BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Lampiran 7. Skenario pembelajaran guided discovery
Siklus I Pertemuan I
Hari/tanggal : Kamis, 20 November 2015 Tema : BinatangSub tema : Jenis-jenis Binatang
Kegiatan : Mengenal binatang beranak Tujuan :
• Anak dapat mengidentifikasi ciri-ciri binatang beranak dan bertelur. Alat dan bahan :
1. Laptop, video binatang,
2. Gambar binatang beranak, gambar binatang bertelur, 3. Lem, LKA, gunting.
Langkah-langkah Pembelajaran Guided Discovery:
No Fase Kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan • Guru berusaha menarik perhatian anak dan memberikan kerangka kerja konseptual mengenai apa yang harus diikuti. “Hari ini, ibu akan mengajak kalian bermain dan menjadi pengamat yang hebat”. “Ibu akan memutarkan video , coba nanti kalian amati, kalian siap?”.
• Buat kesepakatan bersama anak untuk menentukan aturan main agar pembelajaran berjalan sesuai harapan.
• Guru memutarkan video tentang proses kucing melahirkan. 2. Open ended
question
• Guru meminta anak mengamati video tersebut dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dimana beragam jawaban bias diterima. “apa yang kalian amati?”.”apa yang terjadi pada kucing itu?”. “apa yang dilakukan induk kucing pada anaknya?”.
• Selesai menonton video guru menunjukkan gambar kucing sebagai contoh binatang beranak dan bebek sebagai
binatang bertelur. Anak diminta untuk mengidentifikasi ciri-ciri binatang tersebut dan mengamati perbedaan keduanya. Guru menuliskan semua jawaban anak dipapan tulis.
• Guru membagi anak dalam 2 kelompok yang masing- masing diberi 3 gambar binatang beranak dan 3 gambar binatang bertelur. Guru membimbing anak menemukan binatang yang termasuk beranak. Ajukan pertanyaan untuk memperkirakan binatang mana yang termasuk beranak. 3. Konvergen
question
• Guru mengajukan pertanyaan lebih spesifik yang
dirancang untuk membimbing siswa mencapai pemahaman tentang konsep.
• “hewan manakah yang memiliki daun telinga?”. “apakah hewan itu beranak?”.
• “hewan manakah yang tidak memiliki daun telinga?”.”apakah hewan itu beranak?”. 4. Penutup
dan penerapan
• Guru membimbing siswa memahami definisi suatu konsep atau pernyataan generalisasi dan siswa menerapkan pemahaman pada konteks baru.
• Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi kepada anak sehingga dapat menarik kesimpulan sendiri dari hasil penemuan yang telah dilakukan. Guru menanyakan kembali,”jadi, binatang manakah yang termasuk binatang beranak?”
• Pada kegiatan ini anak diharap dapat memberikan contoh binatang beranak selain dari gambar yang telah disediakan pada kegiatan penemuan diatas. Guru dapat menanyakan kembali bagaimana ciri-ciri binatang beranak dan bertelur. Binatang beranak memiliki daun telinga sedangkan binatang bertelur tidak memiliki daun telinga. “coba nanti kalian amati binatang lain dirumah, apakah mempunyai daun telinga atau tidak?”
• Anak diberi tugas mengelompokkan gambar binatang bertelur dan beranak pada lembar yang telah disediakan. • Beri kesempatan pada anak untuk menyampaikan hasil
Siklus I Pertemuan II
Hari/tanggal :Tema : Binatang
Sub tema : Perkembangbiakan Binatang Kegiatan : Mengenal binatang bertelur Tujuan :
• Anak dapat menceritakan proses perkembangbiakan ayam dari menetas hingga tumbuh menjadi ayam besar.
Alat dan bahan :
1. Anak ayam, telur ayam, telur bebek
2. Kandang, tempat makan, makanan ayam (BR), air 3. Gambar ayam, anak ayam, telur
4. Lem, gunting, LKA
Langkah-langkah Pembelajaran Guided Discovery:
No Fase Kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan • Guru berusaha menarik perhatian anak dan memberikan kerangka kerja konseptual mengenai apa yang harus diikuti. “Hari ini, ibu akan mengajak kalian bermain dan menjadi pengamat yang hebat”. “Ibu akan memutarkan video , coba nanti kalian amati, kalian siap?”.
• Buat kesepakatan bersama anak untuk menentukan aturan main agar pembelajaran berjalan sesuai harapan.
• Guru memutarkan video tentang proses telur menetas menjadi anak ayam..
2. Open ended question
• Guru meminta anak mengamati video tersebut dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dimana beragam jawaban bias diterima. “apa yang kalian amati?”.”apa yang terjadi pada telur itu?”. “bagaimana telur itu bisa
menetas?”.
• Selesai menonton video, guru menunjukkan anak ayam sungguhan dan telur ke dalam kelas. Guru menjelaskan tentang alat dan bahan yang dibawa. Guru memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan pengamatan dan percobaan terhadap bahan dan media tersebut dengan bantuan dan bimbingan guru. Guru membebaskan anak untuk melihat, menyentuh, mendengar dan memberikan makan/minum pada anak ayam. Anak-anak akan menyadari bahwa merawat binatang begitu
menyenangkan. Guru menstimulasi anak dengan berbagai pertanyaan. “apa yang kalian lihat?”,””bagaimana cara anak ayam makan dan minum?”,”bagaimana
suaranya?”,”bagaimana bulunya?”.
• Tampilkan gambar ayam, gambar anak ayam dan gambar telur. Ajak anak untuk mengidentifikasi ciri-ciri gambar tersebut.
3. Konvergen question
• Guru mengajukan pertanyaan lebih spesifik yang
dirancang untuk membimbing siswa mencapai pemahaman tentang konsep. “bagaimana proses telur menjadi anak ayam?”,“bagaimana cara merawat anak ayam agar bisa tumbuh besar?”
4. Penutup dan penerapan
• Guru membimbing siswa memahami definisi suatu konsep atau pernyataan generalisasi dan siswa menerapkan pemahaman pada konteks baru.
• Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi kepada anak sehingga dapat menarik kesimpulan sendiri dari hasil penemuan yang telah dilakukan. Guru menanyakan kembali,”jadi, bagaimana telur bisa menetas dan apa saja yang harus dilakukan untuk merawat anak ayam agar tumbuh besar?”
• Anak diberi tugas untuk (1) mengamati perbedaan telur ayam dan telur bebek kemudian mengelompokkannya, (2) anak mengerjakan LKA mengurutkan pertumbuhan ayam dengan cara mewarnai, menggunting, dan menempelkan gambar pada lembar kerja yang telah disediakan.
• Beri kesempatan pada anak untuk menyampaikan hasil temuannya secara lisan didepan kelas satu persatu.
Siklus II Pertemuan I
Hari/tanggal :Tema : Tanaman
Sub tema : Bagian-bagian Tanaman Kegiatan : Tumbuhan memerlukan air Tujuan :
• Anak dapat mengetahui bahwa tumbuhan memerlukan air Alat dan bahan :
1. Berbagai tanaman yang ada dihalaman sekolah 2. Gelas kaca, air
3. Kertas, krayon dan pensil 4. Kaca pembesar
Langkah-langkah Pembelajaran Guided Discovery:
No Fase Kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan • Guru berusaha menarik perhatian anak dengan
menceritakan kisah tentang menyayangi tumbuhan ciptaan Alloh dan memberikan kerangka kerja konseptual
mengenai apa yang harus diikuti. “Hari ini, ibu akan mengajak kalian bermain di halaman sekolah dan menjadi pengamat yang hebat”. “kalian siap?”.
• Buat kesepakatan bersama anak untuk menentukan aturan main agar pembelajaran berjalan sesuai harapan.
2. Open ended question
• Biarkan anak mengamati berbagai tanaman yang tumbuh dihalaman sekolah dengan kaca pembesar dan
menceritakan apa yang sedang anak lihat. Ajak anak untuk mencabut beberapa tanaman di halaman sekolah secara perlahan. Anak masuk kelas.
tanaman yang telah dicabut ke dalam gelas. Isi salah satu gelas dengan air. Dan satu gelas lagi tanpa air. Beri kesempatan anak untuk mengamati apa yang terjadi pada tanaman yang berisi air dan tidak.
• Ajukan pertanyaan “apa yang terjadi pada tanaman di gelas berisi air?”, “apa yang terjadi pada tanaman di gelas tanpa air?”. Anak mengidentifikasi ciri-ciri tanaman yang diberi air dan tanpa diberi air.
3. Konvergen question
• Guru mengajukan pertanyaan lebih spesifik yang
dirancang untuk membimbing siswa mencapai pemahaman tentang konsep.
• “bagaimana jika tanaman diberi air?”, “bagaimana jika tanaman tidak diberi air?”,”apakah tanaman akan mati jika tidak pernah diberi air?”
4. Penutup dan penerapan
• Guru membimbing siswa memahami definisi suatu konsep atau pernyataan generalisasi dan siswa menerapkan pemahaman pada konteks baru.
• Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi kepada anak sehingga dapat menarik kesimpulan sendiri dari hasil penemuan yang telah dilakukan. Guru menanyakan kembali,”jadi, apa yang harus kita lakukan agar tanaman tidak layu?”,”apa yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh subur?”
• Anak diberi tugas untuk (1) mengelompokkan tanaman yang layu dan tidak layu (2) anak menggambar tanaman yang layu dan tidak layu pada lembar kerja yang telah disediakan.
• Beri kesempatan pada anak untuk menyampaikan hasil temuannya secara lisan didepan kelas satu persatu.
Siklus II Pertemuan II
Hari/tanggal :Tema : Tanaman
Sub tema : Pertumbuhan Tanaman
Kegiatan : Percobaan menanam kacang hijau Tujuan :
1. Anak dapat menceritakan proses pertumbuhan kecambah hingga menjadi tanaman secara sederhana.
2. Anak dapat mengetahui cara merawat tanaman dengan baik. 3. Anak dapat mengetahui kebutuhan tanaman untuk tumbuh. Alat dan bahan :
1. Biji kacang hijau 2. Gelas plastik 3. Tanah
4. Spidol permanen 5. Air dan botol
Langkah-langkah Pembelajaran Guided Discovery:
No Fase Kegiatan pembelajaran
1. Pendahuluan • Guru berusaha menarik perhatian anak dengan
membacakan cerita yang berjudul “jaka dan biji pohon” menggunakan boneka tangan dan memberikan kerangka kerja konseptual mengenai apa yang harus diikuti. Beri penjelasan bahwa hari ini akan melakukan percobaan menanam biji kacang hijau.
• Buat kesepakatan bersama anak untuk menentukan aturan main agar pembelajaran berjalan sesuai harapan.
2. Open ended question
• Guru mengajak anak untuk melakukan percobaan di luar kelas. Guru menjelaskan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan. Guru mendemonstrasikan cara melakukan percobaan mananam kacang hijau. Masing- masing anak diberi 2 gelas plastic dengan label biru yang berarti “harus disiram” dan label putih “tidak disiram”. Anak menanam biji kacang hijau dan memberi nama. Guru meminta anak untuk merawat biji yang telah ditanam selama 5 hari dan meletakkannya diloker bekas dipojok sekolah. Anak mengamati tanaman setiap hari dan menyiram tanaman yang berlabel biru.
• Ajukan pertanyaan “apakah tanamanmu sudah tumbuh?”. “apakah sudah tumbuh akar?”,“berapa biji yang sudah tumbuh?”
3. Konvergen question
• Guru mengajukan pertanyaan lebih spesifik yang
dirancang untuk membimbing siswa mencapai pemahaman tentang konsep.
• “tanaman mana yang tumbuh subur, yang disiram atau tidak disiram?”
• Anak menggambarkan hasil percobaan di lembar kerja yang guru sediakan.
• Anak mengelompokkan tanaman yang tumbuh subur dan tidak tumbuh subur.
4. Penutup dan penerapan
• Guru membimbing siswa memahami definisi suatu konsep atau pernyataan generalisasi dan siswa menerapkan pemahaman pada konteks baru.
• Guru memberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi kepada anak sehingga dapat menarik kesimpulan sendiri dari hasil penemuan yang telah dilakukan. Guru menanyakan kembali,”jadi, apa yang harus kita lakukan agar tanaman tumbuh subur?” • Beri kesempatan pada anak untuk menyampaikan hasil