• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skala Penelitian (Sebelum Uji Coba)

• Skala Kemandirian

• Skala Kecerdasan Emosional

SkalaBKemandirian

1) Apapun yang terjadi dalam hidup saya merupakan pilihan yang sudah saya tentukan sendiri.

2) Masalah-masalah yang saya hadapi, saya selesaikan dengan cara saya sendiri. 3) Saya mengandalkan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan.

4) Saya membuat rencana-rencana sebelum melakukan suatu pekerjaan agar sesuai dengan harapan saya.

5) Saya jarang melakukan suatu pekerjaan tanpa diperintah terlebih dahulu. 6) Terkadang saya menyesali hasil dari pekerjaan yang saya lakukan. 7) Saya paham bidang apa yang saya kuasai dan yang tidak saya kuasai.

8) Saya menjadi kurang bersemangat menyelesaikan tugas bila tidak ada petunjuk penyelesaiannya.

9) Saya menjadi panic ketika saya menyadari bahwa pekerjaan yang sudah saya lakukan ternyata salah.

10) Saya merasa hidup saya menyenangkan

11) Kesuksesan merupakan hasil dari usaha seseorang bukan nasib atau kebetulan saja

12) Saya selalu berusaha semaksimal mungkin, agar hasil yang saya peroleh lebih baik dari sekarang.

13) Walaupun pekerjaan itu nampaknya tidak mungkin diselesaikan, tetapi saya akan tetap berusaha untuk menyelesaikannya.

14) Saya senang memodifikasi suatu benda menjadi kreasi baru.

15) Tidak menjadi masalah bagi saya, jika harus mengurus segala sesuatunya sendiri.

16) Dalam suatu rapat, saya tetap akan mengungkapkan pendapat yang saya anggap baik, walaupun bertentangan dengan beberapa orang.

17) Saya biasa membiarkan hal-hal dalam hidup saya mengalir begitu saja, tanpa membuat perencanaan sebelumnya.

19) Bagi saya masalah merupakan rantai penghambat kita untuk berkembang. 20) Dalam menghadapi tugas yang memerlukan ketelitian, saya tidak sabar ingin

segera menyelesaikannya.

21) Saya mampu mencari solusi mengenai masalah yang saya hadapi. 22) Saya kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan imajinasi.

23) Saya mengandalkan kemampuan diri sendiri untuk memenuhi keinginan pribadi.

24) Saya membuat rencana masa depan saya dan tahapan pencapaiannya.

25) Hasil pekerjaan orang lain sering tampak lebih baik daripada hasil pekerjaan saya.

26) Saya lebih suka bekerja lambat dengan hasil yang baik, daripada bekerja cepat dengan hasil yang sedang-sedang saja.

27) Saya yakin bisa menyelesaikan tugas yang dibebankan pada saya.

28) Saya mengurungkan niat untuk membuang sampah sembarangan (mis : puntung rokok, bungkus permen, kertas, dll.), jika saat itu ada orang yang melihat.

29) Dalam suatu rapat saya biasanya diam saja, hanya menunggu orang lain yang memberikan pendapatnya.

30) Saya merasa tidak mampu menyelesaikan masalah yang saya hadapi.

31) Saya percaya bahwa segala keputusan yang saya ambil adalah yang terbaik untuk saya.

32) Apabila saya berusaha dan mau belajar, saya yakin bisa bekerja di berbagai bidang.

33) Bila saya mempelajari suatu hal baru, itu karena keinginan pribadi bukan tuntutan orang lain.

34) Saya tetap bisa bekerja dengan tenang meskipun mendekati batas waktu yang ditentukan.

35) Daripada menjadi bahan gunjingan, lebih baik saya mengikuti pendapat orang banyak.

37) Jika merasa kurang mampu dalam suatu bidang, saya akan melatihnya dengan berbagai cara salah satunya dengan kursus.

38) Sebelum melaksanakan suatu pekerjaan, saya terbiasa meminta pertimbangan orang lain.

39) Saya kurang tertarik terhadap pekerjaan yang hasilnya baru nampak setelah jangka waktu yang lama.

40) Saya merasa bisa melakukan hal-hal yang orang lain lakukan, meskipun belum saya coba.

41) Menjadi seseorang yang berhasil membutuhkan kerja keras yang konsisten, bukan mengandalkan keberuntungan.

42) Saya akan menyelesaikan pekerjaan saya tanpa harus menunggu disuruh terlebih dahulu.

43) Saya sering merasa membutuhkan orang lain dalam mengurus diri saya.

44) Percuma berusaha mati-matian bila nasib menggariskan saya belum layak mendapatkan sesuatu hal.

45) Bagi saya apa yang saya dapatkan sekarang sudah cukup, tidak perlu berusaha diubah lagi.

46) Saya berusaha melakukan apa yang diharapkan orang lain dari saya.

47) Saya biasa mengerjakan tugas dengan cara saya sendiri, meskipun tugas itu sulit.

48) Yang paling penting adalah mempertahankan kemampuan yang sudah ada, sebab meningkatkan kemampuan adalah hal yang sulit.

49) Saya sukar memahami batas kemampuan yang saya miliki. 50) Orang lain selalu lebih beruntung dari saya.

51) Saya kesulitan bila disuruh untuk mengembangkan suatu cerita.

52) Ada saja strategi baru yang dapat saya terapkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

53) Saat saya menghadapi masalah, saya yakin saya bisa menyelesaikannya dengan baik.

55) Terkadang saya meniru perilaku teman, walaupun saya sudah tahu akan melakukan apa.

56) Jika ada tugas saya akan berusaha untuk mengerjakan semampunya, bila menemui hambatan baru saya bertanya pada orang lain.

57) Saya merasa hidup saya membosankan.

58) Saya puas apapun hasil pekerjaan yang saya lakukan, karena saya telah berusaha semaksimal mungkin.

59) Saya tidak tahu akan menjawab apa jika ditanya rencana saya beberapa tahun ke depan.

SkalaBKecerdasanBEmosional

1) Saya tidak mengerti mengapa saya mudah tersinggung bila berselisih paham dengan teman.

2) Saya bingung kenapa lawan bicara saya terlihat tidak terlalu menyimak pembicaraan saya, padahal saya telah bicara panjang lebar.

3) Terkadang saya membuat keputusan berdasarkan perasaan saya saat itu, baru menyesal setelahnya.

4) Tidak sulit bagi saya untuk mengembangkan topik pembicaraan dengan orang lain.

5) Terkadang saya bingung harus melakukan apa agar orang merasa nyaman di dekat saya.

6) Bila ada yang memberikan kritik kepada saya, akan saya jadikan sebagai masukan untuk memperbaiki diri.

7) Saya merasa mampu merubah kegagalan yang saya alami menjadi sebuah peluang yang harus dicapai.

8) Saya akan menahan diri untuk tidak berbelanja di saat sedang sedih, karena bisa saja menghabiskan banyak uang.

9) Bila terjadi pertentangan di antara teman, saya mampu membantu mencari solusi yang memuaskan semua pihak.

10) Saya ragu akan perasaan yang sebenarnya sedang saya rasakan.

11) Sulit rasanya bagi saya untuk memulai percakapan dengan orang yang baru saya kenal.

12) Ketika saya dikecewakan, saya tahu penyebabnya dan terhadap siapa hal tersebut harus ditujukan.

13) Saya enggan untuk membantu teman saya ketika kesulitan.

14) Saya memahami hal-hal yang membuat saya merasa tidak nyaman. 15) Saya menyendiri berhari-hari bila sedang suntuk.

16) Ketika saya marah pada seseorang, saya akan mengungkapkannya nanti di saat yang tepat, sehingga amarah saya tidak meluap-luap begitu saja.

dari lawan bicara, dengan menempatkan diri di posisinya.

18) Saya lebih suka menyendiri daripada melakukan kegiatan beramai-ramai dengan orang lain.

19) Saya dapat menyelesaikan masalah tanpa harus marah berlebihan.

20) Saya kurang dapat menangkap arti dari gerak-gerik seseorang tanpa mereka bilang pada saya.

21) Saya cepat bangkit dari perasaan terpuruk.

22) Terkadang saya merasa murung tanpa tahu sebab yang jelas.

23) Nyali saya ciut ketika disuruh memimpin sebuah kelompok diskusi.

24) Saya menyalahkan diri sendiri, ketika sulit mengungkapkan rasa keberatan saya pada seseorang.

25) Sulit bagi saya untuk memahami perasaan diri sendiri.

26) Saya melaksanakan tugas yang dibebankan pada saya tepat waktu.

27) Saya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan perasaan suntuk.

28) Bila ada rintangan yang menghalangi usaha saya, saya merasa putus asa. 29) Saya mampu menyelesaikan suatu pekerjaan, tanpa diselingi pekerjaan lainnya. 30) Terkadang saya memendam perasaan marah atau kecewa saya pada seseorang. 31) Saya merasa orang-orang senang dengan kehadiran saya.

32) Saya sering hanyut dalam masalah hingga merasa tidak berdaya.

33) Saya akan mulai mencari topik pembicaraan baru, bila lawan bicara saya sudah terlihat bosan.

34) Terkadang saya membuang waktu sia-sia berdasarkan perasaan yang saya rasakan saat itu, baru menyesal setelahnya.

35) Saya sulit untuk memahami perasaan orang lain. 36) Saya mudah putus asa ketika mengalami kegagalan. 37) Saya bisa membuat teman saya mengikuti pilihan saya.

38) Dalam lingkungan baru, saya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan teman bicara.

41) Saya enggan bila harus memikirkan masalah orang lain. 42) Saya mampu memahami emosi orang lain dari raut wajahnya.

43) Ketika merasa kecewa, saya menjadi mudah tersinggung sampai rasa itu reda. 44) Saya bisa memahami apa yang sedang saya rasakan.

45) Pendapat saya seringkali dijadikan panutan bagi orang-orang terdekat saya. 46) Saya tidak membiarkan diri saya berlarut-larut dalam kesedihan.

47) Dalam suatu pertemuan, saya bisa lupa apa saja yang harus saya sampaikan bila saya tegang.

48) Saya tidak akan memaksakan keinginan saya untuk pergi ke suatu tempat, bila teman saya terlihat enggan untuk menemani walaupun ia belum memutuskan. 49) Saya akan berdiam diri di kamar terlebih dahulu, daripada saya keluar tak tahu

arah saat perasaan saya sedang gundah gulana.

50) Sulit bagi saya untuk menguasai diri bila sedang marah.

51) Saya menjadi lemas dan gemetaran, saat harus tampil di depan orang banyak. 52) Saya yakin apa yang saya peroleh merupakan yang terbaik untuk saya.

53) Sulit untuk memahami perasaan orang lain ketika mengalami kesulitan, karena saya tidak mengalami apa yang mereka alami.

54) Sulit bagi saya untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tanpa diselingi pekerjaan atau kegiatan lainnya.

55) Saya dapat menyadari perasaan kecewa saya pada seseorang. 56) Saya bingung ketika berada di tengah-tengah teman yang berselisih.

57) Tidak masalah bagi saya untuk ikut memikirkan persoalan teman saya bila memang dibutuhkan.

58) Saya mampu mengekspresikan perasaan saya.

59) Ketika ujian lisan, saya bisa memberikan jawaban atas setiap pertanyaan dengan tenang.

60) Saya tidak yakin mampu menolong teman yang kesulitan.

61) Saya selalu menyediakan waktu, bila ada teman yang meminta bantuan.

L A M P I R A N B

Dokumen terkait