Tujuan umum
Mahasiswa mampu melakukan pemberian obat tetes telinga dengan benar
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu: 7. Menjelaskan tujuan pemberian obat tetes telinga
8. Menjelaskan tahapan prosedur pemberian obat tetes telinga 9. Menerapkan pemberian obat tetes telinga secara benar Pengertian
Pemberian obat yang dilakukan pada telinga dengan cara memberikan tetes pada telinga Tujuan Tetes Telinga
3. Mengurangi nyeri pada otitis media 4. Melunakkan serumen
Nama Mahasiswa:
NO ASPEK YANG DINILAI Ya Tdk Ket.
Pengkajian
1 Kaji apakah ada sumbatan di telinga bagian tengah 2 Kaji kesiapan klien
3 Kaji kesiapan perawat
4 Diagnosa keperawatan yang sesuai:
Fase pre interaksi 5 Mencuci tangan 6 Mempersiapkan alat
Plester/hipafik Spekulum telinga
47 Pinset anatomi Bengkok/nierbecken Pengalas/perlak Penetes Obat
Tissue dan kasa Handscoon Fase Orientasi
7 Memberi salam dan menyapa nama klien 8 Memperkenalkan diri
9 Melakukan kontrak
10 Menjelaskan Tujuan dan Prosedur pelaksanaan
11 Menanyakan kesediaan klien untuk dilakukan tindakan 12 Mendekatkan alat-alat
Fase Kerja
13 Menanyakan keluhan dan kaji gejala spesifik yang ada pada klien.
14 Gunakan sarung tangan (Handscoon)
15 Membaca ’Basmalah’ dan memulai tindakan dengan baik. 16 Jaga privasi: tutup pintu dan jendela / pasang sampiran.
17 Minta klien mengambil posisi miring dengan telinga yang akan diobati berada di atas
18 Jika serumen atau drainase menyumbat bagian paling luar saluran telinga, seka dengan lembut menggunakan lidi kapas. Jangan mendorong serumen ke dalam untuk menghambat atau menyumbat saluran
19 Luruskan saluran telinga dengan menarik daun telinga ke bawah dan kebelakang (pada anak-anak) atau ke atas keluar (dewasa) 20 Teteskan obat pada dinding saluran untuk mencegah terhalang
oleh gelembung udara dengan jumlah tetesan sesuai dosis 21 Pegang alat tetes 1 cm diatas saluran telinga
22 Minta klien mengambil posisi miring selama 2-3 menit. Beri pijatan atau tekanan lembut pada tragus telinga dengan menggunakan jari tangan
23 Kadang-kadang, dokter menginstruksikan penempatan kapas ke bagian terluar saluran telinga. Jangan menekan kapas kebagian terdalam saluran
48 24 Lepaskan kapas dalam 15 menit
25 Buang suplai dan sarung tangan yang kotor dan cuci tangan 26 Bantu klien mengambil posisi yang nyaman setelah tetesan
diabsorpsi
27 Evaluasi kondisi telinga luar diantara pemasukan obat Fase Terminasi
28 Membaca hamdalah
29 Merapikan klien dan memberikan posisi yang nyaman 30 Mengevaluasi respon klien
31 Memberi reinforcement positif
32 Membuat kontrak pertemuan selanjutnya
33 Mengakhiri pertemuan dengan baik: bersama klien membaca doa
Artinya (Ya Allah. Tuhan segala manusia, hilangkan segala klienannya, angkat penyakitnya, sembuhkan lah ia, engkau maha penyembuh, tiada yang menyembuhkan selain engkau, sembuhkanlah dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit lagi) dan berpamitan dengan mengucap salam pada pasien.
34 Mengumpulkan dan membersihkan alat 35 Melepaskan sarung tangan & mencuci tangan Evaluasi
36 Evaluasi respon klien 37 Evaluasi diri perawat Dokumentasi
38 Catat tanggal/waktu prosedur tindakan
39 Catat obat, konsentrasinya, jumlah tetesan serta telinga mana yang akan dimasukkan obat
40 Catat respon pasien
49 Keterangan : Tidak = 0 Ya = 1 Evaluasi Diri/Penguji ... ... ... ... ...
Jumlah nilai yang didapat Nilai Akhir = X 100 Jumlah keseluruhan poin yang dinilai Pembimbing/Penguji (……….)
50 BAB V
PRAKTIKUM SISTEM HEMATOLOGI
Hematologi merupakan salah satu studi kesehatan yang khusus mempelajari mengenai darah beserta gangguannya. Beberapa penyakit yang diatasi oleh bidang kedokteran hematologi termasuk anemia, gangguan pembekuan darah, penyakit infeksi, hemofilia, dan leukemia.
Dalam dunia kesehatan, tes hematologi merupakan sebuah pemeriksaan darah lengkap yang meliputi sel darah putih, sel darah merah, dan platelet. Pemeriksaan ini biasanya termasuk dalam pemeriksaan kesehatan.
Selain sebagai pemeriksaan kesehatan rutin, tes hematologi juga akan dilaukan dokter untuk membantu mendiagnosis masalah tertentu, contohnya seperti infeksi atau perdarahan.
Pada dasarnya pemeriksaan hematologi ini memiliki beragam manfaat. Mulai dari menilai kondisi kesehatan secara umum, menelisik ada-tidaknya tanda infeksi, hingga membantu dokter untuk mendiagnosis berbagai penyakit. Di samping itu, pemeriksaan hematologi juga digunakan sebagai prosedur donor dan transfusi darah.
Secara garis besar, peran penting tes hematologi lengkap untuk kesehatan:
1. Mengevaluasi kesehatan secara menyeluruh. Kemungkinan adanya penyakit dapat dideteksi dari peningkatan atau pun penurunan kadar sel darah yang terlihat pada hasil tes.
2. Mendiagnosis penyebab gangguan kesehatan, terutama jika pengidap mengalami gejala tertentu seperti demam, kelelahan, lemas, bengkak, perdarahan.
3. Memantau perkembangan kesehatan pengidap yang sudah didiagnosis mengalami penyakit yang memengaruhi kadar sel darah.
4. Memantau penanganan penyakit yang memengaruhi sel darah.
Untu melihat hasil tes hematologi lengkap, bisa dilihat dari dua kolom. Salah satunya adalah rentang referensi, yaitu nilai pemeriksaan normal. Sedangkan kolom lainnya adalah hasil pemeriksaan hematologi lengkap. Jika hasil lebih rendah atau lebih tinggi dari rentang referensi, hasil tersebut dapat disebut tidak normal.
Walau begitu, angka rentang referensi dapat berbeda, karena setiap laboratorium memiliki alat dan cara berbeda untuk menganalisis sampel darah. Di samping itu, jenis kelamain dan usia juga bisa menjadi faktor pembedanya.
Ada banyak jenis pemeriksaan hematologi yang dapat dilakukan. Salah satunya yaitu pemeriksaan darah lengkap. Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai kondisi darah
51 secara keseluruhan dan membantu diagnosis anemia, penyakit peradangan, memantau kehilangan darah, infeksi, bahkan mendeteksi kanker.
Pemeriksaan darah meliputi:
1. Jumlah sel darah merah berikut dengan volumenya. 2. Sel darah putih berikut dengan hitung jenisnya.
Di samping itu, bisa juga dilakukan pemeriksaan partial thromboplastin time (PTT), pemeriksaan prothrombin time (PT), international normalized ratio (INR). Ketiganya bertujuan untuk menilai pembekuan darah beserta gangguannya.
Tes hematologi juga bisa dimanfaatkan sebagai tolok ukur apakah seseorang dapat menjalani pengobatan atau tidak. Terutama untuk pengobatan yang mampu memengaruhi sel darah, seperti aspirin, serta tindakan medis, seperti pembedahan atau operasi.
Dalam hematologi, diketahui gangguan darah biasanya terjadi karena adanya penyakit, efek samping obat-obatan, dan kekurangan nutrisi tertentu dalam asupan makanan sehari-hari. Perawatan yang diperlukan untuk penyakit darah bervariasi, tergantung pada kondisi darah dan tingkat keparahannya. Begitu pun dengan perjalanan penyakitnya, karena kondisi tersebut dapat berbeda-beda.
Saat menangani pengidap, ahli hematologi dapat berkolaborasi dengan para ahli di berbagai bidang lain untuk memberikan perawatan yang efektif, seperti transplantasi, onkologi, dan patologi klinik. Dengan kata lain, peran hematologi amat penting dalam tiap proses diagnosis hingga penatalaksanaan.
Meski perannya sangat membantu dalam menegakkan diagnosis, tapi pemeriksaan hematologi lengkap tidak mutlak dilakukan. Setelah didapatkan hasil tes hematologi lengkap, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tambahan lain untuk menentukan diagnosis penyakit.
52