• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PARA PENDERITA KUSTA DI RUMAH SAKIT REHABILI-

B. SITUASI KONKRET PENGHAYATAN IMAN PARA PENDE-

KEUSKUPAN ATAMBUA-NTT

Untuk mengetahui secara konkret penghayatan iman para penderita kusta di RS Rehabilitasi Kusta di Naob, penulis mengadakan penelitian sederhana mengenai penghayatan iman para penderita kusta di Rumah Sakit ini. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai variabel penelitian dan metodologi penelitian tentang situasi konkret penghayatan iman para penderita kusta di Rumah Sakit Rehabilitasi Kusta di Naob.

1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian tentang penghayatan iman pada penderita kusta di RS Rehabilitasi Kusta di Naob ini, variabel yang akan diteliti diuraikan dalam tabel sebagai berikut:

33

Tabel 1. Variabel penelitian penghayatan iman para penderita kusta

Variabel Sub Variabel No. Item Jumlah

Soal

1 2 3 4

1. Motivasi a. Motivasi Hidup Penderita Kusta 1 1 2. Pelaksanaan Pembinaan Iman Penderita Kusta a. Mengetahui keterlibatan Pembina b. Mengetahui keterlibatan peserta

c. Mengetahui sarana dalam pembinaan iman

d. Mengetahui metode dalam pembinaan iman 2 3 4 5 4 3. Usaha Pembinaan Iman Bagi Para Penderita Kusta a. Mengetahui manfaat pembinaan iman b. Mengetahui pendapat tentang kebutuhan pembinaan iman

c. Mengetahui tentang usaha- usaha Pembina dalam pembinaan iman bagi para penderita kusta 6 7 8 3 4. Faktor-faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Pembinaan Iman a. Faktor-Faktor Pendukung pelaksanaan pembinaan iman b. Faktor-faktor Penghambat pelaksanaan pembinaan iman 9 10 2 2. Metodologi Penelitian

Pada bagian ini akan diuraikan mengenai tujuan penelitian, pendekatan penelitian, metode penelitian, waktu dan tempat penelitian, instrument penelitian, responden penelitian dan teknik analisa data:

a) Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian tentang penghayatan iman para penderita kusta di RS Rehabilitasi Kusta di Naob Keuskupan Atambua-NTT adalah:

34

1) Meningkatkan pembinaan iman bagi para penderita kusta.

2) Menemukan model pembinaan iman yang dapat membantu para penderita kusta dalam menghayati dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari.

3) Mencoba menemukan faktor pendukung dan penghambat pembinaan iman bagi para penderita kusta.

b) Pendekatan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naturalistic-fenomenologis. Kualitatif naturalistik menunjuk bahwa pelaksanaan penelitian dilakukan dalam situasi lapangan yang bersifat natural atau wajar tanpa dipengaruhi dan dimanipulasi dengan keadaan dan kondisinya, namun menekankan deskripsi secara alami. Sedangkan fenomenologis maksudnya adalah bahwa kebenaran sesuatu/data dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang timbul dari objek yang diteliti (Arikunto S., 2002:12).

c) Metode Penelitian

Menurut Arikunto, metode adalah cara untuk memperoleh data (Arikunto S. 1998:137). Apabila kita katakan bahwa untuk memperoleh data kita gunakan metode survey, maka di dalam melaksanakan pekerjaan survey ini, menggunakan alat Bantu. Secara minimal alat Bantu tersebut berupa panduan yang akan digunakan untuk memperoleh data. Oleh karena panduan ini merupakan alat Bantu, maka disebut juga instrument pengumpulan data.

35

d) Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 s/d 18 Januari 2005 dengan metode wawancara dan observasi. Penelitian diadakan di Rumah Sakit Rehabilitasi Kusta di Naob Keuskupan Atambua-NTT.

e) Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat pengumpul data. Pada penelitian ini alat pengumpul data yang digunakan adalah wawancara dan observasi.

1) Observasi

Observasi merupakan suatu pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak dari objek penelitian. Penelitian ini menggunakan observasi langsung dalam arti bahwa observer berada bersama objek yang diselidiki di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa (Nawawi, 1991:100). Komponen-komponen yang akan diamati adalah; ruang (tempat) dalam aspek fisiknya, pelaku (semua orang yang terlibat dalam situasi), kegiatan, (apa yang dilakukan orang dalam situasi itu), tindakan-tindakan tertentu (rangkaian peristiwa, waktu, tujuan, apa yang ingin dicapai orang, makna perbuatan orang), perasaan (emosi yang dirasakan dan dinyatakan), objek (benda-benda yang terdapat di tempat kejadian)

2) Wawancara

Dalam proses wawancara, pertanyaan digolongkan dalam 4 (empat) kategori. Pertama, tentang motivasi penderita kusta. Kedua, pelaksanaan

36

pembinaan iman bagi para penderita kusta. Ketiga, tentang usaha peningkatan pembinaan iman bagi para penderita kusta. Keempat, tentang faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pembinaan iman para penderita kusta.

Menurut Nasution, wawancara merupakan alat yang ampuh untuk mengungkapkan kenyataan hidup, apa yang dipikirkan atau dirasakan orang tentang berbagai aspek kehidupan (Nasution, 2001: 114). Dalam wawancara, alat yang digunakan sebagai pelengkap data adalah panduan wawancara, buku catatan, disket dan komputer. Pertanyaan-pertanyaan yang disusun dalam panduan hanya sebagai acuan untuk mencapai tujuan penelitian sehingga pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Subyek penelitian dalam wawancara ini adalah para penderita kusta di RS Rehabilitasi Kusta di Naob Keuskupan Atambua-NTT.

f) Responden Penelitian

Responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan-pertanyaan tertulis maupun lisan. Dalam penelitian ini, responden yang diminta untuk memberikan keterangan tentang fakta atau pendapat berkaitan dengan penghayatan iman adalah para penderita kusta di RS Rehabilitasi Kusta Naob Keuskupan Atambua-NTT. Responden dipilih berdasarkan sampel yakni 10 responden yang adalah sebagian atau wakil populasi didasarkan atas tujuan tertentu atau purposive sample. Alasan dipilihnya berdasarkan sampel karena

37

sebagian besar responden tidak bisa berbicara dengan baik dan lancar karena menderita penyakit kusta pada bagian mulut dan mata.

g) Teknik Analisa Data

Data yang diperoleh di lapangan harus segera dituangkan dalam bentuk tulisan dan dianalisis. Teknik analisa data dalam penelitian ini terbagi dalam 3 langkah yakni; reduksi data, display data, serta mengambil kesimpulan dan verifikasi.

Reduksi data yaitu dengan menulis data yang diperoleh dalam bentuk uraian yang terinci, kemudian dicari tema atau polanya dan disusun secara sistematis sehingga lebih mudah untuk memberikan kode kepada aspek-aspek tertentu. Display data atau pengelompokan data yaitu mencoba menemukan arti permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini. Selanjutnya, ditarik kesimpulan dan verifikasi (Nasution, 1988: 129).

C. LAPORAN HASIL PENELITIAN PENGHAYATAN IMAN PARA