BAB IV ANALISIS MODEL PENGEMBANGAN KAWASAN
4.2 Kondisi Empiris dan Potensi Wilayah Perbatasan
4.2.6 Sistem Infrastruktur
4.2.6.1 Sistem Transportasi
Untuk mengetahui peranan prasarana transportasi di kawasan perbatasan baik secara internal (keadaan di kawasan perbatasan) maupun secara eksternal (dalam kaitannya dengan wilayah Sarawak) akan dikaji kondisi dan kebutuhan prasarana transportasi yang meliputi transportasi darat dan air.
1. Transportasi Darat
Sistem transportasi darat di kawasan perbatasan sangat penting artinya bagi keterbukaan suatu daerah terhadap daerah lainnya. Kondisi jaringan jalan di kawasan Sumber : Bappeda Provinsi Kalbar, 2005
perbatasan pada saat ini dapat dikatakan sangat buruk ditinjau dari segi kualitas jalan. Terdapatnya ruas jalan horisontal yang menghubungkan dusun-dusun di Kecamatan Sajingan Besar dari Sungai Bening sampai Beruang (Desa Sebunga) belum mampu menjamin kelancaran aliran barang maupun orang secara optimal. Kendala besar masih dihadapi terutama dimusim hujan dimana sebagian besar jalan sangat sulit dilalui.
Beberapa titik dalam ruas ini bahkan sangat berbahaya untuk lalu lintas kendaraan karena aligment vertikal yang terlalu tinggi seperti “Mungguk Tempayan” di ruas antara Kaliau-Aruk dan “Mungguk Menyan” di ruas jalan antara Batu Hitam dan Sungai Bening. Beberapa jembatan juga sangat memprihatinkan kondisinya sehingga tidak dapat dilalui kendaraan bermotor seperti jembatan Sungai Batang Air, jembatan Sungai Sajingan Besar, dan jembatan Sungai Sempayang di Tanjung (Desa Senatab). Demikian pula ruas jalan dari Simpang Tanjung melalui Galing yang belum sepenuhnyaberfungsi dengan baik. Beberapa ruas jalan seperti letter S dan Mungguk Tanah Merah, Senipahan dan ±5 km di ujung jalan menuju Tanjung masih berupa jalan tanah yang licin dan gembur bila diguyur hujan. Sehingga bila hujan turun, ruas jalan Tanjung-Galing memakan waktu tempuh sekitar 5 jam dengan jarak ±40 km, sedangkan bila keadaan jalan kering rute yang sama bisa dilalui hanya dalam waktu 1,5 jam. Kondisi ini tidak berbeda dengan jalur jalan Sajingan-Logpon (Sentimo) yang panjangnya ±37 km.
Di Temajok, transportasi eksternal masih dirasakan lebih baik. Meskipun jalan darat Ciremai-Temajok belum selesai dikerjakan dan belum berfungsi optimal, masih tersedia satu jalur alternatif yang dapat dilalui yaitu jalur pantai. Pantai
sepanjang 46 km dari Mutusan ke Temajok bila air laut surut merupakan jalan darat yang cukup nyaman dilalui kendaraan roda dua. Kendala jalur ini hanya beberapa titik berpasir gembur, Tanjung Lumpur dan di muara-muara sungai. Jalur jalan pasir pantai ini dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang dari 1,5 jam . Sistem transportasi internal Temajok dan sekitarnya hampir 100% merupakan sistem transportasi darat, kecuali transportasi eksternal yang sebagian besar masih menggunakan transportasi laut. Jalan-jalan lingkungan yang diperkeras dengan paving block maupun semen menghubungkan kelima kelompok permukiman yang ada. Bahkan ruas jalan Temajok Kecil-Tekam Patah memanjang sampai ke batas antara Desa Temajok dengan Kampung Telok Melano di Sarawak. Jalan ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Bebarapa ruas jalan tanah dan setapak juga membantu sirkulasi internal kawasan. Dari Camar Bulan tersedia ruas jalan tanah berpasir yang cukup lebar namun menyempit sejak 1 km terakhir menuju ujung ruas jalan Temajok-Ciremai.
Transportasi menuju Sarawak (Telok Melano) dapat ditempuh melalui jalan darat menggunakan sepeda motor hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di Telok Melano, melalui punggung bukit kecil antara Gunung Melano dan Gunung Pangi. Sebagian jalan antarnegara ini sudah diperkeras dengan paving block, dan sebagian lagi masih merupakan jalan tanah setapak. Terusan jalan ini yang masuk wilayah Sarawak seluruhnya masih belum diperkeras sampai di pintu masuk Kampung Telok Melano. Sedangkan jalan-jalan di dalam kampung mereka telah diperkeras dengan semen.
2. Transportasi Air (Sungai/Laut)
Transportasi air (sungai/laut) cukup berperan dalam pengangkutan barang dan penumpang untuk keluar masuk wilayah perbatasan, terutama yang belum terjangkau prasarana jalan. Beberapa sungai yang dapat dilayari di kawasan perbatasan adalah :
• Sungai Paloh dan Sungai Bemban di Kecamatan Paloh yang dapat dilayari dari Dermaga Merbau ke hulu hingga Desa Sungai Bening melalui Seputeh. • Sungai Bantanan-Sempayang-Batang Air dapat dilayari dari Sekura/Teluk
Kalong-Galing-Sasak sampai Tanjung Belipat. Dari Tanjung Belipat sampai ke Batang Air maupun Tanjung Senatab hanya dapat dilalui dengan perahu kecil.
• Sungai Sambas-Sentimo dapat dilalui dengan motor air dari Dermaga Sambas hingga Logpon (Sentimo) selama ± 4 jam. Dari sini perjalanan dilanjutkan melalui jalan darat menuju Kaliau melewati Beruang, Aping dan Aruk.
Di Desa Temajok, transportasi air dilakukan melalui wilayah Laut Natuna dari Dermaga Setingga atau Merbau menyeberang Sungai Paloh dan menyusuri Sungai Mutusan hingga ke muaranya, kemudian masuk ke jalur laut menuju Temajok. Perjalanan ini dapat ditempuh dalam waktu ± 4 jam dengan motor air. Namun di musim angin barat pada bulan Oktober sampai Januari jalur ini sulit dilalui akibat besarnya gelombang laut yang membahayakan pelayaran.
Kelancaran sistem pengangkutan sungai/laut sangat tergantung pada iklim dan cuaca. Pada musim kemarau, umumnya debit dan tinggi permukan air menurun sehingga kapasitas sungai sebagai jalur pengangkutan menjadi menurun pula.
Express Way
4.13 156
Paloh
Jalan Aruk-Biawak
Jalan menuju perbatasan Jalan Lundu-Biawak
Angkutan sungai Kondisi jalan
Kampung Biawak Desa Kaliau
Mengingat jalan raya merupakan jalur alternatif belum berfungsi dengan baik, maka pada saat kemarau panjang akan mempengaruhi perekonomian wilayah, seperti meningkatnya harga bahan kebutuhan pokok. Keadaan ini menunjukkan bahwa ketergantungan perekonomian dan tingkat kesejahteraan penduduk terhadap sistem pengangkutan sangat tinggi. Untuk mengurangi tingkat ketergantungan ini diperlukan intervensi pemerintah untuk segera mengembangkan sistem transportasi jalan raya. Selain itu di Desa Sebubus Kecamatan Paloh terdapat sebuah dermaga pelabuhan laut yaitu Pelabuhan Merbau. Pelabuhan ini biasanya digunakan bagi kapal-kapal yang mengangkut hasil bumi, kayu dan barang-barang kebutuhan pokok dari dan menuju kota-kota di Kabupaten Sambas, bahkan sampai ke Sematan (Sarawak). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.13.