BAB III METODE PENELITIAN
H. Metode Analisis Data
I. Sistematika Penulisan skripsi
Bagian ini berisi: Abstrak, halaman judul, halaman pengesahan, motto, dan persembahan, kata pengantar, daftar isi, dan daftar lampiran. 2. Bagian Pokok
BAB I: PENDAHULUAN
pendahuluan ini berisi : Judul, latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,penegasan istilah.
BAB II : LANDASAN TEORI
Berisi dalam bab ini akan diuraikan mengenai teori-teori yang diharapkan mampu menjembatani atau mempermudah dalam memperoleh hasil penelitian.
BAB III : METODE PENELITIAN
Berisi tentang Pendekatan Penelitian, Metode Pendekatan, Lokasi Penelitian, Fokus Penelitian ,Sumber Data, Subjek Penelitian, Uji Validitas Data, Analisis Data, dan Sistematika Penulisan.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil dan Pembahasan, dalam bab ini berisi tentang hasil penelitian, tentang penanaman nilai-nilai nasionalisme pada siswa di SMA Negeri 1 Ambarawa.,
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi simpulan dan saran. Mencakup : (1) Berbagai temuan penting yang sejalan dengan masalah, tujuan, ringkasan hasil, dan analisis, (2) Menjawab masalah yang dikemukakan dalam bab pendahuluan, memenuhi semua tujuan penelitian. Saran harus mengaitkan simpulan dan jalan keluar yang disampaikan.
3.Bagian Akhir
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini menyajikan data hasil penelitian yang berasal dari hasil wawancara dengan guru sebagai informan utama, kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum serta siswa sebagai informan pendukung, pengamatan (observasi) yang telah dilakukan, dokumen-dokumen terkait serta penggambaran fenomena penanaman nilai-nilai nasionalisme yang dilakukan sebagai sumber diperolehnya data ini. Penulis melakukan wawancara dan observasi terhadap guru, kepala sekolah wakil kepala sekolah bidang kurikulum serta siswa siswi di SMA Negeri 1 Ambarawa.
Bab ini menyajikan pula gambar-gambar yang mendukung proses penanaman nilai nasionalisme pada siswa di SMA Negeri 1 Ambarawa.
A. HASIL PENELITIAN
1. Gambaran Umum SMA Negeri 1 Ambarawa a. Sejarah SMA Negeri 1 Ambarawa
SMA Negeri 1 Ambarawa berdiri tahun 1982, berdasarkan peresmian oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tanggal 23 November 1982. Lokasi Sekolah terletak di Jalan Yos Sudarso No. 46 Ambarawa Km.30 Semarang Jogjakarta.
Selama berdiri hingga sekarang SMA Negeri 1 Ambarawa dipimpin oleh Kepala Sekolah sebagai berikut :
1) Drs. Sumarso 2) Drs. S. Rusnarhadi 3) Soegoarto, BA 4) Drs. Purwandi 5) Drs. Parmin 6) Drs. Y. Tohari 7) Dra. Halimah Ilyas 8) Dra Sri Sunarni
SMA Negeri 1 Ambarawa telah mengalami kemajuan meliputi berbagai bidang terutama pemenuhan 8 Standar Nasioanal Pendidikan. Misalnya :
1) Jumlah ruang belajar 27 kelas
2) Ketersediaan ruang pembelajaran lain seperti laboratorium fisika, kimia, biologi, komputer dan bahasa sesuai kebutuhan. 3) Ketersediaan ruang penunjang pembelajaran yang lain seperti
ruang kesenian, agama dan perpustakaan.
4) Jumlah Guru pengampu hampir 100% bersertifikasi.
5) Ketersedian tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sesuai kebutuhan.
b. Letak geografis SMA Negeri 1 Ambarawa
SMA Negeri SMA Negeri 1 Ambarawa berada dalam posisi yang strategis yaitu berlokasi di Jalan Yos Sudarso No 46 Ambarawa, kode pos 50612. SMA Negeri 1 Ambarawa berada pada daerah perkotaan, lokasinya sejuk dan nyaman serta mudah untuk dijangkau. Sekolah yang ini akrab dipanggilk dengan sebutan SMANEGA ini mempunyai luas bangunan 4936 m² dan luas sekolah 18.854 m². SMA Negeri 1 Ambarawa merupakan sekolah yang memiliki akreditasi sangat baik dalam kategori jenjang Sekolah Menengah Atas dengan status negeri di bawah Diknas. Topografi SMA Negeri 1 Ambarawa adalah merupakan dataran sedang dan orbitasi jarak ke pusat kecamatan ± 1 Km dan jarak ke pusat otonami daerah ± 18 km.
Gambar 1. SMA Negeri 1 Ambarawa tampak dari depan (Sumber : Dokumentasi Joned 6 Agustus 2012)
Secara rinci letak geografis SMA Negeri 1 Ambarawa adalah sebagai berikut :
Alamat : Jl. Yos Sudarso 46
Desa/Kelurahan : Kupang
Kecamatan : Ambarawa
Kabupaten : Semarang
Provinsi : Jawa Tengah
Kode Pos : 50612
Nomor telepon : (0298) 591462
Fax : (024) 6922791
Email : [email protected]
Website : www.sma1ambarawa.sch.id
c. Visi dan misi SMA Negeri 1 Ambarawa
1) Visi Sekolah : Tangguh dalam imtaq, unggul dalam Ipteks, Beretos Kerja Tinggi, Menuju Puncak Prestasi.
2) Misi Sekolah
a) Menumbuhkan penghayatan atau dan pengamalan ajaran agama yang dianut, sehingga terbentuk pribadi dengan imtaq yang tangguh.
b) Menumbuhkan sikap disiplin dan semangat keunggulan kompetitif baik dalam bidang imtaq maupun ipteks.
c) Memberdayakan sekolah dalam rangka mewujudkan pelayanan pembelajaran dan bimbingan yang efektif dan efesien.
d) Mengembangkan iklim sekolah yang kondusif, berwawasan global dan berasas pada norma dan nilai budaya bangsa Indonesia.
e) Menyediakan wahana pendidikan kecakapan hidup dibidang seni, olahraga, iptek, kewirausahaan, kesehatan, bahasa, jurnalistik dan teknologi informatika.
Visi, misi dan nilai inti SMA Negeri 1 Ambarawa sebagaimana tersebut di atas kemudian diwujudkan dalam tata tertib sekolah. Tata tertib itu kemudian menjadi pedoman dan landasan bagi seluruh warga sekolah dalam menjalankan peran masing-masing komponen, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan mencapai tujuan dari SMA Negeri 1 Ambarawa.
d. Kondisi Guru dan Staf Karyawan SMA N 1 Ambarawa
SMA Negeri 1 Ambarawa mempunyai tenaga pengajar dan staf karyawan secara keseluruhan berjumlah 59 orang ahli. Tenaga pengajar sebagian besar sudah menempuh jenjang pendidikan S1 dan ada pula yang masih D3 namun, hanya beberapa saja. Guru atau tenaga pendidk yang ada di SMA Negeri 1 Ambarawa terdiri dari
berbagai disiplin ilmu mulai dari ilmu alam hingga ilmu sosial dan bahasa. Jumlah tenaga pengajar ilmu sosial yang ada di SMA Negeri 1 Ambarawa lebih besar daripada tenaga pengajar dari ilmu alam atau IPA, hal ini dikarenakan kuota untuk tenaga pengajar dari ilmu alam/IPA lebih sedikit dan kebanyakan peserta didik cenderung ingin masuk ke dalam jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial atau IPS. Kondisi yang demikianlah yang menyebabkan tenaga pengajar IPS yang ada di SMA N 1 Ambarawa lebih banyak daripada tenaga pengajar untuk jurusan IPA. Sedangkan untuk jurusan Bahasa hanya ada 2 kelas yaitu 1 dikelas XI dan yang satunya lagi dikelas XII. Jumlah guru dalam kelas Bahasa terbilang paling sedikit dikarenakan peserta didik jarang yang memilih kelas dengan jurusan Bahasa.Berikut daftar jumlah guru dan staf karyawan di SMA Negeri 1 Ambarawa, diantaranya:
Tabel 4. Daftar Jumlah Guru dan Staf Karyawan
No. Guru dan Karyawan Jumlah
1. Perempuan 32
2. Laki-laki 27
Total 59
(Sumber: Rekap data pendidik SMA N 1 Ambarawa 9 Agustus 2012)
Tabel diatas menunjukkan jumlah guru dan staf karyawan SMA Negeri 1 Ambarawa. Adapaun data tersebut penulis peroleh dari rekap jumlah tenaga kependidikan sekolah SMA Negeri 1 Ambarawa. Guna
e. Kondisi Peserta Didik
Peserta didik yang bersekolah di SMA Negeri 1 Ambarawa sebagian besar berasal dari kecamatan Ambarawa. Mereka memiliki keragaman baik secara horizontal maupun secara vertikal. Secara horizontal di sekolah ini terdiri dari berbagai etnis serta juga keberagaman agama yang meliputi agama Islam, Kristen, Protestan, Hindu dan Budha, sedangkan secara vertikal dapat dilihat dari keadaan sosial ekonomi orang tua peserta didik, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI/POLRI, wiraswasta, petani, dan lain-lain. Kondisi peserta didik yang heterogen ini dapat menjadi pedukung pelaksanaan penanaman nilai-nilai nasionalisme karena sebagai tempat atau lingkungan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk menerapkan nilai-nilai nasionalisme seperti persatuan dan kesatuan, harga menghargai dan lain-lain dalam lingkungan sekolah.
Jumlah peserta didik yang aktif belajar di SMA Negeri 1 Ambarawa pada tahun ajaran 2012/2013 adalah sebanyak 894 peserta didik. Jumlah seluruh peserta didik tersebut mulai dari seluruh kelas X dan seluruh jumlah peserta didik dari jurusan IPA, IPS dan Bahasa untuk seluruh jenjang baik kelas XI atau kelas XII. Jumlah tersebut dapat dilihat secara detail melalui tabel jumlah peserta didik di bawah ini, yaitu:
Tabel 5. Daftar Jumlah Peserta didik SMA Negeri 1 Ambarawa
No. Kelas Perempuan Laki-laki Jumlah
1. X 202 122 324 2. XI-IPA 97 47 144 3. XI-IPS 72 45 117 4. XI-BHS 13 3 16 5. XII-IPA 98 52 150 6. XII-IPS 71 55 126 7. XII-BHS 13 4 17 Total 566 328 894
(Sumber: Rekap Jumlah Peserta Didik SMA N 1 Ambarawa)
Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah peserta didik di SMA Negeri 1 Ambarawa pada tahun pelajaran 2012/2013 adalah 894 orang. Peserta didik di sekolah ini sebagian besar berasal dari kecamatan Ambarawa, tetapi terdapat pula peserta didik yang berasal dari kawasan-kawasan lain sekitar Semarang seperti Kabupaten Semarang, Salatiga, serta beberapa kecamatan lainnya di Jawa Tengah. Jumlah peserta didik yang hampir mencapai 900 orang, maka tidak mengherankan apabila sekolah ini cenderung bersifat heterogen baik secara vertikal maupun horizontal.
Terdapat tiga jurusan di SMA Negeri 1 Ambarawa yaitu program ilmu alam ilmu sosial dan ilmu bahasa. Penjurusan itu dimulai ketika peserta didik duduk di kelas XI. Adapun jumlah rombongan belajar
pada setiap kelas memiliki jumlah yang berbeda. Kelas X terdiri dari 10 rombongan belajar, kelas XI terbagi ke dalam 9 rombongan belajar yang terdiri dari 4 kelas IPA, 4 kelas IPS, dan 1 kelas bahasa. Sedangkan kelas XII terbagi ke dalam 9 rombongan belajar yang terdiri dari 4 kelas IPA, 4 kelas IPS, dan 1 kelas bahasa.
f. Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Ambarawa
2) KEPALA SEKOLAH KOMITE SEKOLAH KEPALA TENAGA ADMINISTRASI Wakasek Ur. SARPRAS Wakasek Ur. KURIKULUM Wakasek Ur. KESISWAA N Wakasek Ur. HUMAS TimPengembangan KURIKULUM Tim Kerja SNP Guru Mata Pelajaran Guru Bimb. Konseling PESERTA DIDIK
g. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana diperlukan untuk mendukung pelaksanaan segala aktifitas dan kegiatan di sekolah. SMA Negeri 1 Ambarawa memiliki fasilitas, pelayanan, sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk menunjang daripada proses pembelajaraan, diantaranya adalah :
1) Masjid
2) Laboratorium (Fisika, Kimia, Biologi, Komputer,dan Bahasa) 3) Area Free Hotspot
4) Green House 5) Perpustakaan 6) Studio Musik
7) Sarana Olahraga (Basket, Volley Ball, Badminton, Sepak Bola, Tennis Meja, Futsal)
8) Ruang Kepala Sekolah 9) Ruang Wakil Kepala Sekolah 10)Ruang Tata Usaha
11)Ruang Penerimaan Tamu 12)Ruang Guru
13)Ruang Komite 14)Ruang Kesiswaan 15)Ruang Piket 16)Ruang Pramuka
17)Ruang UKS 18)Ruang OSIS 19)Ruang Ekskul 20)Koperasi 21)Kantin 22)Taman 23)Tempat Parkir a. Ekstrakurikuler
Program ekstrakurikuler yang terdapat di SMA Negeri 1 Ambarawa antara lain :
1) Ekstra kurikuler wajib bagi kelas X: a) Pramuka
b) BTA
c) PA/PAWAKA
2) Ekstra kurikuler mapel menuju Olimpiade Sains Nasional a) Astronomi e) Fisika
b) Geosains f) Biologi c) Matematika g) TIK d) Kimika
3) Ekstrakulikuler atletik menuju popda a) Lempar lembing d. lari
b) Tolak peluru e) Lompat tinggi c) Lempar cakram f) Lompat jauh
4) Ekstrakurikuler pilihan siswa a) Bahasa jepang i) Tari
b) Paduan suara j) Bulu tangkis c) Basket k) Karate
d) Voly l) PMR
e) Sepak bola m)Bahasa inggris f) Paskibra n) Bahasa arab
g) Karawitan o) Band
h) CnC (komputer)
2. Perencanaan penanaman nilai-nilai nasionalisme pada siswa di SMA Negeri 1 Ambarawa
Perencanaan merupakan suatu hal yang penting bagi terselenggaranya manajemen penanaman nilai-nilai nasionalisme yang baik. Perencanaan adalah menyusun lankah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan . perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan serta harus dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat sasaran. Dengan perencanaan yang baik, maka pelaksanaan penanaman nilai-nilai nasionalisme akan berjalan dengan baik. Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada siswa yang dilaksanakan oleh sekolah merupakan progam yang direncanakan secara sistematis. Berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti, perencanaan penanaman nilai-nilai nasionalisme
pada siswa di SMA Negeri 1 Ambarawa disusun dengan membuat rencana aksi sekolah (RAS) yang disusun dalam program kerja penanaman wawasan kebangsaan warga SMA Negeri 1 Ambarawa. Hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Sri Sunarni (58) selaku kepala sekolah, beliau menuturkan sebagai berikut.
“Kami pembuat rencana aksi sekolah (RAS) terkait dengan penanaman nilai-nilai nasionalisme yang kami susun dalam bentuk program kerja penanaman wawasan kebangsaan warga SMA Negeri 1 Ambarawa”.
(wawancara tanggal 5 Agustus 2012)
Hal tersebut didukung dengan hasil dokumentasi terkait dengan program kerja penanaman wawasan kebangsaan warga SMA Negeri 1 Ambarawa yang terlampir pada lampiran. Penyusunan program kerja penanaman wawasan kebangsaan warga SMA Negeri 1 Ambarawa bertujuan untuk menumbuhkan, memelihara dan mengembangkan kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia, kecintaan terhadap tanah air, keyakinan Pancasila sebagai ideologi, falsafah dan dasar negara, kerelaan berkorban untuk negara, serta kemampuan awal bela negara bagi seluruh warga SMA Negeri 1 Ambarawa serta dapat menerapkan wawasan kebangsaan itu ke dalam kehidupan sehari-hari. Program kerja tersebut memiliki tiga target bahwa penanaman nilai-nilai nasionalisme dilaksanakan melalui beberapa program.
Pertama, penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui pengintegrasian materi nasionalisme ke dalam mata pelajaran yang relevan diantaranya Pkn, Bahasa indonesia, Bahasa inggris, Penjaskes, Sosiologi, Sejarah,
Seni. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Ibu Sri Sunarni (58 tahun) selaku Kepala sekolah dalam wawancara dengan peneliti, beliau menuturkan sebagai berikut:
“Penanaman nilai-nilai nasionalisme diintegrasikan ke dalam pembelajaran tapi hanya mapel tertentu yang dianggap relevan dengan enanaman nilai-nilai nasionalisme yaitu ada 7 mata pelajaran (pkn, bahasa ind, bahas inggris, penjaskes, sosiologi, sejarah, seni)”
(wawancara tanggal 5 Agustus 2012)
Hal senada juga dituturkan oleh Ibu C Erna W. S.Pd
“Penanaman nilai-nilai nasionalisme telah terintegrasi pada 7 mapel (pkn, bahasa ind, bahas inggris, penjaskes, sosiologi, sejarah, seni)” (wawancara tanggal 6 Agustus 2012)
Dari pernyataan Ibu Sri Sunarni sebagai Kepala Sekolah dan Ibu C Erna W. S.Pd sebagai Waka Kurikulum di atas menunjukkan bahwa pendidikan nasionalisme dan karakter bangsa tidak perlu berdiri sendiri sebagai satu mata pelajaran. Namun dikembangkan melalui berbagai cara pengintegrasian pembelajaran yang relevan, ekstrakurikuler, maupun pembiasaan budaya sekolah sehingga dapat dengan mudah dipahami dan diamalkan oleh setiap peserta didik.
Strategi pengintegrasian materi nasionalisme dalam mata pelajaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan efektivitas, kesesuaian, kesinambungan serta memperhatikan tingkat perkembangan usia peserta didik. Pengintegrasian materi nasionalisme ke dalam mata pelajaran dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip pendidikan nilai yang menekankan pada pencapaian aspek afektif, psikomotorik dan kognitif secara seimbang
peserta didik. Kandungan pendidikan nilai pada materi yang diintegrasikan tersebut selain mencakup lima elemen materi nasionalisme ini juga dapat diperkaya dengan nilai-nilai lainnya seperti kecerdasan emosional, spiritual dan sosial serta khasanah budaya dan kearifan lokal yang melengkapi substansi pendidikan karakter bagi peserta didik. Oleh karena itu, dalam implementasinya materi pengintegrasian tersebut bergantung pada kemampuan dan kreativitas pendidik dalam mengembangkannya. Pengintegrasian materi nasionalisme kedalam pembelajaran ini harus disesuaikan dengan prinsip-prinsip pengintegrasian materi pembinaan nasionalisme melalui jalur pendidikan pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK sebagai berikut:
a. Kesesuaian
Materi Pembinaan Nasionalisme yang akan diintegrasikan dalam mata pelajaran harus memiliki kesesuaian dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
b. Kongkrit
Peserta didik dapat dilatih membuat hubungan sebab-akibat jika dapat dilihat secara langsung, dapat berinteraksi dengan benda-benda, bermain, dan melakukan eksplorasi agar mereka memperoleh pengalaman langsung.
Pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme dilakukan secara proporsional tanpa mengabaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
d. Sesuai dengan tingkat perkembangan
Pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik, baik usia maupun dengan kebutuhan individual anak. Oleh karena itu, pembelajaran peserta didik disesuaikan baik lingkup maupun tingkat kesulitannya.
e. Terpadu
Pengintegrasian materi Pembinaan Nasionalisme dilakukan secara terpadu dengan tema dan materi pelajaran yang relevan.
f. Kontekstual dan multikonteks
Pembelajaran peserta didik harus kontekstual dan menggunakan banyak konteks. Apa yang dipelajari peserta didik adalah persoalan nyata sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai fenomena yang ada di sekitar peserta didik, kejadian, dan isu-isu yang menarik dapat diangkat sebagai tema persoalan belajar.
Berdasarkan hasil observasi peneliti terhadap isi pedoman teknis pembinaan nasionalisme melalui jalur pendidikan yang diambil sekolah dari situs atau blog Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahwa pedoman teknis ini bermaksud untuk memberikan acuan bagi pendidik sebagai upaya pengintegrasian materi pembinaan nasionalisme
dalam mata pelajaran yang terkait pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK.
Pedoman teknis bertujuan memberikan rambu – rambu bagi pendidik dalam pelaksanaan pengintegrasian materi pembinaan nasionalisme ke dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran terkait pada satuan pendidikan SMA/MA/SMK. Ruang lingkup materi pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan yang diintegrasikan pada mata pelajaran yang relevan sebagai berikut.
1. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara 1) Kesadaran sebagai bangsa Indonesia.
2) Cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia. 3) Hak dan kewajiban sebagai warga negara.
4) Hakikat negara Indonesia sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
5) Harkat, martabat, dan derajat bangsa Indonesia. 6) Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
7) Kebhineka tunggal ikaan bangsa dan kebudayaan Indonesia. 8) Sejarah perjuangan bangsa Indonesia, serta
9) Simbol-simbol negara (Lambang Negara Garuda Pancasila, Bendera Kebangsaan Indonesia Sang Saka Merah Putih, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia, serta Lembaga - Lembaga Negara).
a) Lagu-lagu perjuangan dan/atau lagu yang bertemakan nasionalisme.
b) Menjaga dan merawat lingkungan.
c) Kebanggaan atas potensi sumber daya yang dimiliki bangsa Indonesia serta berupaya merawat, mengolah, dan menjaganya. d) Menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa melalui prestasi
baik di sekolah maupun di masyarakat, serta
e) Ikut serta menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup. 3. Keyakinan pada Pancasila Sebagai Ideologi, Dasar, dan Falsafah
Negara
a) Pancasila sebagai pandangan hidup, dasar negara, dan ideologi negara.
b) Lagu kebangsaan Indonesia Raya. c) Hari-hari besar agama dan nasional. d) Nilai-nilai kepahlawanan.
e) UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Kerelaan Berkorban untuk Bangsa dan Negara
a) Kesetiakawanan sosial dan solidaritas nasional. b) Kejujuran, keadilan, dan rasa tanggung jawab. c) Pola hidup sederhana.
d) Menjaga fasilitas umum dan milik negara. e) Menghormati kepentingan umum.
a) Hidup bersih dan sehat b) Kesamaptaan jasmani c) Kedisiplinan dan ketertiban
d) Keuletan, tahan uji, dan pantang menyerah. e) Rajin belajar dan giat bekerja.
Pengintegrasian materi nasionalisme dalam mata pelajaran tentunya juga tidak terlepas dari perencanaan-perencanaan sebelum melaksanakannya. Perencanaan pengintegrasian materi nasionalisme di buat oleh guru dengan mengembangkan secara formal melalui rencana pembelajaran dengan menyusun silabus dan RPP yang memuat penanaman nilai-nilai nasionalisme. Pengembangan rencana pembelajaran dapat diwujudkan pada saat penyusunan pemetaan standar kompetensi dan kompetensi dasar, pengembangan indikator pencapaian hasil belajar, pengembangan materi, pengembangan sistem penilaian, serta penyusunan silabus dan rencana pembelajaran. Hal tersebut seperti dituturkan oleh Ibu Sri widati (44 tahun) selaku guru sosiologi dalam wawancara dengan peneliti, beliau menuturkan sebagai berikut:
“Saya merencanakannya dengan membuat silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), pembuatan silabus saya tambahkan dengan menambahkan kolom nilai-nilai nasionalisme kemudian saya kembangkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang saya buat sedemikian dengan materi, media serta metode yang sedemikian rupa mas”
(wawancara tanggal 7 Agustus 2012)
Hal tersebut juga didukung dengan hasil dokumentasi terkait dengan silabus dan RPP yang terlampir pada lampiran. Silabus merupakan rencana
pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan yang digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Guru menyusun silabus untuk penanaman nilai-nilai nasionalisme dengan menambahkan kolom khusus berisi materi nasionalisme yang dikembangkan dan disesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebelum menyusun silabus tersebut guru melakukan analisis apakah nilai-nilai nasionalisme secara substansi dapat diintegrasikan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar. Hal ini dilakukan agar nilai-nilai nasionalisme tidak membatasi nilai-nilai yang akan dikembangkan pada pembelajaran yang termuat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang bersangkutan. Kemudian guru mengembangkan silabus dengan melakukan revisi silabus yang telah dikembangkan sebelumnya, dengan meletakkan komponen materi nilai-nilai nasionalisme ke dalam kolom khusus materi nasionalisme yang telah ditambahkan ke dalam silabus. Materi nilai-nilai nasionalisme yang diisikan tidak hanya terbatas pada nilai-nilai yang telah ditentukan melalui analisis standar kompetensi atau kompetensi dasar, tetapi dapat ditambah dengan nilai-nilai lainnya yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran. Kolom yang lain berisi kegiatan pembelajaran, indikator
pencapaian, teknik penilaian yang diadaptasi atau dirumuskan ulang menyesuaikan materi nilai-nilai nasionalisme yang hendak dikembangkan.
Dari silabus tersebut kemudian guru mengembangkannya secara terperinci dengan menjabarkannya ke dalam rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) merupakan perencanaan jangka pendek yang dijabarkan dari silabus untuk memperkirakan atau memproyeksikan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Dengan cara merumuskan tujuan pembelajaran hingga satu atau lebih dengan mengembangkan kemampuan kognitif, psikomotorik, dan karakter. Kemudian nilai-nilai karakter yang tertuang pada tujuan itu merupakan ciri khas dari nilai karakter pembelajaran yang harus diinternalisasi dan diaktualisasi oleh peserta didik dalam pembelajaran di dalam kelas. Guru merubah metode pembelajaran pada setiap pertemuan. Sehingga dengan metode yang baru guru dapat memfasilitasi peserta didik mencapai pengetahuan dan keterampilan yang ditargetkan, juga mengembangkan karakter. Karena dengan inovasi metode pembelajaran yang kontekstual dan pembelajaran aktif maka akan sangat efektif untuk mengembangkan karakter peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui strategi pengintegrasian nilai-nilai nasionalisme ke dalam pembelajaran direcanakan dengan terstruktur melalui program kerja dan dikembangkan dan dijabarkan ke dalam silabus dan RPP yang di susun oleh guru mata pelajran terkait. Rencana pelaksanaan pembelajaran