F. Kelembagaan Petani
V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4. Stakeholder dalam Usaha Pengembangan Usahatan
Pengembangan usahatani padi organik tidak hanya dilakukan oleh petani saja, akan tetapi ada beberapa pihak yang terlibat dalam pengembangan usahatani padi organik (stakeholder). Setiap pihak mempunyai peran masing-masing dalam pengembangan usahatani padi organik, di Desa Tawangsari pihak-pihak yang terkait dalam pengembangan usahatani padi organik adalah petani, LSM, pelaku bisnis, PPL dan media massa berupa radio. Peran tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 5.7 Peran Stakeholder dalam Pengembangan Usahatani Padi Organik
commit to user LXXXV 1 Stakeholder inti a) Petani b) Pelaku bisnis (Pasartani)
a) Membudidayakan padi organik b) Melakukan kontrol terhadap
petani organik lain
a) Memberikan informasi pasar, tentang kebutuhan pasar kepada petani sehingga petani dapat b) Pasar Tani juga membantu
petani dalam memasarkan dan mempromosikan produknya kepada konsumen.
Mengajak petani lain di setiap kelompoknya untuk membudidayakan padi organik Mengusahakan adanya sertifikasi beras 2 Stakeholder Pendukung PPL a) mendatangi undangan pertemuan kelompok yang diadakan petani.
b) memberikan sampel pupuk cair organik kepada petani
a) Bekerjasama dengan LSM dalam pengembangan usahatani padi organik b) Melakukan sertifikasi beras organik 3 Stakeholder penunjang a) Media Massa b) LSM
Media massa sampai saat ini belum memberikan kontribusi dalam pengembangan usahatani padi organik. a) Memberikan pelatihan b) Memberikan bantuan c) Pembentukan kelompok organik d) Memberikan kredit
e) Membantu pemasaran produk
a) Memberikan informasi- informasi terkait pertanian khususnya padi organik
b) Media untuk mengajak petani untuk bertani secara organik a) Bekerjasama dengan PPL setempat dalam pengembangan usahatani padi organik b) Melakukan sertifikasi beras organik
Sumber : Analisis hasil wawancara
a. Stakeholder Inti
Stakeholder inti merupakan stakeholder yang memiliki kaitan
kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan atau program.
Stakeholder inti adalah sebagai penentu utama dalam proses
commit to user
LXXXVI
usahatani padi organik di Desa Tawangsari adalah petani dan pelaku bisnis.
1) Petani
Petani sebagai pemeran utama dalam pertanian organik melakukannya perannya. Petani mengusahakan padi organik dari mulai pemilihan benih sampai dengan panen. Pengetahuan teknik budidaya tersebut didapat petani dari pelatihan yang diberikan oleh LSM. Selain melakukan budidaya padi organik, petani juga memberikan pengawasan kepada petani lain terkait dengan penerapan pertanian organik di lahannya. Peran lain yang diharapkan dari petani adalah ikut mengajak petani lain untuk ikut menerapkan pertanian organik.
2) Pelaku Bisnis
Pelaku bisnis adalah salah satu pihak yang mengusahakan untuk tujuan komersial. Salah satu pihak yang turut dalam kegiatan pengembangan usahatani padi organik adalah pelaku bisnis. Pelaku bisnis yang berperan dalam usahatani padi organik tersebut adalah pihak pemasar produk organik yaitu Pasar Tani. Pasar Tani sebagai pihak pemasar produk tidak hanya menjualkan produk dari petani kekonsumen, akan tetapi Pasar Tani juga memberikan informasi kebutuhan pasar dan informasi harga kepada petani. Selain itu pasartani juga menginformasikan dan mempromosikan kepada konsumen terkait dengan produk organik dari petani, sehingga petani terbantu dalam promosi ke konsumen.
Harga yang diberikan kepada petani sesuai dengan harga pasaran beras saat itu, dan cenderung lebih tinggi, untuk harga beras yang dijualkan Pasar Tani berkisar dengan harga Rp.8500 – Rp 10.000,-. Akan tetapi belum adanya sertifikasi produk membuat produk dari petani tidak bisa beredar di pasaran umum karena harga yang dipatok akan sama saja dengan padi non organik. Selain menjual dan mempromosikan produk petani, Pasar Tani juga
commit to user
LXXXVII
memberikan informasi kebutuhan pasar saat itu kepada petani di desa Tawangsari, sehingga apa yang diinginkan konsumen dapat dipenuhi petani. Pasar Tani memberikan informasi kepada konsumen terkait dengan harga beras yang dijual, informasi tersebut berisi tentang biaya yang dikeluarkan petani untuk memproduksi beras organik selama satu musim dari mulai pembibitan sampai dengan pasca panen10. Dari informasi tersebut maka konsumen mengetahui asal usul harga yang ditetapkan oleh Pasar Tani.
b. Stakeholder Pendukung
Stakeholder pendukung (sekunder) adalah stakeholder yang
tidak memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program, tetapi memiliki kepedulian dan keprihatinan sehingga mereka turut bersuara dan berpengaruh terhadap sikap masyarakat. Stakeholder pendukung dalam hal ini adalah PPL (Petugas Penyuluh Lapang).
PPL merupakan petugas penyuluh lapang yang bertugas di Desa Tawangsari. Menurut informan yang ada, peran PPL di Desa Tawangsari dalam memajukan usahatani padi organik di Desa Tawangsari belum terlalu dirasakan manfaatnya, karena PPL memberikan penyuluhan ketika ada program dari pemerintah saja, untuk hari-hari biasa PPL datang ketika ada undangan dari kelompok tani pada saat ada pertemuan. Pada pertemuan tersebut PPL juga turut memberikan masukan-masukan atas masalah yang dihadapi petani pada saat itu. PPL memberikan sampel prduk pupuk cair kepada petani, hal tersebut dilakukan untuk menunjang juga pengembangan usahatani padi organik di Desa Tawangsari. Akan tetapi sampai saat ini pupuk cair tersebut belum digunakan petani, karena petani sendiri masih ragu
10
Bapak Setiyono, ketua Pasar Tani, wawancara pada tanggal 24 November 2010 pada pukul 11.00 WIB di Pasar Tani Boyolali “Pasartani selain mendistribusikan produk organik ke konsumen juga memberikan informasi kepada petani terkait dengan permintaan pasar selain itu juga mempromosikan produk petani kekonsumen-konsumen.”
commit to user
LXXXVIII
dengan produk pupuk organik cair buatan dari pabrik. Hal tersebut dilakukan petani untuk menjaga kemurnian produk organik yang ditanam oleh petani.
c. Stakeholder Penunjang
Stakeholder penunjang adalah stakeholder yang tidak memiliki
kepentingan langsung akan tetapi secara tidak langsung membeikan perhatiannya.
1) LSM
LSM memainkan beberapa peran dalam usahatani padi organik di Desa Tawangsari, diantaranya memberikan pelatihan kepada petani, memberikan bantuan kepada gapoktan, pemberian kredit untuk petani, pembentukan kelompok petani organik dan membantu memasarkan padi organik. Selain peran yang telah dilakukan tersebut, LSM diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam pengembangan usahatani padi organik dan membantu petani untuk melakukan sertifikasi dari produk yang dihasilkan.
2) Media Massa
Media massa sebagai salah satu pihak yang memberi dan menyebarkan informasi kepada yang mengaksesnya. Di Desa Tawangsari terdapat salah satu media massa yang dapat digunakan dalam penyebaran informasi terkait dengan dunia pertanian atau informasi yang lain kepada petani dan warga Desa Tawangsari. Media massa tersebut adalah radio komunitas, radio tersebut merupakan bantuan dari LSM kepada Gapoktan Marsudi Mulyo untuk kepentingan penyebaran informasi, jamgkauan radio pun juga cukup jauh yaitu sampai keluar keKecamatan Teras.
commit to user
LXXXIX
Penggunaan radio sebagai usaha pengembangan usahatani padi organik di Desa Tawangsari belum bisa berjalan, karena selain pengurus radio yang juga merangkap sebagai pengurus salah satu unit usaha digapoktan, komputer radio yang merupakan peralatan utama mudah rusak11. Pengurus radio sudah berusaha untuk memperbaiki kerusakan yang ada akan tetapi sampai saat ini peralatan belum bisa digunakan lagi. Sedangkan persoalan SDM yang dapat mengurusi radio sepenuhnya, pihak Gapoktan berencana mencarikan orang lagi untuk menjadi pengurus tetap dan rencanya akan diberikan gaji agar dalam bekerjanya dapat optimal.