• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Utilitas

Dalam dokumen 3. PERANCANGAN BANGUNAN (Halaman 31-37)

3.7.1 Sistem Air Bersih

Sistem air bersih pada proyek ini ada dua macam yaitu :

ƒ Sirkulasi aliran air bersih pertama dari PDAM menuju ke meteran kemudian tandon sentral , pompa mengalirkan ke tendon penunjang lainnya.

Gambar 3.23. Skema Sirkulasi Air Bersih Dari PDAM ƒ Perhitungan pemakaian air rata-rata per orang setiap hari:

Untuk bangunan café : ±1500 orang × 30 liter = 45000 lt

Jadi besarnya tandon yang dibutuhkan agar dapat menampung semua kebutuhan air bersih pada area café adalah 45 M3, kemudian untuk area lainnya seperti kantor, retail mempunyai tandon yang lebih kecil masing-masing bagian besarnya 15 M3. Sedangkan untuk tandon toilet & kamar mandi :

Untuk bangunan kamar mandi : ±2000 orang × 50 liter = 100000 lt Sehingga tandon untuk kamar mandi masing-masing besarnya 100 M3 .

Perletakan tandon terbagi pada 4 lokasi (2 dekat dengan kamar mandi, 1 dekat kantor, 1 dekat café & 1 dekat retail ), hal tersebut dimaksudkan agar pipa yang digunakan tidak terlalu panjang, yang nantinya dapat menimbulkan kebocoran pipa. Dimana lokasi-lokasi yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan air paling banyak.

Sedangkan ukuran tandon untuk kolam renang dibuat 1,5x dari volume kolam sehingga :

kolam dewasa & anak-anak Æ 172,8 M3 + 1485 M3 = 1657,8 M3 1,5 x 1657,8 M3 = 2486,7 M3

kolam arus Æ 1,5 x 1512 M3

= 2264 M3 kolam ombak & surf Æ 1,5 x 15297,57 M3

= 22946,4 M3

Tandon

PDAM Meteran Air Pompa Kran

Wastafel, Closet, dll

ƒ Sirkulasi aliran air bersih kedua berasal dari air rawa yang difilter yang kemudian ditampung dalam tandon utama dan disalurkan ke 3 cabang untuk memenuhi kebutuhan air di kolam renang.

Gambar 3.24. Skema Sirkulasi Air Bersih Dari Rawa

Setiap cabang ada tandon lagi sebagai penyimpan air, filter, pompa, blower yang kemudian dialirkan ke kolam renang.

Gambar 3.25. Skema Sirkulasi Air Bersih Dari Tandon Utama

Gambar 3.26. Skema Sirkulasi Air Di Kolam Renang

ƒ Balancing tank dibutuhkan untuk menjaga air kolam tetap pada level yang sama. Penempatannya ada di antara kolam dewasa, anak-anak dan kamar mandi, dengan kapasitas 5x dari total air kedua kolam tersebut. Balancing tank ini digabung dengan ruang pompa & filter dengan cara disusun ke atas, hal ini untuk efisiensi lahan.

Tandon Utama

Filter Pompa Blower

Rawa Tandon

Cabang Tandon Utama

Menjadi Satu Ruang

Pompa Filter

Balancing tank Tandon

Gambar 3.27. Skema Penempatan Ruang Pompa, Filter, Tandon & Balancing Tank

ƒ Untuk sistem filter, setiap hari ada 3x perputaran air (Turn Over) yaitu setiap 6 jam (untuk kolam anak-anak karena anak-anak membutuhkan air yang lebih bersih) – 8 jam (untuk kolam dewasa)

Kapasitas filter = volume air (M³) / turn over (3.1)

Filter yang tersedia dipasaran bila dibedakan dari medianya ada dua macam, yaitu :

Single media Æ 60cm – 70cm berisi pasir

Multi media Æ berisi coalsite 2 – 3 ml dengan berat jenis yang ringan, garnet, coalsite 0,4 – 0,5 ml dengan berat jenis yang lebih berat

(dari segi harga memang multi media lebih mahal, tetapi kualitasnya 8-9x lebih bagus dari pada single media).

Pada proyek ini pemakaian filter untuk tandon induk yang airnya berasal dari rawa memakai sand filter (untuk menahan lumpur), kemudian carbon filter (untuk menghilangkan bau & menjernihkan air) dan yang terakhir chlor filter. sedangkan filter yang ada pada setiap kolam merupakan jenis filter yang sama tetapi dengan kapasitas yang lebih kecil.

ƒ Pompa yang dipakai besar dayanya menyesuaikan dengan banyaknya air.

Ke Kolam

Over Flow

3.7.2 Sistem Air Kotor Dan Kotoran

Mengingat bangunan dari proyek ini adalah bangunan dengan massa banyak, maka air kotor dan kotoran dibuang pada septictank dan sumur resapan yang terletak pada 4 tempat didekat massa bangunan.

ƒ Air Kotor :

Gambar 3.28. Skema Penyaluran Air Kotor Cair ƒ Air Kotor dari Kolam :

Gambar 3.29. Skema Turn Over

Backwash

Gambar 3.30. Skema Backwash ƒ Kotoran :

Gambar 3.31. Skema Air Kotor Padat

3.7.3 Sistem Pembuangan Air Hujan

Air hujan dibuang dari talang. Talang diletakkan di kolom dan dibungkus dengan gypsum water resistan. Dari talang ditampung pada bak kontrol kemudian dibuang ke got dilanjutkan ke rawa.

Sirkulasi Air Hujan :

Gambar 3.32. Skema Air Hujan

Over Flow Outlet

Kolam Renang

Air Kotor Perangkap Lemak Sumur Resapan

Over Flow Filter Air Kotor Rawa

Sumur Resapan

Septictank

Kotoran

Rawa Bak Kontrol

Air Hujan Pipa Talang (per 6-8m)

Filter Pompa

Blower

3.7.4 Sistem Penerangan & Distribusi Listrik Ada dua macam penerangan :

ƒ Penerangan alami dipakai pada fasilitas yang terbuka (kolam renang), ƒ Penerangan buatan dipakai pada bangunan sebagai tambahan penerangan.

Distribusinya :

Gambar 3.33. Skema Distribusi Listrik

Dalam memenuhi kebutuhan listrik pada tapak maka dalam distribusi listriknya digunakan sistem listrik dari PLN dan Genset (berfungsi bila listrik dari PLN mati, merupakan cadangan penuh/pengganti). Peletakan ruang genset dipisah dengan bangunan lain tetapi tetap mudah dicapai oleh kendaraan service dan mempunyai dinding yang massif untuk meredam kebisingan yang ditimbulkan. Kabel-kabel yang berfungsi untuk mendistribusikan listrik ditempatkan pada saluran bawah tanah sehingga tidak mengganggu keasrian lingkungan yang direncanakan.

3.7.5 Sistem Komunikasi

Komunikasi sangat diperlukan untuk meningkatkan dan mempercepat hubungan antar staff, bangunan dan aktivitas yang terjadi. Sistem komunikasi pada tapak menggunakan sistem komunikasi intern yang direncanakan, yaitu :

ƒ Telepon

Sistem PABX untuk komunikasi di dalam site Sistem PBX untuk komunikasi keluar & masuk site ƒ Intercome

Digunakan untuk keperluan staf pengelola

PLN Tegangan Tinggi

Gardu Listrik

Panel Utama

Genset

ƒ Paging

Digunakan untuk memberikan pengumuman di luar ruang siaran dan di dalam site, juga berfungsi untuk hiburan berupa pemutaran musik. Lokasinya berada di pos jaga.

Gambar 3.34. Skema Paging

3.7.6 Sistem Penghawaan

Sistem penghawaan ada 2 macam yaitu :

ƒ Sistem penghawaan aktif, yaitu memaksimalkan pembukaan yang ada sehingga angin yang masuk kedalam bangunan dapat memenuhi standard kenyamanan pengunjung. Arah angin didalam tapak bergerak dari arah Tenggara menuju Barat Laut, sehingga penataan Massa bangunan dan pembukaan pun menyesuaikan arah angin yang terjadi pada tapak.

ƒ Sistem penghawaan pasif, yaitu dengan menggunakan batuan alat-alat teknis untuk mengatur temperatur, kelembaban, kebersihan & bau dengan memakai AC dengan sistem package unit (AC split/AC window). Dipakai sistem ini karena mengingat massa bangunan yang terpisah-pisah sehingga pemakaian sistem AC ini lebih efisien.

3.7.7 Sistem Pencegahan / Pemadam Kebakaran

Karena pola massa yang menyebar, maka pada setiap bangunan disediakan beberapa portable extinguishe.

Sedangkan penempatan siamis diletakkan di bagian tengah tapak yang masih bisa dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran dan sumber airnya dari tandon terdekat dan fire hydrant diletakkan pada daerah yang mempunyai resiko kebakaran yang cukup tinggi.

Operator Mic Tape Deck Program Selector Amplifier

Swicth Bank Speaker

3.7.8 Sistem Penangkal Petir

Tapak yang direncanakan sebagian besar merupakan area terbuka yang cukup luas, sehingga penangkal petir ditempatkan pada bangunan yang paling tinggi (Main Building) dan bangunan yang terletak pada tebing (Guarding Post).

3.7.9 Sistem Pembuangan Sampah

Sampah dibuang ke tong sampah kemudian diangkut oleh gerobak pengangkut sampah dan dibuang ke tempat pembuangan sementara bangunan (pada bangunan service). Setiap hari diambil oleh truk pengangkut sampah (pada jalur loading dock). Oleh truk dibuang ke tempat pembuangan sampah .

Dalam dokumen 3. PERANCANGAN BANGUNAN (Halaman 31-37)

Dokumen terkait