7.7.1.2 Panjang penyaluran tulangan ulir dan tulangan prategang harus sesuai 25.4.
7.7.1.3 Sambungan lewatan tulangan ulir harus memenuhi sesuai 25.5.
7.7.1.4 Tulangan bundel harus sesuai 25.6.
7.7.2 Spasi tulangan R7.7.2 Spasi tulangan 7.7.2.1 Spasi minimum s harus sesuai
25.2.
7.7.2.2 Untuk pelat nonprategang dan prategang kelas C, spasi tulangan longitudinal terlekat yang paling dekat dengan sisi tarik tidak boleh melebihi s yang diberikan dalam 24.3.
7.7.2.3 Spasi maksimum s untuk tulangan ulir harus kurang dari 3h dan 450 mm.
7.7.2.4 Spasi tulangan yang disyaratkan oleh 7.5.2.3 tidak boleh melebihi nilai terkecil dari 5h dan 450 mm.
R7.7.2.4 Batasan spasi untuk tulangan pelat didasarkan pada ketebalan sayap, bila tebal untuk sayap tirus (tapered) dapat diambil ketebalan rata-rata.
7.7.3 Tulangan lentur pelat nonprategang R7.7.3 Tulangan lentur pelat nonprategang – Persyaratan penyaluran tulangan pada pelat satu arah sama dengan balok. Lihat R9.7.3 untuk informasi tambahan.
Tendon susut dan suhu pelat
Lebar badan balok
L1 L2
L1/2 L2/2
Tendon balok
Maksimum 1,8 m per 7.7.6.3.1 (tipikal). Lihat 7.7.6.3.2 untuk tulangan tambahan yang diperlukan saat spasi tulangan melebihi 1,4 m
Tendon balok dan pelat di daerah arsiran harus memberikan tegangan tekan rata-rata minimum 0,7 MPa di daerah arsiran (daerah bruto tributari ke masing-masing balok)
standar ini dibuat untuk Sub KT 91-01-S4 Bahan, Sain, Struktur & Konstruksi Bangunan, dan tidak untuk dikomersialkan”
© BSN 2019 127 dari 695
7.7.3.1 Gaya tarik atau tekan terhitung pada tulangan di setiap penampang pelat harus disediakan pada tiap sisi dari penampang.
7.7.3.2 Lokasi kritis penyaluran tulangan adalah titik-titik tegangan maksimum dan titik-titik di sepanjang bentang ketika tulangan tarik yang dibengkokan atau diputus tidak diperlukan lagi untuk menahan lentur.
7.7.3.3 Tulangan harus diteruskan melewati titik dimana tulangan tersebut tidak lagi diperlukan untuk menahan lentur dengan jarak setidaknya yang terbesar dari d dan 12db, kecuali pada tumpuan sederhana dan kantilever.
7.7.3.4 Penyaluran tulangan tarik lentur harus memiliki panjang penyaluran paling sedikit ℓd melewati titik dimana tulangan tarik yang dibengkokan atau diputus tidak diperlukan lagi untuk menahan lentur.
7.7.3.5 Tulangan tarik lentur tidak boleh diputus di daerah tarik kecuali a), b), atau c) terpenuhi:
a) Vu ≤ (2/3) ϕVn pada titik putus (cutoff).
b) Untuk tulangan D36 atau yang lebih kecil, luas tulangan yang diteruskan dua kali lipat dari luas yang dibutuhkan untuk lentur pada titik putus dan Vu ≤ (3/4) ϕVn. c) Luas sengkang berlebih yang diperlukan untuk geser disediakan di sepanjang pemutusan tulangan atau kawat sejarak 3/4d dari titik pemutusan tulangan. Luas sengkang berlebih harus tidak boleh kurang dari
0,41 b /
Ws f
yt. Spasi s tidak boleh melebihi d/(8βb).
7.7.3.6 Pengangkuran yang cukup harus disediakan untuk tulangan tarik dimana tegangan tulangan tidak proporsional dengan momen, seperti pada pelat miring, pelat berundak, pelat tirus, atau dimana tulangan tarik tidak sejajar dengan permukaan tekan.
7.7.3.7 Pada pelat dengan bentang tidak lebih dari 3 m, kawat las dengan ukuran tidak melebihi 16 atau D16, diizinkan
standar ini dibuat untuk Sub KT 91-01-S4 Bahan, Sain, Struktur & Konstruksi Bangunan, dan tidak untuk dikomersialkan”
© BSN 2019 128 dari 695
untuk dibengkokkan dari titik di dekat sisi atas pelat pada tumpuan ke titik di dekat sisi bawah pelat pada bagian tengah bentang, tulangan yang disediakan harus diteruskan atau disalurkan sampai tumpuan.
7.7.3.8 Pemutusan tulangan R7.7.3.8 Pemutusan tulangan – Persyaratan untuk pemutusan tulangan pada pelat satu arah sama dengan balok.
Lihat R9.7.3.8 untuk informasi tambahan.
7.7.3.8.1 Pada tumpuan sederhana, setidaknya sepertiga dari tulangan momen positif maksimum harus diteruskan sepanjang bawah pelat sampai ke tumpuan, kecuali untuk pelat pracetak dimana tulangan tersebut harus diteruskan sekurang-kurangnya sampai pusat panjang landasan.
7.7.3.8.2 Pada tumpuan lain, sedikitnya seperempat dari tulangan momen positif maksimum harus diteruskan sepanjang bawah pelat ke tumpuan sekurang-kurangnya 150 mm.
7.7.3.8.3 Pada tumpuan sederhana dan titik balik, db untuk tulangan tarik momen positif harus dibatasi sedemikian rupa sehingga ℓd dapat memenuhi a) atau b).
Jika tulangan terputus melewati garis tengah tumpuan dengan ujung kait standar atau pengangkuran mekanis yang setidaknya setara dengan kait standar, a) atau b) tidak perlu dipenuhi.
a) ℓd ≤ (1,3Mn / Vu + ℓa) jika ujung tulangan dikekang oleh reaksi tekan
b) ℓd ≤ (Mn / Vu + ℓa) jika ujung tulangan tidak dikekang oleh reaksi tekan.
Mn dihitung dengan asumsi semua tegangan tulangan pada penampang mencapai fy dan Vu dihitung pada penampang tersebut. Pada tumpuan, ℓa
adalah panjang penyaluran yang melewati pusat tumpuan. Pada titik balik, ℓa adalah panjang penyaluran yang melewati titik balik, dibatasi dengan nilai terbesar dari d atau 12db.
7.7.3.8.4 Setidaknya sepertiga dari tulangan momen negatif pada tumpuan
standar ini dibuat untuk Sub KT 91-01-S4 Bahan, Sain, Struktur & Konstruksi Bangunan, dan tidak untuk dikomersialkan”
© BSN 2019 129 dari 695
harus memiliki panjang penyaluran melewati titik balik sekurang-kurangnya terbesar dari d, 12db, dan ℓn/16.
7.7.4 Tulangan lentur pelat prategang R7.7.4 Tulangan lentur pelat prategang 7.7.4.1 Tendon eksternal harus dilekatkan
pada komponen struktur sehingga mampu mempertahankan eksentrisitas yang ditetapkan antara tendon dan titik berat beton pada semua rentang lendutan komponen struktur yang diantisipasi.
7.7.4.2 Jika tulangan nonprategang diperlukan untuk kekuatan lentur, persyaratan pendetailan 7.7.3 harus dipenuhi.
7.7.4.3 Pemutusan tulangan prategang 7.7.4.3.1 Daerah pengakuran pascatarik harus didesain dan didetailkan sesuai 25.9.
7.7.4.3.2 Angkur pascatarik dan kopler (coupler) harus didesain dan didetailkan sesuai 25.8.
7.7.4.4 Pemutusan tulangan ulir pelat dengan tendon tanpa lekatan
R7.7.4.4 Pemutusan tulangan ulir pelat dengan tendon tanpa lekatan – Persyaratan untuk pemutusan tulangan ulir pada pelat satu arah dengan tendon tanpa lekatan sama dengan balok. Lihat R9.7.4.4 untuk informasi tambahan
7.7.4.4.1 Panjang tulangan ulir yang diperlukan 7.6.2.3 harus sesuai a) dan b):
a) Sekurang-kurangnya ℓn/3 di area momen positif dan dipusatkan di daerah tersebut
b) Sekurang-kurangnya ℓn/6 di setiap sisi muka tumpuan
7.7.5 Tulangan geser
7.7.5.1 Jika tulangan geser diperlukan, tulangan transversal harus didetailkan sesuai 9.7.6.2.
7.7.6 Tulangan susut dan suhu R7.7.6 Tulangan susut dan suhu 7.7.6.1 Tulangan susut dan suhu sesuai
7.6.4 harus ditempatkan tegak lurus terhadap tulangan lentur.
standar ini dibuat untuk Sub KT 91-01-S4 Bahan, Sain, Struktur & Konstruksi Bangunan, dan tidak untuk dikomersialkan”
© BSN 2019 130 dari 695
7.7.6.2 Tulangan nonprategang 7.7.6.2.1 Spasi antar tulangan susut dan suhu tidak boleh melebihi yang terkecil dari 5h dan 450 mm.
7.7.6.3 Tulangan prategang R7.7.6.3 Tulangan prategang 7.7.6.3.1 Spasi tendon pelat yang
disyaratkan 7.6.4.2 dan jarak antara muka balok atau dinding ke tendon pelat terdekat tidak boleh melebihi 1,8 meter.
7.7.6.3.2 Jika spasi tendon pelat melebihi 1,4 m, tulangan susut dan suhu tambahan sesuai 24.4.3 harus diletakkan sejajar dengan tendon, kecuali 24.4.3.4 tidak perlu dipenuhi. Dalam menghitung luas tulangan tambahan, diperkenankan menggunakan luas penampang bruto beton sesuai Tabel 24.4.3.2 sebagai luas pelat di antara muka balok. Tulangan susut dan suhu harus diteruskan dari tepi pelat dengan jarak tidak kurang dari spasi tendon pelat.
R7.7.6.3.2 Tendon dengan spasi lebar menghasilkan tegangan tekan tidak seragam di dekat tepi pelat. Tulangan tambahan berfungsi untuk memperkuat daerah-daerah di dekat tepi pelat yang mungkin tegangan tekannya yang tidak memadai. Penempatan tulangan tersebut diilustrasikan pada Gambar R7.7.6.3.2.
Gambar R7.7.6.3.2 – Tampak atas pelat tepi menunjukkan tulangan tambahan untuk susut dan suhu
s s s s s
Tendon susut dan suhu (tipikal)
Panjang s
Angkur tendon (tipikal) Balok
Tulangan tambahan untuk susut dan suhu
> 1,4 m
standar ini dibuat untuk Sub KT 91-01-S4 Bahan, Sain, Struktur & Konstruksi Bangunan, dan tidak untuk dikomersialkan”
© BSN 2019 131 dari 695