Waktu P erkuliahan
4.6 Uji Statistik
4.6.1 Uji Chi-Square untuk Faktor-Faktor Prioritas Pemilihan Program Magister Manajemen berdasarkan Tingkat
Pendidikan Responden
Untuk menguji apakah ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor prioritas pemilihan program Magister Manajemen (MM) dengan tingkat pendidikan responden, maka dilakukan uji Chi-Square. Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
H0a: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. H1a: Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor-faktor prioritas
pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Berikut ini penjabaran output dari masing-masing faktor: • Faktor Reputasi
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor reputasi adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Tabel 4.26 Cross Tabulation antara Reputasi dengan Tingkat
Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Reputasi 74 36 110 Non Reputasi 56 34 90 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 0.555, p = 0.456 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.26 menunjukkan uji chi-square antara reputasi sebagai faktor pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden. Secara statistik, nilaiχ2= 0.555 (hasil perhitungan) lebih kecil dari
2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.456 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor reputasi adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.27 Cross Tabulation antara Item-item Reputasi dengan Tingkat Pendidikan Responden
Reputasi Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Penghargaan nasional
maupun internasional
31 11 42
Peringkat dari survei
media 15 7 22 Referensi Bisnis 84 52 136 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 2.156, p = 0.340 2 u χ (df=2, α=0.05) = 5.991
Tabel 4.27 menunjukkan uji chi-square antara item-item reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 2.156 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 5.991 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.340 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item reputasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor Lokasi
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor lokasi adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Tabel 4.28 Cross Tabulation antara Lokasi dengan Tingkat
Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Lokasi 5 6 11 Non Lokasi 125 64 189 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 1.955, p = 0.162 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.28 menunjukkan uji chi-square antara lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 1.955 (hasil perhitungan) lebih kecil dari
2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.162 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan
yang signifikan antara lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor lokasi adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Tabel 4.29 Cross Tabulation antara Item-item Lokasi dengan Tingkat Pendidikan Responden
Lokasi Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Dekat kantor 68 31 99
Dekat tempat tinggal 50 33 83 Dekat segitiga emas 10 6 16
Lain-lain 2 0 2 Total 130 70 200 Catatan:χ2(4, N=200) = 2.539, p = 0.468 2 u χ (df=3, α=0.05) = 7.815
Tabel 4.29 menunjukkan uji chi-square antara item-item lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 2.539 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
p=0.468 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item lokasi sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
• Faktor Dosen
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor dosen adalah: H0: Tidak terdapat hubungan antara dosen sebagai faktor prioritas
pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan antara dosen sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.30 Cross Tabulation antara Dosen dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan
Program MM Tingkat Pendidikan S1 S2 Total
Dosen 2 1 3 Non Dosen 128 69 197 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 0.004, p = 0.951 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.30 menunjukkan uji chi-square antara dosen sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 0.004 (hasil perhitungan) lebih kecil dari
2
u
lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dosen sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Hipotesis untuk menguji item-item pada faktor dosen adalah: H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item dosen
sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item dosen sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.31 Cross Tabulation antara Item-item Dosen dengan Tingkat Pendidikan Responden
Dosen Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Referensi dunia usaha 86 38 124
Top Executive 35 27 62 Ekspatriat 3 1 4 Lulusan universitas tertentu 6 4 10 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 3.311, p = 0.346 2 u χ (df=3, α=0.05) = 7.815
Tabel 4.31 menunjukkan uji chi-square antara item-item dosen sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 3.311 (hasil perhitungan) lebih
kecil dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 7.815 (pada Tabel Chi-Square) dan
p=0.346 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item dosen sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
• Faktor Pendekatan Akademik dan Praktik
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor pendekatan akademik dan praktik adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendekatan akademik dan praktik sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara pendekatan akademik dan praktik yang mempengaruhi pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.32 Cross Tabulation antara Pendekatan Akademik dan Praktik dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Pendekatan akademik
dan praktik
9 6 15
Non pendekatan
akademik dan praktik 121 64 185
Total 130 70 200
Catatan:χ2(2, N=200) = 0.178, p = 0.673 χ2(df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.32 menunjukkan uji chi-square antara pendekatan akademik dan praktik sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 0.178 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.673 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendekatan akademik dan praktik sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor pendekatan akademik dan praktik adalah sebagai berikut: H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item
pendekatan akademik dan praktik yang mempengaruhi pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item pendekatan akademik dan praktik yang mempengaruhi pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.33 Cross Tabulation antara Item-item Pendekatan Akademik dan Praktik dengan Tingkat Pendidikan Responden
Pendekatan Akademik dan Praktik
Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Research method 9 5 14
Case study approach 121 61 182 Research dan case study 0 4 4
Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 7.608, p = 0.023 2 u χ (df=2, α=0.05) = 5.991
Tabel 4.33 menunjukkan uji chi-square antara item-item pendekatan akademik dan praktik sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 7.608 (hasil perhitungan) lebih besar dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 5.991 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.023 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara item-item pendekatan akademik dan praktik sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor MM Luar Negeri
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor kerja sama dengan MM luar negeri adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.34 Cross Tabulation antara Kerja Sama dengan MM Luar Negeri dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Kerja sama dengan
MM luar negeri 3 3 6
Non kerja sama dengan MM luar negeri 127 67 194 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 0.612, p = 0.434 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.34 menunjukkan uji chi-square antara kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 0.612 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.434 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor kerja sama dengan MM luar negeri adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.35 Cross Tabulation antara Item-item Kerja Sama dengan MM Luar Negeri dengan Tingkat Pendidikan Responden
Kerja Sama dengan
MM Luar Negeri Tingkat Pendidikan Total S1 S2 MM luar negeri kurang
terkenal, sesuai minat 103 45 148 MM luar negeri
terkenal, tidak sesuai minat
24 19 43
MM luar negeri terkenal, sesuai minat
3 6 9 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 6.935, p = 0.031 2 u χ (df=2, α=0.05) = 5.991
Tabel 4.35 menunjukkan uji chi-square antara item-item kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 6.935 (hasil perhitungan) lebih besar dari χ2 (df=2, α=0.05) = 5.991
(pada Tabel Chi-Square) dan p=0.031 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0 ditolak. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara item-item kerja sama dengan MM luar negeri sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor Kualitas Lulusan
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor kualitas lulusan adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.36 Cross Tabulation antara Kualitas Lulusan dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Kualitas lulusan 25 6 31
Non kualitas lulusan 105 64 169
Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 3.947, p = 0.047 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.36 menunjukkan uji chi-square antara kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 3.947 (hasil perhitungan) lebih besar dari 2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan
p=0.047 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0 ditolak. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor kualitas lulusan adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.37 Cross Tabulation antara Item-item Kualitas Lulusan dengan Tingkat Pendidikan Responden
Pendekatan Akademik dan Praktik
Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Fungsi bisnis 64 37 101
Inovasi 33 9 42
Karakter dan soft-skill 33 24 57
Total 130 70 200
Catatan:χ2(2, N=200) = 4.784, p = 0.091 χ2(df=2, α=0.05) = 5.991
Tabel 4.37 menunjukkan uji chi-square antara item-item kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 4.784 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 5.991 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.091 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item kualitas lulusan sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor Network
Hipotesis yang digunakan untuk menguji faktor network adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.38 Cross Tabulation antara Network dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Network 6 0 6 Non network 124 70 194 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 3.331, p = 0.068 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.38 menunjukkan uji chi-square antara network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 3.331 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan
p=0.068 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara network yang mempengaruhi pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor network adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.39 Cross Tabulation antara Item-item Network dengan Tingkat Pendidikan Responden
Network Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Bidang yang sama 58 32 90
Bidang yang berbeda 72 38 110
Total 130 70 200
Catatan:χ2(2, N=200) = 0.022, p = 0.882 2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.39 menunjukkan uji chi-square antara item-item network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 0.022 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.882 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item network sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor Alumni
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Tabel 4.40 Cross Tabulation antara Alumni dengan Tingkat
Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Alumni 0 2 2 Non alumni 130 68 198 Total 130 70 200 2 χ (2, N=200) = 3.752, p = 0.053 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.40 menunjukkan uji chi-square antara alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 3.752 (hasil perhitungan) lebih kecil dari
2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.053 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor alumni adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.41 Cross Tabulation antara Item-item Alumni dengan Tingkat Pendidikan Responden
Alumni Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Bekerja di BUMN/Swasta 42 31 73 Bekerja di luar negeri 29 9 38
Entrepreneur 59 27 86 Lain-lain 0 2 3 Total 130 70 200 Catatan:χ2(4, N=200) = 9.990, p = 0.019 2 u χ (df=3, α=0.05) = 7.815
Tabel 4.41 menunjukkan uji chi-square antara item-item alumni sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 9.990 (hasil perhitungan) lebih besar dari 2
u
χ (df=3, α=0.05) = 7.815 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.019 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0
ditolak. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara item-item alumni sebagai faktor
prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor Waktu Kuliah
Hipotesis untuk menguji faktor waktu kuliah adalah:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.42 Cross Tabulation antara Waktu Kuliah dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan
Program MM Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Waktu kuliah 2 9 11
Non waktu kuliah 128 61 189
Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 11.215, p = 0.001 2 u χ (df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.42 menunjukkan uji chi-square antara waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 11.215 (hasil perhitungan) lebih besar dari 2
u
dan p=0.001 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0 ditolak. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada waktu kuliah adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.43 Cross Tabulation antara Item-item Waktu Kuliah dengan Tingkat Pendidikan Responden
Waktu Kuliah Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Setelah jam kerja 71 36 107
Pada jam kerja 8 17 25
Hari sabtu 50 16 66 Lain-lain 1 1 2 Total 130 70 200 Catatan:χ2(2, N=200) = 15.609, p = 0.001 2 u χ (df=3, α=0.05) = 7.815
Tabel 4.43 menunjukkan uji chi-square antara item-item waktu kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan
tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 15.609 (hasil perhitungan) lebih besar dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 7.815 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.001 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0
ditolak. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara item-item waktu kuliah yang sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
• Faktor Biaya Kuliah
Hipotesis untuk menguji faktor biaya kuliah adalah:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.44 Cross Tabulation antara Biaya Kuliah dengan Tingkat Pendidikan Responden
Faktor Pemilihan Program MM
Tingkat Pendidikan Total S1 S2
Biaya kuliah 4 0 4
Non biaya kuliah 126 70 196
Total 130 70 200
Catatan:χ2(2, N=200) = 2.198, p = 0.138 χ2(df=1, α=0.05) = 3.841
Tabel 4.44 menunjukkan uji chi-square antara biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 2.198 (hasil perhitungan) lebih kecil dari 2
u
χ (df=1, α=0.05) = 3.841 (pada Tabel Chi-Square) dan
p=0.138 lebih besar dari α=0.05, mengindikasikan H0 diterima. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik tidak terdapat hubungan yang signifikan antara biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan responden.
Sedangkan hipotesis yang digunakan untuk menguji item-item pada faktor biaya kuliah adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara item-item biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
H1: Terdapat hubungan yang signifikan antara item-item biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.
Tabel 4.45 Cross Tabulation antara Item-item Biaya Kuliah dengan Tingkat Pendidikan Responden
Biaya Kuliah Tingkat Pendidikan Total S1 S2 Sangat sesuai 11 19 30 Sesuai 105 49 154 Tidak sesuai 14 2 16 Total 130 70 200 2 χ (2, N=200) = 14.832, p = 0.001 2 u χ (df=2, α=0.05) = 5.991
Tabel 4.45 menunjukkan uji chi-square antara item-item biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan. Secara statistik, nilaiχ2= 14.832 (hasil perhitungan) lebih besar dari 2
u
χ (df=2, α=0.05) = 5.991 (pada Tabel Chi-Square) dan p=0.001 lebih kecil dari α=0.05, mengindikasikan H0 ditolak. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara item-item biaya kuliah sebagai faktor prioritas pemilihan program MM dengan tingkat pendidikan.