BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Sistem Temu Kembali Informasi
Temu kembali informasi atau information retrieval merupakan proses dimana pengguna dapat menemukan informasi yang dibutuhkan pada penyedia informasi dengan dibantuh oleh sistem yang sudah disediakan. Menurut Saltea (1983) menjelaskan bahwa secara sederhana temu kembali informasi merupakan suatu sistem yang menyimpan informasi dan menemukan kembali informasi tersebut (Saptari dan Purwono 2006). Pada dasarnya sistem temu kembali informasi yang bertujuan untuk menyimpan informasi adalah sebuah kumpulan laporan yang tersimpan secara bersama-sama dalam satu tempat penyimpanan.
Laporan-laporan yang tersimpan dapat berbentuk bibiliogari koleksi yang berada di penyedia jasa tersebut, bibliografi dari koleksi tersebut digunakan sebagai bahasa penelusur informasi.
Menurut Wibowo (2012) Sistem Temu Balik Informasi (Information Retrieval) adalah ilmu mencari informasi dalam suatu dokumen, mencari dokumen itu sendiri dan mencari data yang menggambarkan suatu dokumen.
Sistem Temu Balik Informasi merupakan cabang dari ilmu komputer terapan (applied computer science) yang berkonsentrasi pada representasi, penyimpanan, pengorganisasian, akses dan distribusi informasi. Dalam sudut pandang pengguna, Sistem Temu Balik Informasi membantu pencarian informasi dengan memberikan koleksi informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Bahkan dengan adanya perkembangan teknologi informasi, pada saat ini telah ada perpustakaan yang menerapkan sistem temu kembali informasi secara online. Sarana temu kembali secara online ini di perpustakaan juga dikenal dengan istilah OPAC (Online Publik Accses Catalog).
Sarana ini adalah satu atau beberapa computer (PC) yang disediakan perpustakaan yang dapat digunakan oleh semua pengguna untuk menelusur
public accses catalog (OPAC) pada dasarnya lebih banyak memberikan manfaat dalam penemuan kembali informasi diperpustakaan.
Menurut B. Mustafa dalam makalanya yang berjudul “Sistem temu kembali informasi secara online” menyebutkan bahwa sistem online dalam temu kembali informasi di perpustakaan setidaknya mempunyai tiga manfaat utama yaitu:
1. Memberikan informasi tentang status mutahir dan aktual keberadaan suatu dokumen yang dimiliki oleh perpustakaan. Misalnya apakah dokumen itu ada dirak, sedang dipinjam atau sedang dalam proses perbaikan.
2. Menyediakan ekstra titik akses untuk semua dokuman. Maksudnya kalau masih katalog manual hanya bisa di temukan berdasarkan pengarang, judul atau subjek saja, maka dengan system online/otomasi banyak titik akses lain dapat diciptakan, misalnya melalui tahun terbit, penerbit, edisi, ISBN dan lain sebagainya tergantung kemauan penelusur.
3. Perpustakaan dapat mengkaji atau meneliti atau memonitor langka-langkah penelusuran yang telah dilakukan oleh pengguna perpustakaan serta total pengunaan katalog dan sebagainya.
Melalui uraian diatas maka nampak jelas bahwa penelusuran melalui katalog, baik OPAC (Online Public Accses Catalog) ataupun dalam bentuk manual (kartu katalog) lebih benyak memberikan titik pendekatan dalam penelusuran dibandingkan dengan penelusuran pada jajaran koleksi.
Jadi dengan kata lain penelusuran pada catalog lebih banyak memberikan keuntungan dan kemudahan dibandingkan dengan penelusuran langsung pada jajaran koleksi. (Golung dkk, 2015).
2.3.1 Efektivitas Sistem Temu Kembali Informasi
Efektivitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang tepat untuk mencapai tujuan. Dalam memanfaatkan efektivitas temu kembali informasi, harus digunakan parameter
untuk mengevaluasinya agar hasil yang diberikan sistem sesuai dengan permintaan pengguna. Evaluasi dilakukan untuk menjelaskan bagaimana sistem beroperasi atau untuk mengetahui mengapa sistem berfungsi pada tingkat efisiensi tertentu.
Efektivitas berhubungan dengan pencapaian tujuan yang lebih dikaitkan dengan hasil kerja. Menurut pendapat lain efektivitas sistem temu kembali informasi adalah kemampuan dari sistem itu untuk memanggil berbagai dokumen dari suatu database sesuai informasi dengan permintaan pengguna. Efektivitas dari sistem temu kembali dapat diukur. Ada dua hal penting yang biasanya digunakan dalam mengukur kemampuan sistem temu kembali informasi yaitu rasio atau perbandingan perolehan (recall) dan ketepatan (precision).
Sulistyo-Basuki menyatakan bahwa (Zubair, 2011) Rasio perolehan (recall) adalah perbandingan dokumen ditemukan dengan jumlah total dokumen relevan dalam sistem. Sedangkan rasio ketepatan (precision) adalah perbandingan antara dokumen relevan dengan jumlah dokumen yang ditemu balik dalam penelusuran. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perolehan (recall) dan ketepatan (precision) merupakan suatu hal yang sangat bertentangan. Sebab perolehan merupakan jumlah keseluruhan dokumen yang terpanggil oleh sistem dan belum tentu relevan dengan permintaan pengguna. Sedangkan ketepatan merupakan kemampuan sistem untuk tidak memanggil dokumen yang tidak relevan dengan permintaan pengguna.
Dengan demikian apabila recall tinggi maka precision rendah dan jika dan jika precision tinggi maka recall rendah. Oleh karena itu precision yang biasanya menjadi salah satu ukuran yang digunakan untuk menilai kefektifan suatu sistem temu kembali informasi.
2.3.2 Proses Temu Balik Informasi
Dalam meningkatkan pelayanan, perpustakaan harus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Karena itulah perancangan sarana sistem temu
balik yang cepat dan efesien akan memudahkan pemustaka perpustakaan dalam penemuan kembali informasi di perpustakaan. Menurut (Sulistyo-Basuki, 1993;
132) menyatakan bahwa temu balik informasi merupakan istilah generic yang mengacu pada temu balik dokumen atau sumber data yang telah dimiliki unit informasi. Sedangkan menurut Nadler (1982) menyatakan bahwa retrieval system is a sequence of action which result in obtaining (retrieving) required information. Dari definisi tersebut dinyatakan retrieval system atau sistem temu balik merupakan suatu tindakan yang mengakibatkan ditemukannya kembali informasi yang dibutuhkan.
Menurut (Guinchat & Calire, 1983: 101) menyatakan bahwa Informationretrieval covers a rang of operation aimed at supplying the user with informationin response to specific inquires or regular needs. Dari definisi tersebut dikatakan bahwa temu kembali informasi meliputi sejumlah kegiatan yang mempunyai tujuan menyediakan informasi bagi pemustaka sebagai jawaban atas pencarianatau penelusuran berdasarkan informasi yang menjadi kebutuhannya.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa tujuan temu kembali informasi adalah untuk mengefesiensikan waktu dan tenaga dalam menemukan kembali informasi yang tersimpan bagi pemustaka yang membutuhkannya dengan menggunakan alat .
Sistem temu balik informasi terdapat 6 komponen yang berperan di dalamnya yaitu :
1. Kumpulan dokumen 2. Pengindeksan
3. Kebutuhan informasi pengguna
4. Strategi penelusuran informasi/doumen 5. Kumpulan dokumen yang ditemukam 6. Penilaian relevasi (Jubaidah, 2015)
BAB III
SISTEM PENELUSURAN BAHAN PUSTAKA MELALUI OPAC PADA DINAS PERPUSTAKAAN DAN ARSIP KABUPATEN DELI SERDANG 3.1 Sistem Penelusuran OPAC
Dari hasil observasi penulis di Kantor Dinas dan Arsip Kabupaten Deli Serdang sistem penelusuran bahan pustaka yang digunakan oleh Perpustakaan dan Arsip Deli Serdang ialah menggunakan Sistem Penelusuran OPAC (Online Publik Accses Catalog) dengan menggunakan software INLISLite.
INLISLite (Integrated Library System) merupakan perangkat lunak (software) aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sejak tahun 2011.
Penamaan INLISLite diambil dari kata Integrated Library System, nama dari perangkat lunak manajemen informasi perpustakaan terintegrasi yang dibangun sejak tahun 2003 untuk keperluan kegiatan rutin pengelolaan informasi perpustakaan di internal Perpusnas.
INLISLite yang digunakan di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang versi 2.1.2. Adapun karakteristik INLISLite versi 2.1.2 yakni :
1. Perangkat lunak berbasis web (web application software). Dalam pengoperasiannya menggunakan aplikasi browser internet yang umum digunakan untuk menjelajahi informasi di internet.
2. Instalasi perangkat lunak INLISLite cukup dilakukan pada satu komputer yang difungsikan sebagai pangkalan data. Komputer operator cukup mengkoneksikan dirinya melalui perangkat jaringan, baik secara lokal (LAN), WAN, maupun Internet.
3. Dapat dioperasikan secara bersamaan dalam satu waktu secara simultan (multi user ready).
4. Menggunakan metadata MARC (Machine Readable Cataloguing) dalam pembentukan katalog digitalnya.
5. Bebas pakai / gratis (freeware).
Gambar 3.1 Halaman Demo Program INLISLite versi 2.1.2
INLISLite merupakan inisiatif Perpusnas dalam rangka penyediaan sarana pendukung untuk :
1. Membantu pengembangan otomasi perpustakaan di seluruh Indonesia.
2. Sebagai tool perpustakaan digital untuk menngelola koleksi full teks dan multimedia.
3. Membantu dalam pembentukan katalog elektronis berbasis MARC untuk Indonesia (INDOMARC).
4. Melaksanakan program nasional yang diamanatkan kepada Perpusnas untuk menghimpun data koleksi nasional dalam sebuah Katalog Induk Nasional (KIN) dan Bibliografi Nasional Indonesia (BNI) dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Berdasarkan INLISLite versi 2.1.2 di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang memiliki 10.623 judul dan 22.927 eksemper. Dengan rata rata jumlah pengunjung perbulan 1.186 orang di tahun 2017. Sedangkan untuk tahun 2018 sehingga bulan Agustus, rata rata jumlah pengunjung perbulan 932 orang.
Sistem penelusuran OPAC di Dinas perpustakaan Deli Serdang merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Pangkalan datanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkat
lunak komersial atau buatan sendiri. Sistem OPAC ini menampilakan bibliografis dan letak koleksinya, yang berfungsi untuk mempermudah pengguna mencari informasi yang diinginkan.
Gambar 3.2 Sistem Penelusuran Bahan Pustaka melalui OPAC
Sarana ini adalah satu computer (PC) yang disediakan perpustakaan yang dapat digunakan oleh semua pengguna untuk menelusur katalog perpustakaan yang sudah berbentuk pangkalan data elektronik. Online public accses catalog (OPAC) pada dasarnya lebih banyak memberikan manfaat dalam penemuan kembali informasi diperpustakaan.
Strategi penelusuran sangat diperlukan di era Internet saat ini, karena bisa memfokuskan penelusuran sesuai dengan apa yang dibutuhkan, yaitu dengan memformulasikan permintaan informasi (query) yang baik, serta mengoptimalkan fasilitas penelusuran yang tersedia pada mesin pencari.
Pada kenyataannya pengguna (user) belum memanfaatkan secara maksimal fasilitas penelusuran yang tersedia pada search engine, untuk itu perlu melakukan pendidikan pemakai (user education) atau bentuk-bentuk pelatihan
yang lain agar mereka terampil menelusur secara mandiri. Dengan demikian fasilitas online yang tersedia bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.
3.1.1 Pedoman Sistem Penelusuran Bahan Pustaka
Adapun pedoman dalam sistem penelusuran koleksi tetap menggunakan titik akses dalam mencari koleksi bahan pustaka. Titik akses yang digunakan merupakan standar perpustakaan Nasional sama seperi perpustakaan umum lain nya. Titik akses merupakan titik temu balik informasi yang digunakan dalam mempermudah pengunjung menemukan koleksinya yang dibutuhkan. Adapun titik akses tersebut ialah :
1. Judul
Contoh: Teori & Praktik Penelusuran Informasi 2. Pengarang
Contoh: Pawit M.Yusup 3. Penerbit
Contoh: Kencana Prenada Media Group 4. Tahun terbit
Contoh: 2010 5. Subjek
Contoh: Penelusuran 6. No panggil
Contoh: 025.524 07 7. ISBN/ISSN/ISMN
Contoh: 978-602-8730-33-4
3.1.2 Prosedur Sistem Penelusuran Bahan Pustaka melalui OPAC
Adapun prosedur sistem penelusuran bahan pustaka melalui OPAC di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang yakni :
1. Pengunjung membuka aplikasi OPAC yang terdapat pada desktop kompter,
Gambar 3.3 Aplikasi OPAC pada Desktop
2. Pengunjung mengetik titik akses dalam menelusuri koleksi bahan pustaka melalui OPAC,
Gambar 3.4 Halaman depan (Homepage) OPAC
3. Kemudian akan muncul halaman informasi mengenai titik akses yang berkaitan,
Gambar 3.5 Hasil Penelusuran Titik Akses melalui OPAC
4. Pengunjung memilih buku yang dimaksud dan akan muncul halaman informasi mengenai buku yang dicari,
Gambar 3.6 Hasil Penelusuran Buku Yang Dicari melalui OPAC
5. Lalu pengunjung pergi kerak nomor yang tersedia sesuai no kelas (klasifikasi) buku yang dibutuhkan.
3.1.3 Fasilitas dalam Sistem Penelusuran Bahan Pustaka
Fasilitas dalam membantu sistem penelusuran koleksi bahan pustaka pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang adalah:
1. OPAC, OPAC di Dinas perpustakaan Deli Serdang merupakan sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer. Pangkalan datanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan dengan menggunakan perangkat lunak komersial atau buatan sendiri. Sistem OPAC ini menampilakan bibliografis dan letak koleksinya.
2. Website, website yang digunakan untuk sitem penelusuran yakni Mozila Firefox.
3. Komputer (PC), komputer yang digunakan bermerek HP 1 unit.
4. Jaringan Internet – Offline.
Letak dari fasilitas dalam sistem penelusuran di Perpustakaan Deli Serdang terdapat di pintu masuk diruangan koleksi.
3.1.4 Hambatan-hambatan yang dialami Pengguna
Adapun hambatan yang dialami oleh pengguna dalam memanfatkan sistem penelusuran informasi diantaranya adalah:
1. Jaringan
Jaringan yang terputus karna gangguan signal sehingga pengguna sulit untuk menemukan informasi yang dibutuhkan. Jaringan yang di gunakan perpustakaan Deli Serdang Offline hanya dapat menggunakan komputer yang terdapat di Perpustakaan Deli Serdang. Tidak dapat di akses secar online dari luar perpustakaan.
2. Komputer (PC)
Terbatasnya jumlah computer yang dimilki dapat mengambat pengguna saat ingin mencari buku di opac,apabia disaat pengunjung ramai.
Komputer di Perpustakaan Deli Serdang berjumlah 3 unit. 1 unit untuk
daftar hadir pengunjung, 1 unit untuk bagian administrasi keanggotaan, dan 1 unit untuk sistem penelusuran OPAC.
3. Energi Listrik
Padamnya listrik juga berpengaruh dalam menghambat penelusuran koleksi, Karena perpustakaan belum memiliki genset sebagai penghasil listrik cadangan.
4. Kurangnya informasi mengenai sistem penelusuran di Dinas Perpustakaan Deli Serdang, dikarenakan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupten Deli Serdang hanya memiliki 3 orang dibagian pelayanan dan tidak memiliki pustakawan.
3.2 Pengelolaan Penelusuran Bahan Pustaka
Adapun cara pengelolaan penelusuran bahan pustaka pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang berpedoman pada :
1. Penelusuran Informasi Digital: penelusuran yang dilakukan dengan dan melalui media digital atau elektronik seperti melalui OPAC (Online Public Access Catalog), Search Engine (di Internet), Database Online, Jurnal Elektronik, Reference Online, dan informasi lain yang tersedia secara elektronik/digital.
2. Penelusuran informasi melalui komputer dan media internet telah membawa orang untuk menembus batasan-batasan yang semula ada pada teknik penelusuran informasi secara manual / konvensional. Melalui OPAC, Search Engine, Database Online dan fasilitas lainnya pemakai perpustakaan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang dikehendaki, dengan jenis dan macam yang cakupannya lebih luas lagi.
3.3 Sistem Temu Kembali Informasi
Sistem temu balik informasi adalah suatu proses temu balik atau penemuan kembali informasi yang tersimpan dengan menggunakan sarana temu balik yaitu katalog manual ataupun online dan dalam penelusuran menggunakan perwakilan dari suatu dokumen atau disebut juga dengan query agar dengan mudah menemukan informasi yang relevan dengan pengguna.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di Kantor Dinas Dan Arsip Deli Serdang, bahwa sistem temu kembali informasi belum berjalan maksimal, sebab masih mengunakan sistem LAN (LAN = local area network), hanya sebatas tempat tertentu, satu kompleks, Misalnya, jaringan antar gedung satu dengan lainnya.
Dalam konteks ini, temu kembali informasi berkaitan dengan representasi, penyimpanan, dan akses terhadap dokumen representasi dokumen. Dokumen yang ditemukan tidak dapat dipastikan apakah relevan dengan kebutuhan informasi pengguna yang dinyatakan dalam query.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan data yang telah penulis peroleh dari observasi pada Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang, maka penulis dapat menarik beberapa kesimpulan dan saran yaitu sebagai berikut:
4.1 Kesimpulan
1. Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang dalam sistem penelusuran bahan pustka menggunakan Sistem Penelusuran OPAC (Online Publik Accses Catalog) dengan software INLISLite versi 2.1.2.
2. Sistem penelusuran bahan pustaka melalui OPAC di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang dapat diakses ketika pengguna atau pengunjung sedang berada diwilayah Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang menggunakan PC yang disediakan oleh Pihak Perpustakaan.
3. Penerapan OPAC pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupten Deli Serdang sangat membantu kinerja bagian pelayanan, begitu juga pengunjung ketika mengunjungi perpustakaan yang sudah ada OPAC nya. Hal tersebut sangat efisien dan menghemat waktu.
4.2 Saran
1. Sebaiknya jumlah OPAC yang ada di perpustakaan ditambah karena dirasa masih kurang dengan banyaknya pengunjung yang menggunakannya.
2. Sebaiknya ada petunjuk yang jelas dalam penggunaan OPAC, karena masih banyak pengunjung yang belum tahu cara menggunakan OPAC.
3. Diharapkan akses internet dibuat sistem WAN (WAN = wide area network) sehingga dapat memudahkan pengguna saat pencarian informasi diluar area perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Ayuningtyas, Tika. 2012. Kualitas Pelayanan di Perpustakaan Umum Kota Madiun (Studi Deksritif Tentang Kualitas Layanan Dengan Menggunakan LIBQUAL di Perpustakaan Umum Kota Madiun. Jurnal Ilmiah.
Badan Standarisasi Nasional Indonesia. 2009. Standarisasi Nasional Indonesia Untuk Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota : SNI 7495.
Golung, A. M, dkk. 2015. Pemanfaatan Sarana Temu Kembali Informasi Khususnya Katalog UPT Perpustakaan UNIMA Oleh Mahasiswa.
Journal “Acta Diurna” Volume IV. No.1.
Hasugian, Jonner. 2006. Penggunaan Bahasa Alamiah dan Kosa Kata Terkontrol dalam Sistem Temu Kembali Informasi Berbasis Teks. Dalam Jurnal Pustaka : Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, Vol.2 No.2, Desember 2006. USU Press.
Hermawan, R. & Zulfikar Z. 2006. Etika Kepustakawanan: Suatu Pendekatan Terhadap Profesi dan Kode Etik Pustakawan Indonesia. Jakarta : Sagung Seto.
Indonesia, Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Nasional RI.
Kusmayadi, Eka & Etty Andriaty. 2006. Kajian online public access catalogue (OPAC) dalam pelayanan perpustakaan dan penyebaran teknologi pertanian. 19 Februari 2011. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/.
Saleh, A.R. dan B. Mustafa. 1992. Penggunaan Computer Untuk Pelayanan Informasi Perpustakaan. Dalam Bunga Rampai 40 Tahun Pendidikan Ilmu Perpustakaan di Indonesia. Jakarta : Kesaint Blanc.
Saleh, Abdul Rahman.et.al. 1996. CDS/ISIS: Panduan Pengelolaan Sistem Manajemen Basis Data untuk Perpustakaan dan Unit Informasi, Saraswati Utama, Bogor.
Saptari, Janu. Dan Purwono. 2006. Temu Kembali Informasi Bibliografi dengan Bahasa Alami. Pada Field Judul dan Subjek (Studi Efektifitas Katalog Induk Terpasang Perpustakaan UGM). Dalam Jurnal Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Volume 3 No. III.
Siregar, B. 1998. Pembinaan Koleksi Perpustakaan dan Pengembangan Literatur:
Bahan Pelatihan Tenaga Teknis Perpustakaan Proyek Pembinaan Perpustakaan Sumatera Utara, T.A. 1998/1999. Medan.
Subekti. Yusuf. 2010. Teori dan Praktik Penelusuran Infromasi. Jakarta: Preneda Media Group.
Sulistyo, Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,1991.
Sulistyo, Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Supriyanto, Wahyu. 2008. Teknologi Informasi Perpustakaan: Strategi Perancangan Perpustakaan Digital. Yogyakarta: Kanisius.
Sutoyo, A & Santoso, J. 2001. Strategi Dan Pemikiran Perpustakaan Visi Hernandono. Jakarta : Sagung Seto.
LAMPIRAN
Visi Misi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang Visi:
“Menjadi sumber informasi berbasis teknologi informasi dan mewujudkan masyarakat yang cerdas dan gemar membaca”.
Misi:
1. Mewujudkan pelayanan berbasis teknologi bagi pemustaka
2. Mewujudkan penyelamatan dan pelestarian dokumen arsip sebagai sumber informasi
3. Mewujudkan masyarakat yang gemar membaca dan pemberdayaan perpustakaan yang ada di Kabupaten Deli Serdang
4. Mewujudkan tata kelola lembaga yang berbasis teknologi informasi didukung oleh sumber daya aparatur yang berkualitas
Fungsi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang Fungsi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang : 1. Perumusan kebijakan dibidang perpustakaan dan arsip;
2. Pelaksanaan kebijakan dibidang pengendalian perpustakaan dan arsip;
3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan dinas dibidang perpustakaan dan arsip;
4. Pelaksanaan administrasi dibidang perpustakaan dan arsip;
5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.
Tugas Pokok Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang Tugas Pokok Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang adalah membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan bidang perpustakaan dan arsip yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Kabupate
Struktur Organisasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang
Kepala Dinas
Sekretaris
kasi Kasubag
umum
kasi
kasi kasi
kasi
Kasubag keuangan
kabid kabid
kasi kabid
Kasubag progarm
kasi kasi
kabid