• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTYPeristiwa setelah periode yang tidak memerlukan

penyesuaian diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian apabila material.

w.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup

mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai

estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan

penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.

The preparation of the Group’s consolidated financial statements requires management to make judgements, estimates and assumptions that affect the reported amounts herein and the related disclosures at the end of the reporting period. However, uncertainty about these estimates and assumptions could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods.

Peristiwa setelah Periode Pelaporan x.

Manajemen Grup telah melakukan penilaian terhadap kemampuan Grup untuk mempertahankan kelangsungan usaha dan menilai keyakinan bahwa Grup memiliki sumber daya untuk melanjutkan bisnis di masa mendatang. Selain

itu, manajemen menilai tidak adanya ketidakpastian

material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan

terhadap kemampuan Grup untuk mempertahankan

kelangsungan usahanya. Oleh karena itu, laporan

keuangan konsolidasian dilanjutkan untuk disusun atas

basis kelangsungan usaha. Penjelasan lebih rinci

diungkapkan dalam Catatan 38.

The Group’s management has made an assessment of the Group’s ability to continue as a going concern and is satisfied that the Group has the resources to continue in business for the foreseeable future. Furthermore, the management is not aware of any material uncertainties that may cast significant doubt upon the Group’s ability to continue as a going concern. Therefore, the consolidated financial statements continue to be prepared on the going concern basis. Further details are disclosed in Note 38.

Kelangsungan Usaha Going Concern

Pertimbangan (lanjutan) Judgements (continued)

Sewa Leases

Grup mempunyai perjanjian-perjanjian sewa dimana Grup bertindak sebagai lessee untuk gedung perkantoran. Grup mengevaluasi apakah terdapat risiko dan manfaat yang signifikan dari aset sewa yang dialihkan berdasarkan PSAK No. 30, “Sewa”, yang mensyaratkan Grup untuk membuat pertimbangan dan estimasi dari pengalihan risiko dan manfaat terkait dengan kepemilikan aset. Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan Grup atas perjanjian sewa,

transaksi sewa gedung perkantoran diklasifikasikan

sebagai sewa operasi.

The Group has several leases whereas the Group acts as lessee in respect of rental of office building. The Group evaluates whether significant risks and rewards of ownership of the leased assets are transferred based on PSAK No. 30, “Leases”, which requires the Group to make judgement and estimates of the transfer of risks and rewards related to the ownership of assets.Based on the review performed by the Group for the related lease agreements, the rental of office building is classified as operating lease.

The Group determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Group’s accounting policies disclosed in Note 2f.

Klasifikasi Instrumen Keuangan Classification of Financial Instruments

Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi penjualan neto dan beban dari jasa yang diberikan.

Berdasarkan penilaian manajemen Grup, mata uang

fungsional Grup adalah Rupiah.

Determination of Functional Currency

The functional currency of the Group is the currency of the primary economic environment in which each entity operates. It is the currency that mainly influences the net sale and cost of sales. Based on the Group’s management assessment, the Group’s functional currency is Rupiah. Penentuan Mata Uang Fungsional

Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 2f.

Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini.

The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed herein.

Pengendalian atas TBM dan PMK (untuk entitas di mana Grup memiliki 50% atau kurang dari hak suara mayoritas)

Control over TBM and PMK (for entities in which the Group owns 50% or less than majority voting rights)

Estimasi dan asumsi Estimates and assumptions

Grup mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau

situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut

dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset

keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dapat

mempengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup. Penjelasan lebih lengkap dalam Catatan 2f dan 35.

The Group based its estimates and assumptions on parameters available when the consolidated financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments however, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Group. Such changes are reflected in the assumptions when they occur.The Group carries certain financial assets and financial liabilities at fair values, which requires the use of accounting estimates. While significant components of fair value measurement were determined using verifiable objective evidences, the amount of changes in fair values would differ if the Group utilized different valuation methodology. Any changes in fair values of these financial assets and financial liabilities would affect directly the Group’s profit or loss. Further details are discloused in Notes 2f and 35.

Direksi Perusahaan menilai apakah Grup memiliki

pengendalian atas TBM dan PMK berdasarkan kemampuan Grup untuk mengarahkan aktivitas yang relevan dari TBM

dan PMK secara sepihak. Dalam membuat

pertimbangannya, Direksi menganggap ukuran absolut kepemilikan Grup pada TBM dan PMK dan ukuran relatif dan penyebaran kepemilikan saham yang dimiliki oleh

pemegang saham lainnya. Setelah penilaian, Direksi

menyimpulkan bahwa Grup memiliki hak suara yang cukup dominan untuk mengarahkan aktivitas yang relevan dari TBM dan PMK dan karenanya Grup memiliki pengendalian atas TBM dan PMK.

The Directors of the Company assessed whether or not the Group has control over TBM and PMK based on whether the Group has the practical abilitiy to direct the relevant activities of TBM and PMK unilaterally. In making their judgement, the Directors considered the Group’s absolute size of holding in TBM and PMK and the relative size of and dispersion of the shareholdings owned by the other shareholders. After assessment, the Directors concluded that the Group has a sufficiently dominant voting interest to direct the relevant activities of TBM and PMK and therefore the Group has control over TBM and PMK.

3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER

UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING JUDGEMENTS AND KEY

SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued)

Pertimbangan (lanjutan) Judgements (continued)

Catatan 1d menjelaskan bahwa TBM dan PMK adalah

Entitas Anak dari Grup meskipun Grup memiliki

kepemilikan hanya 40% dan hanya 40% hak suara di TBM dan PMK. Grup telah memiliki 40% kepemilikannya sejak Maret 1989 untuk TBM dan Maret 2005 untuk PMK.

Note 1d describes that TBM and PMK are Subsidiaries of the Group even though the Group has only 40% ownership interest and has only 40% of the voting rights in TBM and PMK. The Group has held its 40% ownership since March 1989 for TBM and March 2005 for PMK .

Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi.

Allowance for decline in market values and obsolescence of inventories is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories’ own physical conditions, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sales. The provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated.

Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Property, Plant and Equipment

Biaya perolehan bangunan dan infrastruktur disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus dan biaya perolehan aset tetap lainnya, kecuali tanah, disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun ganda

berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.

Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan

perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa

manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih lengkap dalam Catatan 2k dan 12.

The costs of buildings and infrastructurs, are depreciated on a straight-line basis and the costs of other property, plant and equipments, except land, are depreciated on a double declining method over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of these property, plant and equipment to be within 4 to 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Group conducts their businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. Further details are disclosed in Notes 2k and 12.

Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha Allowance for Impairment Losses of Trade Receivables

Estimasi dan asumsi (lanjutan) Estimates and assumptions (continued)

Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi

bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat

memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi

yang spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna

mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi yang spesifik ini dievaluasi kembali dan

disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima

mempengaruhi jumlah cadangan penurunan nilai piutang. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.

The Group evaluates specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Group uses judgement, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer’s current credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce its receivable amounts that the Group expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment losses of trade receivables. Further details are disclosed in Note 7.

Penyisihan Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan

Persediaan

Allowance for Decline In Market Values and Obsolescence of Inventories

3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (lanjutan)

3. CRITICAL ACCOUNTING JUDGEMENTS AND KEY

SOURCES OF ESTIMATION UNCERTAINTY (continued)

Estimasi dan asumsi (lanjutan) Estimates and assumptions (continued)

Significant judgement is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Group recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. Income Taxes

Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup

mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan

berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

Hasil aktual yang berbeda dari asumsi Grup diakui segera dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dengan debit atau kredit yang terkait dengan saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada periode terjadinya. Sementara Grup percaya bahwa asumsi ini

masuk akal dan tepat, perbedaan signifikan dalam

pengalaman aktual Grup atau perubahan signifikan dalam asumsi Grup dapat secara material memengaruhi estimasi liabilitas untuk imbalan pensiun dan imbalan kerja dan

biaya imbalan kerja karyawan. Rincian lebih lanjut

diungkapkan dalam Catatan 2o dan 22.

Actual results that differ from the Group’s assumptions are recognized immediately in the consolidated statement of financial position with a corresponding debit or credit to retained earnings through consolidated other comprehensive income in the period whch they occur. While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group’s actual experiences or significant changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for pension and employee benefits and net employee benefits expense. Further details are disclosed in Notes 2o and 22.

Penurunan Nilai Aset Non-keuangan Impairment of Non-financial Assets

Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual

didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian

penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan.

An impairment exists when the carrying amount of an asset or cash generating unit exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data from binding sales transactions in an arm’s length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs for disposing of the asset. The value in use calculation is based on a discounted cash flow model.

Liabilitas Imbalan Kerja Employee Benefits Liabilities

Penentuan kewajiban dan biaya Grup untuk kewajiban pensiun dan imbalan kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris independen

dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi tersebut

termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, usia pensiun, tingkat kematian, tingkat kecacatan dan tingkat pengunduran diri per usia.

The determination of the Group’s obligations and cost for pension and employee benefits liabilities is dependent on its selection of certain assumptions used by the independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include among others, discount rate, salary increase rate, normal retirement age, mortality rate, disability rate and employees’ resignation rate per age.

Persediaan Inventories

4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI 4. BUSINESS COMBINATION ON ENTITY UNDER

Dokumen terkait