DAFTAR KOMPETENSI
SMK AL HADI BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2013/2014
1.1. Kelas X (Tingkat I) NO MATA PELAJARAN / KOMPETENSI KEAHLIAN KKM I. NORMATIF 1. Pendidikan Agama 70 2. Pendidikan Kewarganegaraan 70 3. Bahasa Indonesia 75
4. Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan 72
5. Seni Budaya 70
II. ADAPTIF
1. Matematika 65
2. Bahasa Inggris 64
3. Fisika 70
4. Ilmu Pengetahuan Alam 70
5. Ilmu Pengetahuan Sosial 70
6. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 70
7. Kewirausahaan 70 III. MULOK 1. Bahasa Arab 70 2. Bahasa Jawa 70 3. Mandarin 65 4. CA 70 III. PRODUKTIF
1. Merakit Personal Komputer 71
2. Menerapkan teknik elektronika analog dan digital dasar 71
Halaman 70 dari 82
1.2. Kelas XI (Tingkat II)
NO MATA PELAJARAN / KOMPETENSI KEAHLIAN KKM I. NORMATIF 1. Pendidikan Agama 73 2. Pendidikan Kewarganegaraan 70 3. Bahasa Indonesia 75
4. Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan 70
5. Seni Budaya 70
II. ADAPTIF
1. Matematika 70
2. Bahasa Inggris 64
3. Fisika 70
4. Ilmu Pengetahuan Alam 70
5. Ilmu Pengetahuan Sosial 70
6. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 73
7. Kewirausahaan 70
III. MULOK
1. Mandarin 65
2. CA 70
IV. PRODUKTIF
1. Melakukan Instalasi Perangkat Jaringan Lokal (LAN) 71
2. Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian PC yang Tersambung Jaringan 71
3. Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan 71
4. Menerapkan teknik elektronika Analog dan digital dasar 71 1.3. Kelas XII (Tingkat III)
NO MATA PELAJARAN / KOMPETENSI KEAHLIAN KKM I. NORMATIF 1. Pendidikan Agama 70 2. Pendidikan Kewarganegaraan 70 3. Bahasa Indonesia 75
4. Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan 70
II. ADAPTIF
1. Matematika 70
2. Bahasa Inggris 70
3. Fisika 70
4. Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi 70
5. Kewirausahaan 70
III. PRODUKTIF
1. Mendiagnosis Permasalahan yang Tersambung Jaringan Berbasis Luas (WAN) 71
2. Melakukan Perbaikan Setting Ulang Koneksi Jaringan Berbasis Luas (WAN) 71
3. Mengadministrasi Server Jaringan 71
10. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
Yang dimaksud dengan kenaikan kelas adalah pernyataan yang menegaskan bahwa peserta didik telah kompeten dan berhak melanjutkan ke jenjang kompetensi-kompetensi tahun selanjutnya. Pernyataan kompeten atau yang berarti dapat melanjutkan, ditetapkan berdasarkan pertimbangan kinerja peserta didik yang meliputi aspek :
a. Akademik : sesuai dengan KKM b. Non akademik :
1). Kehadiran ≥ 90%
Halaman 71 dari 82 Pernyataan kenaikan kelas dilakukan melalui pembagian buku rapor yang dilakukan di akhir tahun pelajaran. Setiap siswa akan memperoleh buku rapor yang berisi laporan hasil belajar sesuai dengan jumlah kompetensi yang telah dinyatakan kompeten.
Kriteria kenaikan kelas diatur sebagai berikut.
a. Siswa dinyatakan naik kelas apabila nilai semua mata pelajaran ≥ KKM pada semua mata pelajaran.
b. Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama apabila:
1) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran dan akhlak mulia;
2) tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai batas akhir tahun ajaran;
3) karena alasan yang kuat, misalnya karena gangguan kesehatan fisik, emosi, dan mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan;
4) nilai pengembangan diri kurang;
5) ketidakhadiran tanpa alasan selama satu tahun ajaran lebih dari sama dengan 20 hari. Kriteria seorang siswa dinyatakan lulus apabila:
a. menyelesaikan seluruh kompetensi pembelajaran; yang berarti peserta didik telah dinyatakan tuntas atau kompeten oleh gurunya untuk seluruh kompetensi pendidikan dan pembelajaran yang diikuti.
b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. Berarti peserta didik memperoleh nilai kepribadian minimal B (baik) atau telah dinyatakan kompeten untuk mata pelajaran kompetensi normatif.
c. lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; Berarti telah mengikuti ujian sekolah dan dinyatakan lulus atau kompeten untuk mata pelajaran yang diujikan. Program produktif tidak menjadi bagian dari ujian sekolah. Pelaksanaan ujian sekolah mengikuti ketentuan Permendiknas dan SOP yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
d. lulus Ujian Nasional untuk mata pelajaran yang diujikan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ujian Kompetensi Keahlian). Pelaksanaan Ujian Nasional mengikuti Permendiknas yang dikeluarkan setiap tahun oleh Depdiknas dan SOP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Ke empat persyaratan di atas merupakan urutan prasyarat, artinya kelulusan bukan semata-mata hanya ditentukan oleh kelulusan ujian nasional; tetapi untuk bisa mengikuti ujian nasional dan ujian sekolah syarat sebelumnya harus dilalui.
Halaman 72 dari 82 11. Penjurusan
Yang dimaksud penjurusan pada SMK AL HADI BANDUNG menyangkut 2 hal:
a. Pembukaan dan penutupan Bidang/Program Studi Keahlian dan Kompetensi Keahlian di SMK yang diatur dalam Kepmendiknas No.60/U/2002 dan Keputusan Dirjen Mandikdasmen No.251/C/KEP/MN/2008.
b. Persyaratan siswa memilih masuk Kompetensi Keahlian tertentu, meliputi: 1) persyaratan akademik : seperti pembobotan nilai hasil UN.
2) persyaratan non akademik : antara lain persyaratan administrasi, pembobotan bonus kejuaraan, dan tinggi badan (tergantung pada Kompetensi Keahlian).
12. Pendidikan kecakapan hidup
Pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya di masa datang.
Secara khusus pendidikan kecakapan hidup bertujuan untuk :
a. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi.
b. Merancang pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya di masa yang akan datang.
c. Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai prinsip pendidikan berbasis luas.
d. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada di masyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah.
Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan intelektual dan kecakapan vokasional untuk bekerja atau usaha mandiri (penjelasan Pasal 26 ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003). Pendidikan kecakapan hidup diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus di Kompetensi Keahlian Administrasi Perkantoran .
Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan melalui kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan organisasi siswa dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal, seperti kegiatan kepemudaan, pemberdayaan perempuan, kursus, dan lain-lain.
13. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global
a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.
b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SMK dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
Halaman 73 dari 82 c. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata
pelajaran dan atau dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
d. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau non formal, seperti kegiatan kepemudaan, pemberdayaan perempuan, kursus, dan lain-lain.
Halaman 74 dari 82 BAB III
KALENDER PENDIDIKAN