Asuhan keperawatan dilakukan dengan metode manajamen asuhan keperawatan dengan langkah: Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencanan evaluasi dan dokumentasi.
Standar 2: Pengkajian
Pengumpulan data tentang status kesehatan klien di lakukan sacara sistematis berkisinambungan. Data yang dioeroleh dicatat dan dianalisis.
Standar 3: Identifikasi ibu hamil
Perawat melakukan kunjungan rumah dan berintraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan teratur.
Standar 4: Pemeriksaan dan Pemantauan Antenatal
Perawat memberi sedikitnya 4x pelayanan antenatal. Pemeriksaan meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin dengan seksama untuk menilai apakah pembengkakan berlangsung normal. Perawat juga harus mengenal kehamilan risti/kelainan, khususnya anemia, kurang gizi, hipertensi, PMS, (Penyakit Menular Seksual)/infeksi HIV (Human Imumuno Deficiency Virus); memberikan pelayanan imunisasi , nasehat dan penyuluhan kesehatan serta tugas terkait lainnya yang diberikan oleh puskesmas, mereka harus mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan. Bila ditemukan kelainan, mereka harus mampu megambil tindakan yang diperlukan dan merujuknya untuk tindakan selanjutnya.
Standar 5: Palpasi Abdomenal
Perawat melakukan pemeriksaan abdominal secara seksama dan melakukan abdominal secara seksama dan melakukan palpasi untuk pemeriksaan usia kehamilan; serta bila umur kehamilan bertambah memeriksa posisi, bagian terendah janin kedalam rongga panggul, untuk mencari kelainan, serta melakukan rujukan tetap waktu.
Standar 6: Pengelolaan Anemia pada Kehamilan
Perawat melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/atau rujukan semua khasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Standar 7: Pengelolaan Dini Hipertensi pada Kehamilan
Perawat menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenali tanda serta gejala preeklamsi lainnya, serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
Standar 8: Pemeriksaan Persalinan
Perawat memberikan saran yang tepat pada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke tiga, untuk memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya untuk merujuk, bila tiba-tiba terjadi keadaan gawat darurat, hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.
A. Kunjungan Antenatal Care
Kunjungan antenatal sebaiknya di lakukan 4 kali selama kehamilan (Saifuddin,2006) yaitu: 1. Satu kali trimester pertama
2. Satu kali trimester kedua 3. Dua kali trimester ke tiga
Bab 1: Asuhan Keperawatan Pranatal 15
B. Kriteria Keteraturan ANC
Pemeriksaan kehamilan dilakukan berulang-ulang dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pemeriksaan pertama kali yang ideal sedini mungkin ketika haidnya terlambat satu
bulan
2. Periksa ulang 1 x sebelum sampai kehamilan 7 bulan 3. Periksa ulang 2 x sebulan sampai kehamilan 9 bulan 4. Pemeriksa ulang setiap minggu sesudah kehamilan 9 bulan 5. Periksa khusus bila ada keluhan-keluhan
Berdasarkan keterangan di atas dapat di simpulkan bahwa, ibu hamil secara ideal melaksanakan perawatan kehamilan maksimal 13-15 kali. Dan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester II dan dua kali pada trimester III, Namun jika terdapatt kelainan dalam kehamilannya, maka frekuensi pemeriksaan di sesuaikan menurut kebutuhan masing-masing sehingga dapat di simpulkan bahwa dikatakan teratur juka ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan >4 kali kunjungan, kurang teratur: pemeriksaan kehamilan 2-3 kali kunjungan dan tidak teratur jika ibu hamil hanya melakukan pemeriksaan kehamilan < 2 kali kinjungan.
C. Dampak Ibu Hamil Tidak ANC
1. Tidak terdeteksinya kelainan-kelainan kehamilan 2. Meningkatkan angka mortalitas dan mortabilitas ibu
3. kelaianan fisik yang terjadi pada saat persalaman tidak dapat dideteksi secara dini.
D. Perubahan Fisiologi pada Ibu Hamil
1. Trimester I (Minggu 1-15) berat badan naik tiap minggu 0,5 kg a. Perubahaan payudara: rasa nyeri, lembek dan rasa geli. b. Sering kencing dan tidak bisa ditunda.
c. Rasa letih, lesu, dan lemah d. Mual dan muntah
e. Hidung tersumbat dan kadang-kadang terjadi mimisan keputihan 2. Trimester II (Minggu 16-27)berat badan tiap minggu 1 kg
a. Pigmentasi bertambah, jerawat dan kulit berminyak b. Tai lalat bertambah dileher, dada, wajah, dan lengan c. Kedua telapak tangan memerah
d. Sering pingsan
e. Perubahan kulit pada abdomen: linea nigra dan striae gravidarum f. Sembelit
3. Trimester III berat badan naik tiap 1 kg gram selama 3-4 minggu a. Sesak nafas
b. Insomnia
c. Rasa khawatir dan lemas
d. Rasa tidak nyaman dan tertekan pada perineum e. Kontraksi Braxton his
f. Kram betis
g. Edema kaki sampai tungkai 4. Sembilan Tanda Bahaya Kehamilan
a. Sakit kepala yang menetap ditakutkan hipertensi. b. Oedema pada wajah dan tungkai
c. Penglihatan kabur d. Mual muntah
e. Pergerakan janin berkurang f. Nyeri perut yang hebat
g. Keluarnya darah atau cairan dari jalan lahir h. Demam
i. Kejang
Berikut beberapa pemeriksaan kehamilan dan diantaranya yaitu:
1. Pemeriksaan Berat Badan. Bila kita berkunjung ke tenaga kesehatan baik itu dokter kebidanan dan kandungan atau pun seorang bidan pada saat hamil maka yang pertama kali dilakukan adalah dengan pemeriksaan berat badan ini (timbang badan). Tujuan pemeriksaan kehamilan ini adalah untuk mengetahui peningkatan berat badan ibu hamil dalam setiap bulannya. Bila berat badannya naik secara normal dan tidak ada peningkatan berat badan berlebihan maka itu salah satu indikasi kehamilan sehat juga. 2. Pemeriksaan Perut. Pemeriksaan kehamilan ini selalu dilakukan setiap kali kontrol dan
memeriksakan ibu hamil. Tujuan pemeriksaan perut pada kehamilan adalah melihat posisi atas rahim, mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Karena posisi janin juga berubah sesuai dengan umur kehamilan.
3. Pemeriksaan Detak Jantung Janin. Pemeriksaan ini bila dilakukan oleh seorang dokter kandungan atau pun bidan dilakukan dengan cara yang dinamakan tehnik doopler. Atau juga bisa dengan alat USG kehamilan. Mengetahui detak jantung janin ini juga berfungsi dan bermanfaat untuk mengetahui apakah janin dalam kondisi sehat atau pun tidak
Bab 1: Asuhan Keperawatan Pranatal 17