ENKRIPSI SHIFT VIGENERE Dewi Kusumaningsih 1) , Ahmad Pudoli
4) Spread Spectrum Image Steganography
Metode-metode yang didasari oleh teknologi ini menyandikan pesan yang diinginkan agar tersembunyi.Untuk menyandikan, digunakan sebuah pseudorandom noise generator yang lebar untuk membuat sebuah barisanyang tersebar. Kemudian, sebuah skema modulasi digunakan untuk memperluas spektrum yang sempit dari sebuah pesan dengan barisan yang tersebar, dengan demikian menyusun sinyal yang dibawa yang masuk ke dalam interleave dan ruang penyebar. Inner leaver juga dapat mempergunakan kunci untuk mendikte algoritma interleaving.Sinyal ini sekarang digabungkan dengan cover dari citra untuk menghasilkan citra stego, yang sudah dibagi-bagi dengan layak untuk memelihara dynamicrange awal dari cover citra.Citra stego tersebut kemudian diteruskan kepada penerima pesan. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut :
Gambar 2. Spread Spectrum Metodologi Penelitian
A. Struktur Data Pada StegoImage
Dengan metode LSB, secara umum media steganografi (file yang akan disisipi data) memiliki struktur seperti gambar ini:
Gambar 3. Struktur Hidden Text Pada StegoImage Pada gambar di atas, dapat dijabarkan sebagai berikut :
1) Terdapat satu media dalam bentuk file citra, file tersebut kemudian digunakan untuk sebagai cover image untuk menampung data yang akan disisipkan.
2) Selanjutnya pada data yang disipkan yaitu Hidden Text memiliki pattern Header Pesan + Pesan. Dimana sebelum digabungkan keduanya dilakukan proses enkripsi terlebih dahulu. Dan pada Header Pesan memiliki pattern dengan format “STEGAN” + Password + Checksum Pesan. Dimana password dan checksum dikonversi dalam MD5.
3) Setelah proses enkripsi dilakukan, untuk membuka data yang telah disisipkan maka diperlukan adanya proses dekripsi. Sedangkan dekripsi adalah proses untuk menguba h chiperteks menjdi plainteks/data asli.
Pada header pesan terdiri dari “STEGAN”, Password dan Checksum. Dapat dijabarkan sebagai berikut :
1) “STEGAN” yaitu 6 karakter awal pada header merupakan identitas dari file yang di-encode dari aplikasi ini.
Untuk membaca panjang hidden text dapat diambil dari 32 bit pertama pada stego image.Dan bit hidden text dimulai dari bit ke 33 pada stego image. Panjang header pesan adalah 70 karakter dimana 6 karakter “STEGAN” ditambah dengan 32 karakter md5 dari password dan 32 md5 dari checksum. Untuk mendapatkan pesan dapat dimulai setelah header pesan sampai dengan panjang hidden text yang sudah dikurangi oleh panjang header pesan.
B. Metode Kerja Aplikasi Usulan
Sebelum melakukan proses steganografi terlebih dahulu melakukan pengolahan data dengan melakukan enkripsi. Metode yang digunakan dalam melakukan enkripsi adalah shift vigenere cipher, sama seperti vigenere pada umumnya akan tetapi pada shift vigenere dilakukan pergeseran tiap karakter key-nya pada setiap pengulangan yang terjadi. Misalnya diketahui plaintext “AKU MACAN” dan key DOLI, maka:
A K U M A C A N D O L I O L I D Ciphertext = P Y F Q H G I J
Setelah melakukan enkripsi pada pesan, kemudian hitung nilai Checksum dan ubah menjadi MD5.Barulah dibuat Header pesan yang merupakan gabungan dari “STEGAN” + MD5 Password + MD5 Checksum.Dan digabungkan dengan pesan yang sudah terenkripsi maka kita sudah memilihi hidden text untuk di masukan ke dalam cover image.
Setelah persyaratan untuk melakukan steganofrafi terpenuhi yaitu adanya pesan dan cover image sebagai media penampung maka dapat dilakukan penyisipan hiddent text dengan menggunakan metode Least Significant Bit (LSB), yaitu menyisipkan setiap bit pada pesan di bit paling kanan pada setiap byte di cover image. Misal ada sebuah karakter dengan bit 00101101 dimasukkan ke dalam sebuah cita dengan matrik :
Tabel 2 : Matrik pada Cover Image
RED GREEN BLUE
0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1
Kemudian setelah disisipkan 00101101 maka matrik akan menjadi seperti di bawah ini : Tabel 3 . Matrik pada Stego Image
RED GREEN BLUE
0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 1
Hasil dan Pembahasan
1) Tampilan Layar Form Encode File
Untuk melakukan decode pengguna mengisi Pesan yang ingin disembunyikan, kemudian isi
Password dan Confirm Password harus dengan kombinasi huruf dan angka dan panjang minimal 8 karakter.
Kemudian memilih citra yang menjadi cover image, dan pengguna memilih atau menentukan file tujuan yang akan menjadi stego image. Berikut gambar dalam melakukan proses decode file.
Gambar 4. Tampilan Pesan Berhasil Melakukan Encode File 2) Tampilan Layar Form Decode File
Pada Form Decode File pengguna dapat melakukan decode untuk mendapatkan kembali pesan yang disembunyikan ke dalam citra image. Pengguna memilih file stego image yang akan di-decode kemudian mengisi password dan confirm password sesuai dengan password yang dilakukan pada saat melakukan
encode. Berikut ini gambar setelah berhasil melakukan decode. Jika file berhasil di-decode maka pesan yang
masih terenkrip maupun yang sudah didektip akan ditampilkan ke layar.
Gambar 5. Tampilan Berhasil Melakukan Decode File
Melakukan Decode dengan menggunakan stego image yang sudah dilakukan editing Ke-1 (Tidak mengubah Hidden Text).Percobaan ini dilakukan dengan melakukan pengolahan stego image terlebih dahulu, yaitu dengan melakukan crop bagian bawah dari citra.Dan dari pengolahan tersebut tidak menghilangkan atau mengubah hidden text sehingga pesan masih dapat diambil.
Gambar 6. Hasil Decode setelah gambar dilakukan pengolahan
Melakukan Decode dengan menggunakan stego image yang sudah dilakukan editing Ke-2 (Mengubah Hidden Text tetapi hanya pada bagian pesan).Percobaan ini dilakukan dengan melakukan pengolahan stego image terlebih dahulu, yaitu dengan melakukan crop bagian bawah dari citra.Dan dari pengolahan tersebut mengakibatkan menghilangkan atau mengubah hidden text sehingga pesan tidak dapat
Decode dengan menggunakan stego image yang sudah dilakukan editing Ke-3 (Mengubah Hidden Text sehingga menghilangkan atau mengubah header pesan). Percobaan ini dilakukan dengan melakukan
pengolahan stego image terlebih dahulu.Dan dari pengolahan tersebut mengakibatkan menghilangkan atau mengubah hidden text (pada bagian header pesan).Pada kasus ini pada bagian Header Password mengalami perubahan.Sehingga aplikasi tidak dapat melakukan error detection dengan tepat, aplikasi memberikan pesan bahwa password yang dimasukkan tidak sesuai messkipun password yang dimasukan sudah sesuai pada saat membut stego image ini.
Gambar 7. Melakukan Decode
Kesimpulan
Dengan adanya aplikasi ini maka pengiriman informasi yang bersifat rahasia dapat dikirim dengan baik karena aplikasi ini menggunaka security ganda. Dengan tampilan aplikasi yang lebih user friendly maka pihak yang akan menggunakan akan lebih nyaman. Strategi keamanan berlapis pada steganografi dengan menggunakan metode Least Significant Bit LSB dan enkripsi Vigenere Chipper telah meningkatkan keamanan informasi atau data yang disisipkan pada citra digital yaitu file PNG.
Daftar Pustaka
Bunyamin Hendra, Andrian, 2009, Aplikasi Steganography pada File dengan Menggunakan Teknik Low
Bit Encoding dan Least Significant Bit, Jurnal Informatika, Jurusan Teknik Informatika, Unversitas Kristen
Maranatha.
Satriya Wijaya, Ermadi. , Prayudi Yudi, 2004, Konsep Hidden Message Menggunakan Teknik Steganografi
Dynamic Cell Spreading, Jurnal Media Informatika, Universitas Islam Indonesia.
Verlando Purba Jhoni, Situmorang Marihat, Arisandi Dedy, 2012 , Implementasi Steganografi Pesan Text Ke
Dalam File Sound (.Wav) Dengan Modifikasi Jarak Byte Pada Algoritma Least Significant Bit (LSB), Jurnal