BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
C. Saran
1. Bagi peneliti selanjutnya
Peneliti selanjutnya disarankan menyusun item dua kali lipat dari item yang diharapkan lolos pada awal penelitian. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi item yang gugur.
DAFTAR PUSTAKA
Albin, S. (1986). Emosi: bagaimana mengenal, menerima dan mengarahkannya. Yogyakarta: Kanisius.
Anwar, Z. (2015). Strategi penyelesaian konflik antar teman sebaya pada remaja. Surabaya: Universitas Muhamadiyah Malang.
Azwar, S. (1998). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S . (2005). Dasar-dasar psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2005). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, S. (2009). Penyusunan skala psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Badan Pusat Statistik (BPS). (2010). Jumlah dan distribusi penduduk.
http://sp2010.bps.go.id/index.php/site?id=3400000000&wilayah=DI-Yogyakarta (diakses pada 09 Agustus 2015).
Berk, L. (2012). Development through the lifespan: dari prenatal sampai remaja (transisi menjelang dewasa), ed Ke-5. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bisri, R. (2015). Materi persiapan kontingen Indonesia dalam IGEO. Jakarta: Tim IGEO.
Chaplin, P. (2006). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Diener, E., Sanvik, E., & Larsen, J. (2000). Age and sex effects for emotional
intensity. Journal of Personality and Social Psychology, 66, 776-797.
Eisenberg, N., Fabes, A., & Murphy. (1994). Age and sex effect for emotionality and regulation to dispotional and situational emphaty related responding. Journal of Personality and Social Psychology, 66,776-797.
Ekman, P. (2009). Membaca emosi orang: panduan lengkap memahami karakter, perasaan, dan emosi orang. Yogyakarta: Think Yogyakarta.
Goleman, D. (1996). Kecerdasan emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Goleman, D. (1997). Kecerdasan emosional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Goleman, D. (2000). Emotional Intelligence (terjemahan). Jakarta: Gramedia
Hadi, S. (2000). Metodologi research. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Hadi, S. (2000). Panduan manual program statistik (SPS) 2000. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Hurlock, B. (1967). Adolescent development (fourth edition). Tokyo: McGraw-Hill.
Hurlock, B. (1973). Adolescent development. Tokyo: Graw -Hill Kogaskusha. Hurlock, B. (1980). Development psychology. New York: Mc Graw-Hill, Inc. Iskandar, Z. (2013). Psikologi lingkungan: metode dan aplikasi. Bandung: Refika
Aditama.
Jahja,Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana.
Kusmiyati.(2013). Berbagai perilaku kenakalan remaja yang mengkhawatrikan. http://health.liputan6.com (diakses pada 5 Januari 2016).
Lawrence, C. (2006). Measuring individual responses to aggression triggering events: development of the situational triggers of aggressive responses (STAR) Scala. Journal Aggressive Behavior, 32, 241-252.
Malhotra, K. (2012). Basic marketing research: integration of social media, fourth edition. New Jersey: Pearson.
Manz, C. (2009). Sekolah emosi petunjuk-petunjuk untuk meraih energi positif dari segala jenis perasaan emosi yang terjadi pada jiwa anda. Yogyakarta: Garailmu.
Martaniah, M. (1984). Motif sosial remaja suku jawa dan keturunan cina di beberapa SMA Yogyakarta suatu perbandingan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
MNC TV News. (2016). Sidik:"Kenakalan remaja kian mengarah ke kriminal"
(Makalah on-line)
http://116.90.165.206/~n3ws/index.php?option=com_content&task=view&i d=38376&Itemid=1 (diakses pada 6 Agustus 2016).
Mönks, J., Knoers, P., & Haditono, R. (2002). Psikologi perkembangan pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Nahusuly, N. (2015). Terampil mengatur emosi saat berkendara. Majalah Intisari,
Papalia, E., & Feldman, D. (2014). Menyelami perkembangan manusia. Jakarta: Salemba Humanika.
Pemerintah Kabupaten Sleman (2014). Wilayah Administrasi Kabupaten Sleman. httpa: //www.slemankab.go.id/profil-kabupaten-sleman/georafi/letak-dan-luas-wilayah (diakses 25 Agustus 2016).
Philip, H., MacLean, J., & Allen, R. (2002). Age and the understanding of emotions. Scandinavian Journal of Psychology, 55, 37-40.
Prawoto, W. (2009). Hubungan antara pengalaman kekerasan pada masa anak dengan kecerdasan emosi pada anak SLB bagian E Bhina Putra Surakarta. Skripsi. Universitas Muhamadiyah Surakarta.
Proshansky, H., William, I., & Leanne, R. (1970). Environmental psychology: man and his physical setting. New York: Holt, Rinehart, and Winston, INC. Purwanto, A. & Sulistyastuti. (2007). Metode penelitian kuantitatif untuk
administrasi publik dan masalah-masalah Sosial. Yogyakarta: Gava Media. Rahayu, S., Lestari, E., & Maryadi. (2009). Nuansa geografi: untuk Sma / Ma
kelas XII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Safaria, T. & Saputra, E. (2009). Manajemen emosi : sebuah panduan cerdas bagaimana mengelola emosi positif dalam hidup anda. Jakarta: Bumi Aksara. Santosa, A. (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma.
Santosa, S. (2008). Modul 10 kepribadian dan emosi. Jakarta: Universitas Mercu Buana.
Santosa, S. (2014). Statistik parametrik: konsep dan aplikasi dengan SPSS. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Santrock, W. (2002). Life span development (ed. ke-5, jilid II). Jakarta: Erlangga. Santrock, W. (2003). Adolescence: perkembangan remaja (edisi 6). Jakarta:
Erlangga.
Santrock, W. (2007). Remaja jilid 1(edisi kesebelas). Jakarta: Erlangga. Sarwono, W. (1992). Psikologi lingkungan. Jakarta: Gramedia.
Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Steven, S. & Howard, E. (2002). Ledakan EQ: 15 prinsip dasar kecerdasan emosional meraih sukses. Bandung: Kaifa.
Stenberg, L., & Belsky, J. (1991). Invancy, childhood, and adolescence development in context. New York: Mc Graw Hill.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Supratiknya, A. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif dalam psikologi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.
Suryabrata, S. (1998). Metode penelitian. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Susanto, A. (1983). Pengantar sosiologi dan perubahan sosial. Jakarta: Binacipta. Walgito,B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Penerbit Andi
Waluyo. & Oktaviani, G. (2014). Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta 2014. Yogyakarta: Badan Pusat Statistik Yogyakarta.
Widhiarso. (2012). Hasil uji tidak signifikan bisa jadi karena penulisan butir item
kurang tepat.
http://widhiarso.staff.ugm.ac.id/files/Hasil%20Uji%20Tidak%20Signifikan, %20Bisa%20jadi%20Karena%20Penulisan%20Butir%20yang%20Kurang% 20Tepat.pdf (diakses pada 29 April 2016).
46
LAMPIRAN 1
SKALA PENELITIAN
SKALA PENELITIAN
Disusun oleh:
Ratna Wulandari
119114010
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
Salam Sejahtera,
Dalam rangka memenuhi dan menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa, maka saya:
Nama : Ratna Wulandari
NIM : 119114010
Fakultas : Psikologi
Universitas : Sanata Dharma
Meminta kesediaan teman-teman untuk berpartisipasi dalam penelitian saya dengan mengisi skala penelitian ini. Saya sangat mengharapkan teman-teman mengisi skala ini dengan lengkap pada setiap pernyataan sesuai dengan keadaan, perasaan, dan pikiran teman-teman sebenarnya, sebab tidak ada jawaban benar atau salah maupun baik dan buruk. Semua jawaban adalah baik apabila sesuai dengan keadaan teman-teman sebenarnya.
Semua jawaban dan identitas teman-teman akan dijamin kerahasiaannya. Oleh karena itu, saya berharap teman-teman dapat memberikan jawaban dengan sejujur-jujurnya dan tidak ada pernyataan yang terlewat atau tidak terjawab.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi teman-teman dalam penelitian ini.
Yogyakarta, 17 Maret 2016
Ratna Wulandari (Peneliti)
PERNYATAAN KESEDIAAN
Dengan ini saya menyatakan kesediaan saya untuk mengisi kuisioner ini dalam kondisi tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak tertentu, namun saya dengan sukarela demi sumbangsih ilmu pengetahuan.
Semua jawaban yang saya berikan, mewakili apa yang saya alami dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga memberikan ijin jawaban saya dapat dipergunakan sebagai data untuk penelitian ilmiah tanpa mencantumkan identitas saya.
Yogyakarta, Maret 2016
(...) Paraf tanpa nama
IDENTITAS DIRI
Inisial :
Usia :
Jenis Kelamin :
Tempat tinggal : Desa / Kota (*coret yang tidak perlu) Nama daerah tempat tinggal :
PETUNJUK PENGISIAN
1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
2. Teman - teman diharapkan memberikan jawaban dengan memilih salah satu dari empat kemungkinan jawaban yang tersedia, sesuai dengan keadaan teman-teman yang sebenarnya dengan memberikan tanda
centang (√)
3. Masing-masing pernyataan terdiri dari empat alternatif jawaban yaitu:
SS : Apabila pernyataan tersebut Sangat Setuju dengan keadaan Anda S : Apabila pernyataan tersebut Setuju dengan keadaan Anda
TS : Apabila pernyataan tersebut Tidak Setuju dengan keadaan Anda STS : Apabila pernyataan tersebut Sangat Tidak Setuju dengan keadaan
Anda
Contoh :
No Pernyataan SS S TS STS
1.
Saya menganggap seseorang yang telah membuat saya marah pantas dimaki-maki agar mereka jera.
√
4. Jika Anda merasa jawaban yang Anda berikan kurang tepat, maka Anda dapat memberikan tanda dua garis horizontal (=) pada jawaban
sebelumnya dengan (√) dan memberikan tanda (√) pada jawaban yang
lebih menggambarkan diri Anda.
No Pernyataan SS S TS STS
1.
Saya menganggap seseorang yang telah membuat saya marah pantas dimaki-maki agar mereka jera.
√ √
No Pernyataan SS S TS STS
1 Saya percaya pasti ada solusi meskipun permasalahan yang saya hadapi sangat berat. 2 Saat tidak sependapat dengan ide orang lain,
saya menyanggah secara tegas tanpa memperdulikan orang tersebut tersinggung atau tidak.
3 Jika saya kurang setuju dengan pendapat orang lain, saya menolak dengan kata-kata sopan agar orang tersebut tidak tersinggung. 4 Saya berfikir orang lain membenci saya, saat
mereka menolak pendapat saya.
5 Saat orang lain meremehkan apa yang saya kerjakan, saya termotivasi untuk melakukan yang terbaik.
6 Saya menyadari tangan saya gemetar saat takut tidak dapat menampilkan yang terbaik dalam suatu kompetisi.
7 Saat merasa cemas, saya menyadari tangan menjadi gemetar sehingga saya mencoba menghentikannya.
8 Saya bingung mengapa tubuh saya mudah letih, lesu dan tidak bersemangat saat menyelesaikan suatu tugas.
9 Saat merasa kawatir, saya tidak menyadari saya menggerak-gerakkan kaki terus menerus.
10 Saya menyampaikan kemarahan secara hati-hati agar tidak menyakiti perasaan orang lain.
No Pernyataan SS S TS STS
11 Saya dapat memahami saat orang tua belum dapat memenuhi keinginan saya karena ada hal yang lebih mendesak untuk diselesaikan. 12 Saya merasa tidak berguna saat tidak berhasil
dalam beberapa hal.
13 Saat merasa senang, saya tertawa lepas meskipun di dekat saya sedang ada orang yang fokus belajar.
14 Saya berpikir orang lain ingin menjatuhkan saya, saat mereka mengkritik pekerjaan yang saya selesaikan.
15 Saya menganggap orang tua tidak sayang kepada saya, saat mereka tidak memenuhi apa yang saya inginkan.
16 Saat sedih saya tidak berlarut-larut menangis karena saya menyadari hal ini akan membuat saya semakin sedih.
17 Saya harus melampiaskan kemarahan saya kepada orang yang telah membuat marah tidak peduli apapun resikonya.
18 Saat berhasil mendapat apa yang saya inginkan, saya berteriak kegirangan tanpa mengganggu orang yang ada di dekat saya. 19 Saya menganggap kegagalan dalam suatu
kompetisi bukan akhir dari hidup saya.
20 Saat diperlakukan tidak adil, saya mengkritik dengan tetap menjaga perasaan orang lain. 21 Saya tidak menyadari penyebab saya merasa
No Pernyataan SS S TS STS
22 Saat orang lain meremehkan saya, saya mengkritik secara pedas tanpa memikirkan menyakiti orang tersebut atau tidak.
23 Saya menganggap sahabat yang telah mengecewakan harus dibenci dan dijauhi sehingga saya merasa lega.
24 Saat terjadi perbedaan pendapat, saya menganggap itu sebagai hal yang wajar. 25 Saya menunjukkan rasa marah saya dengan
tetap memikirkan resiko dari tindakan yang saya lakukan.
26 Saya menganggap orang lain sebagai penyebab kegagalan yang saya alami ketika sudah berusaha semaksimal mungkin.
27 Saat marah saya membentak orang lain tanpa memikirkan perkataan saya menyakiti orang tersebut atau tidak.
28 Saat merasakan kebahagiaan saya berusaha mengontrol volume tertawa agar tidak mengganggu orang lain.
29 Ketika merasa sedih, saya menangis selama berhari-hari meskipun hal ini membuat saya tidak bersemangat menjalani aktivitas.
30 Saat mendapat kritik atas tugas yang saya kerjakan, saya menjadikan kritikan tersebut untuk memperbaiki diri.
31 Saat merasa senang, saya berteriak sekeras-kerasnya tanpa memperdulikan akan mengganggu orang lain di sekitar saya.
No Pernyataan SS S TS STS
32 Saya menyadari penyebab kecemasan yang saya rasakan.
33 Saya menganggap ketidakberhasilan yang saya alami adalah akhir dari perjuangan saya. 34 Saya menganggap sahabat yang pernah
mengecewakan pantas dimaafkan dan dapat berteman baik lagi.
35 Saya menyadari ketidakberhasilan yang saya alami terjadi karena kecerobohan saya, sehingga saya tidak menyalahkan orang lain. 36 Saat bahagia saya bernyanyi dengan volume keras meskipun di dekat saya sedang ada orang beribadah
37 Saat merasa senang saya bernyanyi dengan tetap mengontrol volume suara agar tidak mengganggu orang lain yang sedang fokus mengerjakan tugas.
38 Saya memaki-maki sahabat yang telah menyakiti meskipun hal tersebut membuat hubungan kami renggang.
39 Saat jenuh dengan rutinitas sehari-hari, saya berusaha melakukan kegiatan yang saya senangi.
40 Saat berkonflik dengan sahabat, saya menyampaikan kejengkelan dengan berbicara secara tenang, sehingga tidak membuat kami bermusuhan.
LAMPIRAN 2
HASIL UJI RELIABILITAS
PENGENDALIAN EMOSI
SETELAH TRY OUT TERPAKAI
Reliability
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 211 100,0 Excludeda 0 ,0 Total 211 100,0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items ,828 22
Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted aitem2 65,5498 40,763 ,395 ,821 aitem3 65,3270 42,259 ,250 ,827 aitem11 65,1469 41,850 ,327 ,823 aitem13 65,9905 40,667 ,323 ,825 aitem14 65,9242 41,309 ,374 ,822 aitem15 65,1801 41,367 ,383 ,821 aitem17 65,5924 40,357 ,477 ,817 aitem22 65,6398 39,965 ,449 ,818 aitem23 65,3318 39,699 ,554 ,813 aitem26 65,4834 41,127 ,432 ,819 aitem27 65,6161 40,190 ,451 ,818 aitem28 65,6256 41,750 ,316 ,824 aitem29 65,4265 41,322 ,281 ,827 aitem30 65,2891 41,426 ,388 ,821 aitem31 65,6445 40,830 ,420 ,820 aitem33 65,3081 40,681 ,370 ,822 aitem34 65,3744 40,807 ,361 ,822 aitem35 65,5213 41,975 ,313 ,824 aitem36 65,2322 40,627 ,437 ,819 aitem38 65,4550 39,202 ,562 ,812 aitem39 65,7156 41,395 ,325 ,824 aitem40 65,4645 41,612 ,306 ,825
LAMPIRAN 3
STATISTIK DESKRIPTIF
Deskripsi Data Peneltian Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std.Deviation
Desa 105 50 80 68,88 5,865
Kota 106 47 88 68,35 7,414
LAMPIRAN 4
ONE SAMPLE T-TEST
Test Value = 55 t df Sig. (2-tailed) Mean Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pengendalianem osi 113,415 210 ,000 66,66825 65,5095 67,8270
LAMPIRAN 5
HASIL UJI NORMALITAS
Tests of Normality
Tempatting gal
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. Pengendalianemosi Kota ,083 106 ,068 ,973 106 ,031
Desa ,083 105 ,072 ,976 105 ,052 a. Lilliefors Significance Correction
LAMPIRAN 6
HASIL UJI HOMOGENITAS
Hasil Uji Homogenitas
Lavene’s Test for Equality of Variances
Equal variances assumed
F Sig
2,990 0,085
LAMPIRAN 7
HASIL UJI HIPOTESIS
Independent Samples Test t-test for Equality of Means
t Df Sig.(2-tailed) Mean Differenc e Std.Error Differenc e 95%Confidence Interval of the Difference Lower Upper Equal variances assumsed Equal variances not assumsed -,572 -,573 209 199,27 3 ,568 ,567 -,527 -.527 ,921 ,920 -2,343 -2,341 1,288 1,287