A. GAMBARAN KONDISI CUACA GLOBAL DAN REGIONAL
1. Southern Oscillation Index (SOI) dan Anomali Sea Surface Temperature (SST) Nino 3.4
Berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer pada bulan April 2021 secara umum anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik Ekuator bagian tengah (Nino3.4) berkisar antara -0.30C s.d -0.40C yang menunjukkan kondisi anomali suhu lebih rendah dari normalnya. Indeks SOI pada bulan Februari (+11.5), Maret (-0.3), serta kondisi terakhir bulan April (+2.0) mengindikasikan bahwa osilasi selatan sekarang menuju pada kondisi netral, sehingga tidak berkontribusi terhadap peningkatan hujan di wilayah Indonesia.
Gambar 1. Grafik Indeks NINO 3.4
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/enso/indices.shtml)
Gambar 2. Grafik Indeks SOI (South Oscillation Index)
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/enso/#tabs=Pacific-Ocean&pacific=SOI)
Buletin Meteorologi Edisi April 2021 2. Dipole Mode Index (DMI)
Nilai DMI bulan April 2021 yang ditunjukkan oleh rincian tabel 1 di bawah. Terlihat ada dasarian I nilai DMI berada pada kisaran (0.12 s.d 0.15), dasarian II (0.12 s.d 0.32), dan dasarian III (0.32 s.d 0.49). Secara umum pada bulan April 2021, Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi yang normal (±0.4), sehingga tidak signifikan menambah pasokan uap air di wilayah Indonesia bagian Barat maupun penambahan jumlah curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan.
Tabel 1. Nilai DMI Bulan April 2021
No. Tanggal DMI
Gambar 3. Grafik Nilai Dipole Mode Indeks
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/enso/indices.shtml)
3. Madden Jullian Oscillation (MJO) a. Outgoing Longwave Radiation (OLR)
Bumi memancarkan radiasi gelombang panjang ke luar angkasa yang disebut Outgoing Longwave Radiation (OLR). Tidak semua radiasi gelombang panjang yang terpancar dari bumi sampai ke luar angkasa. Adanya awan-awan konvektif merupakan salah satu faktor yang menghalangi radiasi gelombang panjang dari bumi sehingga nilai OLR yang cenderung rendah menunjukkan banyaknya tutupan awan pada daerah tersebut, sebaliknya nilai OLR yang tinggi menunjukkan kurangnya tutupan awan.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Gambar 4. Rata-rata nilai OLR April 2021
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/mjo/#tabs=Cloudiness)
Nilai OLR rata-rata bulan April 2021 di wilayah Indonesia berkisar antara 180 – 260 W/m2. Nilai rata-rata OLR terendah berkisar 180 – 200 W/m2 terdapat di sekitar wilayah Aceh, Pesisir Barat Sumatera dan Papua. Sedangkan untuk nilai rata-rata OLR tertinggi berkisar 240 – 260 W/m2 terlihat di sekitar wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan gambar 4 di atas, secara umum tutupan awan di wilayah Indonesia terlihat lebih sedikit jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun di beberapa wilayah masih terdapat banyak tutupan awan. Untuk wilayah Kalimantan Selatan, nilai OLR tercatat berkisar antara 200 – 240 W/m2. Hal ini menunjukkan bahwa tutupan awan di Kalimantan Selatan lebih sedikit selama bulan April 2021 dibandingkan bulan sebelumnya.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021 b. Fase Madden Jullian Oscillation (MJO)
Pada bulan April 2021 MJO bergerak dari fase 5 (Maritime Continent) hingga ke fase 8 (Western Hem. and Africa). Pada dasarian I, MJO bergerak dari fase 5 (Maritime Continent) hingga ke fase 6 (Western Pacific) kemudian bergerak lagi ke arah fase 7 (Western Pacific). Selama dasarian II, MJO tetap berada di fase 7 (Western Pacific), sedangkan pada dasarian III dari fase 7 (Western Pacific), MJO bergerak ke arah fase 8 (Western Hem. and Africa). Secara umum MJO tidak berpengaruh terhadap kondisi cuaca di wilayah Indonesia pada bulan April 2021.
Gambar 5. Fase MJO April 2021
(Sumber: http://www.bom.gov.au/climate/mjo/graphics/rmm.phase.Last40days.gif)
4. Suhu Muka Laut
Berdasarkan gambar 6, secara umum rata-rata suhu muka laut pada bulan April 2021 di perairan Indonesia cukup hangat, dengan nilai > 280C. Suhu muka laut tertinggi di wilayah Indonesia berada di wilayah perairan Samudera Hindia barat Aceh, Laut Natuna, Maluku, Perairan disekitar Papua, dan Samudra Pasifik yang bernilai ±30oC. Suhu muka laut yang hangat ini berpotensi menyebabkan penguapan yang tinggi dan dapat menghasilkan banyak uap air di atmosfer. Uap air yang dihasilkan dari penguapan tersebut merupakan sumber utama bagi pembentukan awan-awan hujan, khususnya di sekitar wilayah dengan suhu muka laut yang tinggi.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Gambar 6. Rata-rata Suhu Muka Laut April 2021 (Sumber: https://psl.noaa.gov/map/images/sst/sst.month.gif)
Gambar 7. Rata-rata Anomali Suhu Muka Laut April 2021 (Sumber: https://psl.noaa.gov/map/images/sst/sst.anom.month.gif)
Di sisi lain, gambar 7 yang menunjukkan anomali suhu muka laut pada bulan April 2021, terlihat di sebagian besar wilayah perairan Indonesia anomali suhu muka laut berkisar antara -0.5 s.d 1.00C. Pada rentang nilai ini, jika dilihat lebih detil, secara umum anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia bagian Barat cenderung normal, sedangkan wilayah Indonesia bagian Timur menunjukkan nilai yang lebih hangat dibanding normalnya.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Anomali suhu muka laut di wilayah Indonesia yang bernilai positif antara lain Samudera Hindia sebelah Barat Aceh, Laut Natuna, Maluku, Perairan disekitar Papua dan Samudera Pasifik. Anomali positif suhu muka laut atau di atas normal ini memberikan dampak terhadap bertambahnya uap air di wilayah Indonesia. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah tersebut.
5. Monsun
Posisi gerak semu matahari pada bulan April berada di sekitar wilayah ekuator.
Berdasarkan gambar 8, pusat tekanan tinggi terdapat di Belahan Bumi Utara (Benua Asia) dan Selatan (Benua Australia). Sementara pusat tekanan rendah terlihat berada di sekitar wilayah Ekuator. Untuk wilayah BBU pusat tekanan tinggi terlihat di sekitar Samudera Pasifik dengan nilai 1020.0 hPa, sedangkan untuk wilayah BBS, pusat tekanan tinggi berada di Samudera Hindia sebelah Barat Australia dengan nilai tekanan udara 1024.6 hPa.
Untuk wilayah Indonesia rata-rata nilai tekanan udara permukaan laut pada bulan April 2021 umumnya bernilai sekitar 1010.0 hPa.
Gambar 8. Rata-rata Tekanan Permukaan Laut April 2021
(Sumber:ftp://ftp.bom.gov.au/anon/home/ncc/www/cmb/mslp/mean/month/colour/latest.rsmc.gif)
Masih berdasarkan gambar 8, terlihat daerah tekanan rendah berada di sekitar ekuator (1010.0 hPa). Kondisi ini mengakibatkan massa udara bergerak dari BBU dan BBS menuju ke wilayah ekuator yang menandakan berlangsungnya transisi atau peralihan
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
dari musim hujan ke musim kemarau. Meskipun demikian hujan masih terjadi di beberapa tempat wilayah Indonesia termasuk wilayah Kalimantan Selatan.
Gambar 9. Rata-rata Angin Lapisan 3000 ft April 2021 dan Normalnya (Sumber: BMKG dan NOAA)
Gambar 9 di atas menunjukkan rata-rata angin lapisan 3000 feet pada bulan April 2021 dan normalnya. Pada gambar pertama, terlihat pada bulan April 2021 wilayah Indonesia bagian Selatan, angin umumnya bertiup dari arah Selatan hingga Barat Laut.
Sedangkan di Indonesia bagian Utara, angin dominan bertiup dari arah Barat hingga Timur Laut. Terdapat wilayah belokan angin atau shearline di sekitar Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat. Terlihat juga terdapat pertemuan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Utara, Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Maluku Utara hingga Papua Barat. Terdapat juga daerah netral di sekitar pulau Jawa.
Berdasarkan kondisi normal angin bulan April, daerah pertemuan angin (konvergensi) umumnya berada di sekitar Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara hingga Papua Barat. Pola angin berupa pertemuan angin atau konvergensi serta belokan angin atau shearline dapat memicu pengangkatan massa udara yang berpotensi membentuk awan hujan di wilayah tersebut.
6. Gradien Angin Lapisan Atas a. Dasarian Pertama
Berdasarkan peta analisis angin gradien (gambar 10), pada sepuluh hari pertama (dasarian I) bulan April 2021 terlihat wilayah Indonesia di sekitar ekuator didominasi oleh sel tekanan rendah kurang lebih 5 hingga 10 sel tekanan rendah yaitu di India, Teluk Benggala, Laut Andaman, Myanmar, Samudera Hindia, NTT, Filipina, Papua Nugini, Samudera Pasifik dan Australia. Di wilayah ekuator Indonesia tercatat kurang lebih 1 hingga 3 sel sirkulasi tertutup (eddy). Terdapat 1 sistem tekanan rendah yang aktif di wilayah Indonesia, tepatnya di sekitar NTT yakni siklon tropis “Seroja”, dan 1 sistem tekanan rendah yang aktif di Samudera Hindia sebelah Barat Australia yakni siklon tropis
“Odette”. Siklon tropis Seroja aktif sejak 5 hingga 10 April dengan tekanan minimum 971 mb dan kecepatan maksimum 65 knot. Badai tropis ini tumbuh dan aktif di sekitar NTT dan bergerak ke Barat Daya kemudian ke Selatan, dan punah di sekitar Samudera Hindia sebelah barat Australia.
Gambar 10. Analisa Gradien Angin Lapisan Atas Dasarian I April 2021
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Sementara siklon tropis Odette hanya aktif pada tanggal 9 April 2021. Siklon tropis ini tumbuh dan aktif di Samudera Hindia sebelah Barat Australia dengan tekanan minimum 988 mb dan kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot. Siklon tropis ini tidak bergerak dan punah sehari setelah tumbuhnya di lokasi yang terbentuknya.
Pola angin di wilayah Indonesia sebelah Utara ekuator pada umumnya bertiup dari arah Barat – Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 0 – 30 knot, sedangkan di sebelah Selatan ekuator, angin bertiup dari arah Barat – Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 – 45 knot. Daerah pertemuan angin (konvergensi) umumnya terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Selat Malaka, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Selat Karimata, Laut Jawa, Banten, Jawa Timur, NTT, Laut Timor, Timor Leste, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Selat Makassar, Laut Banda, Maluku Utara, Papua Barat, Papua dan Laut Arafura. Daerah konvergensi tersebut dapat memicu naiknya massa udara yang mengakibatkan tumbuhnya awan-awan hujan di sekitar wilayah tersebut. Belokan angin tajam (shearline) terdapat di sekitar wilayah Aceh, Selat Malaka, Kepulauan Riau, Selat Karimata, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Selat Makassar, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Laut Banda, Laut Arafura, Papua Barat dan Papua. Hasil Pantauan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca di Banjarmasin dan sekitarnya pada dasarian I bulan April 2021 terdapat 6 hari hujan dengan 4 hari hujan intensitas ringan, 1 hari hujan intensitas sedang dan 1 hari hujan intensitas lebat.
b. Dasarian Kedua
Pada sepuluh hari kedua (dasarian II) di bulan April 2021, seperti yang ditunjukkan pada peta analisis angin gradien (gambar 11), terlihat wilayah Indonesia di ekitar ekuator didominasi oleh sel tekanan rendah kurang lebih 3 hingga 10 sel tekanan rendah yaitu di India, Myanmar, Samudera Hindia, Filipina, Papua, Samudera Pasifik dan Australia. Di wilayah ekuator Indonesia tercatat kurang lebih 1 s.d 3 sel sirkulasi tertutup (eddy).
Terdapat 1 sistem tekanan rendah yang aktif di Samudera pasifik yakni siklon tropis
“Surigae”. Siklon tropis Surigae aktif sejak tanggal 14 hingga 24 April dengan dengan
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
tekanan minimum 895 mb dan kecepatan maksimum 120 knot. Siklon tropis ini aktif di Samudera Pasifik dan bergerak dari awal ke arah Barat, kemudian berubah arah ke Utara – Timur Laut dan kemudian punah di sekitar Laut Filipina.
Gambar 11. Analisa Gradien Angin Lapisan Atas Dasarian II April 2021
Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara pada umumnya bertiup dari arah Selatan – Timur Laut dengan kecepatan angin 0 – 30 knot, sedangkan di bagian Selatan angin bertiup dari arah Timur Laut – Barat Daya dengan kecepatan 0 – 45 knot. Daerah pertemuan angin atau konvergensi umumnya terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Laut Tiongkok Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Banten, Laut Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Laut Sulawesi, Laut Seram, Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, Papua Barat, Papua dan Laut Arafura. Daerah konvergensi tersebut dapat memicu naiknya massa udara yang mengakibatkan tumbuhnya awan-awan hujan di sekitar wilayah tersebut. Belokan angin tajam (shearline) terdapat di sekitar wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Selat Karimata, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Selat Makassar, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Laut Banda, Laut Arafura, Papua Barat dan Papua. Hasil Pantauan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca di Banjarmasin dan sekitarnya pada dasarian II bulan April 2021, terdapat 4 hari hujan dengan rincian 3 hari hujan intensitas ringan dan 1 hari hujan intensitas sedang.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021 c. Dasarian Ketiga
Pada sepuluh hari ketiga (dasarian III) bulan April 2021, peta analisis gradien (gambar 12) menunjukkan daerah sekitar ekuator wilayah Indonesia didominasi oleh sel tekanan rendah kurang lebih 1 s.d 10 sel tekanan rendah yaitu di India, Myanmar, Filipina, Laut Arafura, Laos, Samudera Hindia, Australia dan Samudera Pasifik. Di wilayah ekuator Indonesia tercatat kurang lebih 1 s.d 7 sel sirkulasi tertutup (eddy). Terdapat 1 sistem tekanan rendah yang aktif di Samudera Pasifik yakni siklon tropis “Surigae”. Siklon tropis Surigae aktif sejak tanggal 14 hingga 24 April.
Gambar 12. Analisa Gradien Angin Lapisan Atas Dasarian III April 2021
Pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara pada umumnya bertiup dari arah Barat – Timur Laut dengan kecepatan angin 0 – 30 knot, sedangkan di bagian Selatan angin bertiup dari arah Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 0 – 30 knot. Daerah pertemuan angin atau konvergensi umumnya terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Selat Malaka, Riau, Kepulauan Riau, Laut Tiongkok Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Laut Arafura, Papua dan Papua Nugini. Daerah konvergensi tersebut dapat memicu naiknya massa udara yang mengakibatkan tumbuhnya awan-awan hujan di sebagian wilayah tersebut. Belokan angin tajam (shearline) terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Mentawai, Laut Natuna, Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Selat Makassar, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Laut Banda, Laut Arafura, Papua dan Papua Barat.
Hasil Pantauan Stasiun Meteorologi Banjarmasin, kondisi cuaca di Banjarmasin dan
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
sekitarnya pada dasarian III bulan April 2021 terdapat 2 hari hujan dengan intensitas ringan.
B. GAMBARAN KONDISI CUACA LOKAL 1. Angin
Berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin pada bulan April 2021, arah angin dominan bertiup dari arah Selatan (157,5°–202,5°) dengan persentase sebesar 18,2%. Kecepatan angin terbanyak adalah 1 – 4 knot dengan persentase 35,2%, sedangkan kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 17 knot.
Distribusi angin pada bulan April 2021 berdasarkan arah dan kecepatannya (Windrose) dapat dilihat pada Gambar 13 dibawah ini.
Gambar 13. Grafik Arah dan Kecepatan angin dominan Bulan April 2021
2. Kelembaban Udara
Profil kelembaban udara rata-rata harian bulan April 2021 berkisar antara 72 – 91%, dengan kelembaban maksimum harian berkisar antara 92 – 98%, dan kelembaban udara minimum harian berkisar antara 44 – 75%. Kelembaban minimum terendah terjadi pada tanggal 21 dan 25 April 2021 dengan nilai kelembapan 44%, sedangkan kelembaban maksimum tertinggi terjadi pada tanggal 1 April 2021 dengan nilai kelembaban mencapai 98%. Profil kelembaban harian bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 14 di bawah ini.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Gambar 14. Grafik Profil Kelembaban Udara Harian Bulan April 2021
Gambar 15. Grafik Profil Kelembaban Udara Rata-rata Perjam Bulan April 2021
Profil kelembaban udara rata-rata per jam mencapai nilai maksimum terjadi antara jam 05.00 – 07.00 WITA dengan nilai berkisar antara 94.2 – 94.9%, sedangkan nilai kelembaban udara minimum terjadi antara jam 14.00 – 16.00 WITA dengan nilai berkisar antara 62.1 – 63.9%. Profil kelembaban rata-rata per jam bulan April 2021 secara rinci dapat dilihat pada Gambar 15.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021 3. Suhu Udara
Profil suhu udara rata-rata harian bulan April 2021 berkisar antara 25.6 – 29.00C, suhu udara maksimum harian berkisar antara 29.2 – 35.00C, dan suhu udara minimum harian berkisar antara 22.4 – 26.00C. Suhu udara maksimum tertinggi adalah sebesar 35.00C yang terjadi pada tanggal 25 April 2021. Sedangkan suhu minimum terendah 22.40C yang terjadi pada tanggal 16 April 2021. Profil suhu udara harian pada bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 16 di bawah ini.
Gambar 16. Grafik Profil Suhu Udara Harian Bulan April 2021
Gambar 17. Grafik Profil Suhu Udara Rata-rata Per Jam Bulan April 2021
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Profil suhu udara rata - rata per jam bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 17.
Dari grafik dapat terlihat kecenderungan suhu udara meningkat mulai pukul 08.00 WITA.
Nilai maksimum suhu udara rata-rata per jam berkisar antara 31.3 – 31.80C terjadi antara pukul 13.00 – 15.00 WITA. Nilai minimum suhu udara rata-rata per jam berkisar antara jam 05.00 – 07.00 WITA dengan suhu berkisar 24.3 – 24.50C.
4. Jarak Pandang Mendatar (Visibility)
Hasil pengamatan jarak pandang mendatar rata-rata per jam di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin bulan April 2021 umumnya <10.0 km. Jarak pandang maksimum (>9 km) terjadi pada siang hingga malam hari antara pukul 09.00 – 05.00 WITA. Jarak pandang mendatar mulai menurun (< 9 km) antara pukul 06.00 – 08.00 WITA. Profil Jarak Pandang Mendatar (visibility) rata-rata harian pada bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 18 di bawah ini.
Gambar 18. Grafik Jarak Pandang Mendatar (visibility) Bulan April 2021
Selama bulan April 2021, jarak pandang mendatar (visibility) yang tergolong ekstrim (<1000 m) terjadi sebanyak 4 kali kejadian, dengan jarak pandang mendatar terendah tercatat mencapai 400 meter pada tanggal 8 April 2021. Kondisi ini terjadi akibat hujan sedang hingga lebat di sekitar wilayah Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Grafik Jarak Pandang Mendatar (visibility) Ekstrem bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 19.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Gambar 19. Grafik Jarak Pandang Mendatar (visibility) Ekstrem Bulan April 2021
5. Curah Hujan
Berdasarkan hasil pengukuran, jumlah curah hujan kumulatif bulan April 2021 adalah sebesar 154.7 mm dengan hari hujan sebanyak 12 hari. Pada dasarian I, total curah hujan terukur sebesar 101.9 mm. Pada dasarian II total curah terukur hujan sebesar 50.3 mm dan pada dasarian III total curah hujan terukur sebesar 2.2 mm. Curah hujan tertinggi dalam 24 jam tercatat sebesar 61.1 mm yang terjadi pada tanggal 8 April 2021. Normal jumlah curah hujan (rata-rata 30 tahun) bulan April di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin sebesar 243 mm. Dibandingkan dengan normalnya, jumlah curah hujan pada bulan April 2021 tergolong bersifat di Bawah Normal. Grafik jumlah curah hujan harian bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 20 di bawah ini.
Gambar 20. Grafik Curah Hujan Harian April 2021
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Berdasarkan hasil pantauan penakar hujan otomatis tipe Hellman di Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin selama bulan April 2021, tercatat total jumlah curah hujan maksimum perjam sebesar 58.8 mm yang terjadi pada pukul 16.00 – 17.00 WITA dan jumlah curah hujan maksimum mutlak yakni sebesar 35.8 mm yang terjadi pada tanggal 8 April 2021. Grafik kejadian hujan harian pada bulan April 2021 dapat dilihat pada Gambar 21 di bawah ini.
Gambar 21. Grafik Profil Curah Hujan Setiap Jam Bulan April 2021
6. Keadaan Cuaca
Berdasarkan hasil pantauan cuaca yang terjadi bulan April 2021 di Stasiun Syamsudin Noor Banjarmasin, kondisi cuaca signifikan kejadian hujan terjadi sebanyak 12 kali, kejadian petir sebanyak 12 kali, dan jarak pandang mendatar kurang dari 1000 m ada 4 kali kejadian.
Gambar 22. Grafik Cuaca Signifikan Bulan April 2021
Buletin Meteorologi Edisi April 2021 7. Kalender Cuaca
Gambar 23. Kalender Cuaca Bulan April 2021
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
IV. KEJADIAN CUACA EKSTREM
DASARIAN I
a. Hujan Lebat – Sangat Lebat
Pada tanggal 8 April 2021 terjadi hujan dengan intensitas lebat dengan jumlah curah hujan tercatat sebesar 61.1 mm/hari. Kondisi ini terjadi akibat adanya pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Kalimantan Selatan sehingga berpotensi menumbuhkan awan-awan konvektif di wilayah Kalimantan Selatan yang dapat menyebabkan hujan lebat. hingga lebat yang disertai petir di wilayah Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.
Pada tanggal 11 April 2021 tercatat jarak pandang mendatar minimum mencapai 500 m yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang yang disertai petir di wilayah Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021 DASARIAN III
a. Hujan Lebat – Sangat Lebat NIHIL
b. Angin Kencang NIHIL
c. Suhu Ekstrim NIHIL
d. Jarak Pandang Mendatar NIHIL
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
V. PRAKIRAAN
A. PRAKIRAAN HUJAN
1. Prakiraan Curah Hujan Mei 2021
Prakiraan akumulasi curah hujan Mei 2021 di wilayah Kalimantan Selatan secara umum dalam kategori menengah antara 151 – 300 mm. Adapun wilayah dengan prakiraan akumulasi curah hujan 151 – 200 mm meliputi Kab. Tanah Laut (Tambang Ulang/ Pulau Sari, Bati-Bati/ Ujung, Bumi Makmur/ Handil Gayam, Takisung/ Gn. Makmur, SMPKTelaga), Kab. Kotabaru (Pamukan Utara/ Bakau), Kab. Banjar (Martapura Kota, Danau Salak/ Atayo, Simpang Empat/ Batu Balian, Kertak Hanyar/ Manarap Baru, Beruntung Baru/ Kmpg Baru, Danau Salak/ C. Kantor, Danau Salak/ Atanik, SMPK Sei Tabuk/ Gd. Hirang), Kab. Barito Kuala (Marabahan/ Marabahan Kota, Anjir Muara/
Anjir Muara Kota Tengah, Tabukan/ Karya Makmur, Belawang/ Karang Dukuh, Tamban/
Koanda, Rantau Badauh/ Sei Bamban, Wanaraya/ Kolam Kiri, Mekarsari/ Tamban Raya Baru, Barambai/ Kolam Kanan, Anjir Pasar/ Anjir Pasar Kota, Tabunganen/ Sei Jingah Besar), Kab. Tapin (Binuang/ Pulau Pinang, Tapin Selatan/ Harapan Masa, Bungur/
Banua Padang, Tapin Tengah/ Andhika), Kab. Hulu Sungai Selatan (Daha Utara/ Taluk Labak, Daha Selatan/ Muning Tengah, Kalumpang/ Tambingkar, Kandangan/ Sungai Kupang, SMPK Sungai Raya, Sungai Raya/ Asam), Kab. Hulu Sungai Tengah (SMPKBatang Alai Utara, Batang Alai Utara/ Ilung, Pandawan, Labuan Amas Utara/
Samhurang), Kab. Hulu Sungai Utara (Amuntai Utara/ T. Daun, Danau Panggang, Sungai Tabukan/ Banua Hanyar, Babirik/ Babirik Hilir, Sei Pandan/ Sungai Sandung), Kab. Tabalong (Upau/ Masingai I, Murung Pudak/ Sulingan, Muara Uya, Murung Pudak/
Maburai, Kelua/ Kel Pulau, Banua Lawas/ Banua Rantau, Tanta/ Murung Baru, Muara Harus/ Tantaringin, Tanjung/ Hikun, Haruai/ Kembang Kng, Tanta/ Tamiyang, Pugaan/
Halangan), Kab. Tanah Bumbu (Batu Licin/ Segumbang, Sei Loban/ Marga Mulya, Kusan Hilir/ Mudalang), Kab. Balangan (Juai/ Mungkur Uyam, Awayan/ Putat Basiun, Paringin Selatan/ Lingsir, Batu Mandi/ Hamparaya). Prakiraan curah hujan bulan Mei 2021 di wilayah Kalimantan Selatan dapat dilihat pada Gambar 24.
Buletin Meteorologi Edisi April 2021
Gambar 24. Prakiraan Curah Hujan Kalimantan Selatan Bulan Mei 2021 (Sumber: Stasiun Klimatologi Banjarbaru)
2. Prakiraan Sifat Hujan Mei 2021
2. Prakiraan Sifat Hujan Mei 2021