• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA

3.3 Solusi yang ditawarkan

Dalam upaya menghadapi kendala-kendala yang ada di Perpustakaaan Universitas Methodist Indonesia diperlukan perhatian pemimpin perguruan tinggi, pengembangan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, dan peningkatan anggaran. Dalam hal ini selaku Kepala Pepustakaan Universitas Methodist Indonesia telah memberi usulan kepada pemimpin Universitas yaitu Rektor Universitas Methodist Indonesia dalam hal peningkatan perpustakaan baik di dalam bidang sumber daya manusia dan terutama dalam hal ketersediaan sarana dan prasarana perpustakaaan. Salah satunya adalah dengan merenovasi atau melakukan perluasan gedung perpustakaan serta memperhatikan prinsip-prinsip arsitektur, asas-asas tata ruang dan tata letak sehingga terciptanya lingkungan, kualitas, dan kinerja yang nyaman di Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kesesuaian komponen gedung/ruang Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia berdasarkan Standart Nasional Indonesia (SNI) belum memadai, hal ini dapat dilihat dari perbandingan komponen atau kapasitas ruang yang tersedia terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa Universitas Methodist Indonesia secara keseluruhan. Dari hasil observasi diperoleh data bahwa luas gedung/ruangan secara keseluruhan 393 𝑚𝑚2 dengan daya tampung 198 orang pengguna/mahasiswa, sementara jumlah mahasiswa Universitas Methodist Indonesia secara keseluruhan adalah 6.320. Dari jumlah mahasiswa yang ada maka kesesuaian gedung/ruang Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia berdasarkan Standart Nasional Indonesia (SNI) harus memiliki luas gedung 1.500 𝑚𝑚2.

2. Kendala-kendala lain dalam menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan yaitu penyediaan ruangan-ruangan khusus untuk pelaksanaan tugas yang memerlukan konsentrasi seperti ruangan tersendiri untuk kepala perpustakaan belum terpisah dengan ruangan staf lainnya dengan kata lain belum ada pembagian ruangan tersendiri secara spesifik, hanya saja pembagian area tempat meja dan kursi kepala, petugas dan tempat baca sudah ditata dengan baik.

3. Untuk Sarana seperti perlengkapan beserta alat dan bahan di perpustakaan Universitas Methodist Indonesia secara keseluruhan layak untuk digunakan. Sarana perpustakaan terdiri dari beberapa perabot/perlengkapan pokok seperti, meja sirkulasi, meja dan kursi baca, meja petugas, lemari dengan seluruh fungsinya, rak buku, kereta buku dan perlengkapan lainnya. Untuk peralatan terdiri dari peralatan tahan lama dan peralatan habis pakai.

4.2 Saran

Dalam hal ini pemenuhan sarana dan prasarana dalam perpustakaan merupakan salah satu faktor mendasar dalam terciptanya kegiatan perpustakaan.

Berdasarkan hal tersebut saran kami adalah sebagai berikut :

1. Untuk kesesuaian Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia yang belum memadai sesuai dengan Standart yang ada, maka diperlukan perluasan gedung/ruangan dengan kapasitas yang sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI), dengan tujuan untuk dapat menampung setiap pengguna perpustakaan terutama mahasiswa yang jumlahnya belum sesuai dengan daya tampung Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia.

2. Disisi lain dengan melakukan perluasan gedung/ruangan sangat bermanfaat untuk pembagian ruangan-ruangan khusus dalam perpustakaan, dengan tujuan melakukan pembagian ruangan tersendiri secara spesifik dalam hal meningkatkan kualitas dan konsentrasi kerja.

3. Sarana dan prasarana di perpustakaan perlu dilakukan perawatan secara rutin khususnya untuk perabot yang terbuat dari partikel kayu karena udara yang lembab di ruang perpustakaan akan membuat perabot mudah berjamur. Hal itu dapat menjadikan perabot dan koleksi perpustakaan mudah rusak.

DAFTAR PUSTAKA

Undang – undang No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan

Depdiknas, 2004, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Ditjen Dikti, Jakarta Buku Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi. Ditjen Dikti. Depdiknas.

2004.

Perpustakaan Nasional RI. 2011. Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri. Jakarta : Perpustakaan Nasional.

Sulistyo Basuki, 1993, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Gramedia, Jakarta.

Bafadal, Ibrahim, 1991, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, Bumi Aksara, Jakarta.

Prastowo, Andi. 2012 Manajemen Perpustakaan Sekolah Professional.Yogyakarta : DIVA Press (Diakses 25/07/2017)

Moedjono, Parlinah, 1994. Perpustakaan Perguruan Tinggi : Buku Pedoman. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Budiono. 2011. “Sarana dan Prasarana Perpustakaan” dalam modul mata kuliah Sarana dan Prasarana Perpustakaan.

Sutarno NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto

LAMPIRAN 1.Gambaran Umum Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia

Sejarah Singkat

Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia berdiri sejak 1 agustus 1965 seiring dengan berdirinya Universitas Methodist Indonesia (UMI). Pada awalnya perpustakaan Universitas Methodist Indonesia masih menggunakan sistem manual. Setelah tahun 2000, melakukan kerjasama dengan Universitas Petra Surabaya dan memakai sistem informasi perpustakaan yang disebut NewSpekta.

Pada tahun 2014, melakukan kerjasama dengan Universitas Petra Surabaya dan melakukan program baru berbasis web yang disebut i-Spekta. Program ini sedang dalam proses pengembangan dan masih dalam persiapan untuk penyelesaian.

Visi dan Misi Visi :

Menjadi perpustakaa yang berhasil sebagai pusat informasi yang menunjang proses belajar mengajar berdasarkan nilai – nilai kristiani.

Misi :

Menjadikan perpustakaan sebagai mediator informasi sesuai dengan kemajuan teknologi, Menyelenggarakan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang mendukung proses belajar mengajar, Meningkatkan jaringan perpustakaan baik nasional maupun internasional.

Tugas dan Fungsi Pokok

Tugas dan fungsi pokok Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia adalah menyusun kebijakan dan melakukan tugas rutin untuk mengadakan, mengolah dan merawat pustaka serta mendayagunakannya bagi civitas academika dalam proses belajar belajar di lingkungan maupun di luar kampus.

Tujuan

1. Menghasilkan alumni yang berkualitas, beriman dan beretika berlandaskan nilai-nilai kasih dan persaudaraan

2. Menghasilkan temuan-temuan ilmiah yang bermakna dan bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat

3. Menghasilkan link and match antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat industri.

Struktur Organisasi

Gambar Stuktur Organisasi Perpustakaan

Keanggotaan

1. Menerima kunjungan perpustakaan 2. Melaksanakan pendaftaran anggota

Kepala Perpustakaan

Perwakilan

Sistem Informasi dan

database Pelayanan

Perpustakaan

Layanan Referensi

Layanan Sirkulasi dan Keanggotaan Admin Perpustakaan

Pengadaan Pengolahan Bahan

Komponen Layanan Perpustakaan 1. Jam buka perpustakaan :

a. Senin s/d jumat : 08.00 – 20.00 WIB b. Sabtu : 08.00 – 12.00 WIB c. Jumlah jam kerja/hari : 12 Jam

d. Jumlah jam kerja selama seminggu : 64 Jam

2. Sistem peminjaman dan pengembalian koleksi pustaka adalah sistem otomasi

3. Semua mahasiswa, pegawai tetap (edukatif/dosen, administratif, pengunjang) otomatis menjadi anggota perpuskaan

4. Frekuensi rata-rata anggota meminjam buku perbulan lebih dari 10 bulan 5. Perpustakaan akan melakukan promosi dengan cara menyebar brosur

6. Pelayanan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perpustakaan adalah dalam persiapan yakni program terbaru i-spekta

7. Layanan yang diberikan perpustakaan adalah layanan baca di tempat, sirkulasi dan penelusuran informasi (OPAC) dan bimbingan pemakai.

Tata Tertib Perpustakaan Universitas Methodist Indonesia

1. Setiap pengunjung harus mengisi buku daftar pengunjung sesuai unit masing-masing

2. Setiap pengunjung menyimpan tas di locker yang telah disediakan 3. Setiap pengunjung menunjukkan kartu idetitas (KTM untuk mahasiswa) 4. Menjaga ketertiban selama berada di ruang perpustakaan

5. Berpakaian rapi dan sopan

6. Tidak diperbenarkan membawa makanan dan minuman kedalam ruangan perpustakaan

7. Pengunjung yang bukan civitas academika UMI tidak diperbenarkan masuk.

Koleksi

1. Jumlah buku teks : 9.737 Judul : 20.994 Eks

2. Jenis buku referensi yang dimiliki perpustakaan adalah kamus, ensiklopedia, direktori, handbook, dan lain-lain

3. Surat kabar yang dilanggan adalah analisa, SIB, kompas

4. Majalah yang dilanggan adallah tempo, trubus, intisari, SMI (Suara Methodist Indonesia), embun.

5. Koleksi khusus dalam 3 tahun terahir

a. Skripsi : 2.700 Judul, 2.700 Eks b. Hasil penelitian : 100 Judul, 100 Eks 6. Penambahan koleksi pertahun

a. Tahun 2013 : 837 Judul, 1521 Eks

b. Tahun 2014 : 900 Judul, 1800 Eks

c. Tahun 2015 (s/d Agustus 2015) : 489 Judul buku, 489 Judul skripsi

7. Penyiangan dilakukan setahun sekali

8. Survey kebutuhan koleksi dilakukan rutin dengan wawancara

9. Sistem otomasi perpustakaan sudah lengkap dengan modul pengadaan, pengolahan, layanan, layanan sirkulasi, dan OPAC.

Anggaran Dana

1. Anggaran dianggarkan dengan tetap bersumber dari yayasan 2. Jumlah anggaran 2015 Rp. 1.107.139.325,-

3. Persentase anggaran perpustakaan dari seluruh anggaran perguruan tinggi kira kira 10 %.

4. Pemanfaatan dana diklasifikasikan untuk pengembangan koleksi, pengembangan SDM, peningkatan saranna perpustakaan dan belanja barang dan jasa lainnya.

Dokumen terkait