No. Komponen Uraian
1. Persyaratan
A. Persyaratan Administrasi 1. Surat Pernyataan Tujuan penggunaan/ tujuan pendistribusian 2. Faktur/ Invoice
Nama Produk yang tercantum dalam invoice harus sama dengan yang ada di Nomor Izin Edar, jika terdapat perbedaan maka dilengkapi dengan surat keterangan dari produsen.
3. Bukti pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
B. Persyaratan Teknis 1. Sertifikat Analisis
Paling sedikit harus memuat nama bahan, parameter uji sesuai ketentuan, hasil uji, metode analisa, nomor batch/ nomor lot/ kode produksi dan tanggal produksi dan/ atau tanggal kadaluarsa.
2. Persetujuan Izin Edar/ Pendaftaran untuk Produk Jadi
3. Lembar Data Keamanan dan/ atau spesifikasi untuk bahan baku.
2. Prosedur - Pemohon mengirimkan/ entry dokumen - Melakukan pembayaran PNBP
- Proses Pemeriksaan/ Evaluasi - Proses Tindak Lanjut
- Proses Rekomendasi - SKI paperless 3. Jangka Waktu Pelayanan
Jenis Layanan Waktu Penyelesaian
SKI Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan
1 (satu) Hari Kerja
4. Biaya / Tarif Sesuai PP No. 32 Tahun 2017 Tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku di Badan POM RI
5. Produk Layanan
SKI Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan
SKI diberikan dalam bentuk elektronik dan tidak memerlukan cap dan tandatangan basah (Paperless)
BALAI POM DI PANGKALPINANG 15 Alur Prosedur Permohonan Penerbitan Surat Keterangan Impor
Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan
PEMOHON BADAN POM
Penerimaan permohonan secara elektronik Entry permohonan
dan upload dokumen
Evaluasi Tidak
Memenuhi
SKI (Paperless) Portal
INSW
PNBP
Memenuhi
Rekomendasi
Memenuhi
Memenuhi Penolakan elektronik
paperless Melengkapi
Tidak Memenuhi
Tidak Memenuhi
Tindak Lanjut
BAB IV KOMPONEN MANUFACTURING
4.1 Dasar Hukum
Dasar Hukum Standar Pelayanan Publik Balai POM di Pangkalpinang adalah:
1. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
2. Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
3. Peraturan Pemerintah nomor 61 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2017 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Badan Pengawas Obat dan Makanan;
5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2014 Tentang Pedoman Standar Pelayanan Publik;
6. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik;
7. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat untuk penyelenggara Pelayanan Publik;
8. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 16 Tahun 2017 Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik
9. Peraturan Badan POM nomor 26 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara Elektronik di Sektor Obat dan Makanan
10. Peraturan Badan POM nomor 27 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Publik.
11. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 5 Tahun 2020 Integrasi Pelayanan Perizinan Berusaha Secara Elektronik Sektor Obat dan Makanan;
12. Peraturan Badan POM nomor 10 tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha Dan Produk Pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Obat Dan Makanan
BALAI POM DI PANGKALPINANG 17 4.2 Sarana, Prasarana dan/ atau Fasilitas
Sarana, prasarana dan/atau fasilitas yang terdapat di Balai POM di Pangkalpinang diantaranya:
1. Menyediakan ruang pelayanan publik yang memiliki fasilitas:
a. Front office
b. Nomor antrian c. Kursi tunggu
d. Display jam pelayanan e. Meja dan kursi layanan f. Buku tamu melalui e-book g. Papan informasi melalui monitor h. Televisi
i. AC
j. Brosur/leaflet/banner
k. Keset pada pintu masuk l. Dispenser
m. Kotak saran n. Bahan bacaan o. Tempat sampah
p. Display alur pihak ketiga q. Display produk
r. Jaringan internet/wifi s. Maklumat pelayanan
2. Menyediakan fasilitas penunjang pelayanan publik berupa : a. Toilet khusus tamu
b. Tempat parkir kendaraan c. Musholla
d. Ruang laktasi
e. Tempat bermain anak f. Kantin mini
g. Saluran telepon ULPK h. Sarana alamat email
i. Sarana link pengaduan online melalui layanan whatsapp j. Sarana alamat surat
k. Sarana media sosial
l. Papan nama Unit Layanan Pengaduan Konsumen yang diletakkan di halaman depan kantor
4.3 Kompetensi Pelaksana
1. Memahami pelayanan perizinan di masing-masing bidang Kelautan dan Perikanan terkait
2. Memahami peraturan terkait Obat dan Makanan
3. Menguasai aplikasi komputer di bidangnya (minimal Ms. Office dan Internet) 4. Memiliki Kompetensi Pelayanan Publik
5. Memahami Aturan Perilaku dan Kode Etik Pelayanan Publik.
6. Mampu bersikap senyum, sapa, salam, sopan, santun, ramah dan memahami peraturan dalam memberikan pelayanan; dan
7. Memiliki sertifikat Budaya Pelayanan Prima dan sertifikat pelatihan lainnya.
4.4 Pengawasan Internal
Pengawasan internal dalam pelaksanaan Pelayanan BPOM di Pangkalpinang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengawasan internal dilaksanakan oleh atasan langsung dan/atau Inspektorat Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan.
4.5 Jumlah Pelaksana
Jumlah Pelaksana Penyelenggaraan Pelayanan :
1. Pelaksana Layanan Informasi dan Pengaduan : 5 orang
2. Pelaksana Layanan Surat Keterangan Impor dan Surat Keterangan Ekspor : 4 orang 3. Pelaksana Layanan Pengujian : 11 orang
4. Pelaksana Layanan yang berkebutuhan khusus : 4 orang
BALAI POM DI PANGKALPINANG 19 4.6 Jaminan Pelayanan
Pelayanan Balai POM di Pangkalpinang memberikan jaminan pelayanan sesuai dengan : 1. Standar Pelayanan Balai POM di Pangkalpinang
2. Maklumat Pelayanan Balai POM di Pangkalpinang
3. Aturan Perilaku dan Kode Etik Pelayanan Publik Balai POM di Pangkalpinang
4. Pemberian Reward dan Punishment Petugas Layanan serta Kompensasi Layanan di Lingkungan Balai POM di Pangkalpinang.
4.7 Jaminan Keamanan dan Keselamatan Pelayanan
Pemohon yang mengajukan permohonan Pelayanan di lingkungan Balai POM di Pangkalpinang diberikan perlakuan sebagaimana mestinya untuk mendapatkan rasa aman, bebas dari bahaya, dan risiko keragu-raguan.
4.8 Evaluasi Kinerja Pelayanan
Dalam rangka penilaian untuk mengetahui seberapa jauh pelaksanaan kegiatan sesuai dengan standar pelayanan, maka dilakukan evaluasi kinerja pelayanan, yaitu :
1. Evaluasi kinerja dilakukan melalui kegiatan Rapat Tinjau Manajemen (RTM) dan Kaji Ulang Manajemen (KUM) Balai POM di Pangkalpinang yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali dimaksudkan untuk mengevalausi hal-hal yang bersifat mendesak untuk segera ditindaklanjuti, seperti hasil penerapan Sistem Manajemen Mutu, Kebutuhan Sumber Daya, Pelayanan Publik serta pencapaian sasaran mutu.
2. Melakukan Survei Kepuasan Masyarakat oleh Inspektorat Badan Pengawas Obat dan Makanan setahun sekali.
3. Melakukan Survei Kepuasan Masyarakat oleh Balai POM di Pangkalpinang setiap semester
4. Melakukan penilaian Reward dan Punishment kepada petugas Balai POM di Pangkalpinang setiap semester.
BAB VI PENUTUP
Standar Pelayanan Balai POM di Pangkalpinang secara terus menerus selalu dipantau pelaksanaannya. Pemantauannya tidak hanya terkait dengan sejauh mana pelayanan telah memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan tetapi juga terkait dengan aspek manajemen dalam penyelenggaraan pelayanan.
Dengan telah disusunnya standar pelayanan ini, diharapkan menjadi acuan atau pedoman dalam pelaksanaan kegiatan di Kantor Balai POM di Pangkalpinang, sehingga tercipta suatu bentuk pelayanan yang prima dalam pelaksanaan administrasi, mampu menjadi unit pelayanan yang profesional dan berwawasan pengabdian, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang merupakan salah satu komponen pada pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Proses pembangunan Zona Integritas difokuskan pada penerapan program Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Pengawasan, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang bersifat konkrit. Dalam membangun Zona Integritas, pimpinan instansi pemerintah menetapkan satu atau beberapa unit kerja yang diusulkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.
Terhadap perubahan peraturan perundangan dan lainnya yang dapat membuat Standar Pelayanan ini berubah, maka akan diterbitkan melalui surat Kepala Balai POM di Pangkalpinang yang mana akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Standar Pelayanan ini.