• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

LAMPIRAN 12. Skala Sikap terhadap Seks

No Pernyataan Sangat Satuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 1

Hubungan seksual pranikah perlu dilakukan agar tidak mengalami kekecewaan dalam pernikahan

2 Saya takut untuk mencoba melakukan hubungan seksual

3 Cinta yang tulus dan mendalam tidak perlu dibuktikan dengan hubungan seksual

4 Saya bersedia menunjukkan rasa cinta pada pacar tapi bukan dengan hubungan seks 5 Saya akan melakukan apapun untuk pacar

saya, termasuk berhubungan seks

6

Hubungan seks sebelum menikah tidak pantas dilakukan walaupun merupakan hak seseorang untuk memenuhi rasa ingin tahunya tentang seks

7 Hati nurani saya melarang terjadinya hubungan seksual pranikah

8

Bagi saya hubungan seks pada masa berpacaran hanya akan mencemari nama keluarga

9

Saya bersedia berhubungan seks dengan pacar, bila hubungan yang dijalan serius untuk menjadi suami istri

No Pernyataan Sangat Satuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju hubungan seks pranikah dengan tujuan

coba-coba

11 Masa berpacaran bukanlah masa untuk mencoba-coba melakukan hubungan seksual 12 Saya akan sangat menyesal jika melakukan

hubungan seks dengan pacar saya

13 Menurut saya, berhubungan seks adalah cara agar pacar tidak meninggalkan saya

14 Andai ada kampanye anti hubungan seksual pranikah, maka akan saya mendukungnya

15

Saya merasa rasa percaya diri saya meningkat dengan melakukan hubungan seks

16 Hubungan seks adalah bukti cinta dan kesetiaan kita kepada pacar

17 Saya bersedia untuk berhubungan seks dengan pacar agar hubungan semakin mesra

18

Saya merasa malu bila melakukan hubungan seksual dengan pacar meskipun kami saling mencintai

19 Hubungan seks pranikah boleh dilakukan untuk meningkatkan pengalaman seksual 20 Saya senang bila pacar saya mau untuk

berhubungan seks dengan saya

21

Saya lebih memilih untuk mengajak pacar saya berhubungan seksual daripada melakukan masturbasi

No Pernyataan Sangat Satuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 22

Hubungan dengan pacar akan tetap langgeng walaupun kita tidak melakukan hubungan seksual

23 Bagi saya, hubungan sekual hanya pantas dilakukan jika sudah menikah

24

Saya akan menghindar untuk melakukan hubungan seks dengan pacar karena belum pantas untuk melakukannya

25

Saya akan melakukan hubungan seks pranikah agar tidak canggung lagi melakukannya setelah menikah

26 Hubungan seks bukanlah satu-satunya cara untuk menyatakan cinta terhadap pacar

27

Saya akan merasa kecewa apabila pacar saya mencoba untuk mengajak saya berhubungan seks

28 Saya hanya bersedia berhubungan seks dengan suami/istri saya yang sah

29

Hubungan dengan pacar terasa semakin mesra apabila sudah pernah melakukan hubungan seksual

30 Saya merasa lebih dicintai oleh pacar saya dengan melakukan hubungan seks

31

Hubungan seks boleh dilakukan bila hubungan dengan pacar sudah disetujui orang tua

No Pernyataan Sangat Satuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju melakukan hubungan seksual, maka saya

akan memilih untuk putus dengannya

33 Saya merasa hubungan dengan pacar semakin erat dengan berhubungan seks

SIKAP REMAJA TERHADAP SEKS SEBAGAI MEDIATOR DALAM HUBUNGAN KOMUNIKASI SEKSUAL DALAM KELUARGA DAN

PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA I Made Bayu Gunawan

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sikap remaja terhadap seks merupakan variabel yang dapat memediator hubungan antara komunikasi seksual dalam keluarga dan perilaku seksual pranikah remaja. Dalam penelitian ini, terdapat tiga hipotesis minor, yaitu komunikasi seksual dalam keluarga memiliki hubungan yang negatif dengan perilaku seksual pranikah, komunikasi seksual dalam keluarga memiliki hubungan yang negatif dengan sikap remaja terhadap seks, dan sikap remaja terhadap seks memiliki hubungan yang positif dengan perilaku seksual pranikah. Selain tiga hipotesis minor tersebut, terdapat satu hipotesis mayor. Hipotesis mayor tersebut adalah hubungan antara komunikasi seksual dalam keluarga dan perilaku seksual pranikah dimediasi oleh sikap remaja terhadap seks. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 339 orang remaja yang berusia 19 sampai 24 tahun dan belum menikah. Subjek dipilih dengan menggunakan convenience sampling. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan tiga skala, yaitu skala perilaku seksual pranikah dengan reliabilitas sebesar 0,927, skala komunikasi seksual dalam keluarga dengan sebesar reliabilitas 0,924, dan skala sikap terhadap seks dengan reliabilitas sebesar 0,971. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode regresi linear sederhana dan regresi berganda, serta menggunakan causal step analysis untuk melihat efek mediasi dari variabel mediator. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa nilai standardized coefficient (β) untuk komunikasi seksual dalam keluarga dan perilaku seksual pranikah sebesar -0,203, untuk komunikasi seksual dalam keluarga dan sikap remaja seksual sebesar -0,178, serta untuk sikap remaja terhadap seks dan perilaku seksual pranikah sebesar 0,603. Hasil causal steps

analysis menunjukkan bahwa koefisien regresi pada jalur τ lebih kecil dibandingkan koefiesien regresi pada jalur τ’ dan dengan nilai signifikansi yang tetap signifikan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sikap remaja terhadap seks dapat memediasi hubungan antara komunikasi seksual dalam keluarga dan perilaku seksual pranikah remaja dengan jenis mediasi partial mediation.

Kata kunci : Komunikasi Seksual Dalam Keluarga, Perilaku Seksual Pranikah,

ADOLESCENCE ATTITUDE TOWARD SEX AS MEDIATOR IN RELATIONSHIP OF SEXUAL COMMUNICATION IN THE FAMILY

AND ADOLESCENCE PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR I Made Bayu Gunawan

ABSTRACT

This study is aimed to determine whether adolescance attitudes toward sex are variable that can mediate relationship between sexual communication in the family and adolescent premarital sexual behavior. In this study, there were three minor hypotheses which were sexual communication in the family had a negative correlation with premarital sexual behavior, sexual communication in the family had a negative relationship with adolescence attitudes toward sex, and the adolescence attitudes toward sex have a positive relationship with premarital sexual behavior. Beside three minor hyphotheses, there was one major hypothesis. That major hypothesis was the relationship between sexual communication in the family and premarital sexual behavior is mediated by adolescence attitudes toward sex. Subjects in this study amounted to 339 teenagers aged 19 to 24 years old and unmarried. Subjects were selected using convenience sampling. The research data obtained by using three scales, the scale of premarital sexual behavior with a reliability of 0.927, the scale of sexual communication in family with reliability of 0.924, and scale of attitudes toward sex reliability of 0.971. Hypothesis testing is performed using simple linear regression and multiple regression, as well as the use of causal steps analysis to see the mediation effect of mediator variable. Hypothesis test results showed that the standardized coefficient (β) for sexual communication in the family and premarital sexual behavior of -0.203, for sexual communication in the family and adolescence attitudes toward sex of -0.178, and for adolescence attitudes toward sex and premarital sexual behavior 0.603. The results showed that the causal steps analysis of regression coefficients on the path τ is smaller than regression coefficient on the path τ’ and with significant value remains significant. Therefore, we can conclude that adolescence attitudes toward sex may mediate the relationship between sexual communication in the family and adolescent premarital sexual behavior with a kind of partial mediation.

Keywords : Sexual Communication In The Family, Premarital Sexual Behavior,

Dokumen terkait