak, baik intern maupun ekstern;

5) Sistem pengendalian intern bank harus memastikan adanya saluran komunikasi yang efektif agar seluruh pejabat dan karyawan memahami dan memenuhi kebijakan dan prosedur yang berlaku.

e. Pemantauan dan Tindakan Koreksi atas Penyimpangan

1) Bank harus melakukan pemantauan secara terus menerus terhadap efektivitas keseluruhan pelaksanaan pengendalian internal.

2) Bank harus memantau dan mengevaluasi kecukupan sistem pengendalian intern berkaitan dengan adanya perubahan kondisi intern dan ekstern.

3) Bank harus menyelenggarakan audit intern yang efektif dan menyeluruh terhadap sistem pengendalian internal.

Dokumen terkait