• Tidak ada hasil yang ditemukan

Spesifikasi Model

Dalam dokumen Analisis Beberapa Variabel Yang Berpenga (Halaman 35-40)

METODOLOGI PENELITIAN

3.8 Spesifikasi Model

Dengan dasar teori dan data serta pejelasan pada bagian terdahulu, maka penulis membuat suatu perumusan model regresi linear berganda untuk melihat seberapa jauh pengaruh yang terjadi antara variabel bebas dengan variabel terikat. Model yang dimaksud dalam persamaan fungsi yang ditulis sebagai berikut:

Y = f(X1,X2,X3) Dimana : Y = Kinerja X1 = Pendidikan X2 = Pelatihan X3 = Pengalaman Kerja X4 = Gaji

Kemudian model tersebut dirumuskan dalam suatu estimasi regresi linear dengan formulasi sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2+ b3X3 + b4X4 + e Dimana :

Y = Variabel Terikat (dependent variabel) X1-X4 = Variabel Bebas (independent variabel)

a = Konstanta

b1-b4 = Koefisien Regresi

e = Kesalahan Pengganggu (error) 3.9 Teknik Analisis Data

Karena penelitian ini menguji hipotesa yang berisi analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja maka untuk melihat pengaruh tersebut harus dilakukan dengan teknik regresi. Baik regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat, maupun regresi sederhana untuk melihat pengaruh variabel bebas secara tunggal atau sendiri-sendiri (parsial) terhadap variabel terikat.

Uji Validitas dan Reliabilitas

Dalam penelitian ini, data yang telah didapatkan akan diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui akurasi dari suatu instrumen pengukur untk mengukur suatu variabel penelitian. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud (Arikunto dalam Chrisnawan, 2005:44) Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen pengukuran yang berupa item-item dalam bentuk pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Pengujian reliabilitas data dilakukan untuk mengetahui apakah suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. Konsep reliabilitas menunjuk pada pengertian bahwa suatu instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. Tingkat keterkaitan antara butir pertanyaan dalam suatu instrumen untuk mengukur suatu variabel tertentu, menunjukkan tingkat reliabilitas instrumen pengukur yang bersangkutan (Indriantoro dan Supomo, 1999:180).

Dalam pengujian validitas peneliti menggunakan teknik Product Moment Pearson, sedangkan pengujian realibilitas dengan teknik Cronbach’s Alpha. Dalam pengujian ini peneliti menggunakan bantuan program komputer statistik yaitu SPSS 11.0 for Windows. Setelah data dimasukkan dan diproses, langkah selanjutnya adalah menganalisa validitas dan realibilitas dari data di mana proses pengujian datanya akan dilakukan sebagai berikut:

3.9.1 Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan cara melihat nilai signifikansi dari hasil korelasi. Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun dan Effendi 1989:124). Sedangkan menurut Sugiyono dalam Chrisnawan (2005:45), hasil penelitian yang valid terjadi apabila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang ingin diukur atau dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pengukur yang berupa item-item dalam bentuk pertanyaan. Pengujian validitas akan dilakukan dengan teknik Product Moment Pearson yang level signifikansinya sebesar 5% dengan nilai kritisnya. Bila probabilitas hasil korelasi lebih kecil dari 0,05 (5%) maka dinyatakan valid. Sedangkan apabila probabilitas hasil korelasi ternyata lebih besar dari 0,05 maka dinyatakan tidak valid.

3.9.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menunjukkan tingkat kemantapan, keajegan dan ketepatan suatu alat ukur. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik.

Uji realibilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Instrumen dapat dikatakan andal (reliabel) apabila memiliki koefisian keandalan realibilitas sebesar 0,6 atau lebih (Arikunto dalam Chrisnawan 2005:45). Uji realibilitas yang digunakan adalah dengan Alpha Cronbach. Bila alpha lebih kecil dari 0,6 maka variabel dinyatakan tidak reliable, tetapi apabila alpha lebih besar dari 0,6 maka variabel dinyatakan reliabel. 3.10 Teknik Pengujian Hipotesa

Analisa kuantitatif merupakan suatu metode yang datanya dalam bentuk angka. Pada dasarnya data penelitian ini adalah data kualitatif, namun agar dapat dianalisa dengan statistik maka data kualitatif tersebut dikuantitatifkan sehingga hasil yang diperoleh diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas dan tidak menyimpang dari kenyataan.

Uji hipotesis dilakukan secara statistik melalui beberapa tahap pengujian sebagai berikut:

Pengujian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh parsial variabel independen terhadap variabel dependen. Menggunakan tingkat signifikansi α = 0,05, di mana tingkat signifikansinya ditentukan dengan nilai probabilitas < 0,05 atau dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel. Hipotesa nol (Ho) akan diterima atau ditolak dengan ketentuan sebagai berikut:

t hitung < t tabel berarti Ho diterima. t hitung > t tabel berarti Ho ditolak. 3.10.2 Uji F (Uji regresi secara keseluruhan)

Pengujian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh serentak variabel independen terhadap variabel dependen. Menggunakan tingkat signifikansi α = 0,05, di mana tingkat signifikansinya ditentukan dengan nilai probabilitas < 0,05 atau dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel. Hipotesa nol (Ho) akan diterima atau ditolak dengan ketentuan sebagai berikut:

F hitung < F tabel berarti Ho diterima. F hitung > F tabel berarti Ho ditolak. 3.10.3 Uji R2

Koefisien determinasi R2 pada intinya seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. R2 mempunyai nilai antara 0 dan 1 (0<R2<1), semakin tinggi nilai R2 suatu regresi atau semakin mendekati nilai 1, maka akan semakin baik regresinya. Sebaliknya nilai R2 suatu regresi yang semakin kecil akan membuat kesimpulan dari regresi tersebut tidak dipercaya.

“Kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi (R2) adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap tambahan satu variabel independen maka R2 pasti meningkat tidak perduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi terbaik. Tidak seperti R2 , nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model.

Jadi nilai Adjusted R2 digunakan untuk menjelaskan variasi dari variabel independen

Dalam dokumen Analisis Beberapa Variabel Yang Berpenga (Halaman 35-40)

Dokumen terkait