BAB V ANALISA HASIL
BABVI KESIMPULAN DAN SARAN
2.1. Sistem Produksi
7 Tugas Akhir
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Sistem ProduksiSistem produksi merupakan kumpulan dari subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan mentransformasikan input produksi menjadi output produksi. Input produksi ini dapat berupa bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal dan informasi, sedangkan output produksi merupakan produk yang dihasilkan berikut sampingannya seperti limbah, informasi, dan sebagainya.
Sedangkan subsistem dari sistem produksi tersebut antara lain adalah Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Pengendalian Kualitas, Perawatan Fasilitas Produksi, Penentuan Standar-standar Operasi, Penentuan Fasilitas Produksi dan Penentuan Harga Pokok Produksi. Subsistem dari Sistem Produksi tersebut akan membentuk konfigurasi sistem produksi. Keandalan dari konfigurasi
8 Tugas Akhir sistem produksi ini tergantung dari produk yang dibuat serta bagaimana cara
membuatnya (proses produksinya). Cara membuat produk tersebut dapat berupa jenis proses produksi menurut cara menghasilkan output, oprasi dari pembuatan produk dan variasi dari produk yang dihasilkan.
2.1.1. Sistem Produksi Menurut Proses Menghasilkan Output
Proses produksi merupakan cara, metode dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan mengoptimalkan sumber daya produksi ( tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana ) yang ada. Sistem produksi menurut proses menghasilkan output dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
1. Proses Produksi Kontinyu ( Continuous Process )
2. Proses Produksi Terputus ( Intermittent Process/Discrete Sistem ) Perbedaan pokok antara kedua proses terletak pada lamanya waktu set-up peralatan produksi. Proses Kontinyu tidak memerlukan waktu set-up yang lama karena proses ini memproduksi secara terus menerus untuk jenis produk yang sama, misalnya pada pabrik susu instant atau pabrik minuman instant. Sedangkan proses terputus memerlukan total waktu set-up yang lebih lama karena proses ini memproduksi berbagai jenis spesifikasi barang sesuai pesanan, dimana dengan adanya pergantian jenis barang yang diproduksi akan membutuhkan kegiatan set-up yang berbeda. Contoh dari proses terputus antara lain adalah usaha perbengkelan.
Jenis proses produksi terputus ini akan mempengaruhi tataletak fasilitas dari peralatan produksi. Ada dua macam tata letak dasar yang dapat kita
9 Tugas Akhir identifikasikan, yaitu tata letak berdasarkan produk (Product Layout), dan tata
letak berdasarkan proses (Process Layout). Tata letak berdasarkan produk digunakan bila kita memproduksi satu jenis produk yang standard an dibuat secara masal. Masing-masing unit output membutuhkan urutan operasi yang sama dari awal hingga akhir pengerjaan sehingga pusat-pusat kerja(kumpulan mesin) dan fasilitas produksi lainnya akan diatur menurut urutan operasi yang dibutuhkan dalam satu lintasan produksi. Pada tata letak model ini, prosses operasi pembuatan produk ( urutan dan waktu yang dibutuhkan) ditetapkan terlebih dahulu. Setelah itu kita baru menyusun urutan mesin-mesinnya. Contoh dari tata letak berdasarkan produk adalah perakitan mobil.
Tata letak berdasarkan proses sangat tepat digunakan untuk proses produksi terputus dimana aliran kerja tidak bersifat standar untuk semua output yang dihasilkan. Dalam tata letak berdasarkan proses ini, pusat-pusat pemrosesan (kumpulan mesin) atau departemen-departemen dikelompokan sesuai dengan fungsinya. Tata letak berdasarkan proses biasanya terdapat pada pabrik yang bekerj dengan sistem operasi berdasarkan pesanan dan sistem aliran operasi batch.
2.1.2. Sistem Produksi Menurut Tujuan Operasinya
Dilihat dari tujuan perusahaan melakukan operasi dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan konsumen, maka sistem produksi dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
10 Tugas Akhir 1. Engineering To Order (ETO), yaitu bila pemesan meminta produsen
untuk membuat produk yang dimulai dari proses perancangannya (rekayasa)
2. Assembly To Order (ATO), yaitu bila produsen membuat desain standar, modul-modul opsional standar yang sebelumnya dan merakit suatu kombinasi tertentu dari modul-modul tersebut sesuai dengan pesanan konsumen. Modul standar tersebut bisa dirakit untuk berbagai tipe produk. Contohnya adalah pabrik mobil dimana mereka menyediakan pilihan transmisi secara manual atau otomatis, AC, audio, opsi-opsi interior dan opsi-opsi mesin khusus seperti juga model bodi dan warna bodi. Komponen-komponen tersebut telah disiapkan terlebih dulu dan akan mulai diproduksi begitu pesanan dari agen datang.
3. Make To Order (MTO), yaitu bila produsen menyelesaikan item akhirnya jika dan hanya jika telah menerima pesanan konsumen untuk item tersebut. Bila item tersebut bersifat unik dan mempunyai desain yang dibuat menurut pesanan, maka konsumen mungkin bersedia menunggu hingga produsen dapat menyelesaikannya.
4. Make To Stock (MTS), yaitu bila produsen membuat item-item yang diselesaikan dan ditempatkan sebagai persediaan sebelum pesanan konsumen diterima. Item akhir tersebut baru akan dikirim dari sistem persediaan setelah pesanan konsumen diterima.
11 Tugas Akhir 2.1.3. Maksud dan Tujuan Perencanaan dan Pengendalian Produksi
Setiap manager produksi mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan rencana dan tujuan perusahaan. Adapun tujuan umum perusahaan manufaktur adalah memproduksi secara sukses, ekonomis, tepat waktu sesuai dengan target yang diberikan dan memperoleh keuntungan. Salah satu fungsi yang terpenting dalam mendukung usaha untuk mencapai tujuan perusahaan manufaktur seperti yang telah dijelaskan diatas adalah Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Dan salah satu factor pada perencanaan dan pengendalian produksi adalah perencanaan pengadaan bahan baku. Peranan perencanaan pengendalian produksi adalah dimaksudkan untuk mengkoordinasikan kegiatan dari bagian-bagian yang langsung atau tidak langsung dalam berproduksi, merencanakan, menjadwalkan dan mengendalikan kegiatan produksi dari mulai tahapan bahan baku, proses sampai output yang dihasilkan sehingga perusaah betul-betul dapat menghasilkan barang atau jasa dengan efektif dan efisien.
Dengan tercapainya rencana dan tujuan yang telah disebutkan diatas, maka perusahaan akan mencapai kondisi ideal dalam bentuk minimnya biaya produksi, harga jual yang rendah dan bersaing dan menguasai pangsa pasar secara luas.
2.1.4. Fungsi Pengendalian Produksi Fungsi Pengendalian Produksi :
1. Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dengan jumlah sebagai suatu fungsi dari waktu
12 Tugas Akhir 2. Memantau permintaan nyata, dan membandingkannya dengan ramalan
permintaan
3. Membuat jumlah ekonomis untuk pembelian dan penjualan produk yang dihasilkan.
4. Membuat sistem pengendalian yang ekonomis.
5. Membuat keperluan produksi dan tingkat pengendalian serta memperbaiki rencana produksi
6. Memantau tingkat pengendalian dan membandingkannya dengan tingkat pengendalian
7. Membuat rincian dari jadwal produksi dan beban mesin 8. Melakukan perencanaan produksi
Dengan menambah penggunaan dan kepercayaan pada teknik kuantitatif yang lebih tinggi dari pengendalian produksi dalam industri modern, akan mengarah pada pendekatan riset operasional (OR).
2.1.5. Fungsi Produksi
Aktivitas produksi sebatai suatu bagian dari fungsi organisasi perusahaan bertanggungjawab terhadap pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang dapat dijual. Untuk melaksanakan fungsi produksi tersebut, diperlukan rangkaian kegiatan yang akan membentuk suatu sistem produksi.
Ada tiga fungsi utama dari kegiatan-kegiatan produksi yang dapat diidentifikasikan :
13 Tugas Akhir 1. Proses produksi, yaitu metode dan teknik yang digunakan dalam
mengolah bahan baku menjadi produk.
2. Perencanaan produksi, merupakan tindakan antisipasi dimasa yang akan datang sesuai dengan periode waktu yang direncanakan,
3. Pengendalian produksi, tindakan yang menjamin bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan telah dilakukan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
2.2. Peramalan
Peramalan adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan yang akan datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Peramalan mungkin tidak terlalu dibutuhkan dalam kondisi permintaan pasar yang stabil, karena perubahan permintaannya relatif kecil. Tetapi peramalan akan sangat dibutuhkan bila kondisi keadaan pasar bersifat kompleks dan dinamis
Dalam kondisi pasar bebas, permntaan pasar lebih bersifat kompleks dan dinamis karena permintaan tersebut tergantung dari keadaan social,ekonomi, politik, aspek teknologi, produk pesaing dan produk substitusi. Oleh karena itu peramalan yang akurat merupakan informasi yang sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan manajemen. Peramalan pada dasarnya merupakan suatu taksiran. Namun demikian dengan menggunakan teknik-teknik tertentu maka peramalan tetap meruapak suatu hal yang sangat manusiawi. Untuk membuat suatu peramalan banyak mempunyai arti, maka peramalan tersebut perlu