• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem dan Prosedur Pengendalian Intern Pendapatan Pada PT. Aneka Gas Industri Medan

ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

3. Sistem dan Prosedur Pengendalian Intern Pendapatan Pada PT. Aneka Gas Industri Medan

Pengendalian intern yang baik mengakibatkan dilakukannya pelaksanaan tugas, fungsi dan kegiatan organisasi perusahaan yang baik pula, yang berarti segala aktivitas yang akan dilakukan berjalan dengan lancar. Karena keberhasilan seorang pimpinan tidak terlepas dari kemampuannya menerapkan pengawasan dalam aktivitas perusahaan di dalam mencapai tujuan perusahaan. Pengendalian intern dilaksanakan dalam rangka menjaga agar apa yang direncanakan dapat dicapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan juga untuk mengetahui kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan rencana.

Fungsi pengendalian dapat dilaksanakan dengan aktif melalui pemeriksaan dan pelaporan. Namun pemeriksaan maupun pelaporan umum bersifat refresif, yaitu apabila sesuatu kecurangan diketahui, maka kejadiannya telah berlalu. Untuk memperoleh sisitem pengawasan yang sifatnya preventiv maka perlu

adanya sesuatu cara tertentu. Cara pengawasan yang bersifat preventif ialah terdapat pada apa yang dalam ilmu akutansi yang disebut “Sistem Pengawasan Intern”. Suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan perusahaan haruslah memiliki prinsip tertentu agar pelaksanaan pengendalian terhadap operasi perusahaan khususnya pada pendapatan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

PT. Aneka Gas Industri Medan menerapkan sistem pengendalian intern pendapatan, dimana hal ini dimaksudkan agar pendapatan yang diperoleh nantinya dapat dijamin laporan penyajiannya dan pendapatan yang diterima tidak dibukukan lebih rendah dari yang sebenarnya. Hal ini akan berguna untuk menghindarkan dan mengurangi kecurangan serta penyelewengan yang terjadi di perusahaan.

Pengendalian intern pendapatan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam perusahaan, karena jika tidak ada pengendalian intern maka kegiatan perusahaan akan terganggu. Untuk mencapai tingkat pengawasan yang terpadu perusahaan menetapkan pengendalian intern sebagai suatu kebijakan yang harus ditaati dalam pelaksnaan tugas yang diharapkan dapat berfungsi sebagai pengendalian yang baik.

Prosedur penerimaan pendapatan pada PT. Aneka Gas Industri Medan, berdasarkan sistem penjualan tunai dan sistem penjualan kredit. Pencatatan pendapatan tersebut kedalam catatan akuntansi dilakukan dengan memperhatikan prosedur pencatatan yaitu:

a. Pencatatan ke dalam catatan akuntansi didasarkan atas dokumen sumber yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap.

b. Pencatatan kedalam catatan akuntansi harus dilakukan oleh karyawan yang diberi wewenang untuk itu.

Pencatatan pendapatan ini didasarkan atas dokumen penerimaan pendapatan atas penjualan tunai dan penjualan kredit. Prosedur penerimaan pendapatan merupakan penerimaan kas yang bersumber dari penjualan tunai dan penjualan kredit. Berikut ini akan peneliti jelaskan prosedur-prosedur penjualan tersebut:

a. Prosedur penjualan tunai. Bagian Pengawasan

1). Pelaksanaan faktur penjualan

− Membuat dan menandatangani faktur penjualan

− Menyerahkan faktur penjualan tunai kepada Kepala Bagian Pemasaran untuk ditandatangani.

− Menerima faktur penjualan dari Kepala Bagian Pemasaran − Mendistribusikan faktur penjualan rangkap 4 ke:

Lembar 1 untuk pelanggan

Lembar ke 2 untuk pelaksana EDP Cabang Lembar ke 3 untuk administrasi perbotolan Lembar ke 4 untuk arsip cabang.

− Menerima pembayaran tunai dari pelanggan − Mencap “Lunas” faktur penjualan lembar 1 s/d 4.

− Mengisi dan menandatangani form faktur penjualan tunai dan menyerakan form tersebut dan uang tunai hasil penjualan ke pelasana Cash Management.

2). Kepala Bagian Pemasaran.

− Menerima faktur penjualan lembar 1 s/d 4 dari pelaksanaan faktur penjualan

− Memverifikasi faktur penjualan − Menandatangani faktur penjualan

− Menyerahkan faktur penjualan yang telah ditandatangani kepada pelaksana faktur penjualan.

Bagian Adm / SDM

a). Bagian EDP / Cash Managemen Pelaksana Cash Management

− Menerima uang tunai dari pelaksana faktur penjualan

− Menerima dan menandatangani form faktur penjualan yang telah ditandatangani pelaksana faktur penjualan

− Menyerahkan form penjualan tunai ke pelaksana EDP − Memasukan penerimaan uang tunai ke rekening kas kecil. Pelaksana EDP

− Menerima faktur penjualan lembar ke 2 dari pelaksanaan faktur penjualan

− Mengisi form faktur penjualan tunai

− Mengirimkan ke biro EDP/Adm/accounting, cq bagian accounting receivables/piutang.

− Seluruh faktur penjualan lembar ke 2 yang diterbitkan pada bulan yang bersangkutan pada setiap akhir bulan.

b. Prosedur penjualan kredit. Bagian Pemasaran.

1). Pelaksana faktur penjualan

− Membuat dan menandatangani faktur penjualan

− Menyerahkan faktur penjualan ke Kepala Pemasaran untuk ditandatangani.

− Menerima faktur penjualan dari kepala Bagian Pemasaran. − Mendistribusikan faktur penjualan

Lembar 1 untuk pelaksana cash managemen Lembar ke 2 untuk pelaksana EDP Cabang Lembar ke 3 untuk ADM perbotolan Lembar ke 4 untuk pelanggan. 2). Kepala Bagian Pemasaran

− Menerima faktur penjualan lembar 1 s/d 4 dari pelaksana faktur penjualan

− Memverifikasi faktur penjualan − Menandatangani faktur penjualan

− Menyerahkan faktur penjualan yang telah ditandatangani kepada pelaksana faktur penjualan.

Seksi EDP / Cash Management.

1). Pelaksana cash management.

− Menerima dan mengarsip faktur penjualan lembar 1 dari pelaksanaan faktur penjualan

• Kwitansi yang sudah bermaterai dan ditandatangani Kepala Bagian Administrasi / SDM.

• Faktur penjualan lembar 1

− Membuat tanda terima dokumen pendukung penagihan untuk setiap penyerahan kepada pelaksana penagihan:

• Kwitansi penagihan

• Faktur penjualan lembar 1 kepada pelaksana penagihan − Menerima dari pelaksana penagihan berupa

• Uang tunai hasil penagihan • Kontra bon, cek, bilyet giro

− Mencocokan dan menandatangani tanda terima dokumen pendukung penagihan yang telah dibuat untuk setiap penerimaan dari pelaksana penagihan berupa:

• Uang tunai hasil penagihan • Kontra bon, cek, bilyet giro

− Menerima dan menandatangani form pembayaran dari langganan kredit, yang telah ditandatangani pelaksana penagihan.

− Menyerahkan form pembayaran dari langganan kredit ke pelaksana EDP

− Memasukan penerimaan uang tunai hasil penagihan ke rekening kas kecil

− Menyerahkan cek dan bilyet giro ke bank. 2). Pelaksana EDP

− Mengisi form faktur penjualan kredit

− Menerima form pembayaran dari langganan kredit dari pelaksana cash management.

− Mengirim ke Biro EDP / Adm/ Accounting, cq Bagian Account Receivables/piutang dan memberikannya kepada pelaksana penagihan.

3). Pelaksana penagihan.

− Menerima daftar piutang yang akan jatuh tempo dari pelaksana EDP. − Menerima faktur penjualan lembar 1 dan kwitansi penagihan dari

pelaksana cash management.

− Menandatangani tanda terima dokumen pendukung penagihan untuk setiap penagihan dari pelaksana cash management:

• Kwitansi penagihan.

• Faktur penjualan lembar 1 kepada pelaksana penagihan.

− Mengirimkan faktur penjualan lembar 1 dan kwitansi penagihan ke pelanggan.

− Menerima dari pelanggan: • Uang tunai hasil penagihan. • Kontra bon, cek, bilyet giro.

− Mengisi dan menandatangani form pembayaran dari langganan kredit. − Menyerahkan kepada pelaksana cash management :

• Form pembayaran dari langganan kredit yang telah ditandatangani. • Uang tunai hasil penagihan.

− Menandatangani tanda terima dokumen pendukung penagihanuntuk setiap penyerahan kepada pelaksana cash management:

• Uang tunai penagihan • Kontra bon, cek, bilyet giro.

c. Pelanggan tetap dari penjualan kredit.

Penggolongan piutang yang timbul karena penjualan kredit gas oksigen kepada para pelanggan. Jenis piutang pada PT. Aneka Gas Industri Medan dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu :

1. Pelanggan Khusus, yang terdiri dari

Growth Pasivik, PT. Gunung Gahapi, PT. Inalum, Dinas Peternakan, Pertamina.

2. Rumah Sakit yang terdiri dari

RS Pringadi, RS Hema, RS Elysabet, RS Metodist, RS Malhayati, RS Tembakau Deli, RS Dam 1 Bukit Barisan, RS Tentra Binjai, RS Permata Bunda, RS Sarah, RS. Sri Ratu, Rs Sari Mutiara, RS. Materna, RS Melati, RS Mongonsidi, RS Poldasu, RS. Haji, RS Adam Malik, RS. Gleneagles, RS Glugur, RS Marta Friska, RS Via Insani, RS Sari Mutiara Lubuk Pakam, RS Djoelham, RSU Dumai / Chandra Mandiri, PTPN II RS Pangoatan, RS Deli, RS Deli, RS Gl Tobing.

3. Langganan Besar

Sinar Sanata, PT. Haliburton US $, BJ. Services Indonesia. US $, PT. BJ. Services Indonesia, PT. Dowel Schlumberger US $.

4. Langganan Pipanisasi

5. Langganan Lain-lain

PT. Central Windu Sejati, Bk Sinar / CV Surya Enggenering, Bk. Glugur,

PT. Cakra Mantap, Bk. Amran, PT. Karya Putrakreasi Nusantara, CV. Sukma Raja, PT. Coca cola Pan Java, PT. Aquafam Nusantara,

Semen Andalas Indonesia, PT. Intan Heven Industri, PT. Atminto, PT. Erka Sakti / Bpk Indra, PT. Era Cipta Bina Karya, , PT. Era Cipta Hectindo, PT. Baja Pertiwi Industri, PT. Flora Sawita, PT. Waruna Nisa Sentana, PT. Andalas Jaya Perkasa, PT. Asahan Alumunium All, PT. Asahan Alumunium US $, PT. Choyang Napoli, PT. Prima Inti Perkasa, PT. Duta Marga Lestarindo, PT, PamerHanira Abadi, PT. Alfo Citra Abadi, PT. Health Care Clovindo, PT. Pabrik Es Siantar, PT. Inti Bumi Alumandotama Ind, PT. Elogrreen Gleachemical, PT. Sentral Inti Gas, PT. TMS.

6. Langganan lain-lain

PT. Inti Kimia Perkasa, PT. Baja Pratana, PT. Shutter indonesia, PT. Red Rhobon, PT. Sari Surya Perwira, PT. Musim Mas, PT. Interbenua Meranperkasa.

Hasil penjualan kredit yang menimbulkan piutang usaha pada PT. Aneka Gas Industri Medan. Oleh karena itu memerlukan pengendalian intern atas penerimaan pendapatan dan hasil penjualan kredit tersebut di atas.

Dokumen terkait