BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pelaporan Keuangan HMAK
4.3.3 Standar dan bentuk pelaporan keuangan HMAK
Dalam setiap organisasi terdapat aturan – aturan formal yang mengatur setiap aktifitas organisasi tersebut, yang bertujuan untuk mengendalikan alur organisasi agar tetap berjalan dengan tujuan dan prinsip yang sudah di ditentukan. Aturan dalam bentuk pelaporan keuangan dalam organisasi pun sudah banyak di buat di setiap organisasi , apalagi kalau organisasi tersebut sudah besar ada standarisasi yang dipakai secara umum di indonesia, kita mungkin pernah dengar dengan standar pelaporan seperti PSAK, SAK , ETAP, IFRS itu semua adalah panduan, aturan dan pedoman setiap organisasi untuk melaporkan bentuk keuangan mereka dengan seragam dan dalam ketetuan yang sudah di tetapkan bersama, agar setiap entitas dapat membaca dan melaporan itu dengan mudah,
Dalam konteks ini HMAK juga mempunyai aturan – aturan yang sudah di bakukan sebagai acuan dan pedoman Organisasi seperti aturan Skep 155/U/1988 tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi, dan ART (Anggaran Rumah Tangga) yaitu aturan internal organisasi HMAK. Apakah sudah ada aturan yang mengatur tentang pelaporan keuangan di HMAK sendiri, berikut ini pemaparan menurut Ketua HMAK yang sedang berjalan :
“Untuk saat ini, sebenarnya untuk wacana tersebut sudah ada, dari kemaren – kemaren waktu kepengurusan sebelumnya, namun mungkin ada sedikit kendala yang kita masih belum bisa menuju kesana karena palaporan keuangan ini harus lebih di kaji lebih dalam, bagaimana bentuk nya, karena dari awal bagaimana bentuknya ideal patennya harus seperti ini , itu masih belum ada, cuman pelaporan yang ada hanya sebatas, arus kas ini harus jelas dan bukti –
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
bukti pembayaran harus jelas jadi seperti itu, jadi kalau LPJ nya laporan nya harus seperti ini, seperti ini itu belum ada”(Hussein Ahdyar)
Menurut penjelasan dari ketua HMAK, bahwa wacana tentang aturan pembuatan pelaporan keuangan HMAK sudah ada pembahasan atau wacana sebelumnya dari kepengurusan HMAK yang sebelumnya, tetapi harus ada suatu pengkajian lebih dalam lagi tentang bagaimana idealnya suatu laporan itu dibuat dan diaplikasikan. Dari pihak lembagapun apakah pernyataan tersebut sudah dikatakan tepat, disini pemaparan dari mantan PD 1 (Pembantu dekan bidang 1) :
“low… sekarang yang membuat laporan keuangan kalian, kitakan hanya memintak. Kalau kita dari pihak lembaga memintak laporan pertanggung jawaban dari pelaksanaan anggaran itu saja, kami pandang itu cukup, sederhana yang penting uang yang masuk dan keluar , kalau pengen yang lengkap anda harus mengikuti kan ada PSAK nya itu , itu sama dengan pemerintahan itu relaif”
(Drs.Ec.Syaiful Anwar, M.Si)
Jelas sudah bahwa aturan dalam pembuatan pelporan keuangan HMAK masih belum ada, Bendahara HMAK membuat pelaporan itu dengan melihat pelaporan dari contoh LPJ yang sudah dibuat sebelum nya.
Bentuk pelaporan HMAK yang sudah dilakukan selama ini bagaimana, dengan mengacu dari wawancara sebelumnya para narasumber melakukan pembuatan laporan atau LPJ (Laporan keuangan HMAK dengan mengacu laporan yang sudah ada dari sebelum – sebelum nya. Menurut pemaparan Bendahara HMAK periode 2010-2011 :
“kalau bentuk pelaporan nya sih sederhana yah, yang pentingkan ada kas masuk dan kas keluar itu jelas, jadi kalau ada pengeluaran atau pemasukan itu dicatat semua , terus ada catatan harian perproker, arus kas cuma itu aja.”( Aldina Dewi)
Setelah itu untuk lebih mendalami penyataan yang sudah dipaparkan oleh bendahara periode yang berjalan sekarang, peneliti juga mencoba mewawancarai menurut bendahara HMAK sebelumnya (Deby Warda Ningtyas) :
“kalau bentuk..bentuk laporan keuangan nya sih, yang selama ini di implementasikan adalah bentuk sederhana yang sekedar….. arus kas memang ada tapi untuk lainnya cuma sekedar keluar masuk saja, jadi cuma sederhana ae,…tapi kayak laennya itu enggak apa yah, enggak terimplementasikan seperti di akuntansi. Awal nya ya pencatatan keluar masuk saja, terus ada pencatatan harian terus nantk ada yang opo….terus arus kasnya gitu, dan buat pencatatannya perbulan dan bendahara ada catetannya sendiri kayak rekapan gitu, walau itu gak terstandart alias inisiatif nya bendahara sendiri buat mempermudah nyocokin anggaran yang real”
Dari kesimpulan pemaparan bendahara HMAK yang sekarang dan tahun sebelumnya bahwa, pembuatan pelaporan keuangan HMAK itu di buat secara sederhana dengan membuat laporan kas masuk dan keluar, arus kas dan catatan laporan kuangan perprogram kerja, apakah dari pihak lembaga mempunyai persepsi yang sama dengan nara sumber dari Bendahara HMAK , berikut kutipan wawancara dari mantan PD 1 Fakultas Ekonomi :
“ bentuk pelaporan yaitu pelaporan pelaksanaan dari pada aktifitas mahasiswa, yaitu sebelum laporan didahului oleh pengajuan suatu proposal kegiatan, dan proposal kegiatan itu dirinci di sana kebutuhan akan anggarannya, iya to… setelah proposal disetujui maka sumberdana darimana saja yang salah satunya sumber dana dari universitas melalu fakultas, ….haa itu tugas ormawa untuk melaksankan, setelah pelaksanaan, laporan ke universitas itu berdasarkan anggaran yang sudah di setujui dan yang sudah di berikan, dari lembaga oleh himpunan, bagaimana pelaksanaan nya apakah ada selisih atau kurang kan begitu,….dan laporan itu ada seperti PJK itu ya seperti pertanggung jawaban keuangan” (Drs.Ec.Syaiful Anwar, M.Si)
Selanjutnya wawancara kepada Pembatu Dekan bidang satu yang sedang berjalan sekarang, berikut pemaparan wawancaranya :
“ jadi gini, bentuk pelaporan dari organisasi himpunan, untuk bentuk pelaporannya itu menurut saya bisa di adopsi sendiri menurut AD dan ART himpunan itu sendiri, kan di AD/ART itu kan sudah mengatur bagaimana sistem pertanggung jawabannya dan format pelaporan keuangan tersebut, tetapi itu tidak di permasalahkan, ketika organisasi itu mengadopsi suatu aturan dari badan hukum yang lain, tetapi intinya pelaporan keuangan yang di buat harus jelas, laporan pertanggung jawaban harus sesuai dengan proposal pengajuan yang dibuat, jadi dari rencana kegiatan dan anggaran dengan laporan realisasi yang sudah di jalankan, cocok enggk, ada penyimpangan enggak, di lihat juga dari pemasukan dan pengeluaran nya apakah sudah sama atau tidak, kalau sama laporan tersebut sudah bisa di terima.”
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Kesimpulan dari wawancara yang dilakukan peneliti kepada pihak lembaga, yang mewakili dari PD 1 dan mantan PD 1, menyimpulkan bahwa pelaporan keuangan HMAK berbentuk sederhana dilihat dari pengajuan perencanaan kegiatan dan anggaran awal terlebih dahulu, setelah itu membandingkan dengan realisasi kegiatan yang telah dijalankan, bagaimana pelaporanya apakah sudah sama atau tidak dari pengeluaran dan pemasukan, dari pencatatan situlah bisa di koreksi bagaimna pelaporan keuangan dan pertanggung jawabak kegiatan tersebut bisa di terima oleh lembaga. Peneliti jugak tidak sekedar mencari informasi dari wawancara saja, tetapi juga dengan pendekatan dokumen-dokumen yang akan memperkuat suatu pemaparan dari nara sumber, berikut ini adalah contoh bentuk Pelaporan keuangan dari HMAK :
Tabel 2 : laporan keuangan HMAK periode 2010
LAPORAN KEUANGAN
HIMPUNAN MAHASISWA AKUNTANSI UPN"VETERAN"JAWA TIMUR PERIODE JUNI 2010 - NOVEMBER 2010
TGL KETERANGAN DEBIT KREDIT SALDO
Juni'10 1 Saldo Bersih Awal Tahun'10 Rp3,675,775
1 Sumbangan untuk lomba Akuntansi UBAYA Rp 300,000 Rp3,375,775 7 Saldo Seminar HMAK 2010 Rp 4,639,600 Rp8,015,375 7 Saldo Konsolidasi 2010 Rp 119,650 Rp8,135,025 7 Pelunasan Piutang Konsolidasi 2010 Rp 1,150,000 Rp9,285,025
31 Saldo akhir bulan Juni 2010 Rp9,285,025 Juli'10 1 Saldo awal bulan Juli'10 Rp9,285,025 16 Proker PPSO '10 Rp 700,000 Rp8,585,025 25 Survey RKPJ '10 Rp 100,000 Rp8,485,025
31 Saldo akhir bulan Juli'10 Rp8,485,025 Agst'10 1 Saldo awal bulan Agustus'10 Rp8,485,025
13 Sumbangan dari Event One Soul to Change Rp 200,000 Rp8,685,025 20 Buletin Rp 44,000 Rp8,641,025 31 Baksos HMAK '10 Rp 100,000 Rp8,541,025
31 Saldo akhir bulan Agustus '10 Rp8,541,025 Sept'10 1 Saldo awal bulan September'10 Rp8,541,025
15 DP Truck untuk RKPJ Rp 200,000 Rp8,341,025 16 RKPJ '10 Rp2,700,000 Rp5,641,025 16 Saldo PPSO '10 Rp 190,500 Rp5,831,525 31 Saldo akhir bulan September '10 Rp5,831,525 Okt'10 1 Saldo awal bulan Oktober '10 Rp5,831,525
6 Piutang RKPJ '10 Rp 420,000 Rp5,411,525 15 Belanja Keperluan Basecamp Rp 64,000 Rp5,347,525 19 Pelunasan Piutang RKPJ '10 Rp 420,000 Rp5,767,525 20 Gugur gunung Rp 100,000 Rp5,667,525 20 Pengembalian Uang Gugur Gunung Rp 12,000 Rp5,679,525 20 Poling 1 Rp 11,000 Rp5,668,525 25 Pengembalian Uang Buletin Rp 14,000 Rp5,682,525 26 Mading 1 Rp 11,500 Rp5,671,025
31 Saldo akhir bulan Oktober '10 Rp5,671,025 Nop'10 1 Saldo awal bulan Nopember '10 Rp5,671,025
9 Syukuran Kader Baru Rp 100,000 Rp5,571,025 9 Piutang Syukuran Kader Baru Rp 200,000 Rp5,371,025 11 Pelunasan Piutang Syukuran Kader Baru Rp 101,000 Rp5,472,025 18 Beli Foto WAPRES RI Rp 5,000 Rp5,467,025 18 Mading 2 Rp 6,000 Rp5,461,025 22 Poling 2 Rp 6,600 Rp5,454,425 30 Sumbangan HIV/AIDS Rp 100,000 Rp5,354,425 30 Saldo Akhir Bulan Nopember '10 Rp5,354,425 30 Saldo Bersih Akhir Tahun '10 Rp5,354,425
Sumber dok.: LPJ Tahunan HMAK periode 2010
Tabel di atas adalah bentuk laporan keuangan dalam HMAK, dan tidak itu saja ada rangkaian Laporan – laporan lain yang di susun oleh bendahara, dari pertama sampai pertanggung jawaban terakhir, menurut penelusuran peneliti rangkai tersebut adalah :
1. Rancangan Anggaran
2. Pencatatan kas masuk dan keluar
3. LPJ Program kerja ( Laporan kegiatan dan keuangan dengan bukti-buktinya) 4. Penyusunan LPJ Tahunan dan harian menjadi Satu
5. Arus kas, terdiri dari
Aktivitas Oprasional
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Aktivitas Pendanaan (aktifitas sumbangan – sumbangan yang diperoleh) Aktifitas Investasi (perlengkapan dan peralatan)
Aktifitas lain-lain (kegiatan di luar rencana kegiatan yang sudah di anggarkan) Rancangan Anggaran
Dalam rancangan anggaran, terdapat perencanaan kegiatan dan anggaran yang di buat oleh kepengurusan HMAK dalam rapat kerja, semua rencana kegiatan dan anggaran akan di bahas bersama dengan melihat pertimbangan – pertimbangan, seperti faktor waktu kegiatan agar tidak akan terbentur dengan kegiatan – kegiatan lain, faktor sumber dana yang di berikan oleh pihak lembaga, untuk sebagai pedoman pembuatan anggaran, dan yang terakhir adalah sekala evaluasi kinerja kegiatan yang sudah pernah dilakukan oleh kepengurusan yang lalu, peneliti akan melampirkan bukti dokumen yang di buat oleh bendahara dalam penelusuran bukti arsip rancangan anggaran :
Gambar 4.2 : Rancangan kegiatan dan anggaran HMAK.
Sumber dok : Catatan bendahara HMAK
Pencatatan kas masuk dan keluar
Pencatatan kas masuk dan keluar adalah arsip bendahara yang dimana untuk mempermudah untuk mengetahui aliran kas yang masuk dan keluar dengan setiap keperluan organisasi HMAK, entah sekala besar maupun kecil, berikut adalah contoh Catatan kas masuk dan keluar yang di buat oleh bendahara :
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Gambar 4.3 : catatan kas masuk dan keluar
Sumber dok. : catatan jurnal bendahara HMAK
LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban )
Laporan LPJ HMAK setiap kegiatan adalah laporan pertanggung jawaban yang dilakukan oleh kepengurusan di karenakan menggunakan sumber dana dari pihak Lembaga, seperti penjelasan yang di paparkan oleh Bendahara HMAK :
“Yaa… Pertanggung jawaban, jadi Seperti laporan kegiatan yang di susun dalam bentuk format baku, untuk melaporkan secara real bagaimana kegiatan sudah berjalan dari rencana atau proposal yang sudah di ajukan, dan anggaran dana pun harus tercatat dengan jelas dan benar, harus ada bukti nota dan kwintansi bila melakukan pembelian atau pengeluaran uang yang di berikan, setelah tersunun rapi dengan format yang sudah biasa dibuat” (Aldina dewi)
Dari penjelasan Bendahara HMAK bahwa LPJ Kegiatan adalah suatu bentuk format pertanggung jawaban atas dana yang telah di berikan kepada pihak HMAK untuk melakukan
kegiatan dan aktifitas keorganisasiannya, agar dapat mencapai tujuan yang di inginkan. Saat LPJ tahunan dan harian sudah selesai terealisasikan semua dan terdapat laporan pertanggung jawaban, Bendahara merangkum menjadi satu laporan dari semua laporan – laporan yang sudah di buat, untuk dapat di lihat secara keseluruan kegiatan yang sudah dilakukan dan mengetahui aliran dana yang sudah terpakai maupun sisa anggaran yang ada. Peneliti telah menelusuri bentuk Pertanggung jawaban dari HMAK, yang dimana tidak jauh beda dengan proposal-proposal pengajuan kegiatan, tetapi kalau LPJ lebih lengkap dan detail dikarena di LPJ melaporkan dari hasil dan kondisi real yang sudah berjalan serta laporan keuangan dengan mencantumkan nota – nota asli dari transaksi yang dilakukan.
Arus Kas
Aliran dana dari kas, masuk atau keluar itu tercatat dalam arus kas ini, dan ada pembagian dari arus kas di HMAK, yang terdiri dari berbagai pos, seperti :
Aktivitas Oprasional
AktivitasPendanaan (aktifitas sumbangan – sumbangan yang diperoleh) Aktifitas Investasi (perlengkapan dan peralatan)
Aktifitas lain-lain (kegiatan di luar rencana kegiatan yang sudah di anggarkan) Peneliti mencoba juga menelusuri penemuan contoh dokumen di lapangan dengan mencantumkan laporan arus kas HMAK di bawah ini :
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
LAPORAN ARUS KAS
HIMPUNAN MAHASISWA AKUNTANSI TAHUN BERAKHIR DESEMBER 2010
I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASINAL Pemasukan
Saldo Seminar HMAK 2010 Rp4,639,600 Saldo Konsolidasi 2010 Rp 119,650 Pelunasan Piutang Konsolidasi 2010 Rp1,150,000 Saldo PPSO'10 Rp 190,500 Saldo RKPJ'10 Rp 576,300 Pengembalian Sisa Sumbangan RALB Rp 3,500
Total Pemasukan Rp 6,679,550
Pengeluaran
Sumbangan untuk lomba Akuntansi
UBAYA Rp 300,000
Sumbangan untuk RKPJ '10 Rp 3,000,000 Sumbangan untuk PPSO '10 Rp 700,000 Sumbangan untuk HIV/AIDS '10 Rp 100,000 Sumbangan RALB Rp 250,000 Litbang Program harian : - Buletin Rp 30,000 - Mading Rp 20,000 Humas Program harian : - Baksos HMAK 2010 Rp 100,000 Pengkaderan Program harian : - Gugur gunung Rp 88,000 Advokasi Program harian : - Poling Rp 17,600 - Simulasi Sidang Rp 17,000 Rp 4,622,600
Kas bersih dari Aktivitas Operasi Rp 2,056,950
II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pemasukan
Sumbangan Event One Soul to Change Rp 200,000 Kas bersih dari Aktivitas
Pendanaan Rp 200,000
III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Dana Usaha Pengeluaran
Belanja Keperluan Basecamp Rp 64,000 Beli Foto WAPRES RI Rp 5,000
Total arus kas dari Aktivitas
Investasi Dana Usaha Rp (69,000)
IV. ARUS KAS DARI AKTIVITAS LAIN-LAIN Pengeluaran
Syukuran Kader Baru Rp 100,000 Total arus kas dari Aktivitas
Lain-Lain Rp (100,000)
KENAIKAN KAS Rp 2,087,950
SALDO KAS AWAL TAHUN Rp 3,675,775
SALDO KAS AKHIR TAHUN Rp 5,763,725
Sumber : Dokumen LPJ HMAK 2010
Dari laporan ini kita bisa melihat alur dari sumber dana yang masuk dan keluar, itu akan menjelaskan posisi keuangan dari HMAK, alur dari pelaporan keuangan HMAK memang sederhana, tidak begitu kompleks dengan laporan keuangan dari organisasi nirlaba secara umum nya yang mungkin dianut dalam aturan PSAK No.45, tetapi jelas sudah ditekankan dalam aturan dalam pihak internal kampus di lembaga dan aturan ART HMAK tidak ada keharusan untuk melaporakan aktifitas dan keuangan dengan format seperti itu, tetapi semua pelaporan kegiatan dan lainya harus ada kejelasan ,transparasi dan obejektif di sertai bukti – bukti real yang ada. Disitulah bentuk pertanggung jawaban yang dilakukan olah organisasi mahasiswa internal kampus di UPN, tidak hanya pembuatan saja tetapi bentuk cara penyampainnya juga ada forum untuk melakukan laporan pertanggung jawaban di HMAK, dalam wawancara peneliti dan di list Question terdapat alur dari cara Pelaporan pertanggung jawaban nya, disini peneliti
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
mewawancarai langsung Ketua HMAK periode sekarang untuk mencari tahu informasi lengkapnya, berikut ini pemaparannya :
“berarti kita berbicara dari pihak lembaga. Jadi nantinya setiap laporan keuangan atau seperti apa, atau laporan pertanggungjawaban itu baik dari divisi maupun dari kepengursan inti seperti sekretaris dan lain- lain, kita gabung menjadi satu. Dan sebuah laporan dari ketua umum itu sendiri atau kepengurusan dari sebuah ketua umum itu sendiri, natinya ketika sidang Umum HMAK, ini akan diberikan kepada kawan- kawan mahasiswa dan para delegasi. Pada saat tersebut, kawan- kawan delegasi, silahkan menanyakan dari laporan pertanggungjawaban yang ada, kebetulan, dari segi aturan sudah dijelaskan bahwasanya didelegasi terdapat 4 delegasi disini, semester 1, semester 3, semester 5, semester 7, jadi ada 4 delegasi disini. Maksunya semester 1 – 7 itu adalah sebuah perwakilan dari mahasiswa yang biasanya diundang. Ada undangan seperti pada komting kelas, dan komting tersebut diwakilkan kepada delegasi tersebut. Intinya HMAK dipilih oleh mahasiswa, nanti mempertanggungjawabannya juga kepada mahasiswa. Jadi diterima atau tidaknya sebuah laporan pertanggungjawaban nanti juga keputusan dari delegasi.” (Hussein Ahdyar)
Dalam pemaparan di atas jelas sekali HMAK mempunyai tempat atau momen untuk melaporakan semua pertanggung jawaban kepada para Mahasiswa yang notabennya sebagai perwakilan donatur dari sumber dana HMAK. Sidang Umum adalah tempat dan forum dari organisasi HMAK melaporakan semua aktifitas organisasi yang sudah dilakukan dalam masa kepengurusan nya, ada beberapa pembagian delegasi untuk membagi perwakilan dari mahasiswa yang sudah di jelaskan di sana kepengurusan yang di pimpin oleh ketua umum dan kepengurusan nya aja mejabarkan setiap laporan kegiatan dan keuangan dari HMAK dan semua delegasi mempunyai hak sama untuk berbicara dan hak suara, jadi untuk akuntabilitas organsiasi HMAK sudah dijalankan dalam proses tersebut, ada jugak hasil dari Sidan Umum sendiri adalah bentuk keputusan dari pembahasan dalam sidang LPJ sendiri, disini akan di jelaskan lagi oleh ketua HMAK:
“memang ada, sesuai seperti yang tadi saya bilang, salah cetak pun menjadi sebuah permasalahan, karena kita bicara sebuah pelaporan dan sebuah nominal yang sedikit salah pun diakuntansi juga menjadi suatu permaslahan.
Dikeputusan akhir atau sebuah kesimpulan dari LPJ itu ada diterima, ada diterima dengan syarat/ ditolak. Misalkan diterima, LPJ ini memang benar- benar diterima dan ini sah dan ini kita akui. Ada lagi diterima dengan syarat, mungkin ini ada yang salah tadi dan harus ada pembenaran dan diberikan deadline ataukah harus ada sebuah konsekuensi atau kinerja yang nantinya harus diselesaikan. Atau juga ditolak, ini misalnya benar- benar terjadi sebuah manipulasi data, benar- benar melenceng dari data yang sesungguhnya. Dananya tidka riil dan bukti- bukti tidak ada. Misalnya kita sudah ada subyektifitas penyelewengan dana. Ini ada hak untuk menolak dan ada hak untuk sanksi- sanksi untu dituntutkan. Dan sanksi tersebut ini adalah keputusan musyawarah dari delegasi.
(Hussein Ahdyar)
Dalam penjelasan di atas sudah ada format yang baik dalam pelaporan LPJ dari HMAK, yang mempunyai juga kesimpulan dari Pelaporan tersebut, melalu proses pembahasan dan pendiskusian oleh para delegasi di sidang umum, saat LPJ baik dalam kinerja dan pelaporan keuangan delegasi akan memutuskan laporan tersebut di terima tanpa sarat, bilang masih ada kesalahan atau kekeliruan dalam format laporan yang bisa di perbaikin, delegasi akan menerima tetapi dengan syarat yang harus dilakukan, ada juga keputusan sidang yang LPJ akan di tolak atau disklemer , apabila terjadi seperti itu, berarti LPJ yang di laporkan dan disusun oleh BPH sudah tidak layak untuk di laporkan dari sekala kinerja atau pembuatan LPJ , contoh tidak ada laporan keuangan yang lengkap tidak ada bukti dan banyak lagi. Penelusuran lagi lebih dalam atas ke efektifan pelaporan keuangan HMAK dalam pembuatan nya, disini peneliti ini mencari tahu dari pihak lembaga dari mantan Pembatu Dekan bidang 1, berikut ini pemaparannya :
“kalau efektif. Efektif karena saya bisa melihat dana yang saya keluarkan ke mahasiswa itu sudah terlaporkan semua, kan sudah ada anggarannya kan.. oh sudah di gunakan sekian ribu untuk ini, sisa sekian dilaporkan sekian ada catatan semua, jadi efektif ,terlepas dari acara itu baik atau tidak itu tergantung dari program dari organisasi mahasiswa , dan itu harus efektif itu. “
(Drs.Ec.Syaiful Anwar, M.Si)
Selama perjalanan pelaporan pertanggung jawaban yang sudah berjalan di HMAK sudah di anggap efektif menurut nara sumber, jika ada kejelasan dalam pelaporan tersebut dan selama
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
ini sudah di anggap efektif di tambah dengan pelaporan langsung secara transparasi dalam Pelaporan pertanggung jawaban HMAK di Sidang Umum, itu bentuk akuntanbilitas suatu organisasi nirlaba yang bagus, karena sumber dari dana tersebut adalah milik dari donatur yang mereka ingin mengetahui dari pengalokasian dan penggunaan dana yang diberikan, agar tercapainya tujuan organisasi yang sudah di ditentukan.