• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : PT.BANK SUMUT UNIT USAHA SYARIAH CABANG

B. Definisi Murabahah …

6. Skema Pembiayaan Murabahah

Pada skema Murabahah, peralihan hak terjadi pada awal akad, selanjutnya Bank Syariah memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk mencicil pembayarannya dalam jangka waktu tertentu. suatu akad yang menjual barang dengan harga (modal) nya yang diketahui kedua belah pihak yg bertransaksi (penjual dan pembeli) dengan keuntungan yang diketahui keduanya.

1)Negosiasi dan persyaratan

2)Akad jual beli

6)Bayar (secara angsuran) 5)Terima

barang

3)Beli barang 4)Kirim

Gambar 3.1

Skema Pembiayaan Murabahah

Sumber : PT. Bank SUMUT Syariah Cabang Pembantu HM Joni

Keterangan:

1) Bank bertindak sebagai penjual sementara nasabah sebagai pembeli. Harga jual adalah harga beli Bank dari produsen ditambah keuntungan. Kedua pihak harus menyepakatiharga jual dan jangka waktu pembayaran.

2) Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati tidak dapat berubah selama berlaku akad.

3) Bank Syariah memesan barang yang telah dipesan nasabah kepada pemasok atau penjual utama.

4) Setelah barang dipesan, supplier mengirimkan barang kepada nasabah.

5) Nasabah menerima pesanan barang dokumen yang diperlukan dari supplier.

SUPLIER PENJUAL

6) Nasabah melakukan pembayaran pembelian barang kepada bank sesuai kesepakatan. Dalam perbankan, murabahah lazimnya dilakukan dengan cara pembayaran cicilan.

Mekanisme pelaksanaan kerjasama dalam pembiayaan murabahah pada PT. Bank SUMUT Syariah adalah sebagai berikut:

1. Permohonan pembiayaan diajukan secara perseorangan oleh masing-masing calon nasabah dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan secara tertulis dan mengisi formulir yang disediakan Pihak Pertama dan dikoordinasikan serta diverifikasi oleh Pihak Kedua.

2. Pelaksanaan pemberian pembiayaan dilakukan dengan perjanjian pembiayaan individual (perorangan) antara Pihak Pertama dengan masing-masing nasabah dalam suatu perjanjian tersendiri yang memenuhi syarat dan ketentuan teknis perbankan yang berlaku pada Pihak Pertama.

Berdasarkan sumber dana yang digunakan, pembiayaan Murabahah secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga kelompok.

1. Pembiayaan Murabahah yang didanai dengan URIA (Unrestricted Investment Account = investasi tidak terikat).

2. Pembiayaan Murabahah yang didanai dengan RIA (Restricted Investment Account = investasi terikat).

Dalam setiap pendesainan sebuah pembiayaan, faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah:

1. Kebutuhan nasabah;

2. Kemampuan finansial nasabah.

Faktor-faktor ini juga akan mempengaruhi sumber dana yang akan digunakan untuk pembiayaan tersebut.

G. Pengawasan Internal Pembiayaan Murabahah

Pengawasan internal dalam suatu perusahaan itu sangatlah penting untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Pembiayaan murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Adanya pengawasan internal dalam pembiayaan murabahah sangat berpengaruh penting, guna untuk memastikan suatu transaksi murabahah berjalan sesuai ketentuan yang ada dan tercapainya tujuan yang diinginkan oleh kedua belah pihak. Pengawasan internal merupakan pengawasan yang sangat membantu pemimpin dalam suatu organisasi melaksanakan tugasnya sehingga mempunyai peranan penting bagi sebuah Bank, yang secara keseluruhan bertujuan untuk mencegah dan menghindari terjadinya kesilapan, kecurangan, penyelewengan dan manipulasi lainnya pada PT. Bank Sumut Syariah HM Joni. Pengawasan internal dilakukan pada awal bulan, dimana selalu ada pemeriksaan pada setiap pembiayaan yang telah terjadi.

Pengertian pengendalian intern dapat ditinjau dalam arti sempit dan luas menurut AICPA (American Instute of Certified Public Accounting).

Dalam arti sempit “prosedur-prosedur mekanis untuk memeriksa ketelitian data-data administrasi, sedangkan dalam arti luas adalah sistem sosial yang mempunyai wawasan makna khusus yang berada dalam organisasi perusahaan.

Pengertian pengawasan intern dapat ditinjau dalam arti yang luas dan dalam arti sempit menurut Comitte on Auditing Procedure AICPA. Pengawasan intern meliputi rencana organisasi serta semua cara ketentuan-ketentuan yang dikoordinasikan, yang digunakan didalam perusahaan untuk melindungi harta milik perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, meningkatkan efesiensi didalam operasi dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan perusahaan yang telah ditetapkan. Pengawasan intern dalam arti sempit diartikan sama dengan “internal check” yaitu suatu sistem dan prosedur yang secara otomatis dapat saling memeriksa, dalam arti bahwa data akuntansi yang dihasilkan oleh suatu bagian atau fungsi lain dalam suatu organisasi perusahaan.

Di dalam suatu organisasi setiap orang bertanggung jawab, dan menjadi bagian dari, pengendalian intern organisasi. Di samping itu, beberapa pihak luar, seperti auditor independen dan badan pengatur (regulatory body) dapat membantu organisasi dengan cara memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pemberlakuan pengendalian intern dalam organisasi tersebut. Pihak luar ini tidak bertanggung jawab atas efektivitas dan bukan merupakan bagian dari pengendalian intern organisasi. Pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap pengendalian intern beserta perannya diuraikan berikut ini:

Manajemen. Manajemen bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menyelenggarakan secara efektif pengendalian intern organisasinya. Direktur utama perusahaan bertanggung jawab untuk menciptakan atmosfer pengendalian di tingkat puncak, agar kesadaran terhadap pentingnya pengendalian menjadi tumbuh di seluruh organisasi.

Dewan komisaris dan komite audit. Dewan komisaris bertanggung jawab untuk menentukan apakah manajemen memenuhi tanggung jawab mereka dalam mengembangkan dan menyelenggarakan pengendalian intern.

Auditor intern. Auditor intern bertanggung jawab untuk memeriksa dan mengevaluasi memadai atau tidaknya pengendalian intern entitas dan membuat rekomendasi peningkatannya. Auditor intern bukan pihak utama yang bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas. Manajemen, dewan komisaris, dan komite audit merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas.

Personel lain entitas. Peran dan tanggung jawab semua personel lain yang menyediakan informasi atau menggunakan informasi yang dihasilkan oleh pengendalian intern harus ditetapkan dan dikomunikasikan dengan baik. Sebagai contoh, semua personel harus memahami bahwa mereka bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan masalah yang timbul sebagai akibat ketidakpatuhan terhadap pengendalian intern, atau bertanggung jawab untuk menjadikan manajemen tingkat yang lebih tinggi sadar atas terjadinya tindakan pelanggaran hokum di dalam entitas.

Auditor independen. Sebagai bagian dari prosedur auditnya terhadap laporan keuangan, auditor dapat menemukan kelemahan pengendalian intern kliennya, sehingga ia dapat mengkomunikasikan temuan auditnya tersebut kepada manajemen, komite audit, atau dewan komisaris.

Pihak luar lain. Pihak luar lain bertanggung jawab atas pengendalian intern entitas adalah badan pengatur (regulatory body), seperti Bank Indonesia dan Bapepam. Badan pengatur ini mengeluarkan persyaratan minimum pengendalian intern yang harus dipenuhi oleh suatu entitas dan memantau kepatuhan entitas terhadap persyaratan tersebut.

Pada PT. Bank SUMUT orang yang melakukan pengawasan internal dinamakan Kontrol Intern. Fungsi utama dari Kontrol Intern tersebut adalah memeriksa prosedur kegiatan usaha unit operasional BANK SUMUT dalam rangka tercapainya kegiatan usaha unit operasional berjalan dengan baik dan benar. Kontrol intern juga mempunyai wewenang penuh atas akses data dan informasi Bank SUMUT.

Kontrol intern memiliki beberapa tanggung jawab dan uraian tugas, yaitu:

Dokumen terkait