• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi bagi Permasalahan pada Peserta Didik 1. Faktor cara mengajar guru

Dalam dokumen MEMOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJA (Halaman 41-44)

LAPORAN PENELITIAN A. Metode Penelitian

G. Solusi bagi Permasalahan pada Peserta Didik 1. Faktor cara mengajar guru

Peran yang harus dimiliki dalam hal cara mengajar guru yaitu guru sebagai demonstrator dan guru sebagai evaluator. Adapun langkah-langkah membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa sesuai dengan peran tersebut di atas adalah:

a. Menarik perhatian siswa

Perhatian siswa muncul karena didorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu itu perlu mendapat rangsangan, sehingga siswa akan memberikan perhatian selama proses pembelajaran. Rasa ingin tahu tersebut dapat dirangsang melalui hal-hal yang baru, aneh, lain dengan yang sudah ada, kontadiktif atau kompleks. Hal-hal tersebut jika dimasukkan dalam rencana pembelajaran yang telah dibuat guru dapat menstimulus rasa ingin tahu siswa.

b. Membuat tujuan yang jelas

Setelah siswa tertarik untuk belajar jelaskan kepada siswa kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai. Dengan adanya KD yang jelas siswa akan berusaha untuk mencapai KD tersebut

c. Akhiri pelajaran dengan berkesan

Hal ini perlu dilakukan agar materi pelajaran yang telah disampaikan akan teringat terus serta siswa akan terus mempelajarinya. Hal yang dapat dilakukan untuk mengakhiri pelajaran dengan berkesan, yaitu: (1) perhatikan waktu, sediakan tiga hingga lima menit untuk menutup pelajaran, (2) tekankan pada siswa untuk hening selama beberapa detik guna mengendapkan informasi yang baru saja diterima, (3) mintalah kepada para siswa untuk menuliskan kembali semua yang sudah mereka pelajari, dan (4) tugaskan siswa untuk membuat ringkasan secara lisan, misalnya: ceritakanlah kembali tentang ...atau apa yang kamu ingat tentang ... dan (5) kaitkan kegiatan penutup dengan

kegiatan pembukanya. Misal: kita memulai hari ini dengan ...dan kita mempelajari bahwa ....

2. Faktor Karakter Guru

a. Sabar, yaitu: guru tidak langsung emosi dalam menghadapi siswa yang tidak berminat belajar atau siswa yang nakal, ribut, dan melawan. b. Memiliki 3 S (senyum, sapa, santun), yaitu: waktu memulai mengajar

guru menunjukkan keramahan, menyapa siswa, dan bersikap menghargai siswa

c. Menghargai kekurangan siswa, yaitu: guru tidak menganggap sepele atau mengatakan bodoh pada siswa yang tidak dapat mengikuti pelajarannya.

d. Adil, yaitu: guru tidak membedakan antara siswa yang tidak pandai dalam kelas dengan siswa yang pandai

e. Baik, yaitu: guru dengan senang hati dapat memberikan solusi jika siswa menghadapi kesulitan dalam pelajaran yang diberikan oleh guru. f. Disiplin, yaitu guru selalu tepat waktu dalam mengajar baik itu ketika

memulai pelajaran maupun ketika mengakhiri pelajaran.

g. Tidak menakut-nakuti atau mengancam siswa, yaitu jika siswa tidak mengerjakan tugas guru langsung mengancam atau memvonis siswa dengan mengatakan kamu akan tinggal kelas atau akan mendapatkan nilai buruk.

h. Memiliki semangat, yaitu jika mengajar guru tidak menunjukkan kemalasannya dengan hanya duduk-duduk saja.

3. Faktor suasana kelas tenang dan nyaman

Lingkungan kelas yang tenang dan nyaman sangat diperlukan dalam proses belajarmengajar. Akan tetapi lingkungan kelas sering membuat siswa bosan dan kecewa berada di dalamnya, oleh karena tinggal di lingkungan kelas yang sama dalam waktu yang lama, monoton, dan tidak menarik. Pengaruh lingkungan kelas dapat merangsang siswa untuk

melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang proses belajar mengajar.

a. Memperhatikan situasi kelas, biasanya sehabis jam pelajaran pertama selesai atau sehabis istirahat, situasi kelas mulai berantakan seperti letak meja dan kursi tidak beraturan, papan tulis yang belum dihapus, sampah-sampah yang berserakan, siswa yang belum siap untuk pelajaran berikutnya. Untuk hal tersebut guru sebelum memulai pelajaran mengatur meja-meja dengan cara meja-meja yang paling depan dirapikan kemudian menyuruh siswa yang duduk dibelakangnya mengikuti aturan meja yang telah disusun oleh guru. Menyuruh siswa yang piket hari itu untuk menghapus papan tulis, dan memungut sampah-sampah yang berserakan

b. Mengatur bangku atau kursi, untuk diskusi buatlah melingkar beri jarak dengan kelompok lainnya. Agar tidak bosan dengan posisi meja dan kursi dapat juga mengatur meja dan kursi dalam bentuk leter U atau lingkaran. Agar tidak membuang waktu hendaknya pengaturan tempat duduk tersebut dilakukan pada waktu istirahat atau sebelum guru masuk kelas. Hal ini harus diberitahukan kepada ketua kelas sehingga siswa dapat mengatur tempat duduk tersebut.

c. Menggunakan musik, pasang musik klasik dengan volume yang pas untuk didengar jika siswa sedang mengerjakan latihan perorangan ataupun pada saat ulangan.

d. Menyelenggarakan pameran, buat lingkungan kelas seperti pameran dengan jalan atur meja-meja dapat dibentuk leter U, lalu letakkan hasil pekerjaan siswa dapat perorangan ataupun kelompok

e. Menempelkan peraturan, kebijakan, dan prosedur sekolah, denah kelas, daftar piket, organisasi kelas yang mudah dilihat siswa serta menaruh tempat sampah pada sudut ruangan.

f. Menyelenggarakan sudut-sudut penulisan kreatif, hasil karya siswa berupa puisi, cerpen, lagu, artikel, berita, dan lain-lain dapat ditempel pada papan kelas yang telah disediakan.

4. Faktor fasilitas belajar a. Memilih alat peraga

Menurut William Burton (Usman, 2003: 32) memberikan petunjuk bahwa dalam memilih alat peraga yang akan digunakan hendaknya kita memperhatikan hal-hal berikut:

1. alatalat yang dipilih harus sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa serta perbedaan individual dalam kelompok, 2. alat yang dipilih harus tepat, memadai, dan mudah digunakan, 3. harus direncanakan dengan teliti dan diperiksa lebih dahulu, 4. penggunaan alat peraga disertaikelanjutannya seperti dengan

diskusi,analisis, dan evaluasi, dan 5. sesuaidengan batas kemampuan biaya.

b. Menggunakan fasilitas belajar yang ada di kelas untuk bermacam-macam kegiatan belajar dan mengajar agar mencapai hasil yang baik c. Mengembangkan kemampuan siswa untuk menggunakan fasilitas

belajar yang ada di kelas, dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara individu maupun kelompok untuk presentasi dengan menggunakan papan tulis, OHP, maupun LCD.

Guru dapat memilih dan melaksanakan langkah-langkah dari keempat faktor di atas yang dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar dan guru berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakannya sehingga siswa yang diajarkan akan berminat dan termotivasi untuk belajar dan mencapai hasil yang baik.

Dalam dokumen MEMOTIVASI PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJA (Halaman 41-44)

Dokumen terkait