Secara garis besar penulisan penelitian ini terdiri dari V bab. Masing-masing bab memiliki sub bab yang akan memberikan penjelasan secara terperinci dan sistematis serta berkesinambungan agar bisa dipahami dengan jelas. Adapun sistematika penelitian ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN Bab pertama, sebagaimana penelitian pada umumnya, bab satu adalah pendahuluan yang mencakup: latar belakang penelitian; rumusan masalah penelitian; pertanyaan penelitian; tujuan penelitian; manfaat penelitian;
dan sistematika penulisan skripsi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab kedua dalam penelitian ini berisi tentang
7
syariah, literasi keuangan syariah, inklusi keuangan syariah, dan tingkat pendapatan; hasil penelitian terdahulu; kerangka berpikir; dan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN Bab ketiga dalam penelitian ini yaitu tentang metode penelitian yang didalamnya memuat tentang tahapan penelitian; jenis penelitian; objek penelitian; metode pengambilan sampel; jenis dan sumber data penelitian; metode pengumpulan data; definisi operasional variabel; dan metode analisis data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Bab keempat dalam penelitian ini yaitu tentang hasil dan pembahasan yang didalamnya memuat tentang gambaran umum objek penelitian; karakteristik sampel penelitian; hasil uji validitas dan reliabilitas;
hasil uji asumsi klasik; analisis regresi linier berganda; uji hipotesis; pembahasan;
dan implikasi penelitian.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab kelima dalam penelitian ini merupakan bagian penutup yang didalamnya memuat tentang kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran untuk berbagai pihak.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dan hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai pengaruh literasi keuangan syariah, inklusi keuangan syariah, dan tingkat pendapatan terhadap kesadaran perencanaan keuangan syariah selanjutnya dapat dibuat kesimpulan. Berikut dibawah ini merupakan kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini:
1. Variabel literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kesadaran perencanaan keuangan syariah. Hal ini mengacu pada item pernyataan yang diajukan kepada responden bahwa item yang paling berpengaruh adalah responden mengetahui bahwa perencanaan keuangan dibutuhkan dalam konteks individu, keluarga, maupun sosial-kemasyarakatan dan item pernyataan yang kurang berpengaruh adalah responden mengetahui bahwa semakin tinggi literasi keuangan seseorang, maka semakin baik perencanaan keuangannya.
2. Variabel inklusi keuangan syariah tidak berpengaruh secara positif dan signifikan secara parsial terhadap kesadaran perencanaan keuangan syariah.
Hal ini mengacu pada item pernyataan yang diajukan kepada responden bahwa item yang paling berpengaruh adalah responden menggunakan layanan dan fasilitas dari lembaga keuangan syariah untuk melakukan perencanaan keuangan syariah dan item pernyataan yang kurang berpengaruh adalah responden memanfaatkan fasilitas dan layanan jasa keuangan untuk menunjang perencanaan keuangan.
3. Variabel tingkat pendapatan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kesadaran perencanaan keuangan syariah. Hal ini mengacu pada item pernyataan yang diajukan kepada responden bahwa item yang paling berpengaruh adalah responden yakin dengan pendapatan yang dimilikinya, responden mampu merencanakannya dengan baik dan item
63
pendapatan lebih, maka pendapatan tersebut akan dialokasikan untuk tabungan maupun investasi.
4. Variabel Literasi Keuangan Syariah, Inklusi Keuangan Syariah dan Tingkat Pendapatan secara simultan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap Kesadaran Perencanaan Keuangan Syariah. Hal ini mengacu pada hasil koefisien determinasi bahwa Literasi Keuangan Syariah, Inklusi Keuangan Syariah dan Tingkat Pendapatan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kesadaran Perencanaan Keuangan Syariah secara dominan, sedangkan selain variabel independen tersebut sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Dengan demikian, masih terdapat variabel independen lain yang mempengaruhi kesadaran perencanaan keuangan syariah.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan diatas, maka terdapat saran perbaikan untuk kedepannya sebagai berikut:
1. Untuk peneliti selanjutnya
a. Responden kuesioner dalam penelitian ini hanya berjumlah 100 orang yang ditujukan kepada masyarakat secara umum yang melakukan perencanaan keuangan syariah. Dengan demikian diharapkan kedepannya agar peneliti-peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah responden dan dapat melakukan penelitian ini dengan studi kasus di lembaga keuangan syariah tertentu, sehingga setiap variabel independen secara parsial diharapkan dapat lebih memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesadaran perencanaan keuangan syariah.
b. Penelitian ini membahas mengenai topik perencanaan keuangan syariah.
Dengan demikian diharapkan untuk kedepannya agar peneliti-peneliti selanjutnya dapat mengangkat topik ini untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat terkait perencanaan keuangan syariah, mengingat topik ini belum banyak diangkat menjadi penelitian.
c. Penelitian ini menggunakan variabel independen Literasi Keuangan Syariah, Inklusi Keuangan Syariah dan Tingkat Pendapatan. Dengan demikian diharapkan kedepannya dapat menggunakan variabel
64
independen lain yang sekiranya berpengaruh terhadap perencanaan keuangan syariah, agar mendapatkan hasil yang lebih luas mengenai permasalahan yang diteliti sehingga mendapatkan nilai koefisien determinasi yang lebih baik. Variabel-variabel independen lain yang sekiranya berpengaruh terhadap kesadaran perencanaan keuangan syariah yakni tingkat religiusitas, minat investasi, dan pemahaman keuangan syariah.
2. Untuk regulator
Dengan adanya penelitian ini diharapkan agar pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator, dapat membuat program-program yang dapat lebih meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta melakukan sosialisasi seperti seminar untuk dapat meningkatkan kesadaran perencanaan keuangan syariah kepada masyarakat.
3. Untuk masyarakat secara umum
Bagi masyarakat secara umum diharapkan untuk lebih meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Di samping itu, selain meningkatkan pengetahuan juga diharapkan agar menggunakan produk dan jasa keuangan syariah dengan harapan agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan perencanaan keuangan syariah. Dengan demikian, perencanaan keuangan syariah tersebut dapat dilaksanakan sehari-hari, sehingga dapat mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.