BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Skenario Tindakan
Seperti yang sudah dijelaskan tindakan ang dilakukan membentuk sebuah siklus. Satu siklus terdiri dari empat bagian, yakni perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi tindakan, dan refleksi tindakan serta diadakan dua kali pertemuan untuk tiap siklus.
1. Perencanaan Tindakan
Pada tahap perencanaan tindakan ini ada beberapa hal yang dikerjakan, yakni:
a. Membuat skenario pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran dan media yang sesuai dengan pembelajaran.
b. Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
c. Membuat atau menyusun lembar observasi untuk pengamat. (lembar observasi terlampir)
d. Membuat atau menyusun lembar aktivitas siswa. (lembar aktivitas siswa terlampir)
58
Tabel 3.1 Rencana Pelaksanaan Tindakan Siklus I
2. Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap pelaksanaan tindakan ini terdiri dari empat kali pertemuan atau tatap muka yang terbagi dalam dua siklus dengan skenario sebagai berikut:
Siklus 1 Pertemuan 1
Mata pelajaran : Pendidkan Kewarganegaraan (PKn) Kelas / Semester : V/ 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit Pokok Bahasan : Organisasi
Tabel 3.2 Indikator dan Tujuan Siklus I Pertemuan 1 Siklus Pertemuan Materi Pokok Pendekatan dan
Model Lokasi Pembelajaran 1 I Organisasi Pendekatan Koopeartif model Jigsaw SDN Ujung Batu 2 Kecamatan Pelaihari II Organisasi di Lingkungan Sekolah Pendekatan Koopeartif model Jigsaw SDN Ujung Batu 2 Kecamatan Pelaihari Indikator Tujuan Produk 1. Menjelaskan pengertian organisasi.
1. Siswa dapat menjelaskan pengertian organisasi.
59 A. Kegiatan Awal ( 10 menit )
1. Guru mengkondisikan kelas secara fisik dan psikis.
2. Melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar organisasi kelas untuk memotivasi siswa.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Menyampaikan materi dan penjelasan uraian kegiatan
sesuai silabus.
B. Kegiatan inti ( 50 menit )
1. Guru membagi siswa dikelas kedalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang siswa secara heterogen, kelompok ini disebut kelompok asal.
2. Menjelaskan pentingnya berorganisasi.
3. Menyebutkan ciri-ciri organisasi.
2. Siswa dapat menjelaskan pentingnya berorganisasi. 3. Siswa dapat menyebutkan
ciri-ciri organisasi.
Proses Mempraktekkan cara berorganisasi.
Siswa dibentuk menjadi kelompok, sehingga siswa dapat mempraktekkan cara-cara berorganisasi dalam kelompok tersebut.
Sikap Mengaplikasikan konsep berorganisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa dapat mengaplikasikan konsep berorganisasi dalam kehidupan sehari-hari.
60
2. Guru memberikan pengarahan pada siswa tentang tugas kelompok yang akan dilaksanakan.
3. Guru membagikan materi yang berbeda tiap anggota kelompoknya, yakni pengertian organisasi, ciri-ciri organisasi, manfaat organisasi, dan unsur-unsur organisasi. 4. Anggota dari tim yang sudah mendapat tugas dan
materi/masalah yang sama dengan anggota kelompok yang lain bertemu dalam kelompok baru yang disebut kelompok ahli.
5. Guru memberikan masing-masing siswa dikelompok ahli Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk didiskusikan.
6. Kelompok ahli mendiskusikan materi yang diberikan sesuai LKS yang sudah dibagikan dan merencanakan bagaimana menjelaskan materinya kepada anggota kelompoknya semula (kelompok asal).
7. Guru memberikan bimbingan kepada setiap kelompok ahli. 8. Setelah selesai diskusi dengan kelompok ahli selesai, siswa
kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan secara bergiliran materi/masalah yang dikuasainya kepada teman-teman di kelompok asal dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
9. Masing-masing kelompok asal mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas.
61
11. Kelompok yang anggotanya paling banyak menjawab benar diberikan penghargaan.
C. Kegiatan akhir ( 10 Menit )
1. Guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran yang telah dibahas.
2. Guru melakukan penilaian dan refleksi. 3. Guru memberikan umpan balik.
4. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) sebagai tindak lanjut.
5. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Siklus 1 Pertemuan 2
Mata pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Kelas / Semester : V/ 2
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit Pokok Bahasan : Organisasi
Tabel 3.3 Indikator dan Tujuan Siklus I Pertemuan 2
Indikator Tujuan
Produk 1. Menyebutkan contoh organisasi
dilingkungan sekolah.
1. Siswa dapat menyebutkan contoh organisasi dilingkungan sekolah.
62 A. Kegiatan Awal ( 10 menit )
1. Guru mengkondisikan kelas secara fisik dan psikis.
2. Melakukan apersepsi dengan mengulang pelajaran pada pertemuan lalu yakni tentang pengertian organisasi dan unsur-unsur organisasi serta cara berorganisasi.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Menyampaikan materi dan penjelasan uraian kegiatan
sesuai silabus.
B. Kegiatan inti ( 50 menit )
1. Guru membagi siswa dikelas kedalam beberapa kelompok yang beranggotakan 4 orang siswa secara heterogen, kelompok ini disebut kelompok asal.
2. Menyebutkan contoh organisasi
dilingkungan masyarakat.
2. Siswa dapat menyebutkan contoh organisasi dilingkungan masyarakat.
Proses Membuat struktur organisasi yang ada di sekolah dan masyarakat.
Siswa dapat membuat struktur organisasi yang ada di sekolah dan masyarakat.
Sikap Mengaplikasikan konsep berorganisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Siswa dapat mengaplikasikan konsep berorganisasi dalam kehidupan sehari-hari.
63
2. Guru memberikan pengarahan pada siswa tentang tugas kelompok yang akan dilaksanakan.
3. Guru membagikan materi yang berbeda tiap anggota kelompoknya, yakni organisasi sekolah, organisasi masyarakat, struktur organisasi sekolah, dan struktur organisasi yang ada dimasyarakat.
4. Anggota dari tim yang sudah mendapat tugas dan materi/masalah yang sama dengan anggota kelompok yang lain bertemu dalam kelompok baru yang disebut kelompok ahli.
5. Guru memberikan masing-masing siswa dikelompok ahli Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk didiskusikan.
6. Kelompok ahli mendiskusikan materi yang diberikan sesuai LKS yang sudah dibagikan dan merencanakan bagaimana menjelaskan materinya kepada anggota kelompoknya semula (kelompok asal).
7. Guru memberikan bimbingan kepada setiap kelompok ahli. 8. Setelah selesai diskusi dengan kelompok ahli selesai, siswa
kembali ke kelompok asal untuk menjelaskan secara bergiliran materi/masalah yang dikuasainya kepada teman-teman di kelompok asal dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
9. Masing-masing kelompok asal mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya didepan kelas.
64
10. Guru memberi kuis kepada seluruh siswa.
11. Kelompok yang anggotanya paling banyak menjawab benar diberikan penghargaan.
C. Kegiatan akhir ( 10 Menit )
1. Guru bersama-sama siswa menyimpulkan pelajaran yang telah dibahas.
2. Guru melakukan penilaian dan refleksi. 3. Guru memberikan umpan balik.
4. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR) sebagai tindak lanjut.
5. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
3. Observasi Tindakan
Pada tahapan ini diadakannya kegiatan observasi terhadap kegiatan pembelajaran, aktivitas guru, dan aktivitas siswa dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dibuat dan dilanjutkan dengan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Observasi yang dilaksanakan dalam tindakan kelas ini dilakukan dengan dua cara yaitu :
a. Pengamatan langsung yang dilaksanakan oleh peneliti terhadap aktivitas siswa dalam kelompok.
65
b. Pengamatan yang dilakukan oleh observer terhadap jalannya pembelajaran yang dilaksanakan oleh peneliti.
4. Refleksi Tindakan
Hasil observasi dan evaluasi dengan menggunakan lembar observasi guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan hasil tes evaluasi, yang diperoleh setiap pertemuan, dianalisis kembali pada tahap ini secara deskriptif, yakni data kuantitatif dan data kualitatif, kemudian diinterpretasikan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman siswa, ketercapaian tujuan yang diinginkan, dan juga dapat digunakan oleh guru untuk mengevaluasi dirinya, sejauh mana kemampuan dalam mengajar dan mengelola kelas, sehingga dapat dijadikan sebagai acuan untuk peningkatan proses pembelajaran dalam pelaksanaan siklus selanjutnya.
Penelitian tindakan kelas ini berhasil apabila memenuhi beberapa syarat yaitu aktivitas guru sudah mencapai ≥ 70% atau pada kriteria baik, aktivitas siswa sudah mencapai ≥ 70% atau pada kriteria baik, dan hasil belajar siswa telah memenuhi indikator keberhasilan yakni mencapai ketuntasan belajar secara individual dengan nilai minimal ≥70 serta dapat mencapai ketuntasan belajar secara klasikal minimal sebesar 80% mendapat nilai ≥75.