LAJAMTU STIKes BUDI LUHUR CIMAHI | 2 1.1. Visi dan
Misi STIKes
Visi : Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan yang terdepan yang mampu menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, memiliki jiwa entrepreuner, berbudi luhur, religius, sehingga mampu berkompetensi di tingkat nasional dan berwawasan internasional pada tahun 2020.
Misi :
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang berorientasi pada pengembangan kualitas tenaga kesehatan yang kompeten, berjiwa entrepreneur, berbudi luhur, religius sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan berwawasan internasional.
2. Menyelenggarakan penelitian ilmiah dalam bidang kesehatan yang sesuai dengan standar, inovatif, berbudi luhur, religius sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan berwawasan internasional
3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang sesuai dengan standar, inovatif, berbudi luhur, religius sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan berwawasan internasional.
4. Membangun kemitraan dan kerjasama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, ventura dan penyaluran lulusan dengan stakeholders di dalam dan di luar negeri.
5. Menyelenggarakan manajemen perguruan tinggi yang mandiri dan mempunyai tata kelola yang baik (good university governance) yang didasari nilai-nilai budi luhur, religius dan global.
6. Membangun budaya akademik yang kondusif untuk menciptakan tenaga kesehatan yang kompeten, berjiwa entrepreneur, berbudi luhur, religius sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan berwawasan internasional 1.2. Visi dan
Misi Lembaga Jaminana Mutu
Visi : Menjadi Lembaga Penjaminan Mutu yang terdepan guna mendukung terpenuhinya standar mutu akademik sesuai dengan Visi dan Misi STIKes Budi Luhur Cimahi.
Misi :
1. Mewujudkan sistem penjaminan mutu yang memenuhi standar di tingkat nasional dan berwawasan internasional.
2. Membangun dan mengembangkan kelembagaan penjaminan mutu di lingkungan STIKes Budi Luhur Cimahi.
3. Melaksanakan program sistem penjaminan mutu secara profesional.
4. Meningkatkan dan mengembangkan proses penjaminan mutu internal 5. Melakukan pengkajian dan pengembangan serta pemanfaatan model-model
pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
6. Mengendalikan dan mengevaluasi Sistem Jaminan Mutu yang memenuhi standar nasional dan memenuhi kepuasan stakeholders.
2. Rasional Dalam penyelenggaraan perguruan tinggi, unsur pembiayaan merupakan salah satu unsur utama demi kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Pembiayaan pada perguruan tinggi tidak hanya untuk pendidikan melainkan juga untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; serta untuk menunjang kegiatan mahasiswa, kesejahteraan dosen, dan tenaga kependidikan. Agar seluruh penyelenggaraan kegiatan suatu perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik diperlukan tolok ukur
STANDAR PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN - 2017
LAJAMTU STIKes BUDI LUHUR CIMAHI | 3 atau standar pembiayaan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) Pasal 26 menyatakan bahwa substansi standar pembiayaan pada setiap perguruan tinggi setidaknya mengatur atau menetapkan pembiayaan pendidikan yang terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal.
Dengan pertimbangan hal-hal tersebut maka Sekolah Tinggi Kesehatan Budi Luhur Cimahi melalui PPEPP menetapkan standar pembiayaan yang akan menjadi pedoman dan tolok ukur bagi pimpinan sekolah tinggi, ketua jurusan, ketua program studi, dan unit-unit lainnya yang bertanggung jawab dalam perannya sebagai pengguna anggaran (PA) atau kuasa pengguna anggaran (KPA).
Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, standar pembiayaan pembelajaran.
3. Pihak yang bertanggung jawab
1. Ketua Yayasan 2. Ketua Senat 3. Ketua STIKes
4. Waket I Bidang Akademik
5. Waket II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan 6. Ka. Program Studi
7. Ka. Biro Administrasi Keuangan (BAKEU) 8. Tim Audit Mutu Internal
9. Ka. Lajamtu 4. Definisi
Istilah
1. Standar pembiayaan pembelajaran: kriteria minimal tentang komponen dan besaran biaya investasi dan biaya operasional yang disusun dalam rangka pemenuhan capaian pembelajaran lulusan sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 5.
2. Biaya investasi pendidikan tinggi: bagian dari biaya pendidikan tinggi untuk pengadaan sarana dan prasarana, pengembangan dosen, dan tenaga kependidikan pada pendidikan tinggi.
3. Biaya operasional pendidikan tinggi: bagian dari biaya pendidikan tinggi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pendidikan yang mencakup biaya dosen, biaya tenaga kependidikan, biaya bahan operasional pembelajaran, dan biaya operasional tidak langsung.
5. Pernyataan Isi Standar
1. WK 2 memastikan tersedianya pedoman pengelolaan dana institusi mencakup 1) perencanaan, 2) penerimaan, 3) pengalokasian, 4) pelaporan, 5) monitoring dan evaluasi, 6) pertanggungjawaban pada pemangku kepentingan
2. WK 2 memastikan adanya ketentuan tentang sumber pembiayaan pembelajaran dari dalam institusi dan sumber lain, yang berasal dari 1) PT sendiri (biaya Pendidikan), 2) Yayasan, 3) pengelolaan dana abadi alumni, 4) jasa layanan profesi dan/atau keahlian, 5) Kerjasama tridharma dengan pemerintah dan swasta, 6) sumber lain dari masyarakat, 7) sumber lain dari bantuan organisasi di luar negeri
3. WK 2 memastikan adanya pendanaan pembelajaran yang berasal dari mahasiswa (SPP dan dana lainnya)
4. WK 2 bidang Keuangan memastikan ketersediaan ketentuan penggunaan dana operasional mahasiswa/tahun untuk pembelajaran
STANDAR PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN - 2017
LAJAMTU STIKes BUDI LUHUR CIMAHI | 4 5. Wakil Ketua 2 bidang Keuangan memastikan tersedianya laporan audit
eksternal stikes yang transparan dan dapat diakses oleh berbagai pemangku kepentingan setiap tahun
6. Ka. AMI memastikan tersedianya system monitoring dan evaluasi pendanaan internal untuk pendanaan yang efektif, transparan dan memenuhi aturan keuangan yang berlaku
6. Indikator Pernyataan Standar
1. Tersedianya dokumen pedoman pengelolaan dana institusi lengkap, yang mencakup 1) perencanaa, 2) penerimaan, 3) pengalokasian, 4) pelaporan, 5) monitoring dan evaluasi, 6) pertanggungjawaban
2. Adanya dokumen tentang sumber pembiayaan pembelajaran dari dalam dan luar negeri
3. Tersedianya pembiayaan pembelajaran yang berasal dari mahasiswa (SPP dan dana lainnya) dengan ketentuan perhitungan alokasi pembiayaan tahunan yang telah ditetapkan
4. Tersedianya ketentuan penggunaan dana operasional mahasiswa sebagai standar biaya Pendidikan per mahasiswa per tahun per jenjang Pendidikan 5. Tersedianya laporan audit eksternal yang transparent dan dilakuan oleh KAP
dan ditindaklanjuti
6. Tersedianya system monitoring dan evaluasi pendanaan internal, yang terdiri dari 1) dokumen system, 2) sosialisasi system monev, 3) pelaksanaan monev, 4) pelaporan monev
7. Strategi Pencapaian Standar
1. Wakil Ketua 1 bidang Akademik dan Wakil Ketua 2 bidang Keuangan membentuk tim kerja untuk menyusun dokumen peraturan tentang pembiayaan pembelajaran sesuai dengan Permenristek No. 44 Tahun 2015 2. Bagian Keuangan berkoordinasi dengan Wakil Ketua 2 Bidang Keuangan
melakukan sosialisasi semua dokumen yang terkait dengan standar pembiayaan pembelajaran di lingkungan STIKes Budi Luhur Cimahi kepada semua unit terkait, serta proses monitoring evaluasi tentang pelaksanaan standar terkait yang akan dilakukan
3. Pimpinan unit melakukan evaluasi internal terhadap implementasi pelaksanaan standar ini sebelum dilakukan monitoring dan evaluasi oleh tim Audit Mutu Internal di bawah koordinasi Lembaga Penjaminan Mutu
8. Dokumen Terkait
1. SK tim penyusun dokumen Standar Pembiayaan dan Pendanaan Pendidikan 2. Notulensi rapat koordinasi
3. Daftar hadir sosialisasi
4. Daftar hadir rapat senat akademik
5. Standar lain yang memiliki keterkaitan dengan Standar Pembiayaan dan Pendanaan Pendidikan
6. Laporan evaluasi hasil audit pelaksanaan Standar Pembiayaan dan Pendanaan Pendidikan
7. Laporan hasil pengendalian Standar Pembiayaan dan Pendanaan Pendidikan 8. Laporan hasil peningkatan Standar Pembiayaan dan Pendanaan Pendidikan 9. Referensi 1. Undang-Undang Nomor. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi;
2. Undang-Undang No. 49 Tahun 2015 tentang;
3. Undang-Undang Nomor. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
STANDAR PENDANAAN DAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN - 2017
LAJAMTU STIKes BUDI LUHUR CIMAHI | 5 4. Undang-Undang Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional;
5. Peraturan Pemerintah No 50 tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
6. Peraturan Pemerintah No 60 tahun 2010 jo PP 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan Penyelenggaraan Pendidikan.
7. Peraturan Mendikbud RI Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
8. Peraturan Menrestek RI Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
9. Peraturan Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi No 62 Tahun 2015 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi
10. Keputusan Kemenkum dan Hak asasi manusia RI Nomor AHU-4061.AH.01.04/Tahun 2010 tertanggal 01 -10-2010, tentang Yayasan Pambudhi Luhur 1976 sebagai penyelenggara STIKes Budi Luhur.
11. Rencana Induk Pendidikan STIKES Budi Luhur Cimahi tahun 2015-2020.
12. Statuta STIKES Budi Luhur tahun 2016.
13. Pedoman Pendidikan dan pembelajaan STIKes Budi Luhur Cimahi;
14. Pedoman Standar Kompetensi Lulusan STIKes Budi Luhur Cimahi;
15. Pedoman Standar Kurikulum Pendidikan STIKes Budi Luhur Cimahi